Pertamina Optimalkan Penyaluran BBM di Seluruh Sulawesi
Rabu, 23 Sep 2026 13:59
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memperkuat pengawasan dan penyesuaian distribusi bahan bakar minyak (BBM) di seluruh wilayah Sulawesi. Foto/Istimewa
MAKASSAR - Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memperkuat pengawasan dan penyesuaian distribusi bahan bakar minyak (BBM) di seluruh wilayah Sulawesi menyusul masih ditemukannya kepadatan kendaraan di sejumlah SPBU pada waktu dan jenis BBM tertentu.
Secara umum, kondisi penyaluran BBM di Sulawesi terpantau kondusif. Pertamina terus menyesuaikan pola distribusi dengan kebutuhan masing-masing wilayah untuk menjaga ketersediaan stok sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan pemantauan dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan kondisi penyaluran di setiap daerah.
“Kami terus memantau kondisi penyaluran BBM di seluruh wilayah Sulawesi. Secara umum kondisi terpantau kondusif, meskipun di beberapa daerah masih terdapat kepadatan pada jam-jam tertentu, khususnya untuk jenis BBM tertentu,” ujar Lilik.
Menurut dia, penyaluran terus disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan di lapangan agar stok tetap terjaga dan masyarakat dapat memperoleh BBM sesuai kebutuhannya.
Di Sulawesi Tenggara, kondisi penyaluran saat ini sudah kondusif. Rata-rata penyaluran harian sepanjang September tercatat meningkat 22,7 persen dibandingkan rata-rata normal pada periode Januari hingga Mei.
Untuk menjaga kelancaran pelayanan, Pertamina menambah jam operasional SPBU, mengoptimalkan penambahan nozzle Pertalite, serta berkolaborasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam penertiban pengecer.
Pertamina juga menerapkan batas maksimal pengisian BBM per hari yang disesuaikan dengan kapasitas tangki standar kendaraan. Kebijakan tersebut ditujukan agar penyaluran BBM dapat menjangkau masyarakat secara lebih merata sesuai kebutuhan.
Sementara di Sulawesi Tengah, kepadatan masih ditemukan pada jam sibuk penyaluran Biosolar. Kondisi serupa terpantau di Kabupaten Buol yang saat ini memiliki dua SPBU reguler.
Untuk menjaga ketahanan stok dan pemerataan penyaluran, Pertamina meningkatkan suplai sekitar 5 persen dari rata-rata penyaluran normal harian. Pengaturan antrean juga diperkuat melalui optimalisasi Marshall SPBU.
Pertamina turut berkoordinasi dengan Depot Tolitoli untuk memprioritaskan pengiriman ke Kabupaten Buol serta memperketat penyaluran sesuai standar operasional prosedur (SOP), termasuk memastikan kesesuaian QR Code dengan nomor polisi kendaraan.
Di Gorontalo, kepadatan kendaraan masih terpantau pada jam tertentu, namun kondisinya terkendali dan tidak lagi ditemukan barisan panjang seperti sebelumnya.
Untuk mempercepat distribusi, Pertamina mengoptimalkan penyaluran dari Depot Gorontalo dengan membuka proses penyaluran lebih awal. Pemanfaatan nozzle Pertalite pada SPBU tertentu juga ditingkatkan sebagai tambahan jalur pengisian.
Selain itu, Pertamina melakukan penguatan stok pada SPBU yang berpotensi mengalami kondisi kritis dengan mempertimbangkan realisasi penyaluran dan kebutuhan masing-masing SPBU. Monitoring stok, realisasi penyaluran, serta kondisi SPBU dilakukan secara berkala, disertai pengawasan transaksi untuk meminimalkan potensi penyalahgunaan dan pembelian berulang.
Koordinasi dengan Tim Satgas BBM Provinsi Gorontalo juga terus dilakukan untuk memperkuat monitoring dan pengawasan penyaluran BBM bersubsidi.
Adapun di Sulawesi Utara, antrean masih terpantau pada penyaluran Biosolar di Kota Manado. Sebagai langkah penanganan, Pertamina meningkatkan penyaluran harian Biosolar sebesar 8 persen dibandingkan Agustus serta menambah nozzle Biosolar. Sementara itu, penyaluran Pertalite di Sulawesi Utara terpantau aman dan kondusif.
Untuk Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, kondisi antrean di SPBU saat ini telah kembali normal. Meski demikian, Pertamina tetap memperkuat pasokan dengan menambah suplai Pertalite sebesar 35 persen dan Solar sebesar 4,4 persen.
Penguatan operasional dilakukan melalui penambahan jalur pelayanan Pertalite, penambahan jam operasional SPBU dan Depot Makassar, serta penambahan operator dan Marshall SPBU. Pengaturan di lapangan juga dilakukan melalui penerapan sistem ganjil-genap pada 13–20 September 2026 serta pengaturan pengisian BBM bagi kendaraan besar pada malam hari.
Lilik mengatakan seluruh langkah tersebut terus dievaluasi berdasarkan perkembangan kondisi dan kebutuhan di masing-masing wilayah. “Setiap wilayah memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, penanganannya juga kami sesuaikan, mulai dari penguatan suplai, penyesuaian jam operasional, penambahan fasilitas pengisian, sampai penguatan pengawasan di SPBU,” jelasnya.
Pertamina, lanjut Lilik, juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan pihak terkait agar penyaluran BBM di lapangan tetap berjalan tertib.
Pertamina mengimbau masyarakat tetap tenang dan melakukan pembelian BBM sesuai kebutuhan. Masyarakat juga diharapkan mengikuti arahan petugas di SPBU serta menