PT Vale Perkuat Kapasitas Jurnalis, Dorong Ekosistem Informasi Publik yang Kredibel

Senin, 27 Jul 2026 11:14
PT Vale Perkuat Kapasitas Jurnalis, Dorong Ekosistem Informasi Publik yang Kredibel
PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) kembali menggelar program Upskilling & Site Visit Media di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, pada 26–28 Juli 2026. Foto/Istimewa
Comment
Share
SOROWAKO - Arus informasi digital yang semakin deras serta meningkatnya kompleksitas isu pembangunan berkelanjutan menuntut tersedianya informasi publik yang akurat, kredibel, dan dapat dipertanggungjawabkan. Menjawab kebutuhan tersebut, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) kembali menggelar program Upskilling & Site Visit Media di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, pada 26–28 Juli 2026.

Program yang memasuki penyelenggaraan tahun ketiga ini merupakan bagian dari upaya perusahaan memperkuat kapasitas insan pers sekaligus membangun ekosistem informasi publik yang berkualitas. PT Vale bekerja sama dengan Tempo Institute dengan melibatkan 40 jurnalis dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.

Selama kegiatan, peserta memperoleh pelatihan mengenai teknik peliputan investigatif, verifikasi data, serta penyajian berita yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab. Para jurnalis juga diajak mengunjungi area operasional PT Vale di Sorowako untuk melihat secara langsung praktik pertambangan berkelanjutan dan implementasi berbagai program Environmental, Social, and Governance (ESG), sehingga memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai komitmen keberlanjutan perusahaan.

Kegiatan ini sejalan dengan tema Hari Ulang Tahun ke-58 PT Vale, "Tangguh dan Bertanggung Jawab: Tumbuh dengan Integritas, Memimpin dengan Tanggung Jawab." Tema tersebut mencerminkan komitmen perusahaan dalam menjalankan bisnis yang berintegritas, tidak hanya melalui tata kelola dan operasional yang bertanggung jawab, tetapi juga melalui keterbukaan informasi dan kemitraan yang kuat dengan media.

Head of External Relations Sorowako & Outer Area PT Vale Indonesia, Yusri Yunus, mengatakan media memiliki posisi strategis dalam membangun kepercayaan publik melalui penyampaian informasi yang independen dan berbasis fakta.

"Tema HUT ke-58 PT Vale menjadi pengingat bahwa integritas harus tercermin dalam setiap aspek bisnis kami, termasuk dalam membangun komunikasi dengan publik. Kepemimpinan yang bertanggung jawab harus didukung keterbukaan informasi, sementara integritas diwujudkan melalui penyampaian informasi yang akurat, berimbang, dan berbasis fakta. Karena itu, media merupakan mitra strategis dalam membangun kepercayaan publik," ujar Yusri.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kompetensi jurnalistik peserta, tetapi juga memberikan kesempatan bagi media untuk melihat langsung implementasi komitmen keberlanjutan perusahaan di lapangan. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkaya perspektif wartawan dalam menyajikan informasi yang objektif dan berimbang kepada masyarakat.

Apresiasi terhadap inisiatif tersebut juga disampaikan Redaktur Pelaksana Tempo, Raymundus Rikang. Ia menilai pelatihan seperti ini penting untuk memperkuat kemampuan wartawan, terutama dalam peliputan investigatif.

"Pelatihan ini sangat penting bagi wartawan untuk meningkatkan kemampuan, khususnya dalam liputan investigasi. Langkah PT Vale patut diapresiasi karena tidak banyak perusahaan yang terbuka mendukung peningkatan kompetensi investigasi bagi wartawan," kata Raymundus.

Proyek Sorlim Perkuat Hilirisasi Nikel Nasional
Dalam kesempatan yang sama, Senior Manager Construction Indonesia Growth Project (IGP) Sorowako Limonite (Sorlim) PT Vale Indonesia, Ridwan Banda, memaparkan perkembangan proyek strategis Sorlim.

Ia menjelaskan, proyek tersebut mengintegrasikan pengembangan tambang limonit di Blok Sorowako dengan pembangunan fasilitas High Pressure Acid Leach (HPAL) bersama mitra. Melalui proyek ini, bijih nikel kadar rendah (limonit) dengan rata-rata kandungan 1,14 persen nikel akan diolah menjadi produk bernilai tambah untuk mendukung kebutuhan industri kendaraan listrik dan transisi energi.

Ridwan menjelaskan, fasilitas HPAL dibangun di kawasan industri Kabupaten Luwu Timur dan didukung Feed Preparation Plant (FPP) beserta berbagai fasilitas penunjang lainnya. Hingga saat ini, pembangunan proyek terus menunjukkan perkembangan positif. Konstruksi tambang telah mencapai 50,5 persen dan ditargetkan selesai pada kuartal II 2027, sedangkan pembangunan fasilitas HPAL telah mencapai 19,3 persen dengan target penyelesaian pada kuartal IV 2027.

Kemajuan tersebut, menurutnya, menjadi wujud komitmen PT Vale dalam menghadirkan pertumbuhan yang selaras dengan prinsip keselamatan kerja, tata kelola yang baik, dan keberlanjutan. Melalui IGP Sorlim, perusahaan juga berupaya meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral Indonesia sekaligus memperkuat kontribusi terhadap program hilirisasi nasional dan pengembangan industri nikel berdaya saing global.

Pembangunan Proyek Beriringan dengan Penguatan Masyarakat
Selain memaparkan perkembangan proyek, PT Vale juga menjelaskan berbagai program yang dijalankan untuk memastikan pembangunan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan.

Perusahaan terus memperkuat resiliensi sosial-ekologi melalui berbagai program pemberdayaan, mulai dari pendampingan pertanian dan peternakan organik hingga pelestarian kawasan pesisir melalui penanaman mangrove, transplantasi terumbu karang, serta pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui investasi pada pengembangan sumber daya manusia. Hingga kini, lebih dari 500 warga telah mengikuti pelatihan keterampilan bersertifikat, sementara lebih dari 1.000 penerima manfaat memperoleh dukungan beasiswa di berbagai jenjang pendidikan. Bersama para pemangku kepentingan, PT Vale juga terus mendukung upaya percepatan penurunan angka stunting.

Di bidang ekonomi, perusahaan menjalankan berbagai program pendampingan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan kapasitas usaha, memperluas akses pasar, serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, PT Vale menegaskan bahwa keberhasilan proyek strategis tidak hanya diukur dari capaian konstruksi dan operasional, tetapi juga dari manfaat yang dihasilkan bagi masyarakat dan lingkungan. Komitmen itu menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk terus bertumbuh dengan integritas, seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan penguatan pembangunan berkelanjutan di Luwu Timur.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru