PLN dan Pemprov Sulsel Perkuat Sinergi Pulihkan Sistem Kelistrikan Sulbagsel

Sabtu, 19 Sep 2026 12:40
PLN dan Pemprov Sulsel Perkuat Sinergi Pulihkan Sistem Kelistrikan Sulbagsel
PLN UID Sulselrabar terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sekaligus mengoptimalkan pembangkit yang masih tersedia. Foto/Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - Penurunan kemampuan pembangkit hidro hingga sekitar 600 megawatt (MW) menekan pasokan listrik di Sistem Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel). Untuk mempercepat pemulihan, PT PLN (Persero) memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sekaligus mengoptimalkan pembangkit yang masih tersedia.

Penguatan koordinasi tersebut dilakukan dalam pertemuan PLN bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan pada 10 September 2026. Pertemuan membahas kondisi sistem kelistrikan, perkembangan pasokan, serta berbagai langkah pemulihan yang dilakukan PLN.

Pertemuan tersebut diikuti jajaran PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar), Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi, serta Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Sulawesi.

General Manager PLN UID Sulselrabar Edyansyah mengatakan, tekanan terhadap Sistem Sulbagsel terutama dipengaruhi berkurangnya kemampuan produksi sejumlah pembangkit hidro. Kondisi hidrologi yang dipengaruhi fenomena El Nino berdampak pada produksi beberapa pembangkit, antara lain PLTA Poso, PLTA Bakaru, PLTA Malea, serta sejumlah pembangkit listrik tenaga mini hidro (PLTM).

“Kondisi sistem saat ini membutuhkan upaya bersama dan koordinasi yang kuat. PLN terus melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan daya mampu pasok, mempercepat pemulihan pembangkit, sekaligus memastikan sistem tetap terjaga,” ujar Edyansyah.

Berkurangnya produksi pembangkit hidro turut menekan kemampuan pasok Sistem Sulbagsel. Daya mampu pembangkit hidro yang sebelumnya berada di kisaran 850 MW kini sekitar 250 MW, atau turun sekitar 600 MW.

Di tengah tekanan tersebut, PLN mengawal sejumlah pekerjaan pemulihan pembangkit. PLTU Jeneponto menjadi salah satu pembangkit yang proses pemulihannya terus didorong agar kembali memberikan kontribusi terhadap sistem.

Pada saat yang sama, PLN mengoptimalkan pembangkit lain yang masih tersedia untuk memperkuat pasokan dan menjaga keseimbangan sistem. “Kami tidak hanya fokus pada satu langkah. Berbagai upaya kami jalankan secara paralel, mulai dari pemulihan pembangkit, optimalisasi pembangkit yang tersedia, hingga mendorong tambahan pasokan. Kami terus melihat setiap peluang untuk menambah daya mampu sistem,” jelas Edyansyah.

Selain mengoptimalkan sisi pembangkitan, PLN juga memperkuat langkah mitigasi bersama pemerintah dan pemangku kepentingan terkait, khususnya dalam menghadapi kondisi hidrologi yang memengaruhi pembangkit hidro.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah mendukung pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah yang berpengaruh terhadap ketersediaan air bagi pembangkit hidro.

Pemprov Sulsel Dukung Pemulihan
Gubernur Sulawesi Selatan mengatakan, pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan PLN untuk memahami perkembangan sistem sekaligus mendukung langkah pemulihan yang dilakukan.

“Saya bersama teman-teman dari PLN Regional Sulawesi hari ini berdiskusi dan melakukan evaluasi terkait kondisi kelistrikan serta pengaturan beban yang masih terjadi di beberapa wilayah,” ujar Gubernur Sulawesi Selatan dalam pertemuan tersebut.

Menurutnya, kondisi kelistrikan di Makassar saat pertemuan berlangsung telah menunjukkan perbaikan. Namun, sejumlah wilayah lainnya masih menghadapi pengaturan beban karena kemampuan pasok sistem belum sepenuhnya kembali optimal.

“Untuk wilayah Makassar, kondisi sistem saat ini sudah semakin membaik sehingga pengaturan beban dapat diminimalkan. Namun, di beberapa wilayah lainnya masih terdapat pengaturan beban karena daya mampu pasok sistem belum sepenuhnya kembali optimal,” lanjutnya.

Gubernur juga mengajak masyarakat memahami kondisi yang tengah dihadapi dan memberikan dukungan terhadap proses pemulihan yang dilakukan PLN.

“Kami memahami kondisi ini berdampak pada aktivitas masyarakat. Karena itu, kami memohon kesabaran dan pengertian masyarakat. PLN terus melakukan berbagai upaya percepatan untuk mengoptimalkan pasokan dan memulihkan kondisi sistem kelistrikan secepatnya,” ujarnya.

PLN Pantau Sistem Secara Real Time
PLN memastikan Sistem Sulbagsel terus dipantau secara real time. Pengoperasian pembangkit dan sistem penyaluran disesuaikan dengan perkembangan daya mampu pasok serta kebutuhan beban.

Penyesuaian tersebut dilakukan agar pengelolaan sistem dapat mengikuti kondisi teknis terkini sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik di wilayah yang dilayani.

Edyansyah menegaskan, koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam proses pemulihan Sistem Sulbagsel.

“Kami menyampaikan apresiasi atas dukungan dan koordinasi yang terus diberikan pemerintah daerah serta seluruh stakeholder. PLN akan terus bekerja dan mengevaluasi kondisi sistem secara berkala. Target kami adalah mempercepat pemulihan sehingga pasokan listrik dapat kembali semakin kuat dan sistem beroperasi secara optimal,” pungkasnya.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru