Menteri Investasi Apresiasi Praktik ESG PT Vale di Morowali
Kamis, 23 Jul 2026 14:29
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga CEO Danantara Indonesia, Rosan P. Roeslani, saat mengunjungi IGP Morowali milik PT Vale Indonesia. Foto/Istimewa
MOROWALI - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga CEO Danantara Indonesia, Rosan P. Roeslani, menegaskan bahwa percepatan hilirisasi nasional harus dibarengi dengan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan dan sosial. Penegasan itu disampaikan saat mengunjungi Indonesia Growth Project (IGP) Morowali milik PT Vale Indonesia usai menghadiri seremoni kedatangan autoclave, peralatan utama proyek High Pressure Acid Leaching (HPAL) di kawasan pabrik Sambalagi.
Dalam kunjungan tersebut, Rosan didampingi jajaran Danantara, termasuk Managing Director Danantara Asset Management, Febriany Eddy. Kedatangan rombongan disambut CEO PT Vale Indonesia Bernardus Irmanto, Chief Project Officer Muhammad Asril, serta jajaran manajemen perusahaan.
Selain meninjau perkembangan proyek strategis tersebut, Rosan melihat langsung berbagai implementasi prinsip keberlanjutan yang diterapkan PT Vale. Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah fasilitas nursery atau pusat pembibitan tanaman yang menjadi bagian dari program rehabilitasi dan reklamasi lahan pascatambang.
Di lokasi itu, Bernardus memaparkan berbagai upaya pengelolaan lingkungan yang dilakukan perusahaan, mulai dari pengembangan nursery, rehabilitasi dan reklamasi lahan, pengelolaan sediment pond, hingga program konservasi lainnya. Berbagai inisiatif tersebut menjadi bagian dari penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam operasional perusahaan.
Fasilitas nursery menjadi salah satu wujud nyata komitmen tersebut. Tidak hanya berfungsi sebagai pusat pembibitan, fasilitas ini juga mendukung strategi jangka panjang PT Vale dalam menjaga keseimbangan antara aktivitas pertambangan, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.
Rosan mengapresiasi pendekatan yang diterapkan PT Vale. Menurutnya, perusahaan telah menunjukkan perhatian terhadap aspek keberlanjutan melalui penerapan praktik pertambangan berstandar internasional.
"Saya sangat senang dan berbahagia dapat melihat langsung lokasi PT Vale di Morowali. Hal yang paling saya perhatikan adalah bagaimana aspek sustainability yang menjaga keseimbangan antara lingkungan dan sosial sangat diperhatikan di sini. Kita melihat adanya fasilitas pembibitan, serta penerapan best mining practices dengan standar internasional. Harapannya, hal tersebut dapat terus dijaga," ujar Rosan.
Ia menilai, kualitas investasi tidak lagi hanya diukur dari besarnya nilai ekonomi yang dihasilkan, tetapi juga dari dampak positif yang diberikan terhadap lingkungan dan masyarakat. Karena itu, aspek keberlanjutan harus menjadi fondasi dalam mendorong hilirisasi nasional.
"Yang tidak kalah penting adalah bagaimana kita menjaga keselarasan dari segi bisnis itu sendiri, baik dari aspek ESG maupun dari sisi masyarakat di sekitarnya. Dengan begitu, investasi yang masuk dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan, bukan hanya bagi perusahaan tetapi juga bagi daerah dan masyarakat," katanya.
Setelah meninjau nursery, rombongan melanjutkan kunjungan ke jetty yang menjadi salah satu infrastruktur utama penunjang operasional proyek. Dari udara, Rosan juga menyaksikan langsung aktivitas penambangan PT Vale.
Pemantauan tersebut memperlihatkan bagaimana kegiatan produksi dijalankan bersamaan dengan penerapan praktik pertambangan yang bertanggung jawab, termasuk pengelolaan area tambang, rehabilitasi lahan, dan perlindungan lingkungan. Pendekatan ini dinilai sejalan dengan upaya pemerintah mendorong hilirisasi yang tidak hanya menciptakan nilai tambah ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat berkelanjutan.
Secara terpisah, Komisaris Utama PT Vale Indonesia, Fauzambi Syahrul Multhazar, menilai proyek IGP Morowali telah dipersiapkan secara matang, baik dari sisi perencanaan maupun pelaksanaan. Menurutnya, proyek tersebut sejalan dengan arah kebijakan hilirisasi yang tengah dijalankan pemerintah.
"Saya menilai proyek ini dipersiapkan dengan baik, direncanakan dengan baik, dan akan dieksekusi dengan baik. Tentunya, proyek ini juga berjalan seiring dengan arah hilirisasi pemerintah. Morowali, menurut saya, menjadi pilot project yang baik," ujarnya.
Bagi PT Vale, hilirisasi tidak hanya dimaknai sebagai pembangunan industri pengolahan mineral, tetapi juga sebagai upaya membangun nilai tambah yang berkelanjutan melalui keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dalam kunjungan tersebut, Rosan didampingi jajaran Danantara, termasuk Managing Director Danantara Asset Management, Febriany Eddy. Kedatangan rombongan disambut CEO PT Vale Indonesia Bernardus Irmanto, Chief Project Officer Muhammad Asril, serta jajaran manajemen perusahaan.
Selain meninjau perkembangan proyek strategis tersebut, Rosan melihat langsung berbagai implementasi prinsip keberlanjutan yang diterapkan PT Vale. Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah fasilitas nursery atau pusat pembibitan tanaman yang menjadi bagian dari program rehabilitasi dan reklamasi lahan pascatambang.
Di lokasi itu, Bernardus memaparkan berbagai upaya pengelolaan lingkungan yang dilakukan perusahaan, mulai dari pengembangan nursery, rehabilitasi dan reklamasi lahan, pengelolaan sediment pond, hingga program konservasi lainnya. Berbagai inisiatif tersebut menjadi bagian dari penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam operasional perusahaan.
Fasilitas nursery menjadi salah satu wujud nyata komitmen tersebut. Tidak hanya berfungsi sebagai pusat pembibitan, fasilitas ini juga mendukung strategi jangka panjang PT Vale dalam menjaga keseimbangan antara aktivitas pertambangan, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.
Rosan mengapresiasi pendekatan yang diterapkan PT Vale. Menurutnya, perusahaan telah menunjukkan perhatian terhadap aspek keberlanjutan melalui penerapan praktik pertambangan berstandar internasional.
"Saya sangat senang dan berbahagia dapat melihat langsung lokasi PT Vale di Morowali. Hal yang paling saya perhatikan adalah bagaimana aspek sustainability yang menjaga keseimbangan antara lingkungan dan sosial sangat diperhatikan di sini. Kita melihat adanya fasilitas pembibitan, serta penerapan best mining practices dengan standar internasional. Harapannya, hal tersebut dapat terus dijaga," ujar Rosan.
Ia menilai, kualitas investasi tidak lagi hanya diukur dari besarnya nilai ekonomi yang dihasilkan, tetapi juga dari dampak positif yang diberikan terhadap lingkungan dan masyarakat. Karena itu, aspek keberlanjutan harus menjadi fondasi dalam mendorong hilirisasi nasional.
"Yang tidak kalah penting adalah bagaimana kita menjaga keselarasan dari segi bisnis itu sendiri, baik dari aspek ESG maupun dari sisi masyarakat di sekitarnya. Dengan begitu, investasi yang masuk dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan, bukan hanya bagi perusahaan tetapi juga bagi daerah dan masyarakat," katanya.
Setelah meninjau nursery, rombongan melanjutkan kunjungan ke jetty yang menjadi salah satu infrastruktur utama penunjang operasional proyek. Dari udara, Rosan juga menyaksikan langsung aktivitas penambangan PT Vale.
Pemantauan tersebut memperlihatkan bagaimana kegiatan produksi dijalankan bersamaan dengan penerapan praktik pertambangan yang bertanggung jawab, termasuk pengelolaan area tambang, rehabilitasi lahan, dan perlindungan lingkungan. Pendekatan ini dinilai sejalan dengan upaya pemerintah mendorong hilirisasi yang tidak hanya menciptakan nilai tambah ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat berkelanjutan.
Secara terpisah, Komisaris Utama PT Vale Indonesia, Fauzambi Syahrul Multhazar, menilai proyek IGP Morowali telah dipersiapkan secara matang, baik dari sisi perencanaan maupun pelaksanaan. Menurutnya, proyek tersebut sejalan dengan arah kebijakan hilirisasi yang tengah dijalankan pemerintah.
"Saya menilai proyek ini dipersiapkan dengan baik, direncanakan dengan baik, dan akan dieksekusi dengan baik. Tentunya, proyek ini juga berjalan seiring dengan arah hilirisasi pemerintah. Morowali, menurut saya, menjadi pilot project yang baik," ujarnya.
Bagi PT Vale, hilirisasi tidak hanya dimaknai sebagai pembangunan industri pengolahan mineral, tetapi juga sebagai upaya membangun nilai tambah yang berkelanjutan melalui keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
(TRI)
Berita Terkait
Ekbis
Vale Perluas Akses Pasar UMKM Lokal Lewat Rumah Oleh-Oleh Telaloa
PT Vale Indonesia melakukan peresmian Rumah Oleh-Oleh Telaloa di Desa Magani, Kecamatan Nuha, Luwu Timur untuk mendukung UMKM lokal tumbuh dan berkembang.
Senin, 05 Okt 2026 17:44
News
Bukaan Lahan Tanamalia Melonjak 218 Persen, Satgas Karhutla Perketat Patroli
Luas bukaan lahan di kawasan hutan Loeha Raya-Tanamalia, Kabupaten Luwu Timur (Lutim), melonjak 218 persen selama musim kemarau Juni–September 2026.
Jum'at, 02 Okt 2026 17:16
News
Kontribusi Tangani Gempa NTT, Vale Indonesia Terima Penghargaan Kementerian ESDM
Kontribusi PT Vale Indonesia dalam membantu masyarakat terdampak gempa bumi di NTT mendapat apresiasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Kamis, 01 Okt 2026 15:41
Ekbis
Vale Indonesia Raih Platinum dan Dua Gold Award ICA–ISDA 2026
Tiga program pemberdayaan masyarakat PT Vale Indonesia Tbk mendapat pengakuan dalam ajang Indonesian CSR Awards (ICA) dan Indonesian SDGs Awards (ISDA) 2026.
Rabu, 30 Sep 2026 12:36
Ekbis
PT Vale Bawa 37 Produk UMKM Binaan dari Sulawesi ke Kriyanusa 2026
Sedikitnya 37 jenis produk UMKM binaan PT Vale dari Sorowako, Pomalaa, dan Bahodopi hadir dalam pameran yang berlangsung di JCC, Jakarta, 26–30 September 2026.
Minggu, 27 Sep 2026 17:14
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Pemkot Gelar Nobar Timnas di Balai Kota, Dispora Sulap Lapangan Parkir Jadi Stadion Mini
2
Darmawangsyah Muin Terpilih Ketua HKTI Gowa, Didampingi LBK dan Idris Rate
3
Pengurus PAN Sulsel Bakal Dilantik, Ketum Zulkifli Hasan Dijadwalkan Hadir
4
DPRD Gowa Serahkan Surat Usulan Pemberhentian Husniah ke Mendagri
5
Karantina Sulsel Tanam 285 Pohon, TPA Antang Didorong Jadi Hutan Kota
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Pemkot Gelar Nobar Timnas di Balai Kota, Dispora Sulap Lapangan Parkir Jadi Stadion Mini
2
Darmawangsyah Muin Terpilih Ketua HKTI Gowa, Didampingi LBK dan Idris Rate
3
Pengurus PAN Sulsel Bakal Dilantik, Ketum Zulkifli Hasan Dijadwalkan Hadir
4
DPRD Gowa Serahkan Surat Usulan Pemberhentian Husniah ke Mendagri
5
Karantina Sulsel Tanam 285 Pohon, TPA Antang Didorong Jadi Hutan Kota