PT Vale Cetak Generasi Penggerak Keberlanjutan Lewat Kelas Konservasi
Sabtu, 25 Jul 2026 16:26
PT Vale Indonesia Tbk meluncurkan Kelas Konservasi sebagai upaya menyiapkan generasi muda yang mampu menjadi penggerak keberlanjutan di Luwu Timur. Foto/Dok PT Vale
SOROWAKO - PT Vale Indonesia Tbk meluncurkan Kelas Konservasi sebagai upaya menyiapkan generasi muda yang mampu menjadi penggerak keberlanjutan di Luwu Timur. Program yang diperkenalkan bertepatan dengan peringatan HUT ke-58 perusahaan ini diikuti 50 pelajar SMA/sederajat dari wilayah pemberdayaan PT Vale.
Peluncuran berlangsung di Kawasan Agrowisata Nanas Pondata, Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur. Melalui program ini, peserta akan memperoleh pembelajaran mengenai konservasi lingkungan, kepemimpinan, praktik lapangan, kepenulisan, hingga ekonomi hijau sebagai bekal untuk menginisiasi aksi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Inisiatif tersebut menjadi bagian dari komitmen PT Vale dalam memperkuat pengelolaan keanekaragaman hayati, memberdayakan masyarakat, serta menanamkan budaya keberlanjutan yang dapat diteruskan lintas generasi.
Selama mengikuti program, para peserta akan mempelajari berbagai isu lingkungan, mulai dari konservasi keanekaragaman hayati, perubahan iklim, rehabilitasi ekosistem, pengelolaan sampah berbasis ekosistem, hingga praktik pertambangan yang bertanggung jawab. Mereka juga akan dibekali kemampuan kepemimpinan, komunikasi, kepenulisan, serta penyusunan proyek sosial agar mampu menghadirkan solusi dan menggerakkan kolaborasi di lingkungan masing-masing.
Chief Sustainability & Corporate Affairs PT Vale Indonesia, Budiawansyah, mengatakan tantangan keberlanjutan tidak cukup dijawab melalui inovasi teknologi maupun kepatuhan terhadap regulasi. Menurutnya, masa depan lingkungan juga bergantung pada lahirnya generasi yang memiliki kepedulian dan keberanian untuk mengambil peran.
"Output dari kegiatan ini adalah para siswa dapat menjadi duta lingkungan yang mandiri. Mereka tidak hanya belajar secara normatif di dalam kelas, tetapi juga memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai pentingnya menjaga lingkungan sejak dini. Kami berharap mereka mampu menjadi generasi yang memberi contoh, melahirkan gagasan, dan menginspirasi masyarakat maupun teman-teman sebayanya," ujar Budiawansyah.
Ia menambahkan, Kelas Konservasi diharapkan menjadi investasi sosial jangka panjang yang mampu membangun budaya konservasi di tengah masyarakat.
"Harapan kami sederhana, program ini menjadi sebuah legacy. Kepedulian terhadap konservasi harus dibangun sejak usia muda hingga menjadi bagian dari karakter. Masa remaja merupakan periode yang penuh kreativitas dan semangat, sehingga kami ingin memberi ruang bagi mereka untuk belajar, berkreasi, dan berkontribusi bagi lingkungan mulai sekarang," katanya.
Program akan berlangsung selama empat bulan, mulai Juli hingga Oktober 2026, melalui kombinasi pembelajaran daring dan luring. Rangkaian kegiatan meliputi orientasi, sesi pembelajaran, kunjungan lapangan, penyusunan mini project, pelatihan kepenulisan, hingga seminar akhir sebagai wadah berbagi gagasan dan solusi atas berbagai persoalan lingkungan di daerah masing-masing.
Dalam pelaksanaannya, PT Vale menggandeng akademisi, praktisi, dan para ahli internal perusahaan untuk memberikan materi dari berbagai perspektif. Kolaborasi tersebut diharapkan memperkaya wawasan peserta mengenai pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Desa Tabarano, Rimal Manukallo, mengapresiasi peluncuran program tersebut. Menurutnya, Kelas Konservasi menjadi ruang belajar yang relevan bagi generasi muda untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus terlibat langsung dalam upaya pelestarian lingkungan.
"Program seperti ini sangat penting karena memberikan kesempatan kepada para pelajar untuk belajar langsung tentang lingkungan dan konservasi. Harapannya, mereka dapat menjadi pelopor yang membawa perubahan positif di masyarakat, khususnya di Luwu Timur," ujarnya.
Melalui Kelas Konservasi, PT Vale menegaskan komitmennya bahwa investasi keberlanjutan tidak hanya diwujudkan melalui perlindungan lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab, tetapi juga melalui pengembangan sumber daya manusia yang mampu melanjutkan upaya tersebut.
Sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), program ini diharapkan melahirkan generasi muda yang menjadi duta lingkungan, memperkuat kolaborasi di tingkat komunitas, menginisiasi berbagai aksi konservasi, serta menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan di Luwu Timur.
Peluncuran berlangsung di Kawasan Agrowisata Nanas Pondata, Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur. Melalui program ini, peserta akan memperoleh pembelajaran mengenai konservasi lingkungan, kepemimpinan, praktik lapangan, kepenulisan, hingga ekonomi hijau sebagai bekal untuk menginisiasi aksi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Inisiatif tersebut menjadi bagian dari komitmen PT Vale dalam memperkuat pengelolaan keanekaragaman hayati, memberdayakan masyarakat, serta menanamkan budaya keberlanjutan yang dapat diteruskan lintas generasi.
Selama mengikuti program, para peserta akan mempelajari berbagai isu lingkungan, mulai dari konservasi keanekaragaman hayati, perubahan iklim, rehabilitasi ekosistem, pengelolaan sampah berbasis ekosistem, hingga praktik pertambangan yang bertanggung jawab. Mereka juga akan dibekali kemampuan kepemimpinan, komunikasi, kepenulisan, serta penyusunan proyek sosial agar mampu menghadirkan solusi dan menggerakkan kolaborasi di lingkungan masing-masing.
Chief Sustainability & Corporate Affairs PT Vale Indonesia, Budiawansyah, mengatakan tantangan keberlanjutan tidak cukup dijawab melalui inovasi teknologi maupun kepatuhan terhadap regulasi. Menurutnya, masa depan lingkungan juga bergantung pada lahirnya generasi yang memiliki kepedulian dan keberanian untuk mengambil peran.
"Output dari kegiatan ini adalah para siswa dapat menjadi duta lingkungan yang mandiri. Mereka tidak hanya belajar secara normatif di dalam kelas, tetapi juga memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai pentingnya menjaga lingkungan sejak dini. Kami berharap mereka mampu menjadi generasi yang memberi contoh, melahirkan gagasan, dan menginspirasi masyarakat maupun teman-teman sebayanya," ujar Budiawansyah.
Ia menambahkan, Kelas Konservasi diharapkan menjadi investasi sosial jangka panjang yang mampu membangun budaya konservasi di tengah masyarakat.
"Harapan kami sederhana, program ini menjadi sebuah legacy. Kepedulian terhadap konservasi harus dibangun sejak usia muda hingga menjadi bagian dari karakter. Masa remaja merupakan periode yang penuh kreativitas dan semangat, sehingga kami ingin memberi ruang bagi mereka untuk belajar, berkreasi, dan berkontribusi bagi lingkungan mulai sekarang," katanya.
Program akan berlangsung selama empat bulan, mulai Juli hingga Oktober 2026, melalui kombinasi pembelajaran daring dan luring. Rangkaian kegiatan meliputi orientasi, sesi pembelajaran, kunjungan lapangan, penyusunan mini project, pelatihan kepenulisan, hingga seminar akhir sebagai wadah berbagi gagasan dan solusi atas berbagai persoalan lingkungan di daerah masing-masing.
Dalam pelaksanaannya, PT Vale menggandeng akademisi, praktisi, dan para ahli internal perusahaan untuk memberikan materi dari berbagai perspektif. Kolaborasi tersebut diharapkan memperkaya wawasan peserta mengenai pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Desa Tabarano, Rimal Manukallo, mengapresiasi peluncuran program tersebut. Menurutnya, Kelas Konservasi menjadi ruang belajar yang relevan bagi generasi muda untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus terlibat langsung dalam upaya pelestarian lingkungan.
"Program seperti ini sangat penting karena memberikan kesempatan kepada para pelajar untuk belajar langsung tentang lingkungan dan konservasi. Harapannya, mereka dapat menjadi pelopor yang membawa perubahan positif di masyarakat, khususnya di Luwu Timur," ujarnya.
Melalui Kelas Konservasi, PT Vale menegaskan komitmennya bahwa investasi keberlanjutan tidak hanya diwujudkan melalui perlindungan lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab, tetapi juga melalui pengembangan sumber daya manusia yang mampu melanjutkan upaya tersebut.
Sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), program ini diharapkan melahirkan generasi muda yang menjadi duta lingkungan, memperkuat kolaborasi di tingkat komunitas, menginisiasi berbagai aksi konservasi, serta menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan di Luwu Timur.
(TRI)
Berita Terkait
News
Blokade Akses Hauling PSN Pomalaa, Direktur Keamanan PT TRK Terekam Tantang & Maki Aparat TNI
Dalam peristiwa tersebut, Direktur Keamanan PT Tambang Rejeki Kolaka (TRK), Muslihuddin Haruna alias Horo, terekam terlibat ketegangan dan adu mulut dengan personel TNI yang bertugas mengamankan kawasan.
Minggu, 06 Sep 2026 17:44
News
Menelisik Jejak Ali Kamri Nawir di Balik Polemik Loeha Raya
Sosok yang dikenal dengan inisial AKN itu disebut memiliki rekam jejak aktivitas organisasi di sejumlah wilayah Sulawesi sebelum kemudian aktif di kawasan Towuti dan Loeha Raya.
Jum'at, 04 Sep 2026 18:14
News
PT Vale Perkuat Mitigasi Karhutla di Seluruh Wilayah Konsesi
Sebagai bagian dari Mining Industry Indonesia (MIND ID), PT Vale juga memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan di tingkat lokal.
Kamis, 03 Sep 2026 18:22
News
MediaMIND 2026: PT Vale Bagikan Kisah Pemberdayaan Masyarakat dari Tiga Provinsi
Praktik tersebut diwujudkan melalui program pemberdayaan di tiga provinsi dan menjadi salah satu kisah yang dibagikan PT Vale dalam sosialisasi MediaMIND 2026 di Unhas Makassar.
Senin, 31 Agu 2026 22:49
News
Gakkum Kembangkan Kasus Perambahan Hutan Loeha Raya, APL Jadi Sorotan
Penyidik Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kehutanan Sulawesi mulai mengembangkan kasus perambahan kawasan hutan di Blok Tanamanalia dan Loeha Raya, Kabupaten Luwu Timur.
Senin, 31 Agu 2026 21:48
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Soal Nasib Guru PPPK, BKPSDM Luwu Timur Minta ASN Tak Terpancing Provokasi di Medsos
2
Legislator DPRD Makassar Duga Ada Penimbunan di Balik Kelangkaan Solar
3
Polisi Tetapkan 3 Pelaku Penyiraman Air Cabai di Jeneponto sebagai DPO
4
Warga Desa Wawondula Nyatakan Dukungan Penuh untuk Program Bupati Ibas-Puspa
5
Pertamina Percepat Penyaluran LPG 3 Kg, Pasokan Sulsel Ditambah hingga 130 Persen
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Soal Nasib Guru PPPK, BKPSDM Luwu Timur Minta ASN Tak Terpancing Provokasi di Medsos
2
Legislator DPRD Makassar Duga Ada Penimbunan di Balik Kelangkaan Solar
3
Polisi Tetapkan 3 Pelaku Penyiraman Air Cabai di Jeneponto sebagai DPO
4
Warga Desa Wawondula Nyatakan Dukungan Penuh untuk Program Bupati Ibas-Puspa
5
Pertamina Percepat Penyaluran LPG 3 Kg, Pasokan Sulsel Ditambah hingga 130 Persen