Pertamina Pastikan Stok BBM di Sulsel Aman, Masyarakat Diminta Tak Panic Buying

Rabu, 09 Sep 2026 19:28
Pertamina Pastikan Stok BBM di Sulsel Aman, Masyarakat Diminta Tak Panic Buying
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menebar pasokan tambahan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG 3 kilogram untuk wilayah Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar. Foto/Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menebar pasokan tambahan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG 3 kilogram untuk wilayah Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar. Langkah antisipatif ini diambil guna merespons lonjakan konsumsi harian masyarakat sekaligus menepis kekhawatiran terkait kelangkaan energi.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar, menegaskan ketersediaan energi dalam kondisi sangat aman. Masyarakat pun diimbau tidak panic buying atau menimbun bahan bakar secara berlebihan.

“Stok BBM kami pastikan aman dan distribusi terus berjalan. Kami melakukan penguatan pelayanan untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat, sehingga warga tidak perlu khawatir,” ujar Deny dalam keterangan resminya, Rabu (9/9/2026).

Peningkatan aktivitas ekonomi dan logistik di Sulsel memicu kenaikan konsumsi energi secara signifikan. Rata-rata konsumsi harian Solar JBT pada Agustus 2026 tercatat melonjak 14,6 persen dibanding Mei 2026. Merespons dinamika ini, Pertamina mengerek penyaluran Solar JBT sebesar 14,6 persen dan Pertalite sebesar 7,6 persen.

Tak hanya BBM, penyaluran LPG 3 kg bersubsidi di Sulsel disuntik pasokan ekstra (extra dropping) hingga 130 persen dari rata-rata penyaluran harian normal melalui pangkalan resmi.

Untuk mempercepat distribusi dan mengurai antrean, Pertamina menerapkan sejumlah strategi lapangan. Di antaranya yakni mengoperasikan SPBU kunci secara nonstop, khususnya di titik-titik rawan antrean.

Selanjutnya, Pertamina menambah suplai BBM hingga 15 persen di atas kuota normal untuk SPBU berkebutuhan tinggi. Berikutnya, dilakukan percepatan distribusi, dengan memajukan jadwal suplai dari depot dan mengoperasikan armada mobil tangki tambahan via skema spot charter.

Di sisi lain, Pertamina memperketat pengawasan penyaluran subsidi agar tepat sasaran. Sistem evaluasi transaksi digital kini terus memantau indikasi kecurangan di lapangan.

Sebagai langkah tegas, Pertamina juga telah memblokir 6.023 QR Code Subsidi Tepat yang terindikasi melakukan transaksi tidak wajar atau pengisian berulang. Pemantauan ini dilakukan berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum.

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan membeli BBM secukupnya sesuai kebutuhan. Jika menemukan kendala pelayanan atau butuh informasi ketersediaan stok, silakan hubungi Pertamina Customer Solution (PCS) 135,” pungkas Deny.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru