Pelestarian Mangrove di Sulsel Butuh Kolaborasi Semua Pihak
Minggu, 26 Jul 2026 22:23
Peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026 yang dirangkaikan dengan Gerakan Penanaman Mangrove Serentak di Dusun Biringkassi, Desa Bulu Cindea, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan.
PANGKEP - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kolaborasi dalam menjaga dan memulihkan ekosistem mangrove sebagai bagian dari upaya menghadapi perubahan iklim dan melindungi wilayah pesisir.
Ajakan tersebut disampaikan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, M Ishak Iskandar, mewakili Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, saat menghadiri peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026 yang dirangkaikan dengan Gerakan Penanaman Mangrove Serentak di Dusun Biringkassi, Desa Bulu Cindea, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Minggu (26/7/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema "Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang".
Menurut Ishak, mangrove memiliki fungsi strategis dalam menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus menopang kehidupan masyarakat pesisir. Selain melindungi kawasan pantai dari abrasi dan gelombang, mangrove juga menjadi habitat berbagai biota, seperti ikan, kepiting, udang, dan burung.
"Bakau juga memiliki fungsi besar dalam menyimpan karbon, menghasilkan oksigen, dan membantu menghadapi perubahan iklim," kata Ishak.
Ia mengungkapkan, berdasarkan data yang disampaikan dalam sambutannya, luas tutupan mangrove eksisting di 19 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan saat ini mencapai sekitar 10.907,35 hektare. Luasan tersebut masih jauh di bawah potensi habitat mangrove yang menjadi target penanaman dalam rangka pemulihan ekosistem mangrove, yakni sekitar 124.146,84 hektare.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan masih besarnya tantangan dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir. "Keberadaan bakau masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari alih fungsi lahan, pencemaran, hingga penebangan yang tidak terkendali," ujarnya.
Karena itu, Ishak menegaskan bahwa upaya pelestarian mangrove tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. "Mari kita jadikan momentum ini untuk meningkatkan kepedulian dan aksi nyata. Menanam satu pohon mangrove adalah investasi bagi masa depan, demi pesisir yang lebih aman, lingkungan yang lebih sehat, dan kehidupan yang lebih berkelanjutan bagi generasi mendatang," katanya.
Secara nasional, ekosistem mangrove memiliki peran penting sebagai benteng pertahanan ekologis yang melindungi sekitar 17.000 kilometer garis pantai serta menopang kehidupan sekitar 50 juta masyarakat pesisir.
Berdasarkan Peta Mangrove Nasional 2025, Indonesia memiliki kawasan mangrove seluas 3,45 juta hektare, atau sekitar 20–25 persen dari total mangrove dunia.
Pada kesempatan tersebut, Pemprov Sulsel bersama para pemangku kepentingan menanam 7.000 bibit mangrove sebagai bagian dari Gerakan Penanaman Mangrove Serentak yang dilaksanakan secara nasional.
Ajakan tersebut disampaikan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, M Ishak Iskandar, mewakili Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, saat menghadiri peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026 yang dirangkaikan dengan Gerakan Penanaman Mangrove Serentak di Dusun Biringkassi, Desa Bulu Cindea, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Minggu (26/7/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema "Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang".
Menurut Ishak, mangrove memiliki fungsi strategis dalam menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus menopang kehidupan masyarakat pesisir. Selain melindungi kawasan pantai dari abrasi dan gelombang, mangrove juga menjadi habitat berbagai biota, seperti ikan, kepiting, udang, dan burung.
"Bakau juga memiliki fungsi besar dalam menyimpan karbon, menghasilkan oksigen, dan membantu menghadapi perubahan iklim," kata Ishak.
Ia mengungkapkan, berdasarkan data yang disampaikan dalam sambutannya, luas tutupan mangrove eksisting di 19 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan saat ini mencapai sekitar 10.907,35 hektare. Luasan tersebut masih jauh di bawah potensi habitat mangrove yang menjadi target penanaman dalam rangka pemulihan ekosistem mangrove, yakni sekitar 124.146,84 hektare.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan masih besarnya tantangan dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir. "Keberadaan bakau masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari alih fungsi lahan, pencemaran, hingga penebangan yang tidak terkendali," ujarnya.
Karena itu, Ishak menegaskan bahwa upaya pelestarian mangrove tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. "Mari kita jadikan momentum ini untuk meningkatkan kepedulian dan aksi nyata. Menanam satu pohon mangrove adalah investasi bagi masa depan, demi pesisir yang lebih aman, lingkungan yang lebih sehat, dan kehidupan yang lebih berkelanjutan bagi generasi mendatang," katanya.
Secara nasional, ekosistem mangrove memiliki peran penting sebagai benteng pertahanan ekologis yang melindungi sekitar 17.000 kilometer garis pantai serta menopang kehidupan sekitar 50 juta masyarakat pesisir.
Berdasarkan Peta Mangrove Nasional 2025, Indonesia memiliki kawasan mangrove seluas 3,45 juta hektare, atau sekitar 20–25 persen dari total mangrove dunia.
Pada kesempatan tersebut, Pemprov Sulsel bersama para pemangku kepentingan menanam 7.000 bibit mangrove sebagai bagian dari Gerakan Penanaman Mangrove Serentak yang dilaksanakan secara nasional.
(GUS)
Berita Terkait
News
PT Semen Tonasa Dukung Hari Mangrove Sedunia 2026, Tanam 7.000 Bibit di Pangkep
PT Semen Tonasa menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan berpartisipasi dalam kegiatan Penanaman Mangrove Serentak se-Indonesia dalam rangka Hari Mangrove Sedunia 2026.
Minggu, 26 Jul 2026 19:43
News
Gubernur Sulsel Ground Breaking Ruas Rantepao hingga Baruppu, Minta Dukungan Masyarakat
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman melakukan Ground Breaking pembangunan ruas Rantepao-Pangala-Baruppu-Batas Provinsi Sulawesi Barat, di Kabupaten Toraja Utara, Sabtu (25/7/2026).
Minggu, 26 Jul 2026 12:23
Sulsel
Gubernur Sulsel Serahkan Bantuan Keuangan Rp10 Miliar di Hari Jadi Toraja Utara ke-18
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyerahkan bantuan keuangan senilai Rp10 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Toraja Utara.
Sabtu, 25 Jul 2026 19:48
News
Kalla Translog Komitmen Dukung Keberlanjutan Lingkungan Lewat Aksi Mangrove Lestari
Dalam kegiatan tersebut, Kalla Translog menanam sebanyak 31.000 bibit mangrove di area konservasi seluas 3,1 hektare di Kabupaten Pangkep.
Sabtu, 25 Jul 2026 19:26
Sulsel
Gubernur Sulsel Serahkan Ganti Rugi Rp17,5 Miliar Pembebasan Lahan Runway Bandara Bua
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyerahkan ganti rugi pengadaan tanah untuk pembangunan runway Bandar Udara Bua, Kabupaten Luwu, kepada 50 pemilik lahan dengan total nilai Rp17,5 miliar.
Jum'at, 24 Jul 2026 07:36
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Andi Muzakkir Aqil Ditunjuk sebagai Plt Ketua DPC Partai Demokrat Kota Makassar
2
DPRD Luwu Timur Soroti PT PUL, Diduga Gunakan Jalan Nasional Tanpa Izin
3
Reses di Gowa, Andi Tenri Indah Serap Keluhan Warga Soal Zonasi dan Akses Sekolah Negeri
4
Kalla Property Umumkan Pemenang Program Shop & Greet, Hadiah Utama Mobil BYD
5
DP2 Makassar Perkuat Program Urban Farming di 15 Lokasi Terintegrasi
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Andi Muzakkir Aqil Ditunjuk sebagai Plt Ketua DPC Partai Demokrat Kota Makassar
2
DPRD Luwu Timur Soroti PT PUL, Diduga Gunakan Jalan Nasional Tanpa Izin
3
Reses di Gowa, Andi Tenri Indah Serap Keluhan Warga Soal Zonasi dan Akses Sekolah Negeri
4
Kalla Property Umumkan Pemenang Program Shop & Greet, Hadiah Utama Mobil BYD
5
DP2 Makassar Perkuat Program Urban Farming di 15 Lokasi Terintegrasi