Sekelompok Orang Rusak FMIPA UNM, Polisi Kantongi Nama-nama Terduga Pelaku
Rabu, 05 Agu 2026 15:51
Kolase foto kerusakan FMIPA usai diserang sekolompok orang waktu subuh. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM) menjadi sasaran aksi penyerangan dan pengrusakan pada Jumat (31/7/2026) dini hari.
Sejumlah fasilitas kampus mengalami kerusakan, sementara pihak fakultas telah melaporkan kasus tersebut ke Polsek Tamalate.
Wakil Dekan III FMIPA UNM, Prof Uca, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan identitas pelaku karena proses penyelidikan masih berlangsung.
Namun, sejumlah nama yang diduga terlibat telah diserahkan kepada kepolisian untuk ditindaklanjuti.
“Belum kita tahu siapa pelakunya karena kami baru melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian agar diusut secara tuntas. Tapi sudah ada nama-nama yang diduga pelaku kami berikan ke Polsek Tamalate,” ujar Prof Uca kepada wartawan, Rabu (5/8/2026).
Saat ditanya mengenai kabar bahwa pelaku berasal dari kelompok mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS), Prof Uca mengaku belum bisa membenarkan informasi tersebut.
Menurutnya, berdasarkan keterangan petugas keamanan FMIPA, arah kedatangan kelompok penyerang berasal dari kawasan kampus FBS.
Namun, hal itu belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan identitas pelaku.
“Kami belum bisa memberikan keterangan bahwa itu oknum mahasiswa FBS. Tetapi saat terjadi penyerangan, arahnya memang dari sana berdasarkan keterangan sekuriti FMIPA,” katanya.
Prof Uca menjelaskan, aksi tersebut terjadi sekitar pukul 03.30 Wita.
Berdasarkan laporan petugas keamanan, awalnya lima orang masuk ke lingkungan FMIPA sambil berteriak-teriak menuju Jurusan Geografi hingga Sekretariat Lembaga Kemahasiswaan.
Karena tidak menemukan orang yang mereka cari, kelompok tersebut kemudian diduga memanggil rekan-rekannya.
“Informasi dari sekuriti, setelah lima orang itu datang, kemudian disusul teman-temannya. Jumlahnya sekitar 20 orang. Penyerangan dan pengrusakan mulai terjadi sekitar pukul 04.15 Wita,” jelasnya.
Akibat kejadian tersebut, sejumlah fasilitas kampus mengalami kerusakan cukup parah.
Sedikitnya 18 titik jendela dipecahkan.
Selain itu, lemari perpustakaan rusak, dua bingkai ringkasan hasil penelitian berkaca dihancurkan, serta ruang dosen muda di lantai dua diacak-acak.
“Pelaku naik ke lantai dua, masuk ke ruang dosen muda, kemudian membalik kursi dan meja yang ada di dalam ruangan,” ungkap Prof Uca.
Mengenai motif penyerangan, Prof Uca mengaku pihaknya belum memperoleh kepastian. Informasi sementara yang diterimanya menyebut dugaan pemicu berasal dari ketersinggungan antara seorang mahasiswa Jurusan Geografi dengan mahasiswa di Fakultas Bahasa dan Sastra.
“Informasi itu yang saya dengar, tetapi belum bisa dipastikan. Karena itu biarlah nanti penyidik yang mengungkap motif sebenarnya,” katanya.
Prof Uca mengatakan, pihak fakultas juga memiliki rekaman CCTV dan sejumlah video pendek yang merekam situasi saat kejadian.
Bahkan, menurut keterangan saksi, ada beberapa orang yang diduga sebagai pelaku telah dikenali.
“Kalau menurut saksi, dia mengenali orang yang dilaporkan ke polisi dari fisiknya maupun suaranya. Karena hampir setiap hari bertemu,” ujarnya.
Laporan resmi ke Polsek Tamalate baru dilakukan sehari setelah kejadian. Menurut Prof Uca, langkah itu diambil setelah mendapat arahan dari Rektor UNM.
“Kami menunggu arahan pimpinan universitas. Setelah rapat, Ibu Rektor mengarahkan agar kasus ini dilaporkan ke polisi supaya pelakunya bisa ditemukan dan ditindak tegas sesuai aturan,” katanya.
Prof Uca berharap aparat kepolisian dapat mengusut tuntas kasus tersebut agar tidak terulang di lingkungan kampus.
Ia menilai aksi penyerangan tersebut tidak hanya merusak fasilitas, tetapi juga mencoreng nama baik Universitas Negeri Makassar.
“Ini sangat merugikan dan merusak nama baik kampus. Jangan sampai kejadian seperti ini terus berulang,” ujarnya.
Usai penyerangan, Prof Uca mengaku langsung mengumpulkan seluruh ketua lembaga kemahasiswaan di FMIPA. Ia meminta mahasiswa tidak melakukan aksi balasan yang justru dapat memperkeruh situasi.
“Saya sampaikan kepada mahasiswa FMIPA agar tidak melakukan aksi balasan. Fasilitas yang rusak masih bisa diperbaiki, tetapi kalau nama baik kampus rusak dampaknya jauh lebih besar. Lebih baik kita serahkan kepada pihak yang berwajib,” tegasnya.
Ia juga memastikan Rektor UNM telah meninjau langsung lokasi penyerangan pada pagi hari setelah kejadian.
Menurutnya, kunjungan tersebut dilakukan bertepatan dengan agenda kegiatan yang telah dijadwalkan di FMIPA sebelum akhirnya dilanjutkan dengan rapat dan keputusan untuk membawa kasus itu ke ranah hukum.
Sejumlah fasilitas kampus mengalami kerusakan, sementara pihak fakultas telah melaporkan kasus tersebut ke Polsek Tamalate.
Wakil Dekan III FMIPA UNM, Prof Uca, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan identitas pelaku karena proses penyelidikan masih berlangsung.
Namun, sejumlah nama yang diduga terlibat telah diserahkan kepada kepolisian untuk ditindaklanjuti.
“Belum kita tahu siapa pelakunya karena kami baru melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian agar diusut secara tuntas. Tapi sudah ada nama-nama yang diduga pelaku kami berikan ke Polsek Tamalate,” ujar Prof Uca kepada wartawan, Rabu (5/8/2026).
Saat ditanya mengenai kabar bahwa pelaku berasal dari kelompok mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS), Prof Uca mengaku belum bisa membenarkan informasi tersebut.
Menurutnya, berdasarkan keterangan petugas keamanan FMIPA, arah kedatangan kelompok penyerang berasal dari kawasan kampus FBS.
Namun, hal itu belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan identitas pelaku.
“Kami belum bisa memberikan keterangan bahwa itu oknum mahasiswa FBS. Tetapi saat terjadi penyerangan, arahnya memang dari sana berdasarkan keterangan sekuriti FMIPA,” katanya.
Prof Uca menjelaskan, aksi tersebut terjadi sekitar pukul 03.30 Wita.
Berdasarkan laporan petugas keamanan, awalnya lima orang masuk ke lingkungan FMIPA sambil berteriak-teriak menuju Jurusan Geografi hingga Sekretariat Lembaga Kemahasiswaan.
Karena tidak menemukan orang yang mereka cari, kelompok tersebut kemudian diduga memanggil rekan-rekannya.
“Informasi dari sekuriti, setelah lima orang itu datang, kemudian disusul teman-temannya. Jumlahnya sekitar 20 orang. Penyerangan dan pengrusakan mulai terjadi sekitar pukul 04.15 Wita,” jelasnya.
Akibat kejadian tersebut, sejumlah fasilitas kampus mengalami kerusakan cukup parah.
Sedikitnya 18 titik jendela dipecahkan.
Selain itu, lemari perpustakaan rusak, dua bingkai ringkasan hasil penelitian berkaca dihancurkan, serta ruang dosen muda di lantai dua diacak-acak.
“Pelaku naik ke lantai dua, masuk ke ruang dosen muda, kemudian membalik kursi dan meja yang ada di dalam ruangan,” ungkap Prof Uca.
Mengenai motif penyerangan, Prof Uca mengaku pihaknya belum memperoleh kepastian. Informasi sementara yang diterimanya menyebut dugaan pemicu berasal dari ketersinggungan antara seorang mahasiswa Jurusan Geografi dengan mahasiswa di Fakultas Bahasa dan Sastra.
“Informasi itu yang saya dengar, tetapi belum bisa dipastikan. Karena itu biarlah nanti penyidik yang mengungkap motif sebenarnya,” katanya.
Prof Uca mengatakan, pihak fakultas juga memiliki rekaman CCTV dan sejumlah video pendek yang merekam situasi saat kejadian.
Bahkan, menurut keterangan saksi, ada beberapa orang yang diduga sebagai pelaku telah dikenali.
“Kalau menurut saksi, dia mengenali orang yang dilaporkan ke polisi dari fisiknya maupun suaranya. Karena hampir setiap hari bertemu,” ujarnya.
Laporan resmi ke Polsek Tamalate baru dilakukan sehari setelah kejadian. Menurut Prof Uca, langkah itu diambil setelah mendapat arahan dari Rektor UNM.
“Kami menunggu arahan pimpinan universitas. Setelah rapat, Ibu Rektor mengarahkan agar kasus ini dilaporkan ke polisi supaya pelakunya bisa ditemukan dan ditindak tegas sesuai aturan,” katanya.
Prof Uca berharap aparat kepolisian dapat mengusut tuntas kasus tersebut agar tidak terulang di lingkungan kampus.
Ia menilai aksi penyerangan tersebut tidak hanya merusak fasilitas, tetapi juga mencoreng nama baik Universitas Negeri Makassar.
“Ini sangat merugikan dan merusak nama baik kampus. Jangan sampai kejadian seperti ini terus berulang,” ujarnya.
Usai penyerangan, Prof Uca mengaku langsung mengumpulkan seluruh ketua lembaga kemahasiswaan di FMIPA. Ia meminta mahasiswa tidak melakukan aksi balasan yang justru dapat memperkeruh situasi.
“Saya sampaikan kepada mahasiswa FMIPA agar tidak melakukan aksi balasan. Fasilitas yang rusak masih bisa diperbaiki, tetapi kalau nama baik kampus rusak dampaknya jauh lebih besar. Lebih baik kita serahkan kepada pihak yang berwajib,” tegasnya.
Ia juga memastikan Rektor UNM telah meninjau langsung lokasi penyerangan pada pagi hari setelah kejadian.
Menurutnya, kunjungan tersebut dilakukan bertepatan dengan agenda kegiatan yang telah dijadwalkan di FMIPA sebelum akhirnya dilanjutkan dengan rapat dan keputusan untuk membawa kasus itu ke ranah hukum.
(UMI)
Berita Terkait
News
PKKMB UNM, Prof Hasmyati Harap Jadi Momentum Transformasi Kampus
Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Negeri Makassar (UNM) diharapkan tidak sekadar menjadi agenda penyambutan mahasiswa baru, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat transformasi dan arah pengembangan kampus ke depan.
Jum'at, 14 Agu 2026 22:25
News
TIM UPA Perpustakaan UNM Lakukan Benchmarking ke Perpustakaan UAD dan UMY
Unit Penunjang Akademik (UPA) Perpustakaan Universitas Negeri Makassar (UNM) terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan, tata kelola, dan inovasi perpustakaan.
Kamis, 13 Agu 2026 19:14
Sulsel
Gowa Jadi Lokasi Riset UNM soal Tata Kelola Dana Desa
Universitas Negeri Makassar (UNM) melakukan penelitian mengenai penguatan sistem pencegahan korupsi dalam pengelolaan dana desa berbasis digital governance di Kabupaten Gowa.
Rabu, 12 Agu 2026 08:42
Sulsel
Terpilih Jadi Ketua IKA JIA FEB UNM, Dr. Asmar Ajak Alumni Perkuat Kolaborasi
Dr. Asmar resmi terpilih sebagai Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Jurusan Ilmu Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Makassar (IKA JIA FEB UNM) periode 2026–2030.
Minggu, 26 Jul 2026 09:24
Ekbis
FEB UNM dan Pegadaian Perkuat Kapasitas UMKM di Bulukumba Lewat Program PKM
Program Studi Manajemen FEB UNM kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM).
Rabu, 22 Jul 2026 20:11
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Tinjau Urban Farming di Manggala, Munafri Puji Ketelatenan Warga KWT Cinta
2
Administrasi Rampung, Pemkot Makassar Siapkan Job Fit Eselon II
3
Korban Dugaan Pengeroyokan di Jeneponto Minta Pelaku Ditahan
4
Guru SDN 14 Tamalatea Jeneponto Diduga Dianiaya Orang Tua Siswa di Sekolah
5
Transformasi Emas di Era AI: Jangkau Masyarakat Sulselbarra dan Maluku Lewat
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Tinjau Urban Farming di Manggala, Munafri Puji Ketelatenan Warga KWT Cinta
2
Administrasi Rampung, Pemkot Makassar Siapkan Job Fit Eselon II
3
Korban Dugaan Pengeroyokan di Jeneponto Minta Pelaku Ditahan
4
Guru SDN 14 Tamalatea Jeneponto Diduga Dianiaya Orang Tua Siswa di Sekolah
5
Transformasi Emas di Era AI: Jangkau Masyarakat Sulselbarra dan Maluku Lewat