Pertumbuhan Ekonomi Nasional Perlu Ditopang Kinerja Ekonomi Daerah
Jum'at, 18 Sep 2026 19:47
Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Bima Arya mendorong pemerintah daerah di Sulawesi memperkuat sinergi untuk mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.
MAKASSAR - Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Bima Arya mendorong pemerintah daerah di Sulawesi memperkuat sinergi untuk mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.
Hal itu disampaikan Bima Arya dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pertumbuhan Ekonomi se-Sulawesi yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Jumat (18/9/2026).
Rapat koordinasi tersebut dihadiri para gubernur, bupati, wali kota se-Sulawesi, serta sejumlah instansi terkait. Forum dipandu Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Jufri Rahman.
Bima Arya mengatakan, forum tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah merumuskan strategi pertumbuhan ekonomi daerah sebagai tindak lanjut arahan pemerintah pusat.
"Jadi hari ini rangkaian dari kegiatan apresiasi Apresiasi Pemerintah Daerah, Kemendagri bersama-sama dengan BPS dan Bappenas, mengundang teman-teman Kepala Daerah untuk fokus merumuskan strategi dari pertumbuhan ekonomi sebagai turunan dari arahan Bapak Presiden," ucapnya seusai rakor.
"Karena target pertumbuhan ekonomi 8 persen, ini memerlukan dukungan dari pertumbuhan ekonomi daerah," imbuh Bima Arya.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi nasional tidak terlepas dari perkembangan ekonomi di daerah. Setiap daerah memiliki karakteristik dan potensi yang berbeda sehingga strategi pengembangan ekonomi perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
"Kepala Daerah kami minta untuk bisa mengidentifikasi potensinya apa saja dan memahami bagaimana cara menghitung dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Kami nanti akan terus berkeliling untuk fokus pada isu pertumbuhan ekonomi ini bersama-sama Bappenas dan BPS dan memunculkan pengalaman-pengalaman nyata yang sudah terbukti dari para daerah," jelasnya.
Dalam rakor tersebut, Bima Arya mencontohkan Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, sebagai salah satu daerah yang dinilainya mulai membangun ekosistem pertumbuhan ekonomi.
"Contoh-contoh baik banyak di Sulawesi Selatan ini salah satu contoh adalah Sidrap yang bisa mulai membangun ekosistem pertumbuhan ekonomi. Kabupaten Sidrap itu melejit, tumbuh, karena mampu untuk membangun ekosistem tadi, mampu untuk membangun hilirisasi pangan, dengan keterbaksasan APBD," ungkapnya.
Ia menjelaskan, belanja pemerintah merupakan salah satu komponen dalam mendorong dan menghitung pertumbuhan ekonomi. Karena itu, pemerintah daerah perlu memahami komponen pertumbuhan ekonomi dan mengidentifikasi sektor yang dapat dikembangkan berdasarkan potensi masing-masing daerah.
"Memahami bagaimana cara menghitung dan mendorong pertumbuhan ekonomi, komponennya apa saja, kemudian diidentifikasi. Karena setiap daerah itu pasti ada hal yang bisa didorong sesuai dengan potensi masing-masing," pintanya kepada para Pemda.
Bima Arya juga menyoroti kondisi perekonomian Sulawesi Selatan. Menurut dia, pertumbuhan ekonomi Sulsel berada di atas rata-rata dan inflasi terkendali."Sulsel memang di atas rata-rata pertumbuhan ekonominya, inflasi juga terkendali," ucapnya.
Meski demikian, Bima Arya mengatakan masih terdapat pekerjaan rumah agar pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan di tingkat provinsi juga tercermin di kabupaten/kota serta berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat.
"Tetapi PR-nya adalah satu bagaimana pertumbuhan ekonomi di tingkat Sulawesi Selatan secara agregat itu juga bisa diikuti pertumbuhan ekonomi di kota kabupaten dan juga berdampak pada kesejahteraan, pengurangan pengangguran, pengetesan kemiskinan, dan lain-lain," imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI Sonny Harry Budiutomo Harmadi mengatakan, pertumbuhan ekonomi nasional tidak dapat dipisahkan dari pertumbuhan ekonomi di daerah.
"Oleh karenanya peran daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi menjadi amat sangat penting. Dan kami juga sudah menjelaskan bahwa setiap daerah itu punya karakteristiknya masing-masing," katanya.
Menurut Sonny, perbedaan karakteristik ekonomi daerah turut menentukan strategi yang diperlukan untuk mendorong pertumbuhan.
Bahwa daerah dengan sektor yang dominan misalkan industri pengolahan, kata dia, pasti strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi juga berbeda dengan daerah yang didominasi oleh pertanian.
Hal itu disampaikan Bima Arya dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pertumbuhan Ekonomi se-Sulawesi yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Jumat (18/9/2026).
Rapat koordinasi tersebut dihadiri para gubernur, bupati, wali kota se-Sulawesi, serta sejumlah instansi terkait. Forum dipandu Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Jufri Rahman.
Bima Arya mengatakan, forum tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah merumuskan strategi pertumbuhan ekonomi daerah sebagai tindak lanjut arahan pemerintah pusat.
"Jadi hari ini rangkaian dari kegiatan apresiasi Apresiasi Pemerintah Daerah, Kemendagri bersama-sama dengan BPS dan Bappenas, mengundang teman-teman Kepala Daerah untuk fokus merumuskan strategi dari pertumbuhan ekonomi sebagai turunan dari arahan Bapak Presiden," ucapnya seusai rakor.
"Karena target pertumbuhan ekonomi 8 persen, ini memerlukan dukungan dari pertumbuhan ekonomi daerah," imbuh Bima Arya.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi nasional tidak terlepas dari perkembangan ekonomi di daerah. Setiap daerah memiliki karakteristik dan potensi yang berbeda sehingga strategi pengembangan ekonomi perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
"Kepala Daerah kami minta untuk bisa mengidentifikasi potensinya apa saja dan memahami bagaimana cara menghitung dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Kami nanti akan terus berkeliling untuk fokus pada isu pertumbuhan ekonomi ini bersama-sama Bappenas dan BPS dan memunculkan pengalaman-pengalaman nyata yang sudah terbukti dari para daerah," jelasnya.
Dalam rakor tersebut, Bima Arya mencontohkan Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, sebagai salah satu daerah yang dinilainya mulai membangun ekosistem pertumbuhan ekonomi.
"Contoh-contoh baik banyak di Sulawesi Selatan ini salah satu contoh adalah Sidrap yang bisa mulai membangun ekosistem pertumbuhan ekonomi. Kabupaten Sidrap itu melejit, tumbuh, karena mampu untuk membangun ekosistem tadi, mampu untuk membangun hilirisasi pangan, dengan keterbaksasan APBD," ungkapnya.
Ia menjelaskan, belanja pemerintah merupakan salah satu komponen dalam mendorong dan menghitung pertumbuhan ekonomi. Karena itu, pemerintah daerah perlu memahami komponen pertumbuhan ekonomi dan mengidentifikasi sektor yang dapat dikembangkan berdasarkan potensi masing-masing daerah.
"Memahami bagaimana cara menghitung dan mendorong pertumbuhan ekonomi, komponennya apa saja, kemudian diidentifikasi. Karena setiap daerah itu pasti ada hal yang bisa didorong sesuai dengan potensi masing-masing," pintanya kepada para Pemda.
Bima Arya juga menyoroti kondisi perekonomian Sulawesi Selatan. Menurut dia, pertumbuhan ekonomi Sulsel berada di atas rata-rata dan inflasi terkendali."Sulsel memang di atas rata-rata pertumbuhan ekonominya, inflasi juga terkendali," ucapnya.
Meski demikian, Bima Arya mengatakan masih terdapat pekerjaan rumah agar pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan di tingkat provinsi juga tercermin di kabupaten/kota serta berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat.
"Tetapi PR-nya adalah satu bagaimana pertumbuhan ekonomi di tingkat Sulawesi Selatan secara agregat itu juga bisa diikuti pertumbuhan ekonomi di kota kabupaten dan juga berdampak pada kesejahteraan, pengurangan pengangguran, pengetesan kemiskinan, dan lain-lain," imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI Sonny Harry Budiutomo Harmadi mengatakan, pertumbuhan ekonomi nasional tidak dapat dipisahkan dari pertumbuhan ekonomi di daerah.
"Oleh karenanya peran daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi menjadi amat sangat penting. Dan kami juga sudah menjelaskan bahwa setiap daerah itu punya karakteristiknya masing-masing," katanya.
Menurut Sonny, perbedaan karakteristik ekonomi daerah turut menentukan strategi yang diperlukan untuk mendorong pertumbuhan.
Bahwa daerah dengan sektor yang dominan misalkan industri pengolahan, kata dia, pasti strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi juga berbeda dengan daerah yang didominasi oleh pertanian.
(GUS)
Berita Terkait
Ekbis
Mayoritas Daerah di Sulsel Mulai Beralih ke Perbankan Syariah
Sebanyak 21 dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan telah mengalihkan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) ke layanan perbankan syariah.
Selasa, 03 Nov 2026 09:52
Ekbis
Aset Tembus Rp3.300 Triliun, OJK Luncurkan Cetak Biru Keuangan Syariah
OJK meluncurkan Cetak Biru Pengembangan dan Penguatan Keuangan Syariah sebagai arah baru untuk mempercepat pertumbuhan industri keuangan syariah nasional.
Senin, 02 Nov 2026 16:38
News
Gubernur Sulsel Sudah Koordinasi untuk Perbaikan Jalan Samping Tol Sutami
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, merespons kerusakan jalan di sepanjang sisi Tol Ir Sutami, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, yang menjadi keluhan masyarakat.
Kamis, 29 Okt 2026 16:14
News
Sulsel Jadi Provinsi Luar Jawa dengan Penyelenggaraan Sekolah Rakyat Terbanyak
Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf mengapresiasi penyelenggaraan Program Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan. Apresiasi tersebut disampaikan saat Peringatan Satu Tahun Sekolah Rakyat dan Sumpah Pemuda bertema “Satu Indonesia, Sejuta Cita-cita” di GOR Sudiang, Makassar, Rabu (28/10/2026).
Rabu, 28 Okt 2026 18:26
News
Pelindo Gandeng Pemprov Sulsel Perkuat Konektivitas Maritim dan Logistik
Pelindo Regional 4 dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memperkuat kolaborasi untuk meningkatkan konektivitas maritim dan memperlancar arus logistik.
Senin, 26 Okt 2026 19:10
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif Kehilangan Sosok Wartawan Senior Arif Situju
2
Supriansa Titip Tiga Pesan untuk Ketua Golkar Maros Terpilih Andi Patarai Amir
3
Aksi Sosial hingga Touring Meriahkan Anniversary ke-6 HAI Gowa
4
Asmo Sulsel Bagikan Tips #Cari_Aman Berkendara di Musim Hujan
5
Cetak Biru OJK Bidik Lompatan Besar Industri Keuangan Syariah
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif Kehilangan Sosok Wartawan Senior Arif Situju
2
Supriansa Titip Tiga Pesan untuk Ketua Golkar Maros Terpilih Andi Patarai Amir
3
Aksi Sosial hingga Touring Meriahkan Anniversary ke-6 HAI Gowa
4
Asmo Sulsel Bagikan Tips #Cari_Aman Berkendara di Musim Hujan
5
Cetak Biru OJK Bidik Lompatan Besar Industri Keuangan Syariah