Wamen KKP Temui Keluarga Korban Pesawat ATR 42-500
Selasa, 20 Jan 2026 15:28
Wamen KKP Didit Herdiawan saat berada di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
MAROS - Wakil Menteri Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia, Didit Herdiawan menemui keluarga korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Greeters Meters, Selasa (20/1/2026).
Dalam kunjungannya ini, dia mendatangi keluarga korban secara khusus untuk melakukan pendampingan.
"Kami mendatangi satu persatu keluarga korban. Tidak ada yang lolos satupun. Kami melakukan pendampingan satu persatu," ujarnya kepada wartawan saat diwawancara.
Dia mengatakan, setiap keluarga korban tetap melakukan pendampingan, sekalipun evakuasi masih berjalan.
Dia mengatakan, hasil identifikasi dari DVI pun telah diserahkan kepada keluarga korban dengan pengawalan petugas.
“Keluarga korban dari KKP sudah lengkap. Sudah diambil dari DVI dan seluruh prosesnya kami kawal,” jelasnya.
Sekedar informasi, saat ini seluruh keluarga korban telah berkumpul di Greeters Meeters untuk melakukan koordinasi dengan pihak terkait. Selama di Makassar mereka diinapkan di Cordia Hotel Makassar Airport.
Dalam kunjungannya ini, dia mendatangi keluarga korban secara khusus untuk melakukan pendampingan.
"Kami mendatangi satu persatu keluarga korban. Tidak ada yang lolos satupun. Kami melakukan pendampingan satu persatu," ujarnya kepada wartawan saat diwawancara.
Dia mengatakan, setiap keluarga korban tetap melakukan pendampingan, sekalipun evakuasi masih berjalan.
Dia mengatakan, hasil identifikasi dari DVI pun telah diserahkan kepada keluarga korban dengan pengawalan petugas.
“Keluarga korban dari KKP sudah lengkap. Sudah diambil dari DVI dan seluruh prosesnya kami kawal,” jelasnya.
Sekedar informasi, saat ini seluruh keluarga korban telah berkumpul di Greeters Meeters untuk melakukan koordinasi dengan pihak terkait. Selama di Makassar mereka diinapkan di Cordia Hotel Makassar Airport.
(MAN)
Berita Terkait
News
Korban Pertama Pesawat ATR 42-500 Dievakuasi Melalui Jalur Camba
Memasuki hari ke empat pascajatuhnya pesawat ATR 42-500, Tim SAR masih berjibaku dengan proses evakuasi korban.
Selasa, 20 Jan 2026 16:07
News
Evakuasi Korban Pesawat ATR 42-500, Basarnas Terapkan Metode Estafet Paket
Memasuki hari keempat pascakecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Tim SAR Gabungan masih terus melakukan upaya evakuasi terhadap korban.
Selasa, 20 Jan 2026 12:04
News
Barang Korban Ditemukan, Operasi SAR ATR 42-500 Persempit Area Pencarian
Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) kecelakaan pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar di wilayah Kabupaten Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan, terus berlanjut.
Selasa, 20 Jan 2026 08:47
News
Medan Terjal Bulusaraung dan Cuaca Buruk Perlambat Evakuasi Korban ATR 42-500
Proses evakuasi jenazah korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung masih terhambat kondisi cuaca buruk hingga hari ketiga pencarian, Senin (19/1/2026).
Senin, 19 Jan 2026 16:10
News
Tim SAR Temukan Korban Kedua ATR 42-500 Berjenis Kelamin Perempuan
Memasuki hari ketiga pencarian korban pesawat jatuh ATR 42-500 Indonesia Air Transport (IAT) di kawasan Puncak Gunung Bulusaraung, Tim SAR kembali menemukan satu korban, Senin (19/1/2026).
Senin, 19 Jan 2026 15:33
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Telan Rp26 M, Proyek Jaringan Air Baku Karalloe Tahap II Tuai Kritik Publik
2
Evakuasi Korban Pesawat ATR 42-500, Basarnas Terapkan Metode Estafet Paket
3
Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membangun Ekosistem Kampus Islami
4
Barang Korban Ditemukan, Operasi SAR ATR 42-500 Persempit Area Pencarian
5
Mengapa Media Sosial Pemerintah Rajin Posting, tetapi Minim Respon Publik?
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Telan Rp26 M, Proyek Jaringan Air Baku Karalloe Tahap II Tuai Kritik Publik
2
Evakuasi Korban Pesawat ATR 42-500, Basarnas Terapkan Metode Estafet Paket
3
Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membangun Ekosistem Kampus Islami
4
Barang Korban Ditemukan, Operasi SAR ATR 42-500 Persempit Area Pencarian
5
Mengapa Media Sosial Pemerintah Rajin Posting, tetapi Minim Respon Publik?