PT Vale Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Panen Demplot Padi Berkelanjutan di Kolaka

Senin, 09 Mar 2026 22:14
PT Vale Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Panen Demplot Padi Berkelanjutan di Kolaka
PT Vale Indonesia, bagian dari MIND ID, terus memperkuat kontribusinya terhadap agenda pembangunan nasional melalui berbagai program keberlanjutan, salah satunya di sektor pertanian. Foto/IST
Comment
Share
KOLAKA - PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), bagian dari Group Mining Industry (MIND ID), terus memperkuat kontribusinya terhadap agenda pembangunan nasional melalui berbagai program keberlanjutan. Salah satu fokus perusahaan adalah memperkuat ketahanan pangan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan panen bersama demplot padi berkelanjutan yang dilaksanakan di Desa Puubunga, Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka. Program ini merupakan kelanjutan dari penanaman perdana yang dilakukan pada November 2025 di tiga desa binaan PT Vale, yakni Desa Puubunga dan Desa Pubenua di Kecamatan Baula, serta Desa Lemedai di Kecamatan Tanggetada.

Upaya ini sejalan dengan agenda nasional dalam memperkuat ketahanan pangan sebagai fondasi menuju visi Indonesia Emas 2045. Kemandirian pangan juga menjadi salah satu prioritas dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto serta tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang dan Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 melalui Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025.

Panen bersama tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Kolaka, unsur Forkopimda, serta perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, yakni Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian, Widiastuti.

CEO PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, menegaskan bahwa program demplot padi merupakan bagian dari pendekatan keberlanjutan perusahaan yang tidak hanya berfokus pada sektor pertambangan, tetapi juga pada penguatan ekonomi masyarakat.

“Bagi PT Vale, keberlanjutan bukan hanya tentang bagaimana kami menambang secara bertanggung jawab, tetapi juga bagaimana kami tumbuh bersama masyarakat di sekitar wilayah operasi kami. Program demplot padi berkelanjutan ini merupakan bagian dari pendekatan holistik kami untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta menghadirkan inovasi pertanian yang adaptif dan ramah lingkungan,” ujar Bernardus.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan program ini tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari dunia usaha, pemerintah, lembaga riset, hingga kelompok tani yang bersama-sama menghadirkan solusi nyata untuk mendukung pembangunan nasional.

Program demplot tersebut mengintegrasikan riset dan teknologi budidaya padi berkelanjutan yang dirancang presisi, ramah lingkungan, serta menyesuaikan dengan kondisi agroklimat setempat.

Pelaksanaannya merupakan hasil kerja sama antara PT Vale Indonesia, Pemerintah Kabupaten Kolaka, kelompok tani, serta lembaga riset pertanian. Total lahan demplot yang dikelola mencapai 36 are, terdiri dari 10 are budidaya organik dan 26 are budidaya konvensional. Pendekatan ini dilakukan untuk membandingkan efektivitas kedua metode budidaya tersebut.

Sejumlah varietas padi unggul diuji dalam program ini, di antaranya PR25, PR107, Bujang Marantau, Trisakti, Menthik Wangi, dan Menthik Susu. Selain itu, petani juga menerapkan inovasi teknologi Perennial Rice serta sistem Salibu, yang memungkinkan tanaman padi dipanen berulang tanpa perlu penanaman kembali.

Dengan sistem tersebut, petani berpotensi melakukan panen hingga delapan kali dari satu kali tanam. Metode ini juga mampu menekan biaya produksi, termasuk kebutuhan benih, persemaian, dan pengolahan lahan, hingga sekitar 50 persen.

Head External Relation Growth PT Vale, Endra Kusuma, menjelaskan bahwa pendekatan tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memperkuat ekosistem ekonomi lokal.

“Kami melihat pertanian berkelanjutan sebagai salah satu pilar penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Melalui program ini, PT Vale tidak hanya mendorong peningkatan produktivitas, tetapi juga mentransfer pengetahuan, teknologi, dan praktik pertanian yang lebih efisien serta ramah lingkungan kepada para petani,” ujar Endra.

Ia menambahkan bahwa model demplot ini diharapkan dapat menjadi ruang pembelajaran bersama yang nantinya dapat direplikasi di wilayah lain di Kabupaten Kolaka.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kolaka, Akbar, turut mengapresiasi kontribusi PT Vale dalam mendukung program ketahanan pangan di daerah.

“Sinergi pemerintah dan perusahaan sangat dibutuhkan untuk mewujudkan ketahanan pangan, PT Vale salah satu perusahaan yang turut dalam program tersebut, tentunya apresiasi tinggi diberikan dan diharapkan perusahaan lain dapat mengikutinya khususnya di sektor pertambangan, perusahaan ini tidak hanya memikirkan bagaimana mengelola sumber daya alam tapi juga memberi dampak berkelanjutan bagi masyarakat sekitarnya,” ungkapnya.

Hasil Panen Tunjukkan Tren Positif
Panen yang dilakukan dalam program demplot ini menunjukkan hasil yang menggembirakan serta memperlihatkan peningkatan dibandingkan metode budidaya sebelumnya.

Pada lahan organik seluas 10 are, khususnya untuk varietas Trisakti, hasil panen mencapai 6,9 ton. Capaian ini menunjukkan bahwa budidaya organik dengan pendekatan presisi mampu memberikan produktivitas yang kompetitif sekaligus menjaga kesehatan tanah dan ekosistem.

Sementara itu, pada lahan konvensional seluas 26 are, total produksi mencapai sekitar 15 ton, yang merupakan gabungan hasil dari enam varietas yang diuji.

Kemampuan adaptasi varietas-varietas tersebut terhadap kondisi lahan di Kolaka menunjukkan bahwa penerapan teknologi budidaya modern yang dipadukan dengan pemilihan varietas unggul dapat meningkatkan produktivitas secara signifikan.

Selain meningkatkan hasil produksi, program ini juga memperkuat kapasitas petani melalui pendampingan intensif. Pendampingan tersebut mencakup pengelolaan lahan, penggunaan pupuk organik, hingga penerapan sistem pengendalian hama terpadu.

Salah satu petani sekaligus pengurus Asosiasi Petani Organik (ASPOK) Kolaka, Salmi, menyebutkan bahwa metode pertanian organik memberikan manfaat nyata, baik dari sisi produksi maupun efisiensi biaya.
“Dengan sistem organik ini biaya produksi bisa lebih efisien karena pupuk dapat dibuat dari bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Selain itu harga jual juga lebih baik, sehingga keuntungan yang kami peroleh meningkat. Dari sisi produksi, hasil yang kami dapatkan juga lebih tinggi dibandingkan metode konvensional sebelumnya,” ujarnya.

Komitmen Berkelanjutan untuk Pemberdayaan Masyarakat
Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Vale di sektor pertanian telah dijalankan secara konsisten sejak 2021, termasuk pengembangan metode System of Rice Intensification (SRI) organik di wilayah Pomalaa.

Hingga Oktober 2025, sebanyak 55 petani, termasuk 9 petani perempuan, telah terlibat dalam program tersebut sebagai bagian dari upaya mendorong pembangunan ekonomi lokal yang lebih inklusif.

Melalui kegiatan panen bersama ini, PT Vale kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Perusahaan tidak hanya menjalankan praktik pertambangan yang bertanggung jawab, tetapi juga mendorong berbagai inisiatif pembangunan yang memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi daerah.

Ke depan, model demplot padi berkelanjutan ini diharapkan dapat menjadi contoh praktik baik yang dapat diperluas ke wilayah lain. Kolaborasi antara industri, pemerintah, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan sistem ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.

Dengan inovasi dan kerja sama yang terus diperkuat, PT Vale meyakini bahwa upaya ini tidak hanya meningkatkan ketahanan pangan di Kolaka, tetapi juga berkontribusi bagi masa depan Indonesia yang lebih mandiri, tangguh, dan berkelanjutan.
(TRI)
Berita Terkait
Hadapi El Nino, Kementan Percepat Transformasi Pertanian Lahan Kering di Enrekang
Sulsel
Hadapi El Nino, Kementan Percepat Transformasi Pertanian Lahan Kering di Enrekang
Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat ketahanan sektor pertanian di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, melalui implementasi program Horticulture Development in Dryland Areas Project (HDDAP)
Jum'at, 24 Apr 2026 10:18
PT Vale Raih Fasilitas Pinjaman Sindikasi Berbasis ESG Senilai US$750 juta
Ekbis
PT Vale Raih Fasilitas Pinjaman Sindikasi Berbasis ESG Senilai US$750 juta
PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) memperkuat strategi pembiayaannya dengan mengedepankan prinsip keberlanjutan melalui perolehan fasilitas Sustainability-Linked Loan (SLL) senilai US$750 juta.
Jum'at, 24 Apr 2026 09:13
Kartini Masa Kini di PT Vale: Perempuan Kian Berdaya di Industri Tambang
Ekbis
Kartini Masa Kini di PT Vale: Perempuan Kian Berdaya di Industri Tambang
PT Vale Indonesia Tbk menjadi salah satu perusahaan yang menunjukkan tren positif dalam membuka ruang lebih luas bagi pekerja perempuan, baik dari sisi jumlah maupun peran strategis.
Kamis, 23 Apr 2026 16:38
Hari Bumi 2026, PT Vale Perkuat Aksi Hijau di Morowali
News
Hari Bumi 2026, PT Vale Perkuat Aksi Hijau di Morowali
PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), yang tergabung dalam MIND ID, melalui Indonesia Growth Project (IGP) Morowali menggelar aksi penanaman pohon dan kegiatan bersih pantai di kawasan Jetty Port Bahomotefe, Morowali.
Rabu, 22 Apr 2026 19:57
Perkuat Intervensi Penurunan Stunting di Kolaka, PT Vale Dukung Stranas dan SDGs Kesehatan
News
Perkuat Intervensi Penurunan Stunting di Kolaka, PT Vale Dukung Stranas dan SDGs Kesehatan
Sebagai bagian dari MIND ID dan mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan berkelanjutan, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale atau Perseroan) terus memperkuat kontribusinya dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
Selasa, 21 Apr 2026 10:02
Berita Terbaru