FEB UNM dan Pegadaian Perkuat Kapasitas UMKM di Bulukumba Lewat Program PKM
Rabu, 22 Jul 2026 20:11
Tim PKM Program Studi Manajemen FEB UNM memberikan pelatihan transformasi UMKM berbasis Science, Art, and Technology kepada pelaku UMKM di Desa Balleanging, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba. F
BULUKUMBA - Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM).
Kegiatan tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Pegadaian Cabang Bulukumba dan Pemerintah Desa Balleanging, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba, Rabu (22/7/2026).
Mengusung tema "Transformasi UMKM Berbasis Science, Art, and Technology untuk Mewujudkan Usaha Berkelanjutan", kegiatan ini diikuti pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perangkat desa, tokoh masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan.
Program dipimpin Ketua Program Studi Manajemen FEB UNM, Dr. Anwar, sebagai bentuk implementasi peran perguruan tinggi dalam memperkuat kapasitas UMKM melalui pendekatan berbasis ilmu pengetahuan, kreativitas, dan teknologi.
"Program ini dirancang untuk memberikan wawasan dan keterampilan praktis kepada pelaku UMKM agar mampu meningkatkan daya saing usaha sekaligus menciptakan model bisnis yang adaptif terhadap perkembangan ekonomi digital," katanya.
Dekan FEB UNM, Prof. Basri Bado, menegaskan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha dalam membangun ekosistem pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.
"Perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk menghadirkan inovasi yang dapat diterapkan secara langsung dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat."
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bulukumba, Asdar Andi Bennu, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut.
"Peningkatan kapasitas pelaku UMKM melalui edukasi, pendampingan, dan pemanfaatan teknologi merupakan salah satu strategi penting dalam memperkuat ekonomi desa dan mendukung tercapainya pembangunan yang inklusif. Kolaborasi seperti ini dapat terus dikembangkan sehingga mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat desa," harapnya.
Kepala Desa Balleanging, Irfandi Bahri, juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada desanya sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan pengabdian.
"Pengembangan UMKM merupakan salah satu prioritas pembangunan desa karena sektor tersebut menjadi penopang utama perekonomian masyarakat," jelasnya saat membuka kegiatan.
Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan pemerintah merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat ekonomi desa.
Dari unsur dunia usaha, perwakilan Pegadaian Cabang Bulukumba, Muh. Yakub, menegaskan komitmen Pegadaian dalam mendukung pengembangan UMKM melalui program literasi keuangan, pembiayaan produktif, dan pendampingan usaha.
"Kolaborasi dengan perguruan tinggi dan pemerintah desa merupakan langkah yang tepat untuk memperluas akses pengetahuan dan layanan keuangan kepada pelaku UMKM sehingga mereka memiliki kemampuan untuk mengembangkan usaha secara lebih profesional dan berkelanjutan," ujarnya.
Pada sesi utama, tim pengabdian Program Studi Manajemen FEB UNM memaparkan konsep transformasi UMKM berbasis Science, Art, and Technology (SAT). Pendekatan tersebut mengintegrasikan penerapan ilmu manajemen dalam pengelolaan usaha (science), pengembangan kreativitas dan inovasi produk (art), serta pemanfaatan teknologi digital (technology) untuk meningkatkan efisiensi operasional, pemasaran, pengelolaan keuangan, dan perluasan akses pasar.
Peserta juga mendapatkan pelatihan mengenai pencatatan keuangan sederhana, strategi pemasaran digital, penguatan identitas merek, serta pentingnya inovasi dalam menjaga keberlanjutan usaha.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Pelaku UMKM aktif berdiskusi mengenai berbagai tantangan yang dihadapi, mulai dari keterbatasan modal, pemasaran, hingga adaptasi terhadap teknologi digital. Melalui sesi diskusi dan konsultasi, tim pengabdian bersama Pegadaian memberikan berbagai solusi praktis yang dapat diterapkan sesuai karakteristik usaha masing-masing.
Melalui kolaborasi ini, Program Studi Manajemen FEB UNM, Pegadaian Cabang Bulukumba, dan Pemerintah Desa Balleanging berharap kapasitas pelaku UMKM semakin meningkat sehingga mampu menjadi lebih inovatif, adaptif, dan berdaya saing. Sinergi antara perguruan tinggi, dunia usaha, pemerintah daerah, dan pemerintah desa diharapkan menjadi fondasi dalam membangun ekosistem pemberdayaan UMKM yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mewujudkan usaha yang tangguh dan berkelanjutan di Kabupaten Bulukumba.
Kegiatan tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Pegadaian Cabang Bulukumba dan Pemerintah Desa Balleanging, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba, Rabu (22/7/2026).
Mengusung tema "Transformasi UMKM Berbasis Science, Art, and Technology untuk Mewujudkan Usaha Berkelanjutan", kegiatan ini diikuti pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perangkat desa, tokoh masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan.
Program dipimpin Ketua Program Studi Manajemen FEB UNM, Dr. Anwar, sebagai bentuk implementasi peran perguruan tinggi dalam memperkuat kapasitas UMKM melalui pendekatan berbasis ilmu pengetahuan, kreativitas, dan teknologi.
"Program ini dirancang untuk memberikan wawasan dan keterampilan praktis kepada pelaku UMKM agar mampu meningkatkan daya saing usaha sekaligus menciptakan model bisnis yang adaptif terhadap perkembangan ekonomi digital," katanya.
Dekan FEB UNM, Prof. Basri Bado, menegaskan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha dalam membangun ekosistem pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.
"Perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk menghadirkan inovasi yang dapat diterapkan secara langsung dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat."
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bulukumba, Asdar Andi Bennu, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut.
"Peningkatan kapasitas pelaku UMKM melalui edukasi, pendampingan, dan pemanfaatan teknologi merupakan salah satu strategi penting dalam memperkuat ekonomi desa dan mendukung tercapainya pembangunan yang inklusif. Kolaborasi seperti ini dapat terus dikembangkan sehingga mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat desa," harapnya.
Kepala Desa Balleanging, Irfandi Bahri, juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada desanya sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan pengabdian.
"Pengembangan UMKM merupakan salah satu prioritas pembangunan desa karena sektor tersebut menjadi penopang utama perekonomian masyarakat," jelasnya saat membuka kegiatan.
Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan pemerintah merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat ekonomi desa.
Dari unsur dunia usaha, perwakilan Pegadaian Cabang Bulukumba, Muh. Yakub, menegaskan komitmen Pegadaian dalam mendukung pengembangan UMKM melalui program literasi keuangan, pembiayaan produktif, dan pendampingan usaha.
"Kolaborasi dengan perguruan tinggi dan pemerintah desa merupakan langkah yang tepat untuk memperluas akses pengetahuan dan layanan keuangan kepada pelaku UMKM sehingga mereka memiliki kemampuan untuk mengembangkan usaha secara lebih profesional dan berkelanjutan," ujarnya.
Pada sesi utama, tim pengabdian Program Studi Manajemen FEB UNM memaparkan konsep transformasi UMKM berbasis Science, Art, and Technology (SAT). Pendekatan tersebut mengintegrasikan penerapan ilmu manajemen dalam pengelolaan usaha (science), pengembangan kreativitas dan inovasi produk (art), serta pemanfaatan teknologi digital (technology) untuk meningkatkan efisiensi operasional, pemasaran, pengelolaan keuangan, dan perluasan akses pasar.
Peserta juga mendapatkan pelatihan mengenai pencatatan keuangan sederhana, strategi pemasaran digital, penguatan identitas merek, serta pentingnya inovasi dalam menjaga keberlanjutan usaha.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Pelaku UMKM aktif berdiskusi mengenai berbagai tantangan yang dihadapi, mulai dari keterbatasan modal, pemasaran, hingga adaptasi terhadap teknologi digital. Melalui sesi diskusi dan konsultasi, tim pengabdian bersama Pegadaian memberikan berbagai solusi praktis yang dapat diterapkan sesuai karakteristik usaha masing-masing.
Melalui kolaborasi ini, Program Studi Manajemen FEB UNM, Pegadaian Cabang Bulukumba, dan Pemerintah Desa Balleanging berharap kapasitas pelaku UMKM semakin meningkat sehingga mampu menjadi lebih inovatif, adaptif, dan berdaya saing. Sinergi antara perguruan tinggi, dunia usaha, pemerintah daerah, dan pemerintah desa diharapkan menjadi fondasi dalam membangun ekosistem pemberdayaan UMKM yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mewujudkan usaha yang tangguh dan berkelanjutan di Kabupaten Bulukumba.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
PPGA LP2M UNM Gelar Dialog Interaktif RRI, Dorong Remaja Putri Tekuni Bidang STEM
Pusat Penelitian Gender dan Anak (PPGA), LP2M Universitas Negeri Makassar (UNM), menggelar dialog interaktif radio "STEM HER Network: Media Engagement and STEM Partnership Forum" di RRI Makassar.
Minggu, 20 Sep 2026 12:05
Ekbis
Pegadaian Kanwil VI Dorong UMKM Naik Kelas dengan Pelatihan Barista
PT Pegadaian Kanwil VI Sulselbarra Maluku kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan dan pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui peningkatan kapasitas dan keterampilan masyarakat.
Jum'at, 18 Sep 2026 16:34
Ekbis
PLN Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat Sinjai Lewat Pelatihan Digital dan Peternakan
PLN UID Sulselrabar menggabungkan dua pendekatan pemberdayaan masyarakat melalui Digital Skill Bootcamp dan pengembangan sentra peternakan NUMA Farm.
Jum'at, 18 Sep 2026 16:09
Ekbis
Pegadaian Kanwil VI Sulselbarra Maluku Dorong Pemberdayaan UMKM melalui Pelatihan Barbershop
PT Pegadaian Kanwil VI SulSelBarRa Maluku terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan dan kemandirian pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui program pemberdayaan yang berkelanjutan.
Kamis, 17 Sep 2026 17:49
Ekbis
NIPAH PARK Gelar Makassar Coffee Fest 2026, Dukung Industri Kopi Lokal
Penyelenggaraan Makassar Coffee Fest 2026 merupakan bagian dari upaya NIPAH PARK mendukung kegiatan UMKM sekaligus memperkuat ekosistem industri kopi di daerah.
Rabu, 16 Sep 2026 19:21
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Dua Tim SMP Islam Athirah Makassar Wakili Sulsel di OPSI 2026
2
HAR Soroti Masalah Sampah di Gowa, DPRD Bakal Panggil DLH untuk Klarifikasi
3
Meriah di 17 Kota, BAF Friends Festival Hadirkan Banyak Keseruan untuk Konsumen
4
FAI-UMI Bekali Maba dengan Nilai Keilmuan, Karakter, dan Pengembangan Diri
5
PPGA LP2M UNM Gelar Dialog Interaktif RRI, Dorong Remaja Putri Tekuni Bidang STEM
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Dua Tim SMP Islam Athirah Makassar Wakili Sulsel di OPSI 2026
2
HAR Soroti Masalah Sampah di Gowa, DPRD Bakal Panggil DLH untuk Klarifikasi
3
Meriah di 17 Kota, BAF Friends Festival Hadirkan Banyak Keseruan untuk Konsumen
4
FAI-UMI Bekali Maba dengan Nilai Keilmuan, Karakter, dan Pengembangan Diri
5
PPGA LP2M UNM Gelar Dialog Interaktif RRI, Dorong Remaja Putri Tekuni Bidang STEM