BPJS Kesehatan & PWRI Perkuat Sinergi JKN untuk Pensiunan
Kamis, 18 Jun 2026 17:33
BPJS Kesehatan memperkuat kolaborasi dengan PWRI lewat kegiatan Sinergi dan Kolaborasi (SERASI) Program JKN di Hotel Claro Makassar, Kamis (18/6/2026). Foto/Istimewa
MAKASSAR - BPJS Kesehatan memperkuat kolaborasi dengan Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) lewat kegiatan Sinergi dan Kolaborasi (SERASI) Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Hotel Claro Makassar, Kamis (18/6/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan perlindungan kesehatan bagi pensiunan serta lanjut usia.
Mengusung tema “Merawat Pengabdian, Menguatkan Perlindungan: Sehat di Masa Purnabakti, Bahagia Bersama JKN”, kegiatan tersebut menjadi wadah penguatan sinergi antara BPJS Kesehatan, PWRI, dan pemerintah daerah dalam memastikan akses layanan kesehatan yang berkelanjutan bagi kelompok lansia dan purnabakti.
Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto, mengatakan Program JKN hadir sebagai bentuk perlindungan kesehatan yang menjangkau seluruh masyarakat tanpa memandang usia. Menurutnya, prinsip gotong royong menjadi fondasi utama keberlangsungan program tersebut.
“JKN hadir untuk memberikan perlindungan kesehatan tanpa batasan usia dengan mengedepankan prinsip gotong royong, di mana peserta yang sehat membantu peserta yang sakit dan yang mampu membantu yang membutuhkan,” ujar Akmal saat membuka kegiatan secara resmi.
Akmal menilai PWRI merupakan mitra strategis BPJS Kesehatan dalam memperluas literasi Program JKN. Dengan jumlah anggota yang besar dan tersebar di berbagai daerah, organisasi tersebut memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi mengenai hak, kewajiban, serta manfaat kepesertaan JKN kepada masyarakat.
Ia juga menyebutkan capaian kepesertaan JKN di Sulawesi Selatan terus menunjukkan tren positif. Hingga Juni 2026, cakupan kepesertaan JKN di Sulawesi Selatan telah mencapai 99,17 persen. Sementara di Kota Makassar, jumlah peserta telah mencapai sekitar 1,4 juta jiwa atau 99,81 persen dari total penduduk.
Ia mengimbuhkan, BPJS Kesehatan terus mengembangkan berbagai inovasi layanan berbasis digital untuk memudahkan peserta mengakses layanan tanpa harus datang langsung ke kantor.
“Kami terus mengembangkan berbagai kanal layanan digital agar peserta semakin mudah mengakses layanan. Dengan dukungan PWRI, kami berharap informasi ini dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya kelompok pensiunan dan lansia,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum PWRI, Setyanto P. Santoso, menyambut baik kolaborasi yang terjalin dengan BPJS Kesehatan. Menurutnya, JKN merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat, termasuk mereka yang telah memasuki masa purnabakti.
“JKN adalah warisan gotong royong bangsa. PWRI siap menjalankan peran strategis sebagai edukator peserta, jembatan aspirasi, pelopor hidup sehat, agen transformasi digital, dan mitra kebijakan,” ujarnya.
Setyanto mengungkapkan, PWRI saat ini memiliki jutaan anggota yang terdiri atas pensiunan ASN, BUMN, dan berbagai unsur lainnya. Potensi tersebut dinilai menjadi kekuatan besar untuk membantu penyebarluasan informasi Program JKN kepada masyarakat.
“Kalau jumlah anggota sebesar ini bisa dioptimalkan, mereka dapat menjadi fasilitator informasi bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya. Ini menjadi kekuatan besar dalam mendukung program kesehatan nasional,” katanya.
Menurut Setyanto, tantangan sektor kesehatan akan semakin besar seiring meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia, tingginya kasus penyakit kronis, serta kebutuhan layanan kesehatan yang terus bertambah. Karena itu, sinergi antara PWRI dan BPJS Kesehatan perlu terus diperkuat agar masyarakat semakin memahami akses dan manfaat layanan kesehatan yang tersedia.
Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan dukungan Pemerintah Kota Makassar terhadap keberlanjutan Program JKN sebagai instrumen perlindungan kesehatan yang inklusif bagi seluruh masyarakat.
“Para purnabakti adalah sosok yang telah memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan daerah. Sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memastikan mereka tetap mendapatkan perlindungan kesehatan yang layak, mudah diakses, dan berkelanjutan melalui Program JKN,” ujarnya.
Kegiatan SERASI turut dihadiri Deputi Direksi Bidang Manajemen Mutu Layanan BPJS Kesehatan C. Fala Rahmatiana, Deputi Direksi Wilayah IX BPJS Kesehatan Asyraf Mursalina, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan Evi Mustikawati Arifin, serta sejumlah perwakilan pemerintah daerah dan anggota PWRI dari berbagai wilayah.
Mengusung tema “Merawat Pengabdian, Menguatkan Perlindungan: Sehat di Masa Purnabakti, Bahagia Bersama JKN”, kegiatan tersebut menjadi wadah penguatan sinergi antara BPJS Kesehatan, PWRI, dan pemerintah daerah dalam memastikan akses layanan kesehatan yang berkelanjutan bagi kelompok lansia dan purnabakti.
Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto, mengatakan Program JKN hadir sebagai bentuk perlindungan kesehatan yang menjangkau seluruh masyarakat tanpa memandang usia. Menurutnya, prinsip gotong royong menjadi fondasi utama keberlangsungan program tersebut.
“JKN hadir untuk memberikan perlindungan kesehatan tanpa batasan usia dengan mengedepankan prinsip gotong royong, di mana peserta yang sehat membantu peserta yang sakit dan yang mampu membantu yang membutuhkan,” ujar Akmal saat membuka kegiatan secara resmi.
Akmal menilai PWRI merupakan mitra strategis BPJS Kesehatan dalam memperluas literasi Program JKN. Dengan jumlah anggota yang besar dan tersebar di berbagai daerah, organisasi tersebut memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi mengenai hak, kewajiban, serta manfaat kepesertaan JKN kepada masyarakat.
Ia juga menyebutkan capaian kepesertaan JKN di Sulawesi Selatan terus menunjukkan tren positif. Hingga Juni 2026, cakupan kepesertaan JKN di Sulawesi Selatan telah mencapai 99,17 persen. Sementara di Kota Makassar, jumlah peserta telah mencapai sekitar 1,4 juta jiwa atau 99,81 persen dari total penduduk.
Ia mengimbuhkan, BPJS Kesehatan terus mengembangkan berbagai inovasi layanan berbasis digital untuk memudahkan peserta mengakses layanan tanpa harus datang langsung ke kantor.
“Kami terus mengembangkan berbagai kanal layanan digital agar peserta semakin mudah mengakses layanan. Dengan dukungan PWRI, kami berharap informasi ini dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya kelompok pensiunan dan lansia,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum PWRI, Setyanto P. Santoso, menyambut baik kolaborasi yang terjalin dengan BPJS Kesehatan. Menurutnya, JKN merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat, termasuk mereka yang telah memasuki masa purnabakti.
“JKN adalah warisan gotong royong bangsa. PWRI siap menjalankan peran strategis sebagai edukator peserta, jembatan aspirasi, pelopor hidup sehat, agen transformasi digital, dan mitra kebijakan,” ujarnya.
Setyanto mengungkapkan, PWRI saat ini memiliki jutaan anggota yang terdiri atas pensiunan ASN, BUMN, dan berbagai unsur lainnya. Potensi tersebut dinilai menjadi kekuatan besar untuk membantu penyebarluasan informasi Program JKN kepada masyarakat.
“Kalau jumlah anggota sebesar ini bisa dioptimalkan, mereka dapat menjadi fasilitator informasi bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya. Ini menjadi kekuatan besar dalam mendukung program kesehatan nasional,” katanya.
Menurut Setyanto, tantangan sektor kesehatan akan semakin besar seiring meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia, tingginya kasus penyakit kronis, serta kebutuhan layanan kesehatan yang terus bertambah. Karena itu, sinergi antara PWRI dan BPJS Kesehatan perlu terus diperkuat agar masyarakat semakin memahami akses dan manfaat layanan kesehatan yang tersedia.
Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan dukungan Pemerintah Kota Makassar terhadap keberlanjutan Program JKN sebagai instrumen perlindungan kesehatan yang inklusif bagi seluruh masyarakat.
“Para purnabakti adalah sosok yang telah memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan daerah. Sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memastikan mereka tetap mendapatkan perlindungan kesehatan yang layak, mudah diakses, dan berkelanjutan melalui Program JKN,” ujarnya.
Kegiatan SERASI turut dihadiri Deputi Direksi Bidang Manajemen Mutu Layanan BPJS Kesehatan C. Fala Rahmatiana, Deputi Direksi Wilayah IX BPJS Kesehatan Asyraf Mursalina, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan Evi Mustikawati Arifin, serta sejumlah perwakilan pemerintah daerah dan anggota PWRI dari berbagai wilayah.
(TRI)
Berita Terkait
News
Menteri LH Optimistis Tender Ulang PSEL Mamminasata Tak Butuh Waktu Lama
Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat optimistis proses tender ulang proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) Mamminasata tidak akan memakan waktu lama.
Rabu, 05 Agu 2026 14:00
Makassar City
Pemkot Makassar Gencarkan Edukasi Pilah Sampah dari Rumah
DLH Kota Makassar bersama pemerintah kelurahan terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi mengenai pentingnya pemilahan sampah dari rumah sebagai respons atas kebijakan nasional larangan sistem open dumping.
Rabu, 05 Agu 2026 13:57
Makassar City
Ubah Kebiasaan Warga Jadi Tantangan Program Pemilahan Sampah di Kelurahan Kapasa
Pemerintah Kelurahan Kapasa, Kecamatan Tamalanrea, terus menggencarkan edukasi pemilahan sampah sebagai upaya mendukung penanganan persoalan sampah di Kota Makassar.
Selasa, 04 Agu 2026 19:36
Makassar City
Pemilahan Sampah di RT 04 Tamangapa Kini Jadi Percontohan
Budaya memilah sampah di RT 04/RW 07 Cluster Berlian Permata, Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, telah diterapkan sejak tahun lalu.
Selasa, 04 Agu 2026 18:56
News
Larangan Sampah Belum Terpilah ke TPA Berlaku, Tamalate Siapkan 4 Zona Pengolahan Organik
Pemerintah Kecamatan Tamalate terus mengoptimalkan pengelolaan sampah setelah diberlakukannya kebijakan larangan sampah yang belum dikelola masuk ke tempat pemrosesan akhir (TPA) mulai 1 Agustus 2026.
Senin, 03 Agu 2026 23:38
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Menteri LH Optimistis Tender Ulang PSEL Mamminasata Tak Butuh Waktu Lama
2
Bupati Kolaka Tegaskan Tak Boleh Ada Premanisme Industrial di Kawasan PSN Pomalaa
3
Sekelompok Orang Rusak FMIPA UNM, Polisi Kantongi Nama-nama Terduga Pelaku
4
Bupati Sinjai: Setelah Ibunya Masuk Gerindra, Silakan Fauzan Pertimbangkan Sendiri
5
Punya 10 Bupati, Gerindra Sulsel Target 10 Kursi DPR RI di Pileg 2029
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Menteri LH Optimistis Tender Ulang PSEL Mamminasata Tak Butuh Waktu Lama
2
Bupati Kolaka Tegaskan Tak Boleh Ada Premanisme Industrial di Kawasan PSN Pomalaa
3
Sekelompok Orang Rusak FMIPA UNM, Polisi Kantongi Nama-nama Terduga Pelaku
4
Bupati Sinjai: Setelah Ibunya Masuk Gerindra, Silakan Fauzan Pertimbangkan Sendiri
5
Punya 10 Bupati, Gerindra Sulsel Target 10 Kursi DPR RI di Pileg 2029