Kisah Popo, Nenek 102 Tahun Kembali Berjalan Dua Hari Usai Operasi Pinggul
Minggu, 24 Mei 2026 17:33
Seorang perempuan berusia 102 tahun berhasil menjalani operasi pinggul dan kembali berjalan hanya dua hari setelah tindakan medis dilakukan. Foto/Istimewa
KUALA LUMPUR - Kemajuan layanan kesehatan modern membuat semakin banyak pasien Indonesia memilih berobat ke Malaysia, terutama untuk penanganan medis pada usia lanjut yang membutuhkan perawatan intensif dan terintegrasi.
Didukung teknologi medis terkini, tenaga spesialis berpengalaman, serta akses yang dekat dari Indonesia, Malaysia kini menjadi salah satu tujuan utama medical tourism di kawasan Asia Tenggara.
Salah satu kisah yang menarik perhatian datang dari Sunway Medical Centre, Sunway City, Kuala Lumpur. Seorang perempuan berusia 102 tahun berhasil menjalani operasi pinggul dan kembali berjalan hanya dua hari setelah tindakan medis dilakukan.
Pasien yang akrab disapa “Popo” itu dikenal sebagai sosok lansia yang tetap aktif dan mandiri. Di usianya yang sangat lanjut, ia masih menjalankan aktivitas sehari-hari sendiri dan turut membantu usaha keluarga.
Namun, Popo sempat mengalami kecelakaan setelah terjatuh hingga harus dilarikan ke unit gawat darurat Sunway Medical Centre. Ia didiagnosis mengalami neck of femur fracture atau patah tulang pada bagian leher femur, cedera serius yang cukup sering dialami lansia akibat kondisi tulang yang rapuh.
Pada pasien lanjut usia, cedera semacam ini kerap memicu penurunan kondisi fisik secara drastis apabila tidak segera ditangani.
Kasus Popo kemudian ditangani melalui layanan Fracture Liaison Service (FLS), yakni sistem perawatan multidisiplin khusus pasien lansia dengan patah tulang yang dimiliki Sunway Medical Centre. Layanan tersebut memungkinkan proses pemeriksaan hingga penanganan dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.
Penanganan medis dipimpin dokter spesialis ortopedi, Dr Jeffrey Jaya Raj, bersama tim dokter geriatri, anestesi, dan rehabilitasi medis. Menurut tim dokter, tindakan operasi harus segera dilakukan agar pasien dapat kembali bergerak dan terhindar dari risiko komplikasi akibat terlalu lama berbaring.
“Intervensi dini adalah kuncinya. Jika operasi ditunda, pasien mungkin tidak akan bisa berjalan lagi, dan itu dapat memicu berbagai komplikasi lainnya,” jelas Dr Jeffrey.
Kurang dari 24 jam setelah menjalani perawatan, Popo langsung menjalani prosedur bipolar hemiarthroplasty, yakni operasi penggantian sebagian sendi pinggul yang dirancang untuk mempersingkat waktu operasi sekaligus mengurangi tekanan fisik pada pasien lansia.
Operasi dilakukan dengan anestesi regional dan spinal tanpa anestesi total untuk menekan risiko komplikasi. Prosedur tersebut berhasil diselesaikan dalam waktu sekitar satu jam.
Hasil pemulihannya pun berlangsung sangat cepat. Sehari setelah operasi, Popo sudah dapat berdiri dan mulai berjalan dengan bantuan tim rehabilitasi.
Di usia 102 tahun, Popo tercatat sebagai pasien tertua yang menjalani operasi di Sunway Medical Centre dan diyakini menjadi salah satu pasien operasi pinggul tertua di Asia Tenggara.
Tim dokter Sunway Medical Centre menegaskan keberhasilan pemulihan Popo tidak hanya ditentukan oleh tindakan medis, tetapi juga dukungan keluarga yang terus mendampinginya selama masa pemulihan. Anak, cucu, hingga cicit Popo disebut terus memberikan semangat selama proses perawatan berlangsung.
“Kalau saya masih bisa berjalan, saya ingin melakukannya,” ujar Popo kepada keluarganya.
Menurut Dr Jeffrey, keberhasilan penanganan kasus tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh tim medis, mulai dari layanan gawat darurat, anestesi, tindakan operasi, hingga rehabilitasi. “Setiap langkah sangat penting,” tutupnya.
Kisah Popo menjadi bukti bahwa usia bukan selalu menjadi penghalang untuk mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik. Dengan penanganan medis yang tepat, dukungan teknologi modern, serta pendampingan keluarga, harapan untuk kembali aktif dan mandiri tetap terbuka, bahkan di usia lanjut.
Didukung teknologi medis terkini, tenaga spesialis berpengalaman, serta akses yang dekat dari Indonesia, Malaysia kini menjadi salah satu tujuan utama medical tourism di kawasan Asia Tenggara.
Salah satu kisah yang menarik perhatian datang dari Sunway Medical Centre, Sunway City, Kuala Lumpur. Seorang perempuan berusia 102 tahun berhasil menjalani operasi pinggul dan kembali berjalan hanya dua hari setelah tindakan medis dilakukan.
Pasien yang akrab disapa “Popo” itu dikenal sebagai sosok lansia yang tetap aktif dan mandiri. Di usianya yang sangat lanjut, ia masih menjalankan aktivitas sehari-hari sendiri dan turut membantu usaha keluarga.
Namun, Popo sempat mengalami kecelakaan setelah terjatuh hingga harus dilarikan ke unit gawat darurat Sunway Medical Centre. Ia didiagnosis mengalami neck of femur fracture atau patah tulang pada bagian leher femur, cedera serius yang cukup sering dialami lansia akibat kondisi tulang yang rapuh.
Pada pasien lanjut usia, cedera semacam ini kerap memicu penurunan kondisi fisik secara drastis apabila tidak segera ditangani.
Kasus Popo kemudian ditangani melalui layanan Fracture Liaison Service (FLS), yakni sistem perawatan multidisiplin khusus pasien lansia dengan patah tulang yang dimiliki Sunway Medical Centre. Layanan tersebut memungkinkan proses pemeriksaan hingga penanganan dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.
Penanganan medis dipimpin dokter spesialis ortopedi, Dr Jeffrey Jaya Raj, bersama tim dokter geriatri, anestesi, dan rehabilitasi medis. Menurut tim dokter, tindakan operasi harus segera dilakukan agar pasien dapat kembali bergerak dan terhindar dari risiko komplikasi akibat terlalu lama berbaring.
“Intervensi dini adalah kuncinya. Jika operasi ditunda, pasien mungkin tidak akan bisa berjalan lagi, dan itu dapat memicu berbagai komplikasi lainnya,” jelas Dr Jeffrey.
Kurang dari 24 jam setelah menjalani perawatan, Popo langsung menjalani prosedur bipolar hemiarthroplasty, yakni operasi penggantian sebagian sendi pinggul yang dirancang untuk mempersingkat waktu operasi sekaligus mengurangi tekanan fisik pada pasien lansia.
Operasi dilakukan dengan anestesi regional dan spinal tanpa anestesi total untuk menekan risiko komplikasi. Prosedur tersebut berhasil diselesaikan dalam waktu sekitar satu jam.
Hasil pemulihannya pun berlangsung sangat cepat. Sehari setelah operasi, Popo sudah dapat berdiri dan mulai berjalan dengan bantuan tim rehabilitasi.
Di usia 102 tahun, Popo tercatat sebagai pasien tertua yang menjalani operasi di Sunway Medical Centre dan diyakini menjadi salah satu pasien operasi pinggul tertua di Asia Tenggara.
