Produktivitas Padi di Toraja Utara Naik 63% Berkat Pemupukan Berimbang Pupuk Indonesia
Kamis, 11 Jun 2026 15:27
PT Pupuk Indonesia melalui Kompartemen Regional 4 menggelar Panen Raya Demplot Aplikasi Pemupukan Berimbang Tanaman Padi di Kabupaten Toraja Utara. Foto/Istimewa
TORAJA UTARA - PT Pupuk Indonesia (Persero) melalui Kompartemen Regional 4 menggelar Panen Raya Demplot Aplikasi Pemupukan Berimbang Tanaman Padi di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Kegiatan ini menunjukkan keberhasilan penerapan pemupukan berimbang dalam meningkatkan hasil produksi padi secara signifikan.
Regional CEO Regional 4 Pupuk Indonesia, Wisnu Ramadhani, mengatakan demplot tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan memberikan pembuktian langsung kepada petani mengenai manfaat pemupukan yang disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan kondisi lahan.
Menurut Wisnu, capaian produktivitas pada lahan percontohan itu membuktikan bahwa penggunaan pupuk dengan prinsip tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, dan tepat cara mampu menghasilkan panen yang lebih optimal.
“Melalui demplot ini kami ingin menunjukkan secara nyata bahwa inovasi dan teknologi pemupukan dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendukung kesejahteraan petani,” ujarnya.
Demplot yang mulai dijalankan sejak Februari 2026 tersebut berada di lahan seluas 1,5 hektare milik petani binaan, Ati Napang. Pada lahan itu diterapkan kombinasi pemupukan menggunakan Petroganik sebanyak 1.000 kilogram, Nitrea 100 kilogram, NPK Pelangi 16-16-16 sebanyak 300 kilogram, ZA Plus 300 kilogram, serta Phosgreen 200 kilogram.
Hasil panen menunjukkan peningkatan yang cukup mencolok. Dari lahan seluas 1,5 hektare, diperoleh produksi gabah mencapai 7,9 ton. Produktivitas lahan diperkirakan mencapai 11,43 ton atau meningkat sekitar 4,43 ton dibandingkan rata-rata produksi sebelumnya. Dengan demikian, terjadi kenaikan produktivitas sekitar 63,3 persen.
Wisnu menjelaskan, pencapaian tersebut menarik perhatian petani setempat karena rata-rata produktivitas padi di Toraja Utara selama ini hanya berkisar 3–4 ton per hektare. Melalui penerapan pemupukan berimbang pada demplot tersebut, hasil panen mampu mencapai sekitar 7,9 ton per hektare atau hampir dua kali lipat dibandingkan rata-rata produksi petani pada umumnya.
Ia menambahkan, keberhasilan demplot tidak hanya memberikan manfaat bagi petani pelaksana, tetapi juga dapat menjadi contoh bagi petani lain dalam mengoptimalkan potensi lahan pertanian yang dimiliki.
“Pupuk Indonesia berkomitmen terus mendampingi petani melalui edukasi, demonstrasi lapangan, dan penyediaan pupuk berkualitas. Kami berharap keberhasilan ini dapat direplikasi di berbagai daerah sehingga semakin banyak petani yang merasakan manfaat penerapan pemupukan berimbang,” kata Wisnu.
Sementara itu, Ati Napang mengaku merasakan langsung perbedaan hasil budidaya pada musim tanam kali ini. Menurutnya, penerapan rekomendasi pemupukan menggunakan kombinasi produk Pupuk Indonesia membuat pertumbuhan tanaman lebih baik dibandingkan pola pemupukan yang biasa diterapkan petani setempat.
“Pertumbuhan tanaman lebih seragam dan hasil panen jauh lebih tinggi dibandingkan musim sebelumnya. Kami melihat sendiri perbedaan hasilnya dan berharap pengalaman ini dapat menjadi contoh bagi petani lain di Toraja Utara,” tuturnya.
Wakil Bupati Toraja Utara, Andrew Branch Silambi, turut mengapresiasi inisiatif Pupuk Indonesia yang menghadirkan demplot sebagai sarana edukasi sekaligus pembuktian teknologi budidaya kepada petani.
Menurut Andrew, kegiatan tersebut memberikan contoh nyata mengenai praktik budidaya yang baik dan benar. Ia menilai peningkatan produktivitas dapat dicapai apabila petani memperoleh pendampingan yang memadai serta menerapkan pemupukan sesuai kebutuhan tanaman.
“Pemerintah Kabupaten Toraja Utara mendukung berbagai upaya yang dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani. Hasil yang dicapai pada demplot ini menunjukkan bahwa teknologi budidaya yang tepat mampu memberikan dampak nyata bagi sektor pertanian,” ujarnya.
Ia berharap keberhasilan demplot tersebut dapat diterapkan di wilayah lain sehingga semakin banyak petani memperoleh manfaat dari rekomendasi pemupukan berimbang dan teknologi pertanian yang tepat guna.
Melalui panen raya ini, Pupuk Indonesia juga berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan petani terus diperkuat guna mendorong peningkatan produktivitas pertanian, khususnya komoditas padi sebagai salah satu penopang ketahanan pangan nasional.
Regional CEO Regional 4 Pupuk Indonesia, Wisnu Ramadhani, mengatakan demplot tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan memberikan pembuktian langsung kepada petani mengenai manfaat pemupukan yang disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan kondisi lahan.
Menurut Wisnu, capaian produktivitas pada lahan percontohan itu membuktikan bahwa penggunaan pupuk dengan prinsip tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, dan tepat cara mampu menghasilkan panen yang lebih optimal.
“Melalui demplot ini kami ingin menunjukkan secara nyata bahwa inovasi dan teknologi pemupukan dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendukung kesejahteraan petani,” ujarnya.
Demplot yang mulai dijalankan sejak Februari 2026 tersebut berada di lahan seluas 1,5 hektare milik petani binaan, Ati Napang. Pada lahan itu diterapkan kombinasi pemupukan menggunakan Petroganik sebanyak 1.000 kilogram, Nitrea 100 kilogram, NPK Pelangi 16-16-16 sebanyak 300 kilogram, ZA Plus 300 kilogram, serta Phosgreen 200 kilogram.
Hasil panen menunjukkan peningkatan yang cukup mencolok. Dari lahan seluas 1,5 hektare, diperoleh produksi gabah mencapai 7,9 ton. Produktivitas lahan diperkirakan mencapai 11,43 ton atau meningkat sekitar 4,43 ton dibandingkan rata-rata produksi sebelumnya. Dengan demikian, terjadi kenaikan produktivitas sekitar 63,3 persen.
Wisnu menjelaskan, pencapaian tersebut menarik perhatian petani setempat karena rata-rata produktivitas padi di Toraja Utara selama ini hanya berkisar 3–4 ton per hektare. Melalui penerapan pemupukan berimbang pada demplot tersebut, hasil panen mampu mencapai sekitar 7,9 ton per hektare atau hampir dua kali lipat dibandingkan rata-rata produksi petani pada umumnya.
Ia menambahkan, keberhasilan demplot tidak hanya memberikan manfaat bagi petani pelaksana, tetapi juga dapat menjadi contoh bagi petani lain dalam mengoptimalkan potensi lahan pertanian yang dimiliki.
“Pupuk Indonesia berkomitmen terus mendampingi petani melalui edukasi, demonstrasi lapangan, dan penyediaan pupuk berkualitas. Kami berharap keberhasilan ini dapat direplikasi di berbagai daerah sehingga semakin banyak petani yang merasakan manfaat penerapan pemupukan berimbang,” kata Wisnu.
Sementara itu, Ati Napang mengaku merasakan langsung perbedaan hasil budidaya pada musim tanam kali ini. Menurutnya, penerapan rekomendasi pemupukan menggunakan kombinasi produk Pupuk Indonesia membuat pertumbuhan tanaman lebih baik dibandingkan pola pemupukan yang biasa diterapkan petani setempat.
“Pertumbuhan tanaman lebih seragam dan hasil panen jauh lebih tinggi dibandingkan musim sebelumnya. Kami melihat sendiri perbedaan hasilnya dan berharap pengalaman ini dapat menjadi contoh bagi petani lain di Toraja Utara,” tuturnya.
Wakil Bupati Toraja Utara, Andrew Branch Silambi, turut mengapresiasi inisiatif Pupuk Indonesia yang menghadirkan demplot sebagai sarana edukasi sekaligus pembuktian teknologi budidaya kepada petani.
Menurut Andrew, kegiatan tersebut memberikan contoh nyata mengenai praktik budidaya yang baik dan benar. Ia menilai peningkatan produktivitas dapat dicapai apabila petani memperoleh pendampingan yang memadai serta menerapkan pemupukan sesuai kebutuhan tanaman.
“Pemerintah Kabupaten Toraja Utara mendukung berbagai upaya yang dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani. Hasil yang dicapai pada demplot ini menunjukkan bahwa teknologi budidaya yang tepat mampu memberikan dampak nyata bagi sektor pertanian,” ujarnya.
Ia berharap keberhasilan demplot tersebut dapat diterapkan di wilayah lain sehingga semakin banyak petani memperoleh manfaat dari rekomendasi pemupukan berimbang dan teknologi pertanian yang tepat guna.
Melalui panen raya ini, Pupuk Indonesia juga berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan petani terus diperkuat guna mendorong peningkatan produktivitas pertanian, khususnya komoditas padi sebagai salah satu penopang ketahanan pangan nasional.
(TRI)
Berita Terkait
Ekbis
Harga Pupuk Subsidi Turun 20%, Petani Bisa Tekan Biaya Produksi
Penurunan harga pupuk bersubsidi sebesar 20% membantu petani mengurangi biaya produksi dan mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan pertanian lainnya.
Senin, 19 Okt 2026 17:04
News
Koperasi Merah Putih Permudah Akses Pupuk Subsidi, Petani Apresiasi Presiden Prabowo
Kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, kini membuka akses tambahan bagi petani untuk mendapatkan pupuk dengan harga subsidi
Sabtu, 17 Okt 2026 18:16
News
Hasil Uji Laboratorium: Padi di Lahan Terdampak Tumpahan MFO Vale Aman Dikonsumsi
Hasil pengujian laboratorium terhadap sampel gabah dari lahan percontohan (demplot) menunjukkan padi yang dipanen memenuhi standar mutu dan keamanan pangan sehingga dinyatakan aman dikonsumsi.
Sabtu, 17 Okt 2026 11:08
News
Sambut HLN ke-81, PLN Perluas Pemanfaatan Listrik untuk Pertanian
Sejak dijalankan pada 2021, Electrifying Agriculture terus berkembang. Hingga September 2026, jumlah pelanggannya mencapai 4.438 dengan total daya tersambung 208.553,3 kVA.
Minggu, 11 Okt 2026 19:06
Sulsel
Mantan Kapolda Burhanuddin Andi Pimpin HKTI Sulsel, Dibantu 17 Bupati Sejahterahkan Petani
Mantan Kapolda Sulsel, Irjen Pol (Purn) Burhanuddin Andi dipercaya memimpin DPD HKTI Sulsel setelah terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) DPD HKTI Sulsel yang digelar di Makassar, Minggu (4/10/2026).
Minggu, 04 Okt 2026 18:34
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Jelang GIIAS Makassar 2026, Suzuki Ungkap Penjualan Tumbuh 39% di Sulsel
2
Unhas Boyong 40 Mahasiswa Internasional Belajar di Kepulauan Sangkarrang
3
Asa Baru Sepak Bola, Appi Resmi Pimpin Asprov PSSI Sulsel Periode 2026–2030
4
Kantongi 19 Suara, Patarai Amir Kembalikan Formulir Bakal Calon Ketua Golkar Maros
5
AMI Awards 2026, Wujud Komitmen Majukan Musik Nusantara hingga ke Kancah Internasional
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Jelang GIIAS Makassar 2026, Suzuki Ungkap Penjualan Tumbuh 39% di Sulsel
2
Unhas Boyong 40 Mahasiswa Internasional Belajar di Kepulauan Sangkarrang
3
Asa Baru Sepak Bola, Appi Resmi Pimpin Asprov PSSI Sulsel Periode 2026–2030
4
Kantongi 19 Suara, Patarai Amir Kembalikan Formulir Bakal Calon Ketua Golkar Maros
5
AMI Awards 2026, Wujud Komitmen Majukan Musik Nusantara hingga ke Kancah Internasional