Telkomsel dan Unhas Perkuat Akses Magang Virtual untuk Mahasiswa

Selasa, 22 Sep 2026 21:58
Telkomsel dan Unhas Perkuat Akses Magang Virtual untuk Mahasiswa
Telkomsel memperluas akses program Virtual Internship (Virtuship) ke Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar. Foto/Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - Keterbatasan kuota dan lokasi magang masih menjadi tantangan bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman langsung di dunia industri. Menjawab kebutuhan tersebut, Telkomsel memperluas akses program Virtual Internship (Virtuship) ke Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar.

Perluasan tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama Telkomsel dan Unhas dalam acara THRIVE Goes to Universitas Hasanuddin di Arsjad Rasjid Lecture Theater, Selasa (22/9). Kolaborasi ini sekaligus memperluas jangkauan Virtuship ke kawasan Indonesia Timur.

Virtuship merupakan program magang virtual yang dihadirkan Telkomsel bersama Kuncie untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi memperoleh pengalaman profesional tanpa terbatas oleh lokasi fisik perusahaan maupun mahasiswa.

Melalui program ini, mahasiswa dapat mempelajari studi kasus, mengerjakan penugasan, serta terlibat dalam proyek yang mengangkat berbagai peran dan tantangan pekerjaan di sejumlah fungsi Telkomsel. Model pembelajaran tersebut dirancang agar peserta memperoleh gambaran mengenai proses kerja dan persoalan yang dihadapi industri.

Program Virtuship juga memiliki beban pembelajaran yang dapat dikonversikan menjadi kredit semester sesuai dengan ketentuan masing-masing perguruan tinggi. Peserta yang memenuhi persyaratan kelulusan akan memperoleh sertifikat dan berkesempatan masuk ke dalam talent pool untuk mengikuti peluang pengembangan karier berikutnya.

General Manager Healthcare and Education Account Management Telkomsel S. Handoyo Hadi mengatakan, Virtuship dikembangkan untuk memperluas akses mahasiswa terhadap pengalaman industri.

“Virtuship berangkat dari kebutuhan mahasiswa untuk mendapatkan akses magang yang lebih terbuka, tidak bergantung pada kondisi maupun lokasi fisik mereka. Mahasiswa mendapat pengalaman belajar berbasis proyek dan use case nyata dari industri secara virtual, dengan standar proses yang sama seperti magang konvensional, mulai dari pembelajaran, evaluasi, hingga sertifikasi dari perusahaan mitra,” ujar Handoyo.

Menurut dia, model magang virtual tersebut menjadi salah satu cara untuk mempertemukan kebutuhan mahasiswa terhadap pengalaman profesional dengan perkembangan pola kerja di industri.

“Kami melihat Virtuship sebagai breakthrough dalam menghadirkan cara baru bagi mahasiswa mendapatkan pengalaman industri dan ingin terus memperluas model ini ke lebih banyak perguruan tinggi,” lanjutnya.

Direktur Kemahasiswaan Universitas Hasanuddin Prof. Dr. Ir. Suhasman, mengatakan kehadiran Virtuship dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenal dunia industri sekaligus memahami perubahan pola kerja yang dipengaruhi perkembangan teknologi.

“Virtuship memberi kesempatan mahasiswa untuk mengenal dunia industri lebih dekat, sekaligus melihat langsung bagaimana teknologi mengubah cara kerja. Lewat pengalaman belajar dan berinteraksi dengan Telkomsel, mahasiswa dapat membangun kompetensi yang relevan dan lebih siap menghadapi dinamika dunia kerja,” kata Suhasman.

Bagi mahasiswa, pengalaman magang menjadi salah satu bagian penting dalam mempersiapkan transisi dari lingkungan akademik menuju dunia profesional. Kehadiran program magang virtual memberikan alternatif bagi mahasiswa yang menghadapi keterbatasan kesempatan maupun akses terhadap perusahaan tempat magang.

Telkomsel berkomitmen memperluas akses pengembangan kompetensi bagi generasi muda melalui berbagai program yang mempertemukan pembelajaran akademik dengan kebutuhan industri.

Melalui Virtuship, perusahaan juga menargetkan jangkauan program yang lebih luas ke berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Informasi lebih lanjut mengenai Virtuship dapat diakses melalui www.virtuship.id.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru