Pemkot Makassar Luncurkan Pete-Pete Laut Gratis, Ini Jadwal dan Rutenya

Jum'at, 12 Jun 2026 22:08
Pemkot Makassar Luncurkan Pete-Pete Laut Gratis, Ini Jadwal dan Rutenya
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri Soft Launching Pete-Pete Laut di Pulau Barrang Lompo, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, Jumat (12/6/2026). Foto: Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar resmi meluncurkan uji coba layanan transportasi antarpulau "Pete-Pete Laut" yang akan melayani masyarakat di wilayah Kecamatan Kepulauan Sangkarrang secara gratis.

Program tersebut ditandai dengan Soft Launching Pete-Pete Laut yang diresmikan langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di Pulau Barrang Lompo, Jumat (12/6/2026).

Munafri mengatakan program ini dihadirkan untuk mengatasi keterbatasan transportasi yang selama ini menjadi salah satu hambatan pembangunan dan mobilitas masyarakat di wilayah kepulauan.

"Kami mencoba menginisiasi bersama dengan teman-teman di Dinas Perhubungan, bagaimana kalau kita membuat satu lintasan atau trayek, untuk bisa memastikan ada alat transportasi yang kita akan uji cobakan di Kepulauan Sangkarang," ujarnya.

Menurutnya, layanan tersebut dirancang untuk menghubungkan masyarakat di pulau-pulau terluar dengan wilayah sekitarnya melalui akses transportasi yang lebih memadai.

"Kita mencoba menyiapkan apa yang ada, karena kita mengejar waktu. Kebetulan Dishub punya kapal Banawa Nusantara. Ini kapal hibah dari Kementerian Perhubungan, lalu kita coba untuk mengalihfungsikan supaya ini bisa menjadi rute transportasi yang ada di wilayah ini," jelasnya.

Pada tahap awal, Pete-Pete Laut masih menjalani masa uji coba. Pemkot Makassar menargetkan penambahan armada pada tahun depan agar layanan transportasi antarpulau dapat berjalan lebih optimal.

"Kita berharap ini bisa dijaga bersama-sama oleh masyarakat. Karena ini sejogjanya bukan milik pemerintah tapi milik masyarakat. Setiap perjalanan kapal ini tidak memberatkan atau tidak ada tarif yang ditentukan. Semuanya gratis untuk masyarakat yang ada di pulau ini," urainya.

Munafri juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus membenahi sarana pendukung, termasuk pembangunan dermaga di pulau-pulau yang menjadi lintasan kapal.

"Tidak semua pulau-pulau yang akan disinggahi kapal ini punya dermaga yang baik. Menjadi tugas dan tanggung jawab kami juga untuk memastikan proses pembangunan dermaga yang ada di dalamnya, yang akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Ini sangat penting memang untuk membangun kolaborasi dengan seluruh pihak yang terlibat untuk memastikan alur jalur perjalanan masyarakat ini bisa terpenuhi dengan baik," lanjut Appi.

Selain itu, ia meminta Dinas Perhubungan memastikan seluruh aspek keselamatan pelayaran terpenuhi selama operasional berlangsung.

"Kepada Kepala Dinas Perhubungan agar senantiasa memperhatikan seluruh aspek pelayanan transportasi, yang paling penting adalah aspek keamanannya. Keamanan ini sangat penting sehingga kapal ini harus difasilitasi dengan sarana keamanan yang lengkap, yang cukup. Serta tidak overload (kelebihan muatan)," tegas Munafri.

Dalam operasionalnya, Pemkot Makassar menerapkan standar keselamatan yang ketat, termasuk kewajiban penggunaan jaket pelampung bagi seluruh penumpang.

"Sarana telekomunikasi kapal ini juga harus maksimal untuk bisa mengakses pos-pos yang paling dekat dalam perjalanan kapal ini. Dari segi keamanan, keselamatan, kenyamanan, kesetaraan dan kemudahan guna memberikan standar pelayanan minimal yang sesuai dengan regulasi yang berlaku hari ini," tuturnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Muhammad Rheza, menjelaskan kapal akan diawaki lima personel yang terdiri atas seorang kapten, satu juru mudi, dan tiga anak buah kapal (ABK).

"Mereka telah memiliki sertifikat Basic Safety Training (BST), sertifikat Advanced Fire Fighting (AFF), dan sertifikat Security Awareness Training yang merupakan persyaratan wajib bagi pelaut sesuai standar keselamatan maritim internasional. Status awak kapal kami ini merupakan tenaga PPPK dengan Dinas Perhubungan," ungkapnya.

Rheza mengatakan operasional Pete-Pete Laut saat ini masih memanfaatkan anggaran yang sebelumnya telah tersedia untuk Kapal Banawa Nusantara.

"Karena berawal dari niat tulus dan baik dari Pak Wali. Sehingga, alhamdulillah bisa kita wujudkan Pete-Pete Laut ini. Saya rasa dari niat tulus inilah yang memudahkan jalan-jalan kami mewujudkan program ini karena kami hanya menggunakan anggaran operasional murni dari kapal Banawa Nusantara ini yang sudah ada selama ini," sebutnya.

Untuk operasional tahun 2026, kebutuhan bahan bakar kapal dianggarkan sebesar Rp55,9 juta. Sementara anggaran pemeliharaan kapal mencapai Rp100 juta dan biaya jasa operator atau gaji awak kapal sebesar Rp246 juta per tahun.

"Untuk belanja pemeliharaan, inilah yang kami pakai untuk anggaran 2026 ini, memperbaiki dari mesin sampai fisik luar kapal ini sebesar Rp100 juta. Belanja jasa operator kapal ini untuk gaji awak Rp246 juta dalam satu tahun," beber Rheza.

Adapun jadwal operasional Pete-Pete Laut untuk sementara dilakukan satu kali setiap pekan, yakni setiap hari Senin. Kapal berangkat dari Pulau Barrang Lompo pukul 07.00 Wita menuju Pulau Bonetambu, Pulau Lumu-Lumu, Pulau Langkai, kemudian kembali ke Barrang Lompo. Kapal memiliki kapasitas maksimal 30 penumpang.

"Yaitu hari Senin dan mulai dari Pulau Barrang Lompo jam 07.00 pagi menuju Pulau Bonetambu, kemudian Pulau Lumu-lumu, lalu ke Pulau Langkai, dan terakhir dilanjutkan paling ujung dari Kota Makassar, dan selanjutnya langsung kembali ke Barang Lompo. Kapasitas kapal yakni 30 penumpang," jabarnya.

Layanan ini diprioritaskan bagi tenaga pendidik, tenaga kesehatan, pelajar, dan masyarakat umum yang beraktivitas di wilayah Kepulauan Sangkarrang.

"Isyaallah gratis untuk masyarakat Pulau Sangkarrang. Dengan dukungan di anggaran perubahan, mudah-mudahan kami bisa menambah anggaran BBM untuk mengoperasikan kapal ini bisa bertambah bukan cuma 1 kali sepekan, tetapi bisa 2 atau 3 kali sepekan, sehingga melancarkan perjalanan warga kita yang membutuhkan antar pulau yang susah yang tidak ada angkutan umum ke pulau-pulau tersebut," harap Rheza.

Salah seorang warga Pulau Barrang Lompo, Rosdiana, menyambut baik kehadiran Pete-Pete Laut karena dinilai menjawab kebutuhan transportasi antarpulau yang selama ini masih terbatas.

"Karena yang sebelumnya itu, kita kewalahan untuk menyeberang ke pulau-pulau tetangga karena kurangnya transpor yang dikhususkan ke pulau-pulau. Dengan adanya bantuan Pete-Pete Laut ini, memudahkan kita untuk bersilaturahmi ataupun urusan-urusan ke pulau-pulau tetangga, khususnya di Sangkarrang," ujarnya.

Meski akses menuju Kota Makassar tersedia setiap hari, Rosdiana mengatakan masyarakat masih membutuhkan transportasi yang melayani rute antarpulau.

"Kita mengharapkan gratis selamanya. Tapi kalau memang diharuskan atau wajib membayar, tidak apa-apa. Karena itu adalah kebutuhan juga, urusan kita dimudahkan juga," pungkasnya.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru