DPRD Luwu Timur Soroti PT PUL, Diduga Gunakan Jalan Nasional Tanpa Izin
Minggu, 26 Jul 2026 17:45
Anggota DPRD Luwu Timur, Aprianto menyoroti aktivitas pengangkutan material nikkel oleh PT Prima Utama Lestari (PUL) di desa Ussu, kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur. Foto: Istimewa
LUWU TIMUR - Aktivitas pengangkutan material nikkel oleh PT Prima Utama Lestari (PUL) di desa Ussu, kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur mendadak sorotan tajam dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat.
Pasalnya, perusahaan tersebut diduga nekat beroperasi menggunakan akses jalan umum nasional tanpa mengantongi izin lintasan yang sah. Sorotan keras ini datang langsung dari Anggota DPRD Luwu Timur, Aprianto.
Ia menilai langkah operasional yang mengabaikan aspek legalitas perizinan ini sangat berbahaya dan berpotensi memicu ancaman serius bagi keselamatan masyarakat luas.
"Jangan sampai terjadi insiden kecelakaan terlebih dahulu yang merugikan pengguna jalan umum, baru pihak perusahaan sibuk mencari kambing hitam. Ini menyangkut nyawa manusia dan fasilitas publik yang harus dijaga bersama," tegas Aprianto saat dikonfirmasi, Minggu (26/7).
Menurutnya, Jalan Trans Sulawesi merupakan jalur utama yang setiap hari padat dilalui oleh masyarakat dari berbagai kalangan—mulai dari pengendara roda dua, angkutan umum, hingga kendaraan pribadi.
Kehadiran aktivitas armada perusahaan berat yang melintas tanpa regulasi dan izin lintasan yang jelas dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, serta mempercepat kerusakan infrastruktur jalan.
Aprianto mendesak instansi terkait, termasuk Dinas Perhubungan dan kepolisian, untuk segera turun tangan melakukan investigasi serta menertibkan aktivitas PT PUL.
Ia juga meminta pihak perusahaan agar menghentikan sementara aktivitas lintasannya sebelum seluruh dokumen perizinan resmi dinyatakan lengkap sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
"Kami tidak melarang investasi masuk di Luwu Timur, tapi aturan main harus ditegakkan. Keselamatan dan kenyamanan masyarakat pengguna jalan di atas segalanya," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PT PUL belum memberikan keterangan resmi terkait sorotan tajam dari DPRD Luwu Timur mengenai polemik izin lintasan Trans Sulawesi tersebut.
Pasalnya, perusahaan tersebut diduga nekat beroperasi menggunakan akses jalan umum nasional tanpa mengantongi izin lintasan yang sah. Sorotan keras ini datang langsung dari Anggota DPRD Luwu Timur, Aprianto.
Ia menilai langkah operasional yang mengabaikan aspek legalitas perizinan ini sangat berbahaya dan berpotensi memicu ancaman serius bagi keselamatan masyarakat luas.
"Jangan sampai terjadi insiden kecelakaan terlebih dahulu yang merugikan pengguna jalan umum, baru pihak perusahaan sibuk mencari kambing hitam. Ini menyangkut nyawa manusia dan fasilitas publik yang harus dijaga bersama," tegas Aprianto saat dikonfirmasi, Minggu (26/7).
Menurutnya, Jalan Trans Sulawesi merupakan jalur utama yang setiap hari padat dilalui oleh masyarakat dari berbagai kalangan—mulai dari pengendara roda dua, angkutan umum, hingga kendaraan pribadi.
Kehadiran aktivitas armada perusahaan berat yang melintas tanpa regulasi dan izin lintasan yang jelas dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, serta mempercepat kerusakan infrastruktur jalan.
Aprianto mendesak instansi terkait, termasuk Dinas Perhubungan dan kepolisian, untuk segera turun tangan melakukan investigasi serta menertibkan aktivitas PT PUL.
Ia juga meminta pihak perusahaan agar menghentikan sementara aktivitas lintasannya sebelum seluruh dokumen perizinan resmi dinyatakan lengkap sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
"Kami tidak melarang investasi masuk di Luwu Timur, tapi aturan main harus ditegakkan. Keselamatan dan kenyamanan masyarakat pengguna jalan di atas segalanya," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PT PUL belum memberikan keterangan resmi terkait sorotan tajam dari DPRD Luwu Timur mengenai polemik izin lintasan Trans Sulawesi tersebut.
(UMI)
Berita Terkait
Sulsel
Warga Desa Wawondula Nyatakan Dukungan Penuh untuk Program Bupati Ibas-Puspa
Pemerintah Desa Wawondula, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, bersama tokoh masyarakat dan berbagai elemen warga menyatakan komitmen penuh mendukung seluruh program dan kebijakan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur
Rabu, 09 Sep 2026 15:33
Sulsel
Soal Nasib Guru PPPK, BKPSDM Luwu Timur Minta ASN Tak Terpancing Provokasi di Medsos
Wacana perubahan kebijakan pengelolaan Guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) oleh pemerintah pusat rupanya turut ramai dibicarakan di media sosial.
Rabu, 09 Sep 2026 11:23
Sulsel
Kades Matompi Dukung Program Ibas-Puspa, Beasiswa Lutim Disebut Ringankan Beban Orang Tua
Program beasiswa Luwu Timur menjadi salah satu program pemerintah daerah yang mendapat apresiasi dari masyarakat Desa Matompi.
Selasa, 08 Sep 2026 16:29
Sulsel
Tambang Jadi Andalan PAD, Lada Tetap Hidupkan Ekonomi Warga Lutim
Pertambangan nikel memang menjadi salah satu sektor yang memberikan kontribusi besar terhadap penerimaan daerah Luwu Timur.
Senin, 07 Sep 2026 18:04
Sulsel
Kejari Lutim Buka Suara soal Dua Kasus Korupsi, Seragam Sekolah dan Ambulans Masih Diproses
Kejaksaan Negeri (Kejari) Luwu Timur memastikan dua perkara dugaan korupsi yang menjadi perhatian masyarakat belum berhenti.
Senin, 07 Sep 2026 15:22
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Antrean BBM, Ketika Kesabaran Rakyat Diuji
2
BBM Langka, ASN Pemkab Maros Bekerja dari Rumah Mulai 14 September
3
Pertamina Tambah Pasokan 173 Ribu Tabung LPG 3 Kg di Sulsel
4
Kasus Skimming Kartu Kredit di Makassar, Terduga Pelaku Ditangkap Polisi
5
BBM Langka, Sekolah di Maros Beralih ke Pembelajaran Daring
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Antrean BBM, Ketika Kesabaran Rakyat Diuji
2
BBM Langka, ASN Pemkab Maros Bekerja dari Rumah Mulai 14 September
3
Pertamina Tambah Pasokan 173 Ribu Tabung LPG 3 Kg di Sulsel
4
Kasus Skimming Kartu Kredit di Makassar, Terduga Pelaku Ditangkap Polisi
5
BBM Langka, Sekolah di Maros Beralih ke Pembelajaran Daring