PT Vale Unjuk Inovasi Pengelolaan Sampah Sorowako di Pameran Lingkungan Internasional
Kamis, 11 Jun 2026 19:29
PT Vale Indonesia Tbk memperkenalkan berbagai praktik pengelolaan sampah berkelanjutan yang telah diterapkan di Sorowako dalam ajang Invirotech 2026. Foto/Istimewa
JAKARTA - PT Vale Indonesia Tbk memperkenalkan berbagai praktik pengelolaan sampah berkelanjutan yang telah diterapkan di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, dalam ajang Indonesia International Environment Technology and Innovation Expo & Conference (Invirotech) 2026.
Pameran yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) pada 11–13 Juni 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) itu mengusung tema “Green Solution Technology for Climate Action”. Presiden Direktur dan CEO PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, turut hadir menyambut Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Moh Jumhur Hidayat di area pameran.
Bergabung bersama MIND ID dan perusahaan-perusahaan anggota holding pertambangan lainnya, PT Vale menampilkan sejumlah inisiatif lingkungan yang menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung ekonomi sirkular dan pengurangan sampah sejak dari sumbernya.
Salah satu program yang diperkenalkan adalah pengelolaan sampah organik berbasis maggot Black Soldier Fly (BSF) yang telah dijalankan di kawasan sekitar operasional perusahaan di Sorowako. Inovasi tersebut menjadi bagian dari sistem pengelolaan sampah terpadu yang melibatkan masyarakat, karyawan, serta pemerintah daerah.
Pada tingkat rumah tangga, PT Vale mengembangkan program Emberisasi yang mendorong pemilahan sampah organik langsung dari sumber. Program yang diluncurkan pada Desember 2024 itu diawali dengan melibatkan 100 rumah karyawan di Perumahan Pontada dan mampu mengumpulkan rata-rata 100 kilogram sampah organik setiap hari.
Melalui program tersebut, warga menempatkan ember berisi sisa makanan di depan rumah pada malam hari untuk kemudian dikumpulkan dan diolah oleh tim pengelola. Ke depan, skema serupa direncanakan diperluas kepada masyarakat di sekitar Sorowako.
Sampah yang terkumpul selanjutnya diproses di fasilitas pemilahan atau Segregation Plant yang mampu menangani 12 hingga 15 ton sampah organik dan anorganik per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 500–700 kilogram diolah menjadi kompos, sementara sebagian lainnya dimanfaatkan sebagai pakan maggot BSF yang berperan menguraikan limbah organik secara efektif.
Maggot yang telah mencapai fase dewasa kemudian dimanfaatkan sebagai pakan ikan, sehingga menciptakan rantai ekonomi sirkular yang memberi nilai tambah dari sampah. Sementara itu, sampah anorganik yang masih memiliki nilai ekonomi, seperti plastik, botol kaca, dan besi bekas, disalurkan kepada bank sampah dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Total sampah terpilah yang didonasikan mencapai sekitar empat ton per tahun.
Untuk mendukung keseluruhan sistem tersebut, PT Vale mengalokasikan anggaran pengelolaan sampah lebih dari Rp700 juta setiap tahun.
Menurut Bernardus Irmanto, kehadiran PT Vale dalam forum internasional tersebut menjadi kesempatan untuk menunjukkan implementasi nyata pengelolaan sampah yang telah berlangsung di Sorowako.
“Yang kami tampilkan di Jakarta bukan sekadar konsep, melainkan praktik yang telah berjalan di Sorowako. Mulai dari pemilahan sampah di rumah karyawan, pengolahan menjadi kompos, hingga pemanfaatan gas hasil pengolahan sampah untuk kebutuhan usaha masyarakat. Kami percaya perusahaan tambang dapat menjadi bagian dari solusi lingkungan, dan inilah salah satu buktinya,” ujar Bernardus.
Partisipasi PT Vale dalam Invirotech 2026 sejalan dengan agenda Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) serta visi Indonesia Emas 2045 yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Sebagai salah satu perusahaan tambang nikel terkemuka di Indonesia, PT Vale menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan praktik operasional berkelanjutan, termasuk mencapai target nol sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA) pada tahun 2050.
Pameran yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) pada 11–13 Juni 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) itu mengusung tema “Green Solution Technology for Climate Action”. Presiden Direktur dan CEO PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, turut hadir menyambut Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Moh Jumhur Hidayat di area pameran.
Bergabung bersama MIND ID dan perusahaan-perusahaan anggota holding pertambangan lainnya, PT Vale menampilkan sejumlah inisiatif lingkungan yang menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung ekonomi sirkular dan pengurangan sampah sejak dari sumbernya.
Salah satu program yang diperkenalkan adalah pengelolaan sampah organik berbasis maggot Black Soldier Fly (BSF) yang telah dijalankan di kawasan sekitar operasional perusahaan di Sorowako. Inovasi tersebut menjadi bagian dari sistem pengelolaan sampah terpadu yang melibatkan masyarakat, karyawan, serta pemerintah daerah.
Pada tingkat rumah tangga, PT Vale mengembangkan program Emberisasi yang mendorong pemilahan sampah organik langsung dari sumber. Program yang diluncurkan pada Desember 2024 itu diawali dengan melibatkan 100 rumah karyawan di Perumahan Pontada dan mampu mengumpulkan rata-rata 100 kilogram sampah organik setiap hari.
Melalui program tersebut, warga menempatkan ember berisi sisa makanan di depan rumah pada malam hari untuk kemudian dikumpulkan dan diolah oleh tim pengelola. Ke depan, skema serupa direncanakan diperluas kepada masyarakat di sekitar Sorowako.
Sampah yang terkumpul selanjutnya diproses di fasilitas pemilahan atau Segregation Plant yang mampu menangani 12 hingga 15 ton sampah organik dan anorganik per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 500–700 kilogram diolah menjadi kompos, sementara sebagian lainnya dimanfaatkan sebagai pakan maggot BSF yang berperan menguraikan limbah organik secara efektif.
Maggot yang telah mencapai fase dewasa kemudian dimanfaatkan sebagai pakan ikan, sehingga menciptakan rantai ekonomi sirkular yang memberi nilai tambah dari sampah. Sementara itu, sampah anorganik yang masih memiliki nilai ekonomi, seperti plastik, botol kaca, dan besi bekas, disalurkan kepada bank sampah dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Total sampah terpilah yang didonasikan mencapai sekitar empat ton per tahun.
Untuk mendukung keseluruhan sistem tersebut, PT Vale mengalokasikan anggaran pengelolaan sampah lebih dari Rp700 juta setiap tahun.
Menurut Bernardus Irmanto, kehadiran PT Vale dalam forum internasional tersebut menjadi kesempatan untuk menunjukkan implementasi nyata pengelolaan sampah yang telah berlangsung di Sorowako.
“Yang kami tampilkan di Jakarta bukan sekadar konsep, melainkan praktik yang telah berjalan di Sorowako. Mulai dari pemilahan sampah di rumah karyawan, pengolahan menjadi kompos, hingga pemanfaatan gas hasil pengolahan sampah untuk kebutuhan usaha masyarakat. Kami percaya perusahaan tambang dapat menjadi bagian dari solusi lingkungan, dan inilah salah satu buktinya,” ujar Bernardus.
Partisipasi PT Vale dalam Invirotech 2026 sejalan dengan agenda Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) serta visi Indonesia Emas 2045 yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Sebagai salah satu perusahaan tambang nikel terkemuka di Indonesia, PT Vale menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan praktik operasional berkelanjutan, termasuk mencapai target nol sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA) pada tahun 2050.
(TRI)
Berita Terkait
Ekbis
PT Vale Perluas Pasar UMKM Binaan di Ajang PKK & Dekranas
PT Vale Indonesia Tbk kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus melestarikan budaya lokal melalui partisipasi pada HKG PKK Nasional ke-54 dan HUT Dekranas ke-46 di Makassar.
Sabtu, 11 Jul 2026 19:50
News
PT Vale Tampilkan Anyaman Teduhu Khas Luwu Timur di Ajang Dekranas
Anyaman teduhu khas Luwu Timur tampil di ajang Dekranas sebagai wujud upaya PT Vale Indonesia mendorong pelestarian budaya sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat
Kamis, 09 Jul 2026 22:32
News
Gaungkan Aksi Iklim, PT Vale Hijaukan Lingkungan SMKN 9 Kolaka
PT Vale Indonesia Tbk melalui IGP Pomalaa memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia 2026 dengan menggelar aksi penanaman puluhan pohon di lingkungan SMKN 9 Kolaka, Kecamatan Pomalaa.
Kamis, 25 Jun 2026 15:16
News
PT Vale Siapkan SDM Lokal Terampil Lewat Pelatihan & Sertifikasi Operator Alat Berat
PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal melalui Program Pelatihan Vokasi dan Sertifikasi Operator Alat Berat.
Rabu, 24 Jun 2026 16:18
Makassar City
Pemkot Makassar Perkuat Ekonomi Sirkular Lewat Pengelolaan Sampah dan Urban Farming
Pemkot Makassar akan mengintegrasikan pengelolaan sampah melalui TPS3R dengan program urban farming untuk memperkuat ekonomi sirkular dan ketahanan pangan masyarakat.
Rabu, 10 Jun 2026 18:57
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
KM Nurul Salsa Mati Mesin hingga Tenggelam di Perairan Selayar, 24 Korban Masih Dicari
2
Massa Geruduk DPRD Sulsel, Desak Bentuk Pansus Hak Angket Usut GMTD
3
Prof Amir Ilyas Dorong Dosen Unhas Ubah Hasil Riset Menjadi Peluang Usaha Bernilai Ekonomi
4
Pemprov Sulsel Tertibkan Aset di Kawasan Stadion Mattoanging
5
PPBM Kalla Institute Hadirkan Indonesia Best CEO 2025 Berbagi Strategi Kepemimpinan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
KM Nurul Salsa Mati Mesin hingga Tenggelam di Perairan Selayar, 24 Korban Masih Dicari
2
Massa Geruduk DPRD Sulsel, Desak Bentuk Pansus Hak Angket Usut GMTD
3
Prof Amir Ilyas Dorong Dosen Unhas Ubah Hasil Riset Menjadi Peluang Usaha Bernilai Ekonomi
4
Pemprov Sulsel Tertibkan Aset di Kawasan Stadion Mattoanging
5
PPBM Kalla Institute Hadirkan Indonesia Best CEO 2025 Berbagi Strategi Kepemimpinan