Tim dokter Sunway Medical Centre menegaskan keberhasilan pemulihan Popo tidak hanya ditentukan oleh tindakan medis, tetapi juga dukungan keluarga yang terus mendampinginya selama masa pemulihan. Anak, cucu, hingga cicit Popo disebut terus memberikan semangat selama proses perawatan berlangsung.
“Kalau saya masih bisa berjalan, saya ingin melakukannya,” ujar Popo kepada keluarganya.
Menurut Dr Jeffrey, keberhasilan penanganan kasus tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh tim medis, mulai dari layanan gawat darurat, anestesi, tindakan operasi, hingga rehabilitasi. “Setiap langkah sangat penting,” tutupnya.
Kisah Popo menjadi bukti bahwa usia bukan selalu menjadi penghalang untuk mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik. Dengan penanganan medis yang tepat, dukungan teknologi modern, serta pendampingan keluarga, harapan untuk kembali aktif dan mandiri tetap terbuka, bahkan di usia lanjut.
(TRI)
Berita Terkait
News
Kolaborasi PT Vale Wujudkan Hunian Layak & Perkuat Akses Kesehatan di Kolaka
Enam keluarga di Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka, bakal menempati rumah yang lebih aman dan nyaman setelah hunian mereka direhabilitasi melalui kolaborasi PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale).
Minggu, 23 Agu 2026 18:47
News
HUT RI ke-81, Pelindo Layani Kesehatan Gratis 200 Warga Kecamatan Wajo
Sebanyak 200 warga Kecamatan Wajo, Kota Makassar, mendapat pemeriksaan kesehatan gratis melalui Program Pelindo Peduli, Selasa (11/8/2026).
Selasa, 11 Agu 2026 14:39
News
BPJS Kesehatan & PWRI Perkuat Sinergi JKN untuk Pensiunan
BPJS Kesehatan memperkuat kolaborasi dengan Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) lewat kegiatan Sinergi dan Kolaborasi (SERASI) Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Hotel Claro Makassar, Kamis (18/6/2026).
Kamis, 18 Jun 2026 17:33
Sulsel
Peringatan Hari Lansia di Bantaeng Momentum Evaluasi Pelayanan bagi Warga
Peringatan Hari Lansia Nasional ke-30 tingkat Kabupaten Bantaeng menjadi momentum untuk mendorong peningkatan pelayanan dan perhatian terhadap warga lanjut usia.
Senin, 08 Jun 2026 16:59
News
RS Ibnu Sina YW-UMI Tetapkan Business Plan 2026–2028, Perkuat Layanan Islami Berstandar Internasional
RS Ibnu Sina YW-UMI Makassar menggelar Rapat Kerja yang dirangkaikan dengan pemaparan Business Plan Tahun 2026–2028.
Minggu, 15 Feb 2026 21:46
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
IAS Rampungkan Konsolidasi Golkar Sulsel di 18 Daerah dalam 8 Hari
2
UKI Paulus & UMI Makassar Kembangkan Penangkaran Kedelai Adaptif Iklim di Desa Jenetaesa
3
Nobar Film SOLATA Sambil Berdonasi untuk Korban Gempa NTT
4
Kebakaran Lahan Kosong 5.000 Meter Persegi di Tallasa City Berhasil Dipadamkan
5
Tinjau Jalan di Pelosok Wasuponda, Wabup Lutim Minta Desa Segera Lapor ke Dinas Terkait
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
IAS Rampungkan Konsolidasi Golkar Sulsel di 18 Daerah dalam 8 Hari
2
UKI Paulus & UMI Makassar Kembangkan Penangkaran Kedelai Adaptif Iklim di Desa Jenetaesa
3
Nobar Film SOLATA Sambil Berdonasi untuk Korban Gempa NTT
4
Kebakaran Lahan Kosong 5.000 Meter Persegi di Tallasa City Berhasil Dipadamkan
5
Tinjau Jalan di Pelosok Wasuponda, Wabup Lutim Minta Desa Segera Lapor ke Dinas Terkait