DP2 Makassar Perkuat Program Urban Farming di 15 Lokasi Terintegrasi

Minggu, 26 Jul 2026 12:17
DP2 Makassar Perkuat Program Urban Farming di 15 Lokasi Terintegrasi
Kepala DP2 Kota Makassar, Aulia Arsyad, saat ditemui di Hotel Gammara, Jumat (25/7/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
Comment
Share
MAKASSAR - Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar terus memperkuat pelaksanaan program urban farming atau pertanian perkotaan guna meningkatkan ketahanan pangan di tingkat masyarakat.

Kepala DP2 Kota Makassar, Aulia Arsyad, mengungkapkan bahwa program urban farming di tingkat RT/RW secara keseluruhan telah berjalan dengan baik.

Ia menjelaskan, khusus 15 lokasi urban farming telah terintegrasi menjadi target kinerja.

"Secara keseluruhan sudah berjalan. Khusus untuk 15 lokasi urban farming yang terintegrasi, pemberian bantuan kandang dan kolam ikan sudah tersalurkan. Sementara itu, untuk bibit, benih, serta media tanam masih dalam proses. Jadi, untuk 15 lokasi tersebut sudah berjalan," ujarnya, Sabtu (25/7/2026).

Aulia menuturkan bahwa pembagian lokasi program tersebut bersifat fleksibel.

"Tidak (setiap kecamatan). Untuk 15 lokasi ini, ada kecamatan yang memiliki dua kelompok. Pelaksanaannya tergantung pada kondisi lokasinya," tuturnya kepada wartawan.

Ia juga menambahkan, pelaksanaan program urban farming terintegrasi harus disesuaikan dengan kondisi wilayah.

"Misalnya di Kecamatan Wajo, tidak ada lahan sama sekali, sehingga di situ tidak memungkinkan untuk mengintegrasikan seluruh komponen urban farming (pertanian, peternakan, dan perikanan)," tambahnya.

Aulia juga menyampaikan bahwa seluruh kelompok tani mandiri di tingkat RT/RW telah terbentuk dan mulai berjalan.

"Namun, untuk kelompok tani dan Kelompok Wanita Tani (KWT) mandiri di tingkat RT/RW. Alhamdulillah semuanya sudah terbentuk dan bantuan untuk kelompok-kelompok ini sudah mulai disalurkan," ucapnya saat ditemui di Hotel Gammara.

Dia bilang, pihaknya telah menetapkan target kinerja utama untuk program urban farming.

"Target tahun ini untuk urban farming yang pasti adalah 15 lokasi yang menjadi target kinerja DP2 (Dinas Pertanian dan Perikanan)," kata Aulia.

Ia juga menyebut, bentuk kegiatan untuk kelompok-kelompok tani urban farming bervariasi karena setiap kelompok memiliki fokus pengembangan yang berbeda-beda.

"Ada yang fokus pada kegiatan Pokdakan (Kelompok Pembudidaya Ikan). Ada yang fokus pada budidaya ikan hias. Ada yang fokus pada pertanian murni yang dikombinasikan dengan peternakan," sebutnya saat diwawancarai.

DP2 Kota Makassar mencatat bahwa bantuan untuk sektor peternakan dalam program urban farming saat ini telah disalurkan kepada 12 kelompok penerima.

"Sementara untuk sektor pertanian, masih menunggu proses pengadaan bibit, benih, serta perlengkapan urban farming lainnya. Adapun untuk Pokdakan (Kelompok Pembudidaya Ikan), saat ini sudah ada 10 kelompok yang menerima bantuan," paparnya.

Aulia menegaskan, 15 lokasi program urban farming terintegrasi bukanlah sekadar proyek percontohan atau pilot project.

"Memang sudah menjadi target kinerja DP2. Semua komponen dilakukan, mulai dari pertanian, peternakan, perikanan, hingga pengelolaan sampahnya," tegasnya.

Aulia juga memastikan, pengembangan kawasan terpadu Edufarm Barombong dan Edufarm Sudiang saat ini masih terus berjalan.

"Di Sudiang, proses penimbunannya sudah selesai. Sementara ini, tahapannya adalah pemeliharaan bangunan yang sudah ada di sana serta proses pembangunan beberapa kandang dan fasilitas fisik pendukung lainnya yang berkaitan dengan kegiatan di sana," pungkasnya.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru