KM Nurul Salsa Mati Mesin hingga Tenggelam di Perairan Selayar, 24 Korban Masih Dicari
Kamis, 16 Jul 2026 14:34
Tim Gabungan Basarnas saat melakukan pencarian sekitar 24 penumpang KM Nurul Salsa yang mati mesin hingga tenggelam di Perairan Selayar, Kamis, (16/07/2026). Foto: Basarnas
MAKASSAR - Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar melakukan operasi SAR terhadap kecelakaan Kapal Motor (KM) Nurul Salsa, yang mengalami mati mesin hingga tenggelam di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.
Kapal KM Nurul Salsa diketahui berlayar dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar pada Rabu (15/7) sekitar pukul 05.00 WITA dengan membawa sekitar 74 orang penumpang. Kapal kemudian mengalami gangguan mesin di tengah perjalanan pada posisi perairan barat Pulau Polassi atau sekitar 43 nautical mile dari Pelabuhan Benteng Selayar.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan setelah menerima laporan kejadian, pihaknya langsung mengerahkan unsur SAR untuk melakukan pencarian dan pertolongan terhadap para penumpang kapal.
“Begitu menerima informasi terkait KM Nurul Salsa yang mengalami mati mesin di perairan Selayar, kami segera menggerakkan unsur SAR untuk melakukan pencarian dan evakuasi terhadap seluruh penumpang serta awak kapal,” ujar Arif.
Dalam operasi tersebut, KM Harapan Kita yang bergerak dari Pulau Jampea berhasil menemukan dan mengevakuasi sejumlah penumpang KM Nurul Salsa pada Kamis (16/7) sekitar pukul 04.00 WITA.
Sebanyak 41 orang berhasil dievakuasi oleh KM Harapan Kita, termasuk awak kapal, dari lokasi sekitar 18 nautical mile dari titik kejadian. Sementara itu, 6 orang lainnya berhasil diselamatkan oleh kapal nelayan yang berada di sekitar lokasi kejadian dan dievakuasi menuju Pulau Polassi.
Berdasarkan perkembangan data sementara, total korban yang berhasil dievakuasi berjumlah 49 orang, dan 1 orang meninggal dunia. Namun, setelah dilakukan pendataan ulang, jumlah keseluruhan penumpang dan awak kapal diketahui mencapai 74 orang, sehingga masih terdapat 24 orang yang dalam pencarian.
“Data awal yang kami terima menyebutkan jumlah penumpang sebanyak 50 orang. Namun setelah dilakukan verifikasi ulang bersama pihak terkait, jumlah keseluruhan orang di kapal mencapai 74 orang. Saat ini tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap 24 orang yang belum ditemukan,” jelas Arif.
Operasi pencarian melibatkan sejumlah unsur SAR gabungan, di antaranya Tim Rescue Pos SAR Selayar, Tim Rescue Kantor Basarnas Makassar, TNI AL, ABK KRI Marlin 877, ABK KM Harapan Kita, BPBD Selayar, Syahbandar, SROP Selayar, Polair, serta kapal nelayan yang turut membantu proses evakuasi.
Arif menegaskan bahwa seluruh unsur SAR gabungan akan terus melakukan upaya pencarian secara maksimal sesuai dengan prosedur operasi SAR.
“Kami mohon doanya, mudah-mudahan tim SAR gabungan bisa secepatnya bisa menemukan korban yang masih dalam pencarian. Tapi data korban ini masih belum valid, karena pihak tim sar gabungan masih menunggu informasi dari pihak keluarga, dan mudah-mudahan tidak ada lagi laporan adanya pihak keluarga yang berada dalam kM Nurul Salsa tersebut,” tutupnya.
Operasi SAR kecelakaan KM Nurul Salsa masih berlangsung dengan fokus pencarian di sekitar lokasi kejadian dan area yang telah ditentukan berdasarkan perhitungan Search and Rescue Planning (Sarmap).
Kepala Operasional Basarnas Makassar Andi Sultan mengatakan, saat ini kondisi KM Nurul Salsa sudah dalam kondisi tenggelam setelah mengalami mati mesin. "Masih ada sekitar 24 orang dalam pencarian di sekitar lokasi terakhir," kata dia.
Kapal KM Nurul Salsa diketahui berlayar dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar pada Rabu (15/7) sekitar pukul 05.00 WITA dengan membawa sekitar 74 orang penumpang. Kapal kemudian mengalami gangguan mesin di tengah perjalanan pada posisi perairan barat Pulau Polassi atau sekitar 43 nautical mile dari Pelabuhan Benteng Selayar.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan setelah menerima laporan kejadian, pihaknya langsung mengerahkan unsur SAR untuk melakukan pencarian dan pertolongan terhadap para penumpang kapal.
“Begitu menerima informasi terkait KM Nurul Salsa yang mengalami mati mesin di perairan Selayar, kami segera menggerakkan unsur SAR untuk melakukan pencarian dan evakuasi terhadap seluruh penumpang serta awak kapal,” ujar Arif.
Dalam operasi tersebut, KM Harapan Kita yang bergerak dari Pulau Jampea berhasil menemukan dan mengevakuasi sejumlah penumpang KM Nurul Salsa pada Kamis (16/7) sekitar pukul 04.00 WITA.
