Pemkab Bantaeng Gelar Tracing TB Terintegrasi Cek Kesehatan Gratis

Senin, 03 Agu 2026 18:12
Pemkab Bantaeng Gelar Tracing TB Terintegrasi Cek Kesehatan Gratis
Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin saat menghadiri Kegiatan Tracing Tuberkulosis (TB) Terintegrasi. Foto: SINDO Makassar/Bahar Karibo
Comment
Share
BANTAENG - Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, membuka Kegiatan Tracing Tuberkulosis (TB) Terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kantor Kelurahan Bonto Jaya, Kecamatan Bisappu, Senin (3/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng, Gunya Paramasukhaputri, serta sejumlah pejabat daerah.

Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Uji Nurdin mengajak masyarakat untuk tidak menyembunyikan penyakit tuberkulosis. Menurutnya, TB bukan penyakit yang perlu ditutupi karena dapat disembuhkan jika pasien menjalani pengobatan secara teratur.

"Penyakit TB ini bukan aib. Karena sangat mudah disembuhkan kalau ikuti aturannya. Yakni minum obat selama 6 bulan tidak boleh stop. Jadi tdak boleh disembunyikan harus segera diperiksa demi tidak tertular orang sekitar dan keluarga kita," kata Bupati.

Uji Nurdin juga mengatakan, seluruh biaya pengobatan TB telah ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Selain itu, pengendalian dan pencegahan TB merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

"Jadi ini memang program prioritasnya Bapak Presiden Prabowo. Jadi kita tidak usah khawatir dengan biayanya. Ini Gratis. Karena demi kesehatan kita dan keluarga sehingga penyakit TB ini harus kita sembuhkan di Bantaeng," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Program Kegiatan Tracing Tuberkulosis (TB) Terintegrasi, Mirna, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu strategi percepatan eliminasi TB melalui penemuan kasus secara aktif, pelacakan kontak, dan skrining kesehatan masyarakat yang diintegrasikan dengan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

"Pelaksanaannya berlangsung mulai Juli hingga Desember 2026 dengan melibatkan tim pelaksana swakelola, puskesmas, kader kesehatan, pemerintah desa dan kelurahan, serta lintas sektor terkait," ungkapnya.

Ia mengatakan, kegiatan ini bertujuan mempercepat pelaksanaan contact tracing pasien TB, mengintegrasikan tracing TB dengan layanan Cek Kesehatan Gratis, memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam penemuan kasus, mengoptimalkan peran kader kesehatan dalam pendataan dan mobilisasi kontak, serta memperluas akses masyarakat terhadap layanan Cek Kesehatan Gratis.

Menurut Mirna, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan deteksi dini sekaligus mengurangi stigma terhadap penderita tuberkulosis.

"Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara bertahap pada 13 wilayah kerja puskesmas yang mencakup seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Bantaeng, dimulai di UPT Puskesmas Bissappu pada tanggal 27 Juli 2026 dan berakhir di UPT Puskesmas Baruga pada tanggal 10 November 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di 42 lokus dengan sasaran sekitar 4.200 masyarakat, atau rata-rata 100 sasaran pada setiap lokus," pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Bidang Administrasi Setda Bantaeng dr. H. Sultan, Kepala Dinas Kesehatan dr. Andi Ihsan, serta Pelaksana Tugas Camat Bissappu, Muzakkir.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru