Cegah Kebakaran di Musim Kemarau, Damkar Maros Lakukan Penyiraman TPA
Kamis, 16 Jul 2026 15:15
Petugas Damkar Maros melakukan penyiraman di TPA demi mencegah potensi kebakaran. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
MAROS - Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kabupaten Maros mengambil langkah antisipasi kebakaran tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Bontoramba, Kecamatan Mandai.
Damkar melakukan penyiraman TPA sampah seiring meningkatnya suhu udara pada musim kemarau.
Kepala Seksi Sarana Prasarana, Informasi dan Data Damkar dan Penyelamatan Maros, M Ilham Halimsyah mengatakan, penyiraman TPA ini merupakan salah satu upaya untuk menekan potensi munculnya titik api.
"Langkah ini juga sekaligus mengurangi akumulasi gas metana yang dihasilkan dari proses pembusukan sampah organik," ujarnya.
Dia mengatakan, personel Damkar secara berkala membantu Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Maros melakukan penyiraman di kawasan TPA sebagai langkah mitigasi menghadapi cuaca ekstrem.
"Jika ada permintaan dari pihak DLH, tim Damkar Maros melakukan penyiraman di TPA sampah," ujarnya, kepada wartawan Kamis (16/7/2026).
Mantan Lurah Bontoa ini menjelaskan, suhu tinggi pada musim kemarau mempercepat proses pembusukan sampah organik yang menghasilkan gas metana.
Apabila gas tersebut terakumulasi dan bertemu dengan sumber panas atau api, risiko terjadinya kebakaran, bahkan ledakan kecil, akan meningkat.
Menurutnya, gas metana yang keluar dari tumpukan sampah juga berpotensi menimbulkan kepulan asap yang mengganggu kualitas udara. Bahkan, dalam kondisi tertentu, asap tersebut dapat mengganggu aktivitas penerbangan karena lokasi TPA Bontoramba berada tidak jauh dari jalur penerbangan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
"Karena cuaca panas, gas metana dari tumpukan sampah lebih cepat menguap. Hal itu bisa menimbulkan asap yang bukan hanya mengganggu masyarakat, tetapi juga berpotensi mengganggu proses penerbangan. Karena itu, kami melakukan langkah antisipasi melalui penyiraman secara rutin," jelasnya.
Dia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah secara terbuka selama musim kemarau. Imbauan tersebut sejalan dengan edaran Bupati Maros yang melarang pembakaran sampah karena berisiko memicu kebakaran lahan maupun permukiman.
Selain itu, masyarakat diimbau mmanfaatkan layanan pengangkutan sampah yang tersedia atau mengolah sampah organik menjadi kompos sebagai alternatif yang lebih aman dibanding membakarnya.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah, terutama saat cuaca panas seperti sekarang. Api yang terlihat kecil bisa dengan cepat merambat dan memicu kebakaran yang lebih besar," tegas mantan Lurah Baji Pamai tersebut.
Damkar melakukan penyiraman TPA sampah seiring meningkatnya suhu udara pada musim kemarau.
Kepala Seksi Sarana Prasarana, Informasi dan Data Damkar dan Penyelamatan Maros, M Ilham Halimsyah mengatakan, penyiraman TPA ini merupakan salah satu upaya untuk menekan potensi munculnya titik api.
"Langkah ini juga sekaligus mengurangi akumulasi gas metana yang dihasilkan dari proses pembusukan sampah organik," ujarnya.
Dia mengatakan, personel Damkar secara berkala membantu Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Maros melakukan penyiraman di kawasan TPA sebagai langkah mitigasi menghadapi cuaca ekstrem.
"Jika ada permintaan dari pihak DLH, tim Damkar Maros melakukan penyiraman di TPA sampah," ujarnya, kepada wartawan Kamis (16/7/2026).
Mantan Lurah Bontoa ini menjelaskan, suhu tinggi pada musim kemarau mempercepat proses pembusukan sampah organik yang menghasilkan gas metana.
Apabila gas tersebut terakumulasi dan bertemu dengan sumber panas atau api, risiko terjadinya kebakaran, bahkan ledakan kecil, akan meningkat.
Menurutnya, gas metana yang keluar dari tumpukan sampah juga berpotensi menimbulkan kepulan asap yang mengganggu kualitas udara. Bahkan, dalam kondisi tertentu, asap tersebut dapat mengganggu aktivitas penerbangan karena lokasi TPA Bontoramba berada tidak jauh dari jalur penerbangan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
"Karena cuaca panas, gas metana dari tumpukan sampah lebih cepat menguap. Hal itu bisa menimbulkan asap yang bukan hanya mengganggu masyarakat, tetapi juga berpotensi mengganggu proses penerbangan. Karena itu, kami melakukan langkah antisipasi melalui penyiraman secara rutin," jelasnya.
Dia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah secara terbuka selama musim kemarau. Imbauan tersebut sejalan dengan edaran Bupati Maros yang melarang pembakaran sampah karena berisiko memicu kebakaran lahan maupun permukiman.
Selain itu, masyarakat diimbau mmanfaatkan layanan pengangkutan sampah yang tersedia atau mengolah sampah organik menjadi kompos sebagai alternatif yang lebih aman dibanding membakarnya.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah, terutama saat cuaca panas seperti sekarang. Api yang terlihat kecil bisa dengan cepat merambat dan memicu kebakaran yang lebih besar," tegas mantan Lurah Baji Pamai tersebut.
(MAN)
Berita Terkait
News
Penutupan Jalan Simpang Tiga Moncongloe Maros Ditunda
Kepala Desa Moncongloe, M Iqbal, mengatakan, jadwal penutupan total mengalami perubahan. Menurutnya, penutupan akan dilakukan setelah pengerjaan drainase rampung.
Kamis, 27 Agu 2026 20:01
News
Patarai Amir Beri Sinyal Siap Bertarung di Pilkada Maros
Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), menegaskan kader yang ingin maju sebagai Ketua DPD II Golkar harus siap mencalonkan diri sebagai Bupati.
Rabu, 26 Agu 2026 15:00
News
Kebakaran Lahan Kosong 5.000 Meter Persegi di Tallasa City Berhasil Dipadamkan
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar mengerahkan armadanya untuk memadamkan kebakaran lahan kosong yang terjadi di Jalan Citraland, Kelurahan Parangloe, Kecamatan Tamalanrea, pada Senin malam (24/8/2026).
Senin, 24 Agu 2026 22:19
News
Gudang Pertanian BUMN di Maros Ludes Terbakar
Gudang pertanian milik BUMN di Desa Bonto Mate'ne, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, ludes terbakar, Rabu (19/8/2026).
Rabu, 19 Agu 2026 14:38
News
PBB Maros Baru Rp32 Miliar, Wabup Muetazim Semprot Camat
Capaian Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kabupaten Maros, baru mencapai 67.84 persen hingga Juli 2026.
Selasa, 18 Agu 2026 15:54
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Kalla Beton Kurangi Penggunaan Pasir 8% Lewat Pemanfaatan Limbah Bata Ringan
2
PERADI Makassar Dorong Advokat Profesional, dan Adaptif Hadapi Tantangan Hukum
3
Sidak RSUD I Lagaligo Wotu, Bupati Lutim Soroti Kebersihan hingga Komputer Lawas
4
Kisah Nyata Cinta hingga Maut Memisahkan, Baby Udon Siap Tayang 3 September
5
PT Vale dan Mitra Pulihkan Ekosistem Pesisir Luwu Timur
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Kalla Beton Kurangi Penggunaan Pasir 8% Lewat Pemanfaatan Limbah Bata Ringan
2
PERADI Makassar Dorong Advokat Profesional, dan Adaptif Hadapi Tantangan Hukum
3
Sidak RSUD I Lagaligo Wotu, Bupati Lutim Soroti Kebersihan hingga Komputer Lawas
4
Kisah Nyata Cinta hingga Maut Memisahkan, Baby Udon Siap Tayang 3 September
5
PT Vale dan Mitra Pulihkan Ekosistem Pesisir Luwu Timur