International Talk UNM di PBAKL, Prof Hasmyati Paparkan Olahraga Tradisional di Era Digital
Minggu, 07 Jun 2026 16:25
Guru Besar Unversitas Negeri Makassar (UNM) Prof Dr Hasmyati jadi pembicara kegiatan International Talk yang digelar di Pavilion MAPIM, Aras 2 Dewan Tun Dr Ismail. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali menunjukkan kiprahnya di tingkat internasional melalui kegiatan International Talk yang digelar di Pavilion MAPIM, Aras 2 Dewan Tun Dr Ismail, dalam rangkaian Pesta Buku Antarabangsa Kuala Lumpur (PBAKL) 2026.
Forum akademik yang disiarkan secara langsung melalui YouTube ini menghadirkan Prof Dr Hasmyati sebagai narasumber tunggal dengan mengangkat isu olahraga tradisional di era digital.
Dalam pemaparannya, Prof Hasmyati menyampaikan pilar olahraga di Indonesia yakni olahraga pendidikan, prestasi, kesehatan dan olahraga tradisional.
Dirinya menjelaskan, bahwa olahraga awalnya itu mulai dari olahraga masyarakat seperti tradisi kemudian menjadi olahraga prestasi. Ia mencontohkan sepak raga merupakan olaraga tradisional kini sudah menjelma menjadi sepak takraw sebagai olahraga prestasi.
"Kalau olahraga prestasi itu sudah ada aturannya yang baku dari federasinya di tingkat nasional dan intenasional.
Sementara untuk olahraga tradisional sama sekali tidak ada aturannya, namun memiliki nilai budaya dan seni," kata dia dalam acara tersebut.
Prof Hasmyati yang juga pengurus Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) menjelaskan, sepak raga yang merupakan olahraga tradisonal dilakukan saat ada kegiatan penyambutan dalam acara tertentu.
"Dulu bahkan digelar saat acara kerajaan. Kalau olahraga tradisional memang digunakan untuk menerapkan tradisi dan budaya dalam masyarakat," kata dia.
Dia menjelaskan, di era saat ini perkembangan olahraga tradisional memang harus dikembangkan sehingga di Indonesia ada namanya Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI). "Karena kita tau bahwa olahraga tradisional banyak dan harus dihimpun, apalagi juga menanamkan nilai kekompakan tim," katanya.
Prof Hasmyati menjelaskan, bahwa olahraga tradisional ini memang harus dilestarikan termasuk bersama-sama mengangkat agar bisa dipertandingkan pada event internasional.
Selain itu Mantan Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) UNM ini menjelaskan perbedaan mendasar olahraga tradisional dan modern atau prestasi itu yakni tradisional lebih pada penerapan seni dan tradisinya. "Sementara untuk olahraga prestasi/modern lebih memacu mendapatkan prestasi sehingga kemampuan fisik harus menjadi utama," katanya.
Forum akademik yang disiarkan secara langsung melalui YouTube ini menghadirkan Prof Dr Hasmyati sebagai narasumber tunggal dengan mengangkat isu olahraga tradisional di era digital.
Dalam pemaparannya, Prof Hasmyati menyampaikan pilar olahraga di Indonesia yakni olahraga pendidikan, prestasi, kesehatan dan olahraga tradisional.
Dirinya menjelaskan, bahwa olahraga awalnya itu mulai dari olahraga masyarakat seperti tradisi kemudian menjadi olahraga prestasi. Ia mencontohkan sepak raga merupakan olaraga tradisional kini sudah menjelma menjadi sepak takraw sebagai olahraga prestasi.
"Kalau olahraga prestasi itu sudah ada aturannya yang baku dari federasinya di tingkat nasional dan intenasional.
Sementara untuk olahraga tradisional sama sekali tidak ada aturannya, namun memiliki nilai budaya dan seni," kata dia dalam acara tersebut.
Prof Hasmyati yang juga pengurus Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) menjelaskan, sepak raga yang merupakan olahraga tradisonal dilakukan saat ada kegiatan penyambutan dalam acara tertentu.
"Dulu bahkan digelar saat acara kerajaan. Kalau olahraga tradisional memang digunakan untuk menerapkan tradisi dan budaya dalam masyarakat," kata dia.
Dia menjelaskan, di era saat ini perkembangan olahraga tradisional memang harus dikembangkan sehingga di Indonesia ada namanya Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI). "Karena kita tau bahwa olahraga tradisional banyak dan harus dihimpun, apalagi juga menanamkan nilai kekompakan tim," katanya.
Prof Hasmyati menjelaskan, bahwa olahraga tradisional ini memang harus dilestarikan termasuk bersama-sama mengangkat agar bisa dipertandingkan pada event internasional.
Selain itu Mantan Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) UNM ini menjelaskan perbedaan mendasar olahraga tradisional dan modern atau prestasi itu yakni tradisional lebih pada penerapan seni dan tradisinya. "Sementara untuk olahraga prestasi/modern lebih memacu mendapatkan prestasi sehingga kemampuan fisik harus menjadi utama," katanya.
(GUS)
Berita Terkait
Sulsel
PPGA LP2M UNM Gelar Dialog Interaktif RRI, Dorong Remaja Putri Tekuni Bidang STEM
Pusat Penelitian Gender dan Anak (PPGA), LP2M Universitas Negeri Makassar (UNM), menggelar dialog interaktif radio "STEM HER Network: Media Engagement and STEM Partnership Forum" di RRI Makassar.
Minggu, 20 Sep 2026 12:05
News
Calon Dekan FIP UNM Prof Syawal Dorong Akselerasi Berbasis Kolaborasi
Pemaparan visi misi calon dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Makassar (UNM) periode 2026–2030 tuntas digelar pada Senin siang, pukul 08.00–12.00 Wita.
Selasa, 15 Sep 2026 09:30
Sulsel
Panitia Resmi Buka Pendaftaran Pilrek UNM 2027-2031, Berikut Tahapannya
Tahapan Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Negeri Makassar (UNM) periode 2027-2031 sudah dimulai. Panitia Pemilihan telah dibentuk dan sudah mulai bekerja.
Kamis, 03 Sep 2026 16:22
News
LSP UNM Perkuat Kompetensi Mahasiswa, Bekali Lulusan Hadapi Dunia Kerja
Universitas Negeri Makassar (UNM) terus memperkuat kualitas dan daya saing lulusan melalui program sertifikasi profesi. Salah satunya dilakukan melalui kegiatan Sosialisasi dan Pendampingan Persiapan Uji Kompetensi Mahasiswa melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) UNM.
Kamis, 03 Sep 2026 08:20
Sulsel
Tim PKM Fakultas Ilmu Pendidikan UNM Berdayakan Pemuda Minasa Baji
Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Makassar (UNM) menjalankan program pemberdayaan pemuda di Desa Minasa Baji, Kecamatan Kepulauan Tanakeke, Kabupaten Takalar.
Minggu, 30 Agu 2026 21:40
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Dua Laporan Soal Islamic Center Malili Masuk ke Kejari Lutim, Status Lahan Jadi Sorotan
2
Soroti Kebutuhan Air Bersih di Kota, Andi Iwan Minta PAMSIMAS Bisa Masuk Kelurahan
3
Puncak Hari Kesatuan Gerak PKK Maros ke-54, Dorong Program Literasi hingga Tingkat Desa
4
Kalla 10K Naik Kelas, Rute Tersertifikasi PASI dan Diikuti 4.500 Pelari
5
Pertamina Resmikan Jembatan Kaluppini, Akses Pendidikan dan Ekonomi Warga Makin Lancar
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Dua Laporan Soal Islamic Center Malili Masuk ke Kejari Lutim, Status Lahan Jadi Sorotan
2
Soroti Kebutuhan Air Bersih di Kota, Andi Iwan Minta PAMSIMAS Bisa Masuk Kelurahan
3
Puncak Hari Kesatuan Gerak PKK Maros ke-54, Dorong Program Literasi hingga Tingkat Desa
4
Kalla 10K Naik Kelas, Rute Tersertifikasi PASI dan Diikuti 4.500 Pelari
5
Pertamina Resmikan Jembatan Kaluppini, Akses Pendidikan dan Ekonomi Warga Makin Lancar