Pemkot dan Pertamina Ambil Langkah Taktis Urai Antrean Panjang BBM di Makassar
Jum'at, 11 Sep 2026 16:27
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meninjau langsung antrean di SPBU 7490115, Jalan DR. Ratulangi Nomor 71, Kecamatan Mariso, Jumat (11/8/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
MAKASSAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar bersama PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi bergerak cepat mengatasi antrean panjang bahan bakar minyak (BBM).
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat mendatangi Kantor PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Jalan Garuda, Kecamatan Mariso.
Ia menegaskan bahwa penanganan masalah tersebut memerlukan pendekatan khusus dan tidak bisa berjalan dengan cara-cara normal.
"Paling penting adalah bagaimana memastikan bahwa antrean ini tidak semakin panjang. Antrean ini kita harapkan bisa kita normalisasi dengan baik dengan berbagai macam cara-cara yang taktis yang harus kita lakukan secepatnya. Tetapi kan semua pihak sudah berdiskusi, berkomunikasi untuk memastikan bekerja di dalam koridor masing-masing untuk mengurai apa yang menjadi persoalan panjang di dalam antrean bahan bakar yang ada di Kota Makassar ini," ujarnya, Jumat (11/9/2026).
Munafri mengusulkan kepada pihak Pertamina agar seluruh SPBU dapat dioptimalkan dengan memastikan seluruh dispenser yang tersedia di setiap lokasi berfungsi dan aktif sepenuhnya.
"Petugasnya, operatornya harus aktif. Kalau tidak bisa, saya minta Pak GM, kalau umpamanya enggak cukup orangnya, kasih tahu sama kita, bisa ditraining kilat untuk kita kasih orang-orang kita, apakah ketua RT/RW yang bisa untuk membantu menjadi operator," usulnya.
Selain itu, ia meminta agar pihak Pertamina juga membahas rencana pengaktifan operasional SPBU selama 24 jam penuh guna mempercepat proses penguraian antrean kendaraan.
"Tadi itu kita mencoba untuk bagaimana aktivasi SPBU ini 24 jam. Kenapa ini bisa dilakukan? Karena informasi dari Pak GM bahwa ini cukup kok, bukan langka. Artinya apa? Manajemennya, manajerial yang harus kita lakukan untuk menyelesaikan persoalan ini," tambah Munafri.
Wali Kota yang akrab disapa Appi itu juga mengusulkan jadwal tetap untuk antrean kendaraan truk di setiap SPBU di Kota Makassar.
"Saya juga meminta pada Pak GM untuk kita mengatur. Tidak ada lagi antrean-antrean truk dan bus yang panjang semau-maunya mau antre, harus ditentukan jam antreannya. Anggaplah dari malam jam 9.00 sampai jam 5.00 pagi, itu bus saja bisa antre. Tidak boleh lagi bersamaan semua SPBU, semua bus dan truk bisa masuk. Nggak boleh, harus ada khusus untuk kendaraan pribadi yang enggak boleh diganggu sama bus. Karena ini kan busnya panjang-panjang. Nah ini harus kita atur benar-benar. Motor, mobil pribadi silakan," tandasnya.
Appi menyampaikan bahwa seluruh pihak harus bersama-sama menjaga dan memaksimalkan pengamanan, khususnya untuk mengantisipasi antrean pada tengah malam, dengan mengharapkan dukungan serta kehadiran dari pihak Kepolisian dan TNI.
"Satgasnya kan sudah dibentuk, kami akan mengoptimalisasi satgas ini untuk ikut bersama-sama untuk memastikan kondisi-kondisi ini bisa berjalan dengan baik.Maka dari itu, tadi saya banyak berdiskusi dengan Pak GM, kami pemerintah kota akan siap mensupport ini untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat terhadap kebutuhan bahan bakar ini bisa cepat terselesaikan," ucapnya kepada wartawan.
Wali Kota pun meminta agar pada akhir pekan ini (Sabtu dan Minggu) segera disusun rencana strategis untuk memastikan pemetaan atau klasterisasi SPBU, termasuk menentukan SPBU yang tidak boleh mencampur antrean serta SPBU yang dikhususkan bagi kendaraan besar seperti bus.
"Lalu Insyaallah kita mencoba untuk membicarakan ini, mudah-mudahan kita bisa mencoba hari Senin barangkali, untuk beberapa SPBU supaya ini bisa kita maksimalkan. Karena kan tidak semua SPBU ini bentuknya sama di Makassar. Ada yang jalanannya kecil, kalau jalanannya kecil terus di situ antrenya bus, macetlah semuanya, buntu semuanya," jelasnya.
Mantan CEO PSM Makassar itu mengungkapkan, antrean tersebut berdampak langsung pada keterlambatan operasional truk dan motor pengangkut sampah.
"Orang-orang yang mau pergi sekolah, mau ke mana, terlambat semuanya. Ini harus sistem pengaturannya harus kita maksimalkan. Makanya ini menjadi tanggung jawab kita dan Pertamina untuk memastikan tidak ada pola-pola pelayanan kepada masyarakat ini harus maksimal ke sana. Jadi harus diatur," tutupnya.
Sementara, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemkot Makassar yang turut bekerja sama dan berkoordinasi dengan pihak Pertamina,
"Kami juga selama ini sudah berkoordinasi. Kita menyiapkan stok, kita salurkan terus berkepanjangan, tidak putus melalui juga SPBU yang kita buka 24 jam. Lalu, kita ikut menyeimbangkan antara fasilitas yang ada di SPBU, dispenser, tangki pendam (ground tank), maupun juga petugas. Terima kasih Pak Wali juga sudah menawarkan apabila ada kekurangan ini akan disupport dari pemerintah kota," katanya saat memberikan keterangan secara langsung.
Deny juga menyatakan pihaknya akan melakukan klasterisasi antrean bahan bakar antara solar dan pertalite, serta memisahkan kendaraan roda dua dengan kendaraan besar,
"Terkait dengan antrean kita bagi tadi antara antrean di Solar dan juga di Pertalite. Kendaraan roda dua maupun juga kendaraan besar, ini tadi akan kita coba klaster, tadi juga disampaikan Pak Wali akan kita klaster. Nanti akan kita koordinasikan juga dengan teman-teman dari Organda mengenai kondisi ini. Nanti kami juga mengharapkan kerja samanya untuk kelancaran di lapangan," imbuhnya.
Ia berharap agar seluruh masyarakat turut memberikan dukungan dalam menghadapi situasi tersebut, seraya menginformasikan bahwa tim Satgas Gabungan telah dibentuk untuk menciptakan kondisi yang kondusif.
"Ini akan kami siap support dan jalankan monitoring serta pengaturan khususnya agar masyarakat tetap nyaman. Tadi disampaikan Pak Wali ada kondisi-kondisi khusus SPBU yang terjadi antrean panjang, tentu kami tidak mengharapkan masyarakat terdampak. Jadi nanti akan kita coba atur antara antrean juga dengan pengguna jalan," harap Deny.
Berdasarkan pantauan di lapangan, setelah dari Kantor PT. Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Jalan Garuda, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, langsung mengunjungi SPBU 7490115, Jalan DR. Ratulangi Nomor 71, Kecamatan Mariso.
Munafri melihat langsung kondisi antrean panjang kendaraan roda dua dan empat. Ia juga terlihat berkomunikasi dan menyerap aspirasi masyarakat terkait keluhan antrean.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat mendatangi Kantor PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Jalan Garuda, Kecamatan Mariso.
Ia menegaskan bahwa penanganan masalah tersebut memerlukan pendekatan khusus dan tidak bisa berjalan dengan cara-cara normal.
"Paling penting adalah bagaimana memastikan bahwa antrean ini tidak semakin panjang. Antrean ini kita harapkan bisa kita normalisasi dengan baik dengan berbagai macam cara-cara yang taktis yang harus kita lakukan secepatnya. Tetapi kan semua pihak sudah berdiskusi, berkomunikasi untuk memastikan bekerja di dalam koridor masing-masing untuk mengurai apa yang menjadi persoalan panjang di dalam antrean bahan bakar yang ada di Kota Makassar ini," ujarnya, Jumat (11/9/2026).
Munafri mengusulkan kepada pihak Pertamina agar seluruh SPBU dapat dioptimalkan dengan memastikan seluruh dispenser yang tersedia di setiap lokasi berfungsi dan aktif sepenuhnya.
"Petugasnya, operatornya harus aktif. Kalau tidak bisa, saya minta Pak GM, kalau umpamanya enggak cukup orangnya, kasih tahu sama kita, bisa ditraining kilat untuk kita kasih orang-orang kita, apakah ketua RT/RW yang bisa untuk membantu menjadi operator," usulnya.
Selain itu, ia meminta agar pihak Pertamina juga membahas rencana pengaktifan operasional SPBU selama 24 jam penuh guna mempercepat proses penguraian antrean kendaraan.
"Tadi itu kita mencoba untuk bagaimana aktivasi SPBU ini 24 jam. Kenapa ini bisa dilakukan? Karena informasi dari Pak GM bahwa ini cukup kok, bukan langka. Artinya apa? Manajemennya, manajerial yang harus kita lakukan untuk menyelesaikan persoalan ini," tambah Munafri.
Wali Kota yang akrab disapa Appi itu juga mengusulkan jadwal tetap untuk antrean kendaraan truk di setiap SPBU di Kota Makassar.
"Saya juga meminta pada Pak GM untuk kita mengatur. Tidak ada lagi antrean-antrean truk dan bus yang panjang semau-maunya mau antre, harus ditentukan jam antreannya. Anggaplah dari malam jam 9.00 sampai jam 5.00 pagi, itu bus saja bisa antre. Tidak boleh lagi bersamaan semua SPBU, semua bus dan truk bisa masuk. Nggak boleh, harus ada khusus untuk kendaraan pribadi yang enggak boleh diganggu sama bus. Karena ini kan busnya panjang-panjang. Nah ini harus kita atur benar-benar. Motor, mobil pribadi silakan," tandasnya.
Appi menyampaikan bahwa seluruh pihak harus bersama-sama menjaga dan memaksimalkan pengamanan, khususnya untuk mengantisipasi antrean pada tengah malam, dengan mengharapkan dukungan serta kehadiran dari pihak Kepolisian dan TNI.
"Satgasnya kan sudah dibentuk, kami akan mengoptimalisasi satgas ini untuk ikut bersama-sama untuk memastikan kondisi-kondisi ini bisa berjalan dengan baik.Maka dari itu, tadi saya banyak berdiskusi dengan Pak GM, kami pemerintah kota akan siap mensupport ini untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat terhadap kebutuhan bahan bakar ini bisa cepat terselesaikan," ucapnya kepada wartawan.
Wali Kota pun meminta agar pada akhir pekan ini (Sabtu dan Minggu) segera disusun rencana strategis untuk memastikan pemetaan atau klasterisasi SPBU, termasuk menentukan SPBU yang tidak boleh mencampur antrean serta SPBU yang dikhususkan bagi kendaraan besar seperti bus.
"Lalu Insyaallah kita mencoba untuk membicarakan ini, mudah-mudahan kita bisa mencoba hari Senin barangkali, untuk beberapa SPBU supaya ini bisa kita maksimalkan. Karena kan tidak semua SPBU ini bentuknya sama di Makassar. Ada yang jalanannya kecil, kalau jalanannya kecil terus di situ antrenya bus, macetlah semuanya, buntu semuanya," jelasnya.
Mantan CEO PSM Makassar itu mengungkapkan, antrean tersebut berdampak langsung pada keterlambatan operasional truk dan motor pengangkut sampah.
"Orang-orang yang mau pergi sekolah, mau ke mana, terlambat semuanya. Ini harus sistem pengaturannya harus kita maksimalkan. Makanya ini menjadi tanggung jawab kita dan Pertamina untuk memastikan tidak ada pola-pola pelayanan kepada masyarakat ini harus maksimal ke sana. Jadi harus diatur," tutupnya.
Sementara, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemkot Makassar yang turut bekerja sama dan berkoordinasi dengan pihak Pertamina,
"Kami juga selama ini sudah berkoordinasi. Kita menyiapkan stok, kita salurkan terus berkepanjangan, tidak putus melalui juga SPBU yang kita buka 24 jam. Lalu, kita ikut menyeimbangkan antara fasilitas yang ada di SPBU, dispenser, tangki pendam (ground tank), maupun juga petugas. Terima kasih Pak Wali juga sudah menawarkan apabila ada kekurangan ini akan disupport dari pemerintah kota," katanya saat memberikan keterangan secara langsung.
