KNKT Butuh 5-10 Hari Analisis Isi Black Box ATR 42-500
Kamis, 22 Jan 2026 15:44
Penandatanganan berita acara penyerahan black box ATR 42-500 dari SAR ke KNKT. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
MAROS - Tim SAR gabungan resmi menyerahkan black box pesawat ATR 42-500 kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Kamis (22/1/2026). Black box tersebut ditemukan pada Rabu (21/1/2026) dalam operasi pencarian di wilayah Maros–Pangkep.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, mengatakan tim SAR gabungan menemukan komponen pesawat yang diduga kuat merupakan black box pada hari kelima operasi pencarian. Temuan itu kemudian dikonfirmasi sebagai black box pesawat.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel SAR gabungan yang bekerja di medan berat selama operasi pencarian.
Operasi SAR didominasi unsur TNI dan Polri, serta didukung berbagai potensi SAR lainnya. Pencarian dan evakuasi korban masih terus dilanjutkan dengan pendekatan cepat dan terukur, disertai asesmen dan evaluasi menyeluruh. Evaluasi besar operasi direncanakan dilakukan pada hari ketujuh untuk menentukan langkah lanjutan.
Black box yang terdiri dari Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR) tersebut dibawa langsung dari lokasi operasi oleh Panglima Kodam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, sebagai bagian dari koordinasi lintas unsur.
Mohammad Syafii menegaskan black box selanjutnya diserahkan kepada KNKT untuk investigasi lanjutan.
“Black box ini akan kami serahkan kepada KNKT sebagai otoritas yang berwenang melakukan investigasi. Data di dalamnya sangat penting untuk mengungkap kronologi dan penyebab kecelakaan secara menyeluruh,” jelasnya.
Kepala KNKT, Soerjanto Tjahjono, mengatakan proses analisis black box membutuhkan waktu sekitar 5 hingga 10 hari kerja.
“Kita butuh 5 sampai 10 hari kerja untuk mempelajari dan mengetahui semua isi dari percakapan di pesawat,” jelasnya.
Ia menegaskan KNKT akan melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab kecelakaan. Black box diharapkan menjawab berbagai pertanyaan terkait peristiwa tersebut.
Black box terdiri atas CVR dan FDR. CVR memiliki empat kanal rekaman yang mencakup komunikasi dengan Air Traffic Control (ATC), komunikasi antar pilot, komunikasi kokpit ke kabin, serta suara di area pesawat. Sementara FDR merekam parameter penerbangan seperti ketinggian dan kecepatan pesawat. Hingga kini, isi rekaman belum diketahui.
“Tujuan utama investigasi ini adalah agar kecelakaan serupa tidak terulang kembali. Kami ingin mengetahui lesson learned sebagai bahan perbaikan demi meningkatkan keselamatan transportasi di masa mendatang,” ujarnya.
Hasil investigasi KNKT akan dituangkan dalam laporan resmi yang disertai rekomendasi keselamatan.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, mengatakan tim SAR gabungan menemukan komponen pesawat yang diduga kuat merupakan black box pada hari kelima operasi pencarian. Temuan itu kemudian dikonfirmasi sebagai black box pesawat.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel SAR gabungan yang bekerja di medan berat selama operasi pencarian.
Operasi SAR didominasi unsur TNI dan Polri, serta didukung berbagai potensi SAR lainnya. Pencarian dan evakuasi korban masih terus dilanjutkan dengan pendekatan cepat dan terukur, disertai asesmen dan evaluasi menyeluruh. Evaluasi besar operasi direncanakan dilakukan pada hari ketujuh untuk menentukan langkah lanjutan.
Black box yang terdiri dari Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR) tersebut dibawa langsung dari lokasi operasi oleh Panglima Kodam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, sebagai bagian dari koordinasi lintas unsur.
Mohammad Syafii menegaskan black box selanjutnya diserahkan kepada KNKT untuk investigasi lanjutan.
“Black box ini akan kami serahkan kepada KNKT sebagai otoritas yang berwenang melakukan investigasi. Data di dalamnya sangat penting untuk mengungkap kronologi dan penyebab kecelakaan secara menyeluruh,” jelasnya.
Kepala KNKT, Soerjanto Tjahjono, mengatakan proses analisis black box membutuhkan waktu sekitar 5 hingga 10 hari kerja.
“Kita butuh 5 sampai 10 hari kerja untuk mempelajari dan mengetahui semua isi dari percakapan di pesawat,” jelasnya.
Ia menegaskan KNKT akan melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab kecelakaan. Black box diharapkan menjawab berbagai pertanyaan terkait peristiwa tersebut.
Black box terdiri atas CVR dan FDR. CVR memiliki empat kanal rekaman yang mencakup komunikasi dengan Air Traffic Control (ATC), komunikasi antar pilot, komunikasi kokpit ke kabin, serta suara di area pesawat. Sementara FDR merekam parameter penerbangan seperti ketinggian dan kecepatan pesawat. Hingga kini, isi rekaman belum diketahui.
“Tujuan utama investigasi ini adalah agar kecelakaan serupa tidak terulang kembali. Kami ingin mengetahui lesson learned sebagai bahan perbaikan demi meningkatkan keselamatan transportasi di masa mendatang,” ujarnya.
Hasil investigasi KNKT akan dituangkan dalam laporan resmi yang disertai rekomendasi keselamatan.
(MAN)
Berita Terkait
News
Bantu Evakuasi Pesawat ATR 42-500, TRC Semen Tonasa Raih Penghargaan dari Basarnas
Dedikasi TRC PT Semen Tonasa dalam operasi SAR kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, mendapat apresiasi dari Basarnas RI.
Selasa, 11 Agu 2026 14:01
Sulsel
Kapolda Sulsel Apresiasi Peran Polres dalam Pencarian Korban ATR 42-500
Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Selatan (Sulsel) Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro melakukan kunjungan ke Mapolres Maros, Kamis (29/1/2026).
Kamis, 29 Jan 2026 19:27
News
Korban Kecelakaan ATR 42-500 Asal Luwu Timur Diberi Santunan
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menyerahkan bantuan santunan kepada keluarga korban kecelakaan pesawat ATR 42-500, yang terjadi di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep.
Selasa, 27 Jan 2026 19:53
News
Jenazah Esther Aprilita Korban ATR 42-500 Diberangkatkan ke Jakarta Malam Ini
Jenazah korban ketiga kecelakaan pesawat ATR 42-500, Esther Aprilita, tiba di area kargo Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Maros, Jumat (24/1/2026).
Jum'at, 23 Jan 2026 18:33
News
Korban Ketiga ATR 42-500 Teridentifikasi, Pramugari Esther Aprilita
Tim DVI Polda Sulsel berhasil mengidentifikasi korban ketiga kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang ditemukan di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep. Identifikasi diumumkan hari ini.
Jum'at, 23 Jan 2026 16:34
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Tokoh Senior Dorong Hamzah Pangki Kembali Memimpin Golkar Bulukumba
2
BKKBN Sulsel Gelar Lomba Unik Antar Tim Kerja Semarakkan Hut Ke-81 RI
3
Pura-pura Tak Punya Keluarga, Pria Ini Diduga Curi HP dan Uang Rp3,2 Juta di Burau Lutim
4
Pendataan Perlinsos Digital Capai 50.088 KK, Wali Kota Appi Targetkan Makassar Tembus 70 Persen
5
Pengadilan Agama Maros Cabut Hak Perwalian Orang Tua
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Tokoh Senior Dorong Hamzah Pangki Kembali Memimpin Golkar Bulukumba
2
BKKBN Sulsel Gelar Lomba Unik Antar Tim Kerja Semarakkan Hut Ke-81 RI
3
Pura-pura Tak Punya Keluarga, Pria Ini Diduga Curi HP dan Uang Rp3,2 Juta di Burau Lutim
4
Pendataan Perlinsos Digital Capai 50.088 KK, Wali Kota Appi Targetkan Makassar Tembus 70 Persen
5
Pengadilan Agama Maros Cabut Hak Perwalian Orang Tua