PBB Maros Terkumpul Rp13 Miliar, Capaian Moncogloe dan Mandai Masih Minim
Senin, 13 Jul 2026 20:02
Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur bersama Kepala Bapenda Maros, M Ferdiansyah. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
MAROS - Sebanyak empat kecamatan di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) tercatat masih memiliki capaian Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang sangat minim.
Empat kecamatan tersebut diantaranya, Kecamatan Mandai, Kecamatan Tanralili, Kecamatan Moncongloe dan Kecamatan Lau.
Dari keempat kecamatan yang ada, Kecamatan Mandai baru terkumpul 10,35 persen atau Rp2,29 miliar dari target Rp22,1 miliar. Selanjutnya, Kecamatan Tanralili baru 38 persen 38.16 persen atau Rp870 juta dari total target Rp2,28 miliar.
"Kecamatan Moncongloe baru 27,23 persen atau Rp1,23 miliar dari total target Rp4,6 miliar. Terakhir Kecamatan Lau baru terkumpul 23,88 persen atau Rp617 juta dari total target Rp1,1 miliar," terang Kepala Bapenda Maros, M Ferdiansyah seusai melakukan rapat evaluasi di kantor Bupati, Senin (13/7/2026).
Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur yang memimpin rapat mengatakan, terdapat sejumlah kendala yang dihadapi empat kecamatan tersebut dalam proses pengumpulan PBB.
Untuk Kecamatan Mandai, terdapat Bandara Hasanuddin yang dikelola PT Angkasa Pura yang hingga kini belum membayarkan pajaknya.
Hal ini lantaran terdapat batas-batas wilayah yang perlu ditetapkan dahulu untuk memastikan kembali besaran PBB yang harus dibayarkan.
"Tetapi itu sudah tidak ada masalah. Selanjutnya, ada sedikit perubahan karena tahun kemarin itu batas wajib penyetoran PBB itu di bulan September, sekarang maju di Juni, tapi dipastikan pembayaran akan dilakukan dalam waktu dekat," sebutnya.
Sementara itu, di Kecamatan Moncongloe terdapat perumahan yang telah dilakukan pemecahan objek pajak. Namun, sertifikat induk perumahan tersebut masih tetap terdaftar sebagai objek pajak.
"Ini banyak terjadi di daerah urban seperti Moncongloe dan Marusu, jadi sertifikatnya double, makanya itu saya tadi sampaikan kepada camat untuk menyampaikan kepada Bapenda, yang mana yang sudah dipecah, yang masih dobel, untuk dilaporkan," ujarnya.
Kepala Bapenda Maros, M Ferdiansyah mengatakan hingga kini capaian PBB Maros sudah berada di angka Rp13 miliar dari target Rp47 miliar tahun 2026.
Ferdi menyebut terdapat sejumlah Kecamatan dengan persentase capaian PAD yang cukup tinggi.
Misalnya Kecamatan Camba mencapai 81 persen atau Rp143 juta dari target Rp175 juta. Kemudian Cenrana sebesar 82 persen atau Rp117 juta dati Rp142 persen.
Ferdi mengatakan Kecamatan dengan capaian yang masih minim itu dipengaruhi beberapa faktor.
Di Kecamatan Mandai, ada Bandara Sultan Hasanuddin yang belum membayarkan pajak sebesar Rp17 miliar.
Kemudian Di Moncongloe akibat banyaknya pemilik tanah dan bangunan yang tak berdomisili di lokasi tersebut.
"Banyak yang hanya membeli untuk investasi tapi tak tinggal di situ, sehingga itu menjadi kendala utama dalam proses penagihan," sebutnya.
Dia menuturkan untuk menggenjot capaian PAD, pihaknya menerapkan strategi pembagian SPPT lebih awal.
Jika pada tahun sebelumnya, SPPT baru dibagikan pada April, kini dibagikan lebih awal di Januari.
Hal itu dilakukan agar waktu pembayaran lebih lama. Selain itu, Bapenda memiliki waktu untuk melakukan verifikasi untuk terhadap objek pajak yang telah dan belum melakukan pembayaran.
"Jadi, insyaallah nanti tren pendapatan tahun ini, khusus PBB akan ada peningkatan," sebutnya.
Selain itu, pihaknya juga membuka loket pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di seluruh kecamatan mulai 13 Juli hingga 27 Agustus 2026.
"Melalui pembukaan loket di setiap kecamatan, kami ingin mempermudah masyarakat membayar PBB-P2 tanpa harus datang ke kantor Bapenda. Harapannya, wajib pajak bisa memanfaatkan program penghapusan denda ini sebaik-baiknya," katanya.
Ia menjelaskan, selain membuka loket pembayaran langsung, masyarakat juga tetap didorong memanfaatkan pembayaran secara non-tunai melalui QRIS agar proses transaksi lebih mudah dan cepat.
Empat kecamatan tersebut diantaranya, Kecamatan Mandai, Kecamatan Tanralili, Kecamatan Moncongloe dan Kecamatan Lau.
Dari keempat kecamatan yang ada, Kecamatan Mandai baru terkumpul 10,35 persen atau Rp2,29 miliar dari target Rp22,1 miliar. Selanjutnya, Kecamatan Tanralili baru 38 persen 38.16 persen atau Rp870 juta dari total target Rp2,28 miliar.
"Kecamatan Moncongloe baru 27,23 persen atau Rp1,23 miliar dari total target Rp4,6 miliar. Terakhir Kecamatan Lau baru terkumpul 23,88 persen atau Rp617 juta dari total target Rp1,1 miliar," terang Kepala Bapenda Maros, M Ferdiansyah seusai melakukan rapat evaluasi di kantor Bupati, Senin (13/7/2026).
Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur yang memimpin rapat mengatakan, terdapat sejumlah kendala yang dihadapi empat kecamatan tersebut dalam proses pengumpulan PBB.
Untuk Kecamatan Mandai, terdapat Bandara Hasanuddin yang dikelola PT Angkasa Pura yang hingga kini belum membayarkan pajaknya.
Hal ini lantaran terdapat batas-batas wilayah yang perlu ditetapkan dahulu untuk memastikan kembali besaran PBB yang harus dibayarkan.
"Tetapi itu sudah tidak ada masalah. Selanjutnya, ada sedikit perubahan karena tahun kemarin itu batas wajib penyetoran PBB itu di bulan September, sekarang maju di Juni, tapi dipastikan pembayaran akan dilakukan dalam waktu dekat," sebutnya.
Sementara itu, di Kecamatan Moncongloe terdapat perumahan yang telah dilakukan pemecahan objek pajak. Namun, sertifikat induk perumahan tersebut masih tetap terdaftar sebagai objek pajak.
"Ini banyak terjadi di daerah urban seperti Moncongloe dan Marusu, jadi sertifikatnya double, makanya itu saya tadi sampaikan kepada camat untuk menyampaikan kepada Bapenda, yang mana yang sudah dipecah, yang masih dobel, untuk dilaporkan," ujarnya.
Kepala Bapenda Maros, M Ferdiansyah mengatakan hingga kini capaian PBB Maros sudah berada di angka Rp13 miliar dari target Rp47 miliar tahun 2026.
Ferdi menyebut terdapat sejumlah Kecamatan dengan persentase capaian PAD yang cukup tinggi.
Misalnya Kecamatan Camba mencapai 81 persen atau Rp143 juta dari target Rp175 juta. Kemudian Cenrana sebesar 82 persen atau Rp117 juta dati Rp142 persen.
Ferdi mengatakan Kecamatan dengan capaian yang masih minim itu dipengaruhi beberapa faktor.
Di Kecamatan Mandai, ada Bandara Sultan Hasanuddin yang belum membayarkan pajak sebesar Rp17 miliar.
Kemudian Di Moncongloe akibat banyaknya pemilik tanah dan bangunan yang tak berdomisili di lokasi tersebut.
"Banyak yang hanya membeli untuk investasi tapi tak tinggal di situ, sehingga itu menjadi kendala utama dalam proses penagihan," sebutnya.
Dia menuturkan untuk menggenjot capaian PAD, pihaknya menerapkan strategi pembagian SPPT lebih awal.
Jika pada tahun sebelumnya, SPPT baru dibagikan pada April, kini dibagikan lebih awal di Januari.
Hal itu dilakukan agar waktu pembayaran lebih lama. Selain itu, Bapenda memiliki waktu untuk melakukan verifikasi untuk terhadap objek pajak yang telah dan belum melakukan pembayaran.
"Jadi, insyaallah nanti tren pendapatan tahun ini, khusus PBB akan ada peningkatan," sebutnya.
Selain itu, pihaknya juga membuka loket pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di seluruh kecamatan mulai 13 Juli hingga 27 Agustus 2026.
"Melalui pembukaan loket di setiap kecamatan, kami ingin mempermudah masyarakat membayar PBB-P2 tanpa harus datang ke kantor Bapenda. Harapannya, wajib pajak bisa memanfaatkan program penghapusan denda ini sebaik-baiknya," katanya.
Ia menjelaskan, selain membuka loket pembayaran langsung, masyarakat juga tetap didorong memanfaatkan pembayaran secara non-tunai melalui QRIS agar proses transaksi lebih mudah dan cepat.
(MAN)
Berita Terkait
News
Penutupan Jalan Simpang Tiga Moncongloe Maros Ditunda
Kepala Desa Moncongloe, M Iqbal, mengatakan, jadwal penutupan total mengalami perubahan. Menurutnya, penutupan akan dilakukan setelah pengerjaan drainase rampung.
Kamis, 27 Agu 2026 20:01
News
Patarai Amir Beri Sinyal Siap Bertarung di Pilkada Maros
Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), menegaskan kader yang ingin maju sebagai Ketua DPD II Golkar harus siap mencalonkan diri sebagai Bupati.
Rabu, 26 Agu 2026 15:00
News
PBB Maros Baru Rp32 Miliar, Wabup Muetazim Semprot Camat
Capaian Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kabupaten Maros, baru mencapai 67.84 persen hingga Juli 2026.
Selasa, 18 Agu 2026 15:54
News
Pimpin Upacara HUT RI ke-81, Chaidir Syam Soroti Pengangguran hingga Kemarau
Pemerintah Kabupaten Maros menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-81, Senin (17/8/2025).
Senin, 17 Agu 2026 14:58
News
Menipis, Stok Air Bersih di Lekopancing Diprediksi Hanya Bertahan 3 Pekan
Memasuki musim kemarau, debit air baku di sejumlah sumber air milik PDAM Tirta Bantimurung Maros mulai mengalami penurunan, salah satunya adalah Lekopancing.
Rabu, 12 Agu 2026 11:35
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Orang Tua Meninggal hingga Kehilangan Pekerjaan, UMI Bantu 121 Mahasiswa Selesaikan Kuliah
2
Pelindo dan IKM Perkuat Arus Logistik Nikel di Pelabuhan Kendari
3
Kapolda Sulsel Lepas 400 Peserta Bhayangkara Offroad Merdeka Seri V 2026
4
Wisuda 2.866 Lulusan, Rektor UMI Ungkap Peran Beasiswa Afirmasi
5
Bulog & Komisi VI DPR RI Pastikan Bantuan Pangan Tersalurkan di Makassar
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Orang Tua Meninggal hingga Kehilangan Pekerjaan, UMI Bantu 121 Mahasiswa Selesaikan Kuliah
2
Pelindo dan IKM Perkuat Arus Logistik Nikel di Pelabuhan Kendari
3
Kapolda Sulsel Lepas 400 Peserta Bhayangkara Offroad Merdeka Seri V 2026
4
Wisuda 2.866 Lulusan, Rektor UMI Ungkap Peran Beasiswa Afirmasi
5
Bulog & Komisi VI DPR RI Pastikan Bantuan Pangan Tersalurkan di Makassar