Deny juga menyatakan pihaknya akan melakukan klasterisasi antrean bahan bakar antara solar dan pertalite, serta memisahkan kendaraan roda dua dengan kendaraan besar,
"Terkait dengan antrean kita bagi tadi antara antrean di Solar dan juga di Pertalite. Kendaraan roda dua maupun juga kendaraan besar, ini tadi akan kita coba klaster, tadi juga disampaikan Pak Wali akan kita klaster. Nanti akan kita koordinasikan juga dengan teman-teman dari Organda mengenai kondisi ini. Nanti kami juga mengharapkan kerja samanya untuk kelancaran di lapangan," imbuhnya.
Ia berharap agar seluruh masyarakat turut memberikan dukungan dalam menghadapi situasi tersebut, seraya menginformasikan bahwa tim Satgas Gabungan telah dibentuk untuk menciptakan kondisi yang kondusif.
"Ini akan kami siap support dan jalankan monitoring serta pengaturan khususnya agar masyarakat tetap nyaman. Tadi disampaikan Pak Wali ada kondisi-kondisi khusus SPBU yang terjadi antrean panjang, tentu kami tidak mengharapkan masyarakat terdampak. Jadi nanti akan kita coba atur antara antrean juga dengan pengguna jalan," harap Deny.
Berdasarkan pantauan di lapangan, setelah dari Kantor PT. Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Jalan Garuda, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, langsung mengunjungi SPBU 7490115, Jalan DR. Ratulangi Nomor 71, Kecamatan Mariso.
Munafri melihat langsung kondisi antrean panjang kendaraan roda dua dan empat. Ia juga terlihat berkomunikasi dan menyerap aspirasi masyarakat terkait keluhan antrean.
(GUS)
Berita Terkait
News
Operator SPBU Disorot, Pertamina Tambah 50 Tenaga untuk 25 SPBU 24 Jam di Makassar
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menyoroti kesiapan operator di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Makassar, di tengah antrean panjang kendaraan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Jum'at, 11 Sep 2026 08:49
News
Wali Kota Munafri Raih Penghargaan atas Komitmen Pemerataan Pendidikan
Pemerintah Kota Makassar memperkuat pemerataan pendidikan hingga wilayah kepulauan melalui pembenahan infrastruktur sekolah dan pemberian tunjangan bagi guru serta tenaga kependidikan berdasarkan jarak penugasan.
Kamis, 10 Sep 2026 20:44
News
Pertamina Gandeng Lintas Sektor Perkuat Penguraian Antrean BBM di Sejumlah SPBU Makassar
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menggandeng lintas sektor untuk memperkuat penanganan antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Makassar.
Kamis, 10 Sep 2026 19:53
News
Antrean BBM Meningkat, Pertamina Operasikan 25 SPBU 24 Jam di Makassar
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menambah 14 SPBU yang beroperasi selama 24 jam di Kota Makassar. Total kini terdapat 25 SPBU beroperasi 24 jam.
Kamis, 10 Sep 2026 16:32
News
Pertamina - Pemprov Sulsel Siapkan Langkah Mitigasi Antrean BBM dan LPG
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk mengurai kepadatan antrean bahan bakar minyak dan gas melon di masyarakat.
Kamis, 10 Sep 2026 11:51
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
PKKMB UPRI 2026, Mahasiswa Baru Dibekali Pengetahuan Akademik, AI dan Integritas
2
Hayat Gani Temui Waketum Perindo, Siap Gelar Workshop Bedah Dapil dan Verifikasi di Makassar
3
Sinergi PLN dan Pemkab Jeneponto Perkuat Legalitas 69 Tapak Tower SUTT
4
GAM Gelar Aksi Prakondisi, Soroti Kelangkaan BBM dan LPG 3 Kg di Sulsel
5
Pemkot dan Pertamina Ambil Langkah Taktis Urai Antrean Panjang BBM di Makassar
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
PKKMB UPRI 2026, Mahasiswa Baru Dibekali Pengetahuan Akademik, AI dan Integritas
2
Hayat Gani Temui Waketum Perindo, Siap Gelar Workshop Bedah Dapil dan Verifikasi di Makassar
3
Sinergi PLN dan Pemkab Jeneponto Perkuat Legalitas 69 Tapak Tower SUTT
4
GAM Gelar Aksi Prakondisi, Soroti Kelangkaan BBM dan LPG 3 Kg di Sulsel
5
Pemkot dan Pertamina Ambil Langkah Taktis Urai Antrean Panjang BBM di Makassar