FAI-UMI Bekali Maba dengan Nilai Keilmuan, Karakter, dan Pengembangan Diri

Minggu, 20 Sep 2026 22:18
FAI-UMI Bekali Maba dengan Nilai Keilmuan, Karakter, dan Pengembangan Diri
Fakultas Agama Islam Universitas Muslim Indonesia (FAI-UMI) melaksanakan kegiatan Pekan Pesantren Mahasiswa Baru (MABA) FAI-UMI yang berlangsung di Pesantren Unggulan Mahasiswa Darul Mukhlisin UMI.
Comment
Share
MAKASSAR - Fakultas Agama Islam Universitas Muslim Indonesia (FAI-UMI) melaksanakan kegiatan Pekan Pesantren Mahasiswa Baru (MABA) FAI-UMI yang berlangsung di Pesantren Unggulan Mahasiswa Darul Mukhlisin UMI, Padang Lampe, Kabupaten Pangkep 19-21 September 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses pembinaan awal mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik, nilai-nilai kelembagaan, serta budaya kemahasiswaan di FAI-UMI.

Pekan Pesantren MABA FAI-UMI dirancang sebagai ruang pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada pengenalan kehidupan perguruan tinggi, tetapi juga diarahkan untuk membangun karakter, spiritualitas, wawasan akademik, kepemimpinan, dan kesiapan mahasiswa dalam menjalani proses pendidikan di perguruan tinggi.

Pada hari pertama, para mahasiswa baru mendapatkan pembekalan materi dari Pimpinan Yayasan Wakaf UMI dan jajaran Rektorat UMI. Materi tersebut memberikan gambaran mengenai nilai-nilai kelembagaan, visi pendidikan UMI, serta peran mahasiswa sebagai bagian dari sivitas akademika yang diharapkan mampu mengembangkan potensi diri secara optimal.

Memasuki hari kedua, pembekalan dilanjutkan oleh jajaran pimpinan Fakultas Agama Islam UMI yang bertempat di Aula Wakaf Padang Lampe. Materi disampaikan oleh Dekan FAI-UMI, para Wakil Dekan, para Ketua Program Studi (Kaprodi), serta pengenalan pengurus lembaga kemahasiswaan FAI-UMI.

Rangkaian pembekalan tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa baru untuk mengenal lebih dekat struktur organisasi fakultas, program studi, sistem pembelajaran, layanan kemahasiswaan, serta berbagai wadah pengembangan minat, bakat, kepemimpinan, dan kreativitas mahasiswa.

Salah satu pesan penting disampaikan oleh Wakil Dekan III FAI-UMI Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama, Dr Rani mengajak mahasiswa baru untuk memaknai kehidupan kampus sebagai sebuah proses panjang dalam menemukan sekaligus membentuk jati diri.

“Menjadi mahasiswa adalah proses menemukan dan membentuk diri. Jangan hanya menjadi mahasiswa yang aktif kuliah, tetapi jadilah mahasiswa yang berkembang untuk menemukan jati diri,” katanya.

Menurutnya, mahasiswa perlu menyadari bahwa setiap potensi yang dimiliki membutuhkan proses pembinaan agar dapat berkembang menjadi kompetensi yang memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun lingkungan.

“Potensi yang dibina akan menjadi kompetensi yang berdampak. Jangan hanya mencari orang yang memuji kita, carilah orang yang membantu kita berkembang,” ungkapnya.

Dr Rani juga menekankan bahwa kehidupan mahasiswa tidak semata-mata berkaitan dengan persaingan untuk menjadi yang terbaik, tetapi lebih jauh merupakan proses untuk terus bertumbuh, belajar, dan memberikan kontribusi nyata.

Pesan tersebut menjadi refleksi penting bagi mahasiswa baru agar tidak menjadikan pencapaian akademik sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Mahasiswa diharapkan mampu membangun kemampuan akademik sekaligus karakter, integritas, kepemimpinan, kepedulian sosial, dan kemampuan berkolaborasi.

Di akhir materi Dekan FAI Dr. Akhmad Syahid menyampaikan pesan yang menjadi spirit bagi seluruh mahasiswa baru FAI-UMI:

“Anda datang ke kampus bukan hanya untuk mendapatkan ijazah, tetapi untuk membentuk diri menjadi insan yang berilmu, berkarakter, dan bermanfaat,” katanya.

Pekan Pesantren MABA FAI-UMI diharapkan menjadi titik awal perjalanan akademik mahasiswa baru dalam membangun fondasi keilmuan dan karakter. Melalui pembinaan yang terintegrasi antara nilai keislaman, akademik, organisasi, dan kehidupan sosial, mahasiswa FAI-UMI diharapkan tumbuh menjadi generasi yang memiliki kompetensi keilmuan, berakhlak, memiliki kepemimpinan, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat komitmen FAI-UMI dalam menghadirkan proses pendidikan yang tidak hanya mencetak lulusan yang memiliki kompetensi akademik, tetapi juga membentuk insan berkarakter, berintegritas, dan memiliki kebermanfaatan sosial.
(GUS)
Berita Terkait
Berita Terbaru