Sebanyak 41 orang berhasil dievakuasi oleh KM Harapan Kita, termasuk awak kapal, dari lokasi sekitar 18 nautical mile dari titik kejadian. Sementara itu, 6 orang lainnya berhasil diselamatkan oleh kapal nelayan yang berada di sekitar lokasi kejadian dan dievakuasi menuju Pulau Polassi.
Berdasarkan perkembangan data sementara, total korban yang berhasil dievakuasi berjumlah 49 orang, dan 1 orang meninggal dunia. Namun, setelah dilakukan pendataan ulang, jumlah keseluruhan penumpang dan awak kapal diketahui mencapai 74 orang, sehingga masih terdapat 24 orang yang dalam pencarian.
“Data awal yang kami terima menyebutkan jumlah penumpang sebanyak 50 orang. Namun setelah dilakukan verifikasi ulang bersama pihak terkait, jumlah keseluruhan orang di kapal mencapai 74 orang. Saat ini tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap 24 orang yang belum ditemukan,” jelas Arif.
Operasi pencarian melibatkan sejumlah unsur SAR gabungan, di antaranya Tim Rescue Pos SAR Selayar, Tim Rescue Kantor Basarnas Makassar, TNI AL, ABK KRI Marlin 877, ABK KM Harapan Kita, BPBD Selayar, Syahbandar, SROP Selayar, Polair, serta kapal nelayan yang turut membantu proses evakuasi.
Arif menegaskan bahwa seluruh unsur SAR gabungan akan terus melakukan upaya pencarian secara maksimal sesuai dengan prosedur operasi SAR.
“Kami mohon doanya, mudah-mudahan tim SAR gabungan bisa secepatnya bisa menemukan korban yang masih dalam pencarian. Tapi data korban ini masih belum valid, karena pihak tim sar gabungan masih menunggu informasi dari pihak keluarga, dan mudah-mudahan tidak ada lagi laporan adanya pihak keluarga yang berada dalam kM Nurul Salsa tersebut,” tutupnya.
Operasi SAR kecelakaan KM Nurul Salsa masih berlangsung dengan fokus pencarian di sekitar lokasi kejadian dan area yang telah ditentukan berdasarkan perhitungan Search and Rescue Planning (Sarmap).
Kepala Operasional Basarnas Makassar Andi Sultan mengatakan, saat ini kondisi KM Nurul Salsa sudah dalam kondisi tenggelam setelah mengalami mati mesin. "Masih ada sekitar 24 orang dalam pencarian di sekitar lokasi terakhir," kata dia.
(GUS)
Berita Terkait
Sulsel
Satu Pendaki Alami Patah Kaki Dievakuasi dari Bulu Saukang
Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi pendaki yang mengalami cedera dan patah kaki di Pos 5 Gunung Bulu Saukang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Rabu, 17 Jun 2026 14:00
Sulsel
Tim SAR Gabungan Cari Lansia Usai Terseret Arus Sungai di Bone
Tim SAR Gabungan terus melakukan pencarian terhadap seorang warga yang dilaporkan terseret arus sungai di Desa Bulu Tanah, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
Jum'at, 05 Jun 2026 18:23
Sulsel
Sepasang Suami-Istri Terseret Arus Sungai, Satu Korban Ditemukan Meninggal
Peristiwa tragis ini bermula saat sepasang suami istri dilaporkan hilang saat sedang menjala ikan di sungai Buakkang Dusun Kaluarrang Desa Buakkang Kecamatan Bungayya Gowa
Minggu, 10 Mei 2026 21:48
News
Temukan Semua Korban, Operasi SAR Pesawat ATR 42-500 Resmi Ditutup
Operasi pencarian dan evakuasi pesawat ATR 42-500 yang jatuh di pegunungan Bulusaraung, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan resmi ditutup pada Jumat malam (23/1/2026), setelah Tim SAR Gabungan berhasil menemukan seluruh korban.
Jum'at, 23 Jan 2026 22:22
News
Hari Ketujuh, Tim SAR Temukan Bagian Tubuh Korban Kesepuluh Pesawat ATR 42-500
Upaya pencarian korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, kembali membuahkan hasil.
Jum'at, 23 Jan 2026 10:03
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
PDAM Makassar Pastikan Distribusi Air Aman, Prediksi 30 Hari Bukan Kondisi Terkini
2
Pemkab Bantaeng Gandeng Kementan RI dan PT Firman's Grup Dorong Pertanian Modern
3
Massa Geruduk DPRD Sulsel, Desak Bentuk Pansus Hak Angket Usut GMTD
4
Prof Amir Ilyas Dorong Dosen Unhas Ubah Hasil Riset Menjadi Peluang Usaha Bernilai Ekonomi
5
KM Nurul Salsa Mati Mesin hingga Tenggelam di Perairan Selayar, 24 Korban Masih Dicari
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
PDAM Makassar Pastikan Distribusi Air Aman, Prediksi 30 Hari Bukan Kondisi Terkini
2
Pemkab Bantaeng Gandeng Kementan RI dan PT Firman's Grup Dorong Pertanian Modern
3
Massa Geruduk DPRD Sulsel, Desak Bentuk Pansus Hak Angket Usut GMTD
4
Prof Amir Ilyas Dorong Dosen Unhas Ubah Hasil Riset Menjadi Peluang Usaha Bernilai Ekonomi
5
KM Nurul Salsa Mati Mesin hingga Tenggelam di Perairan Selayar, 24 Korban Masih Dicari