Dirjen Polpum Kemendagri Ajak Kepala Daerah Wujudkan Asta Cita di Bidang Ketahanan Pangan
Sabtu, 17 Jan 2026 10:43
Direktur Jenderal (Dirjen) Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Akmal Malik saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Sinergi Pelaksanaan Program.
JAKARTA - Direktur Jenderal (Dirjen) Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Akmal Malik, mengajak kepala daerah bersama jajaran sekretaris daerah untuk berperan aktif mewujudkan Asta Cita Presiden, khususnya di bidang ketahanan pangan.
Menurut Akmal, Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap kebijakan kemandirian pangan yang terwujud dalam berbagai program prioritas, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), serta program swasembada pangan.
"Fokus untuk kemandirian pangan bisa diwujudkan. Bagaimana menggerakkan masyarakat untuk mewujudkan ketahanan pangan. Misal, mendorong anak-anak muda, siswa sekolah untuk menanam 1 pohon cabai saja, itu sudah merupakan wujud mengimplemantasikan rasa nasionalisme demi kemandirian bangsa di bidang pangan,” ujar
Akmal saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Sinergi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Urusan Pemerintahan Umum di Daerah guna Mendukung Pelaksanaan Program Prioritas Presiden dan Asta Cita di Hotel Pullman Jakarta Central Park, Kamis (15/1/2026).
Akmal menuturkan, Indonesia memiliki potensi besar berupa bonus demografi dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, peluang tersebut perlu dimanfaatkan secara optimal melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang andal guna menciptakan kemandirian bangsa. Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa Indonesia sejak lama dikenal sebagai negara agraris, namun saat ini menghadapi tantangan serius karena menurunnya minat generasi muda di sektor pertanian, di tengah dominasi petani berusia lanjut.
"Saya mencatat ada kurang lebih 80 juta anak usia sekolah mulai dari SMP hingga SMA di seluruh Indonesia. Pemikiran saya, bagaimana seandainya kepada 80 juta anak sekolah ini mereka diberikan pendidikan bagaimana mewujudkan ketahanan pangan,” imbuhnya.
Akmal menjelaskan, dari total jumlah tersebut, apabila sebagian besar dibekali pendidikan di sektor pangan, dampaknya akan sangat signifikan. Oleh karena itu, ia mendorong kepala daerah untuk berinovasi dalam merancang program bagi generasi muda dalam mendukung ketahanan pangan.
Ia mencontohkan, jika program penanaman cabai dijalankan secara konsisten, berpotensi membantu pengendalian inflasi daerah. Hal ini mengingat harga komoditas cabai kerap menjadi pemicu naiknya angka inflasi.
"Andaikan satu siswa saja kita berikan kewajiban menanam satu cabai maka akan ada 80 juta batang cabai di Indonesia. Kegiatan menanam dan merawat pohon cabai itu termasuk kegiatan menumbuhkan disiplin dan tanggung jawab siswa di sekolah masing-masing," kata Akmal.
Lebih lanjut, Akmal menegaskan bahwa kreativitas dan inisiatif kepala daerah sangat dibutuhkan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Hal ini sejalan dengan target pemerintah agar program MBG dapat menjangkau hingga 82 juta penerima manfaat, sehingga diperlukan kesiapan pasokan pangan yang mampu menyuplai kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya dukungan daerah terhadap program KDKMP sebagai upaya menggerakkan perekonomian masyarakat. Melalui optimalisasi program tersebut, diharapkan roda perekonomian dapat bergerak dan berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Akmal, Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap kebijakan kemandirian pangan yang terwujud dalam berbagai program prioritas, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), serta program swasembada pangan.
"Fokus untuk kemandirian pangan bisa diwujudkan. Bagaimana menggerakkan masyarakat untuk mewujudkan ketahanan pangan. Misal, mendorong anak-anak muda, siswa sekolah untuk menanam 1 pohon cabai saja, itu sudah merupakan wujud mengimplemantasikan rasa nasionalisme demi kemandirian bangsa di bidang pangan,” ujar
Akmal saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Sinergi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Urusan Pemerintahan Umum di Daerah guna Mendukung Pelaksanaan Program Prioritas Presiden dan Asta Cita di Hotel Pullman Jakarta Central Park, Kamis (15/1/2026).
Akmal menuturkan, Indonesia memiliki potensi besar berupa bonus demografi dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, peluang tersebut perlu dimanfaatkan secara optimal melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang andal guna menciptakan kemandirian bangsa. Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa Indonesia sejak lama dikenal sebagai negara agraris, namun saat ini menghadapi tantangan serius karena menurunnya minat generasi muda di sektor pertanian, di tengah dominasi petani berusia lanjut.
"Saya mencatat ada kurang lebih 80 juta anak usia sekolah mulai dari SMP hingga SMA di seluruh Indonesia. Pemikiran saya, bagaimana seandainya kepada 80 juta anak sekolah ini mereka diberikan pendidikan bagaimana mewujudkan ketahanan pangan,” imbuhnya.
Akmal menjelaskan, dari total jumlah tersebut, apabila sebagian besar dibekali pendidikan di sektor pangan, dampaknya akan sangat signifikan. Oleh karena itu, ia mendorong kepala daerah untuk berinovasi dalam merancang program bagi generasi muda dalam mendukung ketahanan pangan.
Ia mencontohkan, jika program penanaman cabai dijalankan secara konsisten, berpotensi membantu pengendalian inflasi daerah. Hal ini mengingat harga komoditas cabai kerap menjadi pemicu naiknya angka inflasi.
"Andaikan satu siswa saja kita berikan kewajiban menanam satu cabai maka akan ada 80 juta batang cabai di Indonesia. Kegiatan menanam dan merawat pohon cabai itu termasuk kegiatan menumbuhkan disiplin dan tanggung jawab siswa di sekolah masing-masing," kata Akmal.
Lebih lanjut, Akmal menegaskan bahwa kreativitas dan inisiatif kepala daerah sangat dibutuhkan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Hal ini sejalan dengan target pemerintah agar program MBG dapat menjangkau hingga 82 juta penerima manfaat, sehingga diperlukan kesiapan pasokan pangan yang mampu menyuplai kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya dukungan daerah terhadap program KDKMP sebagai upaya menggerakkan perekonomian masyarakat. Melalui optimalisasi program tersebut, diharapkan roda perekonomian dapat bergerak dan berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
(GUS)
Berita Terkait
Sulsel
Bantaeng Disiapkan Jadi Daerah Percontohan Ketahanan Pangan Nasional
Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin menerima kujungan Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Akmal Malik, di Desa Rappoa, Sabtu 6 September 2025.
Minggu, 07 Sep 2025 12:40
News
Kemendagri dan PKP Siapkan Bantuan Rumah untuk Korban Kebakaran DPRD
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mendampingi Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Kementerian Dalam Negeri, Akmal Malik, melakukan rangkaian kunjungan ke rumah duka dan keluarga korban insiden kebakaran
Jum'at, 05 Sep 2025 13:33
Sulbar
Rekonstruksi Gedung DPRD Sulbar Dimulai, Pj Gubernur Ingin SDM Lokal Dimaksimalkan
Pj Gubernur Sulbar Akmal Malik didampingi Ketua DPRD Sulbar St Suraidah Suhardi melakukan peletakan batu pertama rehabilitasi-rekonstruksi (rehab-rekon).
Selasa, 09 Mei 2023 08:35
Sulbar
Akmal Malik Dorong Optimalisasi Pelabuhan Tanjung Silopo
Pemprov Sulbar bekerjasama dengan sejumlah perusahaan yang bergerak di bidang kelautan, guna mendorong optimalisasi pemanfaatan Pelabuhan Tanjung Silopo.
Rabu, 12 Apr 2023 15:36
Sulbar
Pj Gubernur Sulbar Salurkan Bantuan Stunting di Pasangkayu
Penjabat (Pj) Gubernur Sulbar Akmal Malik kembali melakukan intervensi keluarga berisiko Stunting, tepatnya di Desa Bambaira, Kecamatan Bambaira, Kabupaten Pasangkayu
Minggu, 02 Apr 2023 20:32
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Jadi Tersangka, dr Resti Apriani Siap Buktikan Kebenaran Unggahan soal Subsidi Umrah
2
Lepas 10 Truk, Kerja Peternak Sidrap Mengalir ke Nusantara Lewat Program MBG
3
Putri Dakka Ingatkan Tanggungjawab Soal Penggunaan Sosial Media
4
Hartono Jamin Perda Parkir Makassar Selesai 2026, Atur Skema dan Sanksi Tegas
5
Netzme Kampanye Film dan QRIS Soundbox di Numofest 2026 Makassar
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Jadi Tersangka, dr Resti Apriani Siap Buktikan Kebenaran Unggahan soal Subsidi Umrah
2
Lepas 10 Truk, Kerja Peternak Sidrap Mengalir ke Nusantara Lewat Program MBG
3
Putri Dakka Ingatkan Tanggungjawab Soal Penggunaan Sosial Media
4
Hartono Jamin Perda Parkir Makassar Selesai 2026, Atur Skema dan Sanksi Tegas
5
Netzme Kampanye Film dan QRIS Soundbox di Numofest 2026 Makassar