Evakuasi Korban Pesawat ATR 42-500, Basarnas Terapkan Metode Estafet Paket
Selasa, 20 Jan 2026 12:04
Papan informasi di Media Centre, Bandara Sultan Hasanuddin, sekaitan dengan kondisi terkini di Posko AJU Kecamatan Balocci Kabupaten Pangkep. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
MAROS - Memasuki hari keempat pascakecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Tim SAR Gabungan masih terus melakukan upaya evakuasi terhadap korban.
Kepala Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan bahwa proses evakuasi dua korban yang telah ditemukan hingga kini masih berlangsung. Namun, upaya tersebut terkendala kondisi cuaca di puncak Gunung Bulusaraung yang diselimuti kabut tebal disertai hujan deras.
Kondisi tersebut membuat evakuasi tidak memungkinkan dilakukan melalui jalur udara. Oleh karena itu, Tim SAR memilih jalur darat dengan menerapkan metode estafet paket.
"Untuk mengevakuasi jenazah korban jatuhnya pesawat ATR 42-5000, akan dilakukan opsi estafet paket," ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam metode tersebut setiap personel SAR akan ditempatkan pada pos-pos tertentu dengan jarak sekitar 350 meter.
"Dikarenakan medan yang cukup terjal, sehingga kita menyiagakan beberapa tim SAR di setiap 350 meter untuk mengestafet jenazah," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Operasional Basarnas Makassar, Andi Sultan, menambahkan bahwa proses evakuasi hingga saat ini masih berjalan. Rencana evakuasi akan dilakukan melalui jalur darat dan diturunkan di wilayah Camba.
"Masih proses evakuasi, kami belum terhubung dengan yang mengevakuasi. Tapi rencana awalnya memang akan dievakuasi melalui Camba," ujarnya.
Sekadar diketahui, pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) terbang dari Yogyakarta menuju Makassar dengan membawa 10 orang, terdiri atas tujuh kru dan tiga penumpang.
Kepala Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan bahwa proses evakuasi dua korban yang telah ditemukan hingga kini masih berlangsung. Namun, upaya tersebut terkendala kondisi cuaca di puncak Gunung Bulusaraung yang diselimuti kabut tebal disertai hujan deras.
Kondisi tersebut membuat evakuasi tidak memungkinkan dilakukan melalui jalur udara. Oleh karena itu, Tim SAR memilih jalur darat dengan menerapkan metode estafet paket.
"Untuk mengevakuasi jenazah korban jatuhnya pesawat ATR 42-5000, akan dilakukan opsi estafet paket," ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam metode tersebut setiap personel SAR akan ditempatkan pada pos-pos tertentu dengan jarak sekitar 350 meter.
"Dikarenakan medan yang cukup terjal, sehingga kita menyiagakan beberapa tim SAR di setiap 350 meter untuk mengestafet jenazah," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Operasional Basarnas Makassar, Andi Sultan, menambahkan bahwa proses evakuasi hingga saat ini masih berjalan. Rencana evakuasi akan dilakukan melalui jalur darat dan diturunkan di wilayah Camba.
"Masih proses evakuasi, kami belum terhubung dengan yang mengevakuasi. Tapi rencana awalnya memang akan dievakuasi melalui Camba," ujarnya.
Sekadar diketahui, pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) terbang dari Yogyakarta menuju Makassar dengan membawa 10 orang, terdiri atas tujuh kru dan tiga penumpang.
(MAN)
Berita Terkait
News
Barang Korban Ditemukan, Operasi SAR ATR 42-500 Persempit Area Pencarian
Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) kecelakaan pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar di wilayah Kabupaten Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan, terus berlanjut.
Selasa, 20 Jan 2026 08:47
News
Medan Terjal Bulusaraung dan Cuaca Buruk Perlambat Evakuasi Korban ATR 42-500
Proses evakuasi jenazah korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung masih terhambat kondisi cuaca buruk hingga hari ketiga pencarian, Senin (19/1/2026).
Senin, 19 Jan 2026 16:10
News
Tim SAR Temukan Korban Kedua ATR 42-500 Berjenis Kelamin Perempuan
Memasuki hari ketiga pencarian korban pesawat jatuh ATR 42-500 Indonesia Air Transport (IAT) di kawasan Puncak Gunung Bulusaraung, Tim SAR kembali menemukan satu korban, Senin (19/1/2026).
Senin, 19 Jan 2026 15:33
News
Delapan Keluarga Korban Pesawat ATR 42-500 Tiba di Makassar
Memasuki hari ketiga pascakecelakaan pesawat ATR 42-500 di Bulusaraung, Sabtu (17/1/2026), keluarga korban mulai berdatangan ke Makassar. Hingga kini, tercatat delapan keluarga korban telah tiba.
Senin, 19 Jan 2026 12:11
News
Pesan Terakhir Ester, Pramugari ATR 42-500 Sebelum Tragedi
Memasuki hari ketiga jatuhnya pesawat ATR 42-500, keluarga korban penumpang dan kru pesawat mulai berdatangan ke Makassar.
Senin, 19 Jan 2026 10:55
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Tim SAR Temukan Korban Kedua ATR 42-500 Berjenis Kelamin Perempuan
2
Telan Rp26 M, Proyek Jaringan Air Baku Karalloe Tahap II Tuai Kritik Publik
3
Evakuasi Korban Pesawat ATR 42-500, Basarnas Terapkan Metode Estafet Paket
4
Barang Korban Ditemukan, Operasi SAR ATR 42-500 Persempit Area Pencarian
5
Mengapa Media Sosial Pemerintah Rajin Posting, tetapi Minim Respon Publik?
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Tim SAR Temukan Korban Kedua ATR 42-500 Berjenis Kelamin Perempuan
2
Telan Rp26 M, Proyek Jaringan Air Baku Karalloe Tahap II Tuai Kritik Publik
3
Evakuasi Korban Pesawat ATR 42-500, Basarnas Terapkan Metode Estafet Paket
4
Barang Korban Ditemukan, Operasi SAR ATR 42-500 Persempit Area Pencarian
5
Mengapa Media Sosial Pemerintah Rajin Posting, tetapi Minim Respon Publik?