Andi Basmal Tegaskan Peran Sentral Majelis Pengawas Terhadap Kinerja Notaris
Kamis, 07 Mei 2026 20:26
Kanwil Kemenkum Sulsel, Andi Basmal menegaskan pentingnya peran Majelis Pengawas Notaris dalam menjaga kualitas, integritas, dan profesionalitas notaris dalam menjalankan jabatannya.
MAKASSAR - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan (Kanwil Kemenkum Sulsel), Andi Basmal menegaskan pentingnya peran Majelis Pengawas Notaris dalam menjaga kualitas, integritas, dan profesionalitas notaris dalam menjalankan jabatannya.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka secara resmi kegiatan Evaluasi dan Pembinaan Notaris Kabupaten Gowa Periode 2023-2026 yang digelar di Jasmine Hotel Claro Makassar, Kamis (7/5/2026).
Kegiatan yang dicetuskan oleh Majelis Pengawas Daerah Notaris (MPDN) Kabupaten Gowa ini menjadi forum refleksi kinerja bagi MPDN Gowa bersama para notaris yang bertugas di Kabupaten Gowa. Forum tersebut juga menjadi yang pertama kali dilaksanakan oleh Pengurus Daerah Ikatan Notaris Indonesia (INI) di Sulsel.
Dalam sambutannya, Andi Basmal menyampaikan bahwa Majelis Pengawas Notaris memiliki peran strategis sebagai lembaga pengawas yang independen dan profesional dalam melaksanakan fungsi pengawasan dan pembinaan jabatan notaris secara berjenjang, mulai dari tingkat Majelis Pengawas Daerah (MPD), Majelis Pengawas Wilayah (MPW), hingga Majelis Pengawas Pusat (MPP).
“Majelis Pengawas Notaris berperan sebagai lembaga pengawas yang independen dan profesional dalam melaksanakan tugas dan fungsi pengawasan dan pembinaan jabatan,” ujarnya.
Andi Basmal juga mengungkapkan tantangan yang dihadapi dalam menjalankan fungsi pengawasan, khususnya keterbatasan sumber daya pada bidang kenotariatan. Meski demikian, pengawasan terhadap notaris tetap dijalankan secara optimal. Andi Basmal menyebutkan, pada tahun 2025 terdapat dua notaris yang diperiksa dan telah ditindaklanjuti oleh MPD.
“Kami memberikan hukuman disiplin dan saya diminta membacakan putusan. Bagi saya, memberikan putusan kepada notaris adalah hal yang menyedihkan, namun karena perintah undang-undang, maka putusan tersebut harus dijalankan,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Kakanwil juga mendorong Pengurus Wilayah INI Sulsel untuk memperbanyak buku panduan pemeriksaan protokol notaris agar dapat menjadi pedoman bagi notaris dalam menjalankan tugas dan jabatannya. Selain itu, ia turut memperkenalkan aplikasi Salaman atau Sarana Layanan Pengaduan Masyarakat Terhadap Notaris, yakni kanal pengaduan berbasis WhatsApp yang nantinya akan tersedia di seluruh kantor notaris di Sulsel sebagai sarana kontrol masyarakat terhadap kinerja notaris.
Andi Basmal berharap kegiatan evaluasi dan pembinaan tersebut dapat menjadi pemantik bagi pengurus daerah lainnya di Sulsel untuk melaksanakan kegiatan serupa secara berkelanjutan.
Sebelumnya, Ketua Pengurus Daerah Gowa INI Sulsel, Supriyanto menyampaikan bahwa kegiatan tersebut lahir dari semangat bersama untuk menjaga dan merawat “rumah besar” INI Gowa. Ia menggambarkan harmonisasi antara Pengda INI Gowa dan MPDN Gowa sebagai dua mesin yang sama-sama bergerak cepat dengan tujuan yang sama.
“Alhamdulillah berhasil dibangun harmoni sehingga berjalan beriringan dalam mencapai tujuan yang sama,” katanya.
Supriyanto juga mengapresiasi kehadiran Kakanwil Kemenkum Sulsel beserta jajaran yang dinilainya menjadi dukungan moral bagi para notaris di Kabupaten Gowa. Menurutnya, forum tersebut menjadi momentum penting untuk memperbarui pengetahuan dan meningkatkan kualitas praktik kenotariatan.
Ia menambahkan, hasil pembinaan dan pengawasan MPD Gowa menunjukkan tren yang semakin baik dari tahun ke tahun. Salah satunya terkait isu penjilidan protokol notaris yang menjadi temuan pada tahun 2023 dan berhasil mengalami penurunan signifikan pada tahun berikutnya.
“Semoga di tahun berikutnya isu ini sudah tidak lagi menjadi temuan,” harapnya seraya mengajak seluruh notaris bekerja dengan semangat “Ayam Jantan dari Timur” Sultan Hasanuddin.
Ketua Majelis Pengawas Daerah Notaris Gowa, Sri Susyanti Nur menyampaikan bahwa kegiatan evaluasi dan pembinaan tersebut merupakan bentuk refleksi atas pelaksanaan pemeriksaan maupun pembinaan yang telah dilakukan MPD Gowa.
Ia menjelaskan bahwa setiap rekomendasi dan berita acara pemeriksaan yang diterbitkan MPD dilakukan secara hati-hati dan melalui berbagai pendekatan pembinaan sebelum diteruskan kepada Majelis Pengawas Wilayah Notaris Sulsel.
“Ketika kami melakukan pemeriksaan, tidak hanya notaris yang memegang prinsip kehati-hatian, tapi kami juga,” ujarnya.
Di sisi lain, Ketua Pengurus Wilayah Sulsel INI, Andi Senggeng Pulaweng Salahuddin menilai kegiatan tersebut sangat relevan dengan dinamika praktik kenotariatan saat ini dan patut menjadi contoh bagi pengurus daerah lainnya.
Menurutnya, tema Penguatan Integritas dan Profesionalitas Notaris Melalui Evaluasi dan Pembinaan Berbasis Data Dalam Rangka Penegakan Standar Kenotariatan di Kab. Gowa bukan sekadar slogan, melainkan kebutuhan nyata dalam praktik kenotariatan modern.
“Integritas dan profesionalitas bukan lagi pilihan, melainkan harus melekat dalam setiap tindakan notaris,” tegasnya.
Ia menambahkan, pembinaan terhadap notaris harus dipandang sebagai langkah preventif dan bentuk tanggung jawab moral organisasi profesi dalam menjaga marwah jabatan notaris melalui integritas yang konsisten dan profesionalitas yang terukur.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Pengurus INI Sulsel, Ketua Pengurus IPPAT Sulsel, anggota Majelis Pengawas Daerah, anggota Dewan Kehormatan Notaris, Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkum Sulsel Demson Marihot, Kepala Bidang Administrasi Hukum Umum Ramli, serta para anggota MPDN Kabupaten Gowa.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka secara resmi kegiatan Evaluasi dan Pembinaan Notaris Kabupaten Gowa Periode 2023-2026 yang digelar di Jasmine Hotel Claro Makassar, Kamis (7/5/2026).
Kegiatan yang dicetuskan oleh Majelis Pengawas Daerah Notaris (MPDN) Kabupaten Gowa ini menjadi forum refleksi kinerja bagi MPDN Gowa bersama para notaris yang bertugas di Kabupaten Gowa. Forum tersebut juga menjadi yang pertama kali dilaksanakan oleh Pengurus Daerah Ikatan Notaris Indonesia (INI) di Sulsel.
Dalam sambutannya, Andi Basmal menyampaikan bahwa Majelis Pengawas Notaris memiliki peran strategis sebagai lembaga pengawas yang independen dan profesional dalam melaksanakan fungsi pengawasan dan pembinaan jabatan notaris secara berjenjang, mulai dari tingkat Majelis Pengawas Daerah (MPD), Majelis Pengawas Wilayah (MPW), hingga Majelis Pengawas Pusat (MPP).
“Majelis Pengawas Notaris berperan sebagai lembaga pengawas yang independen dan profesional dalam melaksanakan tugas dan fungsi pengawasan dan pembinaan jabatan,” ujarnya.
Andi Basmal juga mengungkapkan tantangan yang dihadapi dalam menjalankan fungsi pengawasan, khususnya keterbatasan sumber daya pada bidang kenotariatan. Meski demikian, pengawasan terhadap notaris tetap dijalankan secara optimal. Andi Basmal menyebutkan, pada tahun 2025 terdapat dua notaris yang diperiksa dan telah ditindaklanjuti oleh MPD.
“Kami memberikan hukuman disiplin dan saya diminta membacakan putusan. Bagi saya, memberikan putusan kepada notaris adalah hal yang menyedihkan, namun karena perintah undang-undang, maka putusan tersebut harus dijalankan,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Kakanwil juga mendorong Pengurus Wilayah INI Sulsel untuk memperbanyak buku panduan pemeriksaan protokol notaris agar dapat menjadi pedoman bagi notaris dalam menjalankan tugas dan jabatannya. Selain itu, ia turut memperkenalkan aplikasi Salaman atau Sarana Layanan Pengaduan Masyarakat Terhadap Notaris, yakni kanal pengaduan berbasis WhatsApp yang nantinya akan tersedia di seluruh kantor notaris di Sulsel sebagai sarana kontrol masyarakat terhadap kinerja notaris.
Andi Basmal berharap kegiatan evaluasi dan pembinaan tersebut dapat menjadi pemantik bagi pengurus daerah lainnya di Sulsel untuk melaksanakan kegiatan serupa secara berkelanjutan.
Sebelumnya, Ketua Pengurus Daerah Gowa INI Sulsel, Supriyanto menyampaikan bahwa kegiatan tersebut lahir dari semangat bersama untuk menjaga dan merawat “rumah besar” INI Gowa. Ia menggambarkan harmonisasi antara Pengda INI Gowa dan MPDN Gowa sebagai dua mesin yang sama-sama bergerak cepat dengan tujuan yang sama.
“Alhamdulillah berhasil dibangun harmoni sehingga berjalan beriringan dalam mencapai tujuan yang sama,” katanya.
Supriyanto juga mengapresiasi kehadiran Kakanwil Kemenkum Sulsel beserta jajaran yang dinilainya menjadi dukungan moral bagi para notaris di Kabupaten Gowa. Menurutnya, forum tersebut menjadi momentum penting untuk memperbarui pengetahuan dan meningkatkan kualitas praktik kenotariatan.
Ia menambahkan, hasil pembinaan dan pengawasan MPD Gowa menunjukkan tren yang semakin baik dari tahun ke tahun. Salah satunya terkait isu penjilidan protokol notaris yang menjadi temuan pada tahun 2023 dan berhasil mengalami penurunan signifikan pada tahun berikutnya.
“Semoga di tahun berikutnya isu ini sudah tidak lagi menjadi temuan,” harapnya seraya mengajak seluruh notaris bekerja dengan semangat “Ayam Jantan dari Timur” Sultan Hasanuddin.
Ketua Majelis Pengawas Daerah Notaris Gowa, Sri Susyanti Nur menyampaikan bahwa kegiatan evaluasi dan pembinaan tersebut merupakan bentuk refleksi atas pelaksanaan pemeriksaan maupun pembinaan yang telah dilakukan MPD Gowa.
Ia menjelaskan bahwa setiap rekomendasi dan berita acara pemeriksaan yang diterbitkan MPD dilakukan secara hati-hati dan melalui berbagai pendekatan pembinaan sebelum diteruskan kepada Majelis Pengawas Wilayah Notaris Sulsel.
“Ketika kami melakukan pemeriksaan, tidak hanya notaris yang memegang prinsip kehati-hatian, tapi kami juga,” ujarnya.
Di sisi lain, Ketua Pengurus Wilayah Sulsel INI, Andi Senggeng Pulaweng Salahuddin menilai kegiatan tersebut sangat relevan dengan dinamika praktik kenotariatan saat ini dan patut menjadi contoh bagi pengurus daerah lainnya.
Menurutnya, tema Penguatan Integritas dan Profesionalitas Notaris Melalui Evaluasi dan Pembinaan Berbasis Data Dalam Rangka Penegakan Standar Kenotariatan di Kab. Gowa bukan sekadar slogan, melainkan kebutuhan nyata dalam praktik kenotariatan modern.
“Integritas dan profesionalitas bukan lagi pilihan, melainkan harus melekat dalam setiap tindakan notaris,” tegasnya.
Ia menambahkan, pembinaan terhadap notaris harus dipandang sebagai langkah preventif dan bentuk tanggung jawab moral organisasi profesi dalam menjaga marwah jabatan notaris melalui integritas yang konsisten dan profesionalitas yang terukur.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Pengurus INI Sulsel, Ketua Pengurus IPPAT Sulsel, anggota Majelis Pengawas Daerah, anggota Dewan Kehormatan Notaris, Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkum Sulsel Demson Marihot, Kepala Bidang Administrasi Hukum Umum Ramli, serta para anggota MPDN Kabupaten Gowa.
(GUS)
Berita Terkait
News
Peringati Harganas, Kemenkum Sulsel Tegaskan Peran Ayah sebagai Pilar Ketahanan Keluarga
Keluarga yang kuat lahir dari ayah yang hadir. Pesan itulah yang bergema di Lapangan Upacara Kanwil Kemenkum Sulsel, Senin, (29/06/2026), saat dua unit kerja bersatu dalam Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) Ke-33 Tahun 2026.
Senin, 29 Jun 2026 17:08
News
Dukung Penyempurnaan Standar Barang dan Standar Kebutuhan Pengguna Barang
Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan mengikuti kegiatan Expose Draft Standar Barang dan Standar Kebutuhan (SBSK) Pengguna Barang yang diselenggarakan secara daring oleh Biro Barang Milik Negara Kementerian Hukum, Kamis (25/6/2026).
Sabtu, 27 Jun 2026 20:20
News
Kemenkum Sulsel Dampingi Pemohon Perseroan Perorangan Hingga Pencetakan Apostille
Ruang layanan tatap muka Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan (Kanwil Kemenkum Sulsel), pada Kamis (25/6/2026) ramai dikunjungi pemohon yang memanfaatkan berbagai layanan Administrasi Hukum Umum (AHU).
Sabtu, 27 Jun 2026 16:00
News
Dorong Produk Hukum Daerah Berkualitas, Kemenkum Sulsel Harmonisasi Ranperda Lutra dan Gowa
Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan (Kanwil Kemenkum Sulsel) melalui Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum melaksanakan kegiatan Pengharmonisasian, Pembulatan
Kamis, 25 Jun 2026 21:31
Sulsel
Penguatan MPIG Jadi Fokus Evaluasi Kopi Arabika Toraja
Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum melalui Tim Pengawasan Indikasi Geografis (IG), melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi terhadap pelindungan Indikasi Geografis Kopi Arabika Toraja
Kamis, 25 Jun 2026 19:04
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Jika Tidak Ada Tindaklanjut, Kasus Islamic Center Malili Bakal Dilaporkan ke Kejati Sulsel
2
Atlet Makassar Raih Prestasi di Kejurnas Atletik 2026
3
Pemkot Makassar Usut Dugaan Pungli Pengisian Jabatan Kepala Sekolah
4
Kalla Land & Property Hadirkan Oase Tanjung, Hunian Modern Berbasis Green Township
5
Ratusan Relawan SPPG Datangi DPRD Parepare, Tuntut Program MBG Tidak Dihentikan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Jika Tidak Ada Tindaklanjut, Kasus Islamic Center Malili Bakal Dilaporkan ke Kejati Sulsel
2
Atlet Makassar Raih Prestasi di Kejurnas Atletik 2026
3
Pemkot Makassar Usut Dugaan Pungli Pengisian Jabatan Kepala Sekolah
4
Kalla Land & Property Hadirkan Oase Tanjung, Hunian Modern Berbasis Green Township
5
Ratusan Relawan SPPG Datangi DPRD Parepare, Tuntut Program MBG Tidak Dihentikan