Pertamina Resmikan Jembatan Kaluppini, Akses Pendidikan dan Ekonomi Warga Makin Lancar

Rabu, 23 Sep 2026 18:34
Pertamina Resmikan Jembatan Kaluppini, Akses Pendidikan dan Ekonomi Warga Makin Lancar
Akses warga di kawasan pegunungan Kabupaten Enrekang kini lebih aman setelah Jembatan Gantung Desa Kaluppini direhabilitasi melalui program CSR Pertamina. Foto/Istimewa
Comment
Share
ENREKANG - Akses warga di kawasan pegunungan Kabupaten Enrekang kini lebih aman setelah Jembatan Gantung Desa Kaluppini, Kecamatan Enrekang, direhabilitasi melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR) Pertamina.

Jembatan yang menjadi akses utama bagi sekitar 4.500 hingga 5.000 warga di lima desa tersebut resmi diserahterimakan dan diresmikan pada Rabu (23/9/2026). Rehabilitasi dilakukan PT Pertamina (Persero) bersama PT Pertamina Patra Niaga dan PertaMC.

Jembatan Gantung Kaluppini memiliki peran penting bagi aktivitas sehari-hari masyarakat. Selain menjadi jalur mobilitas warga, jembatan tersebut digunakan untuk mendukung akses anak-anak menuju sekolah serta distribusi hasil pertanian dari kawasan pegunungan.

Bupati Enrekang H. Muhammad Yusuf Ritangnga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pertamina terhadap pembangunan infrastruktur yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

“Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Enrekang, kami menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya kepada PT Pertamina. Kehadiran jembatan yang kokoh ini sangat membantu kelancaran roda perekonomian, distribusi hasil pertanian, serta akses anak-anak kita menuju sekolah,” ujar Yusuf.

Menurut dia, kolaborasi pemerintah daerah dengan badan usaha milik negara (BUMN) menjadi bagian penting dalam mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

VP CSR & SMEPP Management PT Pertamina, Rudi Ariffianto, mengatakan rehabilitasi jembatan dikerjakan selama sekitar dua bulan dan dapat diselesaikan tepat waktu berkat kolaborasi berbagai pihak.

“Kami mendengar dan melihat langsung betapa vitalnya peran infrastruktur bagi denyut nadi perekonomian dan kehidupan sosial warga di wilayah pegunungan ini,” kata Rudi.

Ia berharap jembatan yang telah direhabilitasi dapat memperlancar mobilitas masyarakat, terutama akses anak-anak menuju sekolah, distribusi hasil pertanian, serta akses warga terhadap berbagai layanan dasar.

“Dengan adanya jembatan ini, kami berharap mobilitas masyarakat semakin mudah, distribusi hasil pertanian semakin lancar, dan roda perekonomian warga dapat terus bergerak,” ujarnya.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Lilik Hardiyanto mengatakan rehabilitasi tersebut merupakan bagian dari kepedulian perusahaan terhadap kebutuhan infrastruktur masyarakat, khususnya di wilayah Indonesia timur.

Lilik mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Enrekang serta partisipasi masyarakat selama proses rehabilitasi berlangsung. Menurutnya, keberlanjutan manfaat jembatan juga membutuhkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga dan merawat fasilitas tersebut.

“Kami mengapresiasi dukungan penuh serta pengawalan dari Pemerintah Kabupaten Enrekang di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati, serta partisipasi aktif masyarakat setempat,” kata Lilik.

Ia berharap jembatan yang menghubungkan lima desa tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Dampak rehabilitasi jembatan juga dirasakan langsung warga Desa Kaluppini. Sanning, salah seorang warga setempat, mengaku kini lebih tenang saat menggunakan jembatan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas bantuan rehabilitasi jembatan ini dari Pertamina. Dulu kami harus ekstra hati-hati dan cemas saat melintas karena kondisinya sudah rusak,” tutur Sanning.

Menurut dia, kondisi jembatan yang lebih baik membuat warga lebih leluasa menjalankan aktivitas, termasuk mengantar anak ke sekolah dan membawa hasil bumi untuk dijual ke pasar.

“Sekarang, anak-anak kami bisa pergi ke sekolah dengan aman dan kami pun lebih tenang saat mengangkut hasil bumi ke pasar,” ujarnya.

Melalui rehabilitasi tersebut, Pertamina berharap kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Enrekang dan masyarakat dapat terus berkembang melalui berbagai program sosial dan pemberdayaan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru