Kantor PO New Liman Makassar Diduga Diserang Oknum Tak Bertanggung Jawab

Jum'at, 13 Feb 2026 14:22
Kantor PO New Liman Makassar Diduga Diserang Oknum Tak Bertanggung Jawab
Kantor beserta operasional PO New Liman Trans Makassar dilaporkan mengalami serangkaian aksi penyerangan yang diduga dilakukan oleh sejumlah oknum tak bertanggung jawab. Foto: Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - Sejak 3 Februari 2026, kantor beserta operasional PO New Liman Trans Makassar dilaporkan mengalami serangkaian aksi penyerangan yang diduga dilakukan oleh sejumlah oknum tak bertanggung jawab. Insiden tersebut mengakibatkan kerusakan pada fasilitas kantor serta beberapa unit armada bus milik perusahaan.

Berdasarkan keterangan pihak manajemen PO New Liman Makassar, aksi penyerangan tersebut diduga melibatkan anak bawaan dari mantan Istri pemilik perusahaan, bersama beberapa orang lainnya.

Mereka diduga melakukan perusakan sekaligus melayangkan ancaman agar armada bus perusahaan tidak lagi beroperasi.Pihak perusahaan menilai tindakan tersebut berkaitan dengan dugaan upaya perebutan aset PO New Liman.

Perwakilan PO New Liman Rifqi Albari mengatakan, kedatangan mereka tanpa diketahui maksud dan tujuan, namun langsung melakukan aksi perusakan aset secara menyeluruh, seperti merusak 2 unit mobil bus milik, menghancurkan kaca pintu dan jendela kantor, merusak meja pendaftaran/loket tiket, mencungkil pintu akses ruang tamu menggunakan besi baja serta merusak CCTV. Saat perusakan berlangsung, kata dia, pihak berupaya melapor Polsek Panakkukang melalui KSPKT, piket Reskrim, dan Panit Reskrim.

"Namun tidak ada respons sigap, tanggap, maupun Tegas, sehingga para pelaku dengan leluasa melanjutkan aksi perusakan," kata dia.

Padahal, lanjut dia secara hukum, kepemilikan perusahaan disebut telah sah atas nama pemilik pertama dan telah dialihkan secara resmi kepada istri sahnya, Agustin Olivianti.

“Ancaman terhadap penghentian operasional ini sangat merugikan perusahaan, terutama para karyawan yang menggantungkan hidupnya pada operasional usaha ini,” ujarnya.

Saat ini, kasus tersebut dikabarkan telah mendapat perhatian serius dan ditangani langsung oleh Polrestabes Makassar. Proses hukum pun tengah berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

"Akibat rangkaian kejadian ini, kami dan keluarga mengalami kerugian material ratusan juta rupiah, trauma dan guncangan psikologis mendalam. Terlebih terdapat empat anak di bawah umur yang turut merasakan dampak psikologis dari peristiwa ini," kata dia.

Pihak perusahaan berharap agar perkara ini dapat segera diselesaikan secara adil dan transparan. “Harapan kami, seluruh pihak yang terbukti bersalah dapat diproses sesuai hukum yang berlaku,” tambahnya.
(GUS)
Berita Terbaru