Reses di Gowa, Andi Tenri Indah Serap Keluhan Warga Soal Zonasi dan Akses Sekolah Negeri
Minggu, 26 Jul 2026 13:56
Ketua Komisi E DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi Gerindra, Andi Tenri Indah menggelar Reses dan Temu Konstituen Masa Persidangan Ketiga Tahun Sidang 2025–2026. Foto: Istimewa
GOWA - Ketua Komisi E DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi Gerindra, Andi Tenri Indah, kembali menyerap aspirasi masyarakat dalam agenda Reses dan Temu Konstituen Masa Persidangan Ketiga Tahun Sidang 2025–2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Kanjilo, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, Sabtu (25/7/2026).
Dalam dialog bersama warga, persoalan pendidikan menjadi keluhan yang paling banyak disampaikan. Masyarakat mengaku kesulitan menyekolahkan anak mereka ke SMA negeri akibat penerapan sistem zonasi. Selain itu, terbatasnya pilihan sekolah negeri yang dekat dengan permukiman warga membuat sebagian siswa harus menempuh perjalanan jauh setiap hari.
Andi Tenri Indah mengatakan, salah satu persoalan yang banyak dikeluhkan warga Desa Kanjilo adalah sulitnya siswa diterima di sekolah negeri, termasuk di SMAN 22 Gowa, karena terkendala aturan zonasi.
"Kami tadi melakukan reses di Desa Kanjilo dan menemukan beberapa persoalan di bidang pendidikan, terutama terkait zonasi yang membuat masyarakat sangat sulit masuk ke sekolah negeri seperti SMAN 22. Aspirasi masyarakat ini akan kami teruskan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan agar segera dicarikan solusinya," ujar Andi Tenri Indah.
Keluhan tersebut juga disampaikan salah seorang warga, Daeng Sinja. Ia mengaku anaknya belum bisa diterima di sekolah negeri yang diharapkan karena terbentur aturan zonasi. Sementara sekolah alternatif yang tersedia berada cukup jauh dari tempat tinggal mereka.
"Ini yang bikin susah, Bu. Anak kami mau sekolah tapi terkendala zonasi. Kalau harus sekolah di tempat lain, jaraknya jauh dan biaya ojek setiap hari juga mahal," keluh Daeng Sinja.
Menanggapi aspirasi tersebut, Andi Tenri Indah menegaskan Komisi E DPRD Sulsel telah meminta Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan untuk segera menyerahkan data lengkap by name by address mengenai siswa yang belum memperoleh kuota di SMA maupun SMK negeri.
Menurutnya, data tersebut akan menjadi dasar bagi DPRD Sulsel untuk berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar persoalan daya tampung sekolah dapat segera ditangani.
"Data itu akan kami bawa langsung ke Kementerian Pendidikan untuk meminta solusi konkret terkait nasib anak-anak di Sulawesi Selatan yang terancam tidak bisa melanjutkan sekolah," tegasnya.
Dalam pertemuan itu juga terungkap bahwa masih ada anak-anak di wilayah tersebut yang memilih tidak melanjutkan sekolah karena jarak menuju sekolah terlalu jauh, sehingga berpotensi meningkatkan angka putus sekolah.
Andi Tenri Indah menilai persoalan penerimaan peserta didik baru setiap tahun masih menjadi masalah yang harus segera dibenahi. Karena itu, Komisi E DPRD Sulsel akan mengambil langkah cepat dengan berkoordinasi bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Dinas Pendidikan, hingga Kementerian Pendidikan untuk mencari solusi terhadap berbagai keluhan masyarakat.
Ia berharap hasil reses tersebut tidak hanya menjadi catatan aspirasi, tetapi juga dapat ditindaklanjuti melalui kebijakan yang mampu memperluas akses pendidikan bagi seluruh anak di Sulawesi Selatan, khususnya di wilayah yang masih mengalami keterbatasan daya tampung sekolah negeri.
Dalam dialog bersama warga, persoalan pendidikan menjadi keluhan yang paling banyak disampaikan. Masyarakat mengaku kesulitan menyekolahkan anak mereka ke SMA negeri akibat penerapan sistem zonasi. Selain itu, terbatasnya pilihan sekolah negeri yang dekat dengan permukiman warga membuat sebagian siswa harus menempuh perjalanan jauh setiap hari.
Andi Tenri Indah mengatakan, salah satu persoalan yang banyak dikeluhkan warga Desa Kanjilo adalah sulitnya siswa diterima di sekolah negeri, termasuk di SMAN 22 Gowa, karena terkendala aturan zonasi.
"Kami tadi melakukan reses di Desa Kanjilo dan menemukan beberapa persoalan di bidang pendidikan, terutama terkait zonasi yang membuat masyarakat sangat sulit masuk ke sekolah negeri seperti SMAN 22. Aspirasi masyarakat ini akan kami teruskan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan agar segera dicarikan solusinya," ujar Andi Tenri Indah.
Keluhan tersebut juga disampaikan salah seorang warga, Daeng Sinja. Ia mengaku anaknya belum bisa diterima di sekolah negeri yang diharapkan karena terbentur aturan zonasi. Sementara sekolah alternatif yang tersedia berada cukup jauh dari tempat tinggal mereka.
"Ini yang bikin susah, Bu. Anak kami mau sekolah tapi terkendala zonasi. Kalau harus sekolah di tempat lain, jaraknya jauh dan biaya ojek setiap hari juga mahal," keluh Daeng Sinja.
Menanggapi aspirasi tersebut, Andi Tenri Indah menegaskan Komisi E DPRD Sulsel telah meminta Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan untuk segera menyerahkan data lengkap by name by address mengenai siswa yang belum memperoleh kuota di SMA maupun SMK negeri.
Menurutnya, data tersebut akan menjadi dasar bagi DPRD Sulsel untuk berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar persoalan daya tampung sekolah dapat segera ditangani.
"Data itu akan kami bawa langsung ke Kementerian Pendidikan untuk meminta solusi konkret terkait nasib anak-anak di Sulawesi Selatan yang terancam tidak bisa melanjutkan sekolah," tegasnya.
Dalam pertemuan itu juga terungkap bahwa masih ada anak-anak di wilayah tersebut yang memilih tidak melanjutkan sekolah karena jarak menuju sekolah terlalu jauh, sehingga berpotensi meningkatkan angka putus sekolah.
Andi Tenri Indah menilai persoalan penerimaan peserta didik baru setiap tahun masih menjadi masalah yang harus segera dibenahi. Karena itu, Komisi E DPRD Sulsel akan mengambil langkah cepat dengan berkoordinasi bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Dinas Pendidikan, hingga Kementerian Pendidikan untuk mencari solusi terhadap berbagai keluhan masyarakat.
Ia berharap hasil reses tersebut tidak hanya menjadi catatan aspirasi, tetapi juga dapat ditindaklanjuti melalui kebijakan yang mampu memperluas akses pendidikan bagi seluruh anak di Sulawesi Selatan, khususnya di wilayah yang masih mengalami keterbatasan daya tampung sekolah negeri.
(UMI)
Berita Terkait
Sulsel
Anaknya Diseret-seret, Dua Saksi Kasus Korupsi PBG di Gowa Merasa Diintimidasi Polisi
Dua saksi kasus korupsi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) di wilayah Gowa mengaku diintimidasi oleh Penyidik Polresta Gowa.
Rabu, 09 Sep 2026 14:39
Sulsel
6 Legislator Gerindra di DPRD Sulsel Disiapkan Naik Kelas ke Pusat pada Pileg 2029
Sebanyak enam anggota DPRD Sulsel dari Gerindra berencana naik kelas ke pusat. Rencana mereka pun telah direstui oleh pengurus DPD Sulsel.
Kamis, 03 Sep 2026 17:35
Sulsel
Gerindra Sulsel Tingkatkan Kapasitas 115 Legislatornya Bahas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah
DPD Partai Gerindra Sulawesi Selatan mulai memperkuat konsolidasi internal menghadapi dinamika politik menuju Pemilu 2029.
Rabu, 02 Sep 2026 16:22
Sulsel
Respon Bupati Barru Andi Ina soal Isu Gabung Gerindra
Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari dikabarkan turut akan bergabung ke Partai Gerindra. Namanya menguat sebagai salah satu kepala daerah yang digadang-gadang bakal merapat.
Selasa, 25 Agu 2026 19:55
News
Prihatin Lansia di Jeneponto, Salmawati dan Ketua Karang Taruna Turun Beri Bantuan
Kepedulian terhadap warga kurang mampu ditunjukkan Anggota DPRD Sulawesi Selatan dari Fraksi NasDem, Hj. Salmawati, bersama Ketua Karang Taruna Kabupaten Jeneponto, Suharmin Kilang.
Minggu, 23 Agu 2026 06:57
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Film Jangan Lupa Bahagia Bawa Kisah Keluarga dan Komedi Khas Makassar
2
Pertamina Dukung Sidak LPG 3 Kg di Makassar, Warga Diminta Tak Panic Buying
3
Legislator DPRD Makassar Duga Ada Penimbunan di Balik Kelangkaan Solar
4
Siswa SMA Islam Athirah 1 Makassar Belajar Dunia Penyiaran di TVRI Sulsel
5
Kades Matompi Dukung Program Ibas-Puspa, Beasiswa Lutim Disebut Ringankan Beban Orang Tua
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Film Jangan Lupa Bahagia Bawa Kisah Keluarga dan Komedi Khas Makassar
2
Pertamina Dukung Sidak LPG 3 Kg di Makassar, Warga Diminta Tak Panic Buying
3
Legislator DPRD Makassar Duga Ada Penimbunan di Balik Kelangkaan Solar
4
Siswa SMA Islam Athirah 1 Makassar Belajar Dunia Penyiaran di TVRI Sulsel
5
Kades Matompi Dukung Program Ibas-Puspa, Beasiswa Lutim Disebut Ringankan Beban Orang Tua