Pemkot Makassar Komitmen Benahi Infrastruktur Sekolah dan Setop Perundungan

Senin, 21 Sep 2026 16:23
Pemkot Makassar Komitmen Benahi Infrastruktur Sekolah dan Setop Perundungan
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat memberikan keterangannya di Sandeq Ballroom B, Claro Hotel Makassar, Senin (21/9/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
Comment
Share
MAKASSAR - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memberikan sejumlah arahan strategis kepada para kepala sekolah untuk menjadikan institusi pendidikan sebagai fondasi utama dalam mencetak generasi masa depan yang unggul dan berkarakter.

Arahan tersebut ia sampaikan setelah mengikuti Rapat Koordinasi dan Asesemen Kepala Sekolah SD dan SMP serta Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Bank Sampah Kota Makassar, di Sandeq Ballroom B, Claro Hotel Makassar, Senin (21/9/2026).

"Sekolah ini menjadi tempat yang sangat vital. Dari sekolah inilah, di infrastruktur pendidikan inilah menghasilkan generasi yang baik," ujarnya saat wawancara.

Munafri menambahkan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar memberikan perhatian yang sangat fokus terhadap dunia pendidikan.

"Saya menyampaikan kepada kepala sekolah untuk memastikan bahwa di sekolah ini harus benar-benar menjadi tempatnya untuk mendidik anak-anak, untuk menghasilkan generasi yang baik, bukan hanya pintar secara intelektual, tetapi juga punya pendidikan akhlak yang baik," tambahnya.

Menanggapi berbagai keluhan yang disampaikan pihak sekolah, Wali Kota menegaskan komitmen pemerintah kota untuk memaksimalkan pemetaan kondisi riil di lapangan.

"Perbaikan infrastruktur akan kita maksimalkan. Semua me-mapping kondisi yang ada. Termasuk juga penyediaan guru-guru, seperti guru-guru agama untuk saudara-saudara kita yang minoritas itu juga harus ada ketersediaannya di sekolah," terang Munafri kepada wartawan.

Terkait permasalahan sekolah yang berstatus sengketa lahan, kata dia, Pemkot Makassar bergerak cepat agar persoalan tersebut tidak berlarut-larut. Ia ingin persoalan ini segera menemui solusi, seperti merelokasi, membangun baru, atau seperti apa.

Selain infrastruktur dan status sengketa, Appi juga menyoroti isu perundungan di lingkungan sekolah. Ia menekankan perlunya kolaborasi erat antara guru, kepala sekolah, dan orang tua murid.

"Bullying ini harus cepat (diselesaikan). Jadi fungsi kita harus menjadi fungsi yang bersama-sama guru, kepala sekolah, orang tua untuk memastikan dan mampu mendeteksi dini atau melihat tanda-tanda yang sudah terjadi di sekolah yang harus terus cepat terintervensi," tandasnya.

Ketua IKA Fakultas Hukum Unhas itu menilai, bullying bukan sekadar persoalan yang berdampak pada hari ini saja, melainkan masalah jangka panjang yang dampaknya akan berlanjut hingga masa depan.

"Bayangkan kalau anak-anak korban bullying itu punya dendam yang harus dibalaskan kepada orang lain yang tidak berdosa dan ini akan sangat-sangat mengganggu sistem yang ada, sehingga saya berharap ini tidak boleh terjadi. Kekerasan di sekolah yang terjadi tidak boleh dibiarkan karena ini dampaknya tidak hanya hari ini," imbuhnya.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru