Asmo Sulsel Tanamkan Budaya Safety Riding kepada Pelajar di Bone

Senin, 21 Sep 2026 15:43
Asmo Sulsel Tanamkan Budaya Safety Riding kepada Pelajar di Bone
Asmo Sulsel memperluas edukasi safety riding hingga ke daerah, salah satunya melalui kegiatan di SMKN 1 Bone, Senin (21/9/2026). Foto/Istimewa
Comment
Share
BONE - Membangun budaya keselamatan berkendara tidak cukup hanya melalui imbauan di jalan. Kebiasaan tersebut perlu ditanamkan sejak bangku sekolah agar menjadi bagian dari keseharian generasi muda. Prinsip inilah yang mendorong Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) memperluas edukasi safety riding hingga ke daerah, salah satunya melalui kegiatan di SMKN 1 Bone, Senin (21/9/2026).

Sekitar 30 siswa mengikuti edukasi yang dipandu Wanny, instruktur safety riding Asmo Sulsel. Para peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya mempersiapkan diri sebelum berkendara, termasuk penggunaan perlengkapan keselamatan secara lengkap.

Dalam pemaparannya, Wanny menjelaskan bahwa perlengkapan berkendara bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian dari upaya melindungi pengendara ketika menghadapi risiko di jalan. Perlengkapan tersebut meliputi helm, sarung tangan, jaket, sepatu, serta celana panjang.

Menurut Wanny, keselamatan berkendara perlu dibangun melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten, termasuk sebelum melakukan perjalanan yang dianggap dekat sekalipun.

“Kami ingin siswa memahami bahwa keselamatan berkendara bukan hanya soal kemampuan mengendarai sepeda motor, tetapi juga bagaimana mempersiapkan diri sebelum berada di jalan. Kebiasaan menggunakan perlengkapan berkendara secara lengkap perlu dibangun sejak sekarang agar menjadi bagian dari keseharian mereka,” ujar Wanny.

Edukasi kepada pelajar dinilai penting karena mereka merupakan bagian dari pengguna jalan sekaligus generasi yang akan menjadi pengendara aktif pada masa mendatang. Karena itu, materi safety riding disampaikan dengan pendekatan yang dekat dengan aktivitas sehari-hari, mulai dari perjalanan menuju sekolah hingga berkendara bersama keluarga.

Melalui kegiatan tersebut, Asmo Sulsel berupaya agar pesan keselamatan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi dapat diterapkan dalam perilaku berkendara sehari-hari.

Safety Riding Supervisor Asmo Sulsel Habib Permadi mengatakan edukasi keselamatan berkendara akan terus diperluas dengan menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat dan wilayah.

“Kami memiliki komitmen untuk terus membawa edukasi safety riding ke lebih banyak wilayah dan lapisan masyarakat. Tidak hanya di pusat kota, kami juga ingin menjangkau sekolah-sekolah di berbagai daerah agar pesan keselamatan berkendara dapat diterima secara lebih luas dan menjadi kebiasaan bersama,” ungkap Habib.

Perluasan edukasi tersebut mencakup wilayah operasional Asmo Sulsel, yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, hingga Ambon. Program edukasi akan terus dihadirkan melalui berbagai kesempatan dengan menyesuaikan materi berdasarkan kebutuhan peserta.

Dengan menjangkau sekolah-sekolah di berbagai daerah, Asmo Sulsel menempatkan edukasi sebagai salah satu cara untuk memperluas budaya berkendara aman. Pesan #Cari_Aman diharapkan tidak hanya dipahami sebagai kampanye, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan yang melekat dalam aktivitas berkendara generasi muda.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru