Guru Besar UMI Ciptakan Jagung Pulut Berprotein Tinggi, Perkuat Ketahanan Pangan
Jum'at, 17 Jul 2026 06:25
Guru Besar Ilmu Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian UMI, Prof. Edy, Kamis (16/7/2026). Foto: Istimewa
MAKASSAR - Perubahan iklim, alih fungsi lahan, dan ketidakpastian geopolitik mendorong perlunya inovasi di sektor pangan guna memperkuat ketahanan pangan nasional.
Menjawab tantangan tersebut, Guru Besar Ilmu Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Muslim Indonesia (UMI), Prof. Edy, berhasil menghasilkan dua varietas unggul nasional jagung pulut berprotein tinggi, yakni Putra Baru 1 dan Putra Baru 2.
Kedua varietas tersebut merupakan hasil penelitian selama enam tahun yang didukung pendanaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Pada 2024, Putra Baru 1 dan Putra Baru 2 resmi dilepas sebagai varietas unggul nasional melalui Keputusan Menteri Pertanian RI sehingga dapat dikembangkan secara luas oleh petani.
Prof. Edy mengatakan, riset tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan produktivitas, tetapi juga menghasilkan pangan alternatif dengan nilai gizi yang lebih baik.
"Yang kami hasilkan bukan sekadar varietas baru, tetapi jagung pulut yang memiliki kandungan protein lebih tinggi, produktivitas yang meningkat, serta daya adaptasi yang luas. Kami berharap varietas ini dapat menjadi salah satu solusi dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani," ujarnya, Kamis (16/7/2026).
Ia menjelaskan, Putra Baru 1 memiliki kandungan protein sebesar 11,52 persen, sedangkan Putra Baru 2 mencapai 11,64 persen. Selain itu, keduanya memiliki produktivitas yang tinggi.
"Putra Baru 1 berpotensi menghasilkan hingga 8,88 ton per hektare, sedangkan Putra Baru 2 mencapai 8,54 ton per hektare. Keduanya juga memiliki kandungan amilopektin tinggi yang menghasilkan tekstur pulen, sehingga berpotensi menjadi pangan lokal unggulan sekaligus alternatif pengganti beras," tutur Prof. Edy.
Rektor UMI, Prof. Hambali Thalib, menilai keberhasilan tersebut menunjukkan peran strategis perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi bagi masyarakat melalui riset yang aplikatif.
"UMI tidak ingin hanya menjadi penghasil ijazah. UMI ingin menjadi penghasil solusi. Ukuran keberhasilan universitas bukan hanya jumlah lulusan atau publikasi, tetapi sejauh mana ilmu pengetahuan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat," ucapnya.
Menurutnya, pelepasan dua varietas unggul nasional tersebut menjadi bukti bahwa hasil riset di perguruan tinggi tidak berhenti di laboratorium, tetapi dapat dihilirisasikan menjadi inovasi yang memberikan nilai tambah bagi petani sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Arif Satria, saat mengunjungi Fakultas Pertanian UMI. Ia menyebut pelepasan varietas Putra Baru 1 dan Putra Baru 2 sebagai terobosan penting.
"Inovasi seperti ini perlu terus didorong agar Indonesia memiliki semakin banyak varietas tanaman yang adaptif terhadap perubahan iklim, produktif, dan mampu menjawab tantangan kebutuhan pangan masa depan," terangnya.
Hingga 2026, tim peneliti Fakultas Pertanian UMI tidak berhenti pada dua varietas tersebut. Saat ini, mereka telah mengembangkan empat prototipe jagung pulut unggul baru yang sedang menjalani uji multilokasi sebagai tahapan menuju pelepasan varietas unggul nasional berikutnya.
Pengembangan varietas tersebut menjadi bagian dari komitmen Fakultas Pertanian UMI dalam menghasilkan riset yang berdampak langsung bagi masyarakat. Di tengah ancaman krisis pangan global, inovasi varietas unggul lokal diharapkan dapat memperkuat kemandirian pangan Indonesia melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Menjawab tantangan tersebut, Guru Besar Ilmu Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Muslim Indonesia (UMI), Prof. Edy, berhasil menghasilkan dua varietas unggul nasional jagung pulut berprotein tinggi, yakni Putra Baru 1 dan Putra Baru 2.
Kedua varietas tersebut merupakan hasil penelitian selama enam tahun yang didukung pendanaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Pada 2024, Putra Baru 1 dan Putra Baru 2 resmi dilepas sebagai varietas unggul nasional melalui Keputusan Menteri Pertanian RI sehingga dapat dikembangkan secara luas oleh petani.
Prof. Edy mengatakan, riset tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan produktivitas, tetapi juga menghasilkan pangan alternatif dengan nilai gizi yang lebih baik.
"Yang kami hasilkan bukan sekadar varietas baru, tetapi jagung pulut yang memiliki kandungan protein lebih tinggi, produktivitas yang meningkat, serta daya adaptasi yang luas. Kami berharap varietas ini dapat menjadi salah satu solusi dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani," ujarnya, Kamis (16/7/2026).
Ia menjelaskan, Putra Baru 1 memiliki kandungan protein sebesar 11,52 persen, sedangkan Putra Baru 2 mencapai 11,64 persen. Selain itu, keduanya memiliki produktivitas yang tinggi.
"Putra Baru 1 berpotensi menghasilkan hingga 8,88 ton per hektare, sedangkan Putra Baru 2 mencapai 8,54 ton per hektare. Keduanya juga memiliki kandungan amilopektin tinggi yang menghasilkan tekstur pulen, sehingga berpotensi menjadi pangan lokal unggulan sekaligus alternatif pengganti beras," tutur Prof. Edy.
Rektor UMI, Prof. Hambali Thalib, menilai keberhasilan tersebut menunjukkan peran strategis perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi bagi masyarakat melalui riset yang aplikatif.
"UMI tidak ingin hanya menjadi penghasil ijazah. UMI ingin menjadi penghasil solusi. Ukuran keberhasilan universitas bukan hanya jumlah lulusan atau publikasi, tetapi sejauh mana ilmu pengetahuan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat," ucapnya.
Menurutnya, pelepasan dua varietas unggul nasional tersebut menjadi bukti bahwa hasil riset di perguruan tinggi tidak berhenti di laboratorium, tetapi dapat dihilirisasikan menjadi inovasi yang memberikan nilai tambah bagi petani sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Arif Satria, saat mengunjungi Fakultas Pertanian UMI. Ia menyebut pelepasan varietas Putra Baru 1 dan Putra Baru 2 sebagai terobosan penting.
"Inovasi seperti ini perlu terus didorong agar Indonesia memiliki semakin banyak varietas tanaman yang adaptif terhadap perubahan iklim, produktif, dan mampu menjawab tantangan kebutuhan pangan masa depan," terangnya.
Hingga 2026, tim peneliti Fakultas Pertanian UMI tidak berhenti pada dua varietas tersebut. Saat ini, mereka telah mengembangkan empat prototipe jagung pulut unggul baru yang sedang menjalani uji multilokasi sebagai tahapan menuju pelepasan varietas unggul nasional berikutnya.
Pengembangan varietas tersebut menjadi bagian dari komitmen Fakultas Pertanian UMI dalam menghasilkan riset yang berdampak langsung bagi masyarakat. Di tengah ancaman krisis pangan global, inovasi varietas unggul lokal diharapkan dapat memperkuat kemandirian pangan Indonesia melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
UMI Tutup Rangkaian Pekan Pesantren Gelombang ke-7, Mahasiswa Ikuti Kegiatan Outbound
Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar kegiatan Pekan Pesantren gelombang terakhir atau gelombang ke-7 di Pesantren Darul Mukhlisin UMI, Desa Padanglampe, Kecamatan Ma'rang, Kabupaten Pangkep, Sabtu (19/9/2026).
Sabtu, 19 Sep 2026 13:44
Sulsel
Bupati Bantaeng Hadir Beri Kuliah Umum di FSIKP UMI
Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nanti Nurdi menjadi dosen luar biasa di Fakultas Sastra, Ilmu Komunikasi dan Pendidikan (FSIKP) Universitas Muslim Indonesia (UMI).
Sabtu, 19 Sep 2026 11:07
News
FSIKP UMI Gelar Kuliah Umum, Hadirkan Bupati Bantaeng dan Akademisi Malaysia
Fakultas Sastra, Ilmu Komunikasi dan Pendidikan (FSIKP) Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar kuliah umum di Auditorium Al-Jibra UMI, Makassar, Jumat (18/9/2026).
Jum'at, 18 Sep 2026 21:29
Makassar City
FTI UMI Gelar Kuliah Tamu Bahas Masa Depan Supply Chain Berbasis AI dan Etika
Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar Kuliah Tamu bertajuk "The Future of Supply Chain Management Building Smart, Resilient, A Sustainable Supply Chain Through Al and Digital Innovation", di Aula Telecoference Lantai 5 Fakultas Kedokteran UMI, Senin (14/9/2026).
Senin, 14 Sep 2026 13:13
News
Kelangkaan BBM dan Gas Mulai Ganggu Aktivitas Pertanian di Gowa
Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan gas elpiji selama beberapa waktu terakhir mulai mengganggu aktivitas pertanian dan perkebunan di Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Sabtu, 12 Sep 2026 19:19
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Pengamat Sarankan Wali Kota Makassar Appi Sebaiknya Hengkang dari Golkar
2
Kejurda Pelajar Metro School IV Sulselbar Sukses Digelar, Dojo Maros Juara Umum
3
Jenazah TKI Asal Maros yang Meninggal di Armenia Berhasil Dipulangkan
4
Mengabdi 12 Tahun Lebih, 1.200 Karyawan JNE Diberangkatkan Umrah
5
Purnabakti Kepala TK Islam Athirah 'Turun Gunung' Berbagi Ilmu kepada Guru Muda
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Pengamat Sarankan Wali Kota Makassar Appi Sebaiknya Hengkang dari Golkar
2
Kejurda Pelajar Metro School IV Sulselbar Sukses Digelar, Dojo Maros Juara Umum
3
Jenazah TKI Asal Maros yang Meninggal di Armenia Berhasil Dipulangkan
4
Mengabdi 12 Tahun Lebih, 1.200 Karyawan JNE Diberangkatkan Umrah
5
Purnabakti Kepala TK Islam Athirah 'Turun Gunung' Berbagi Ilmu kepada Guru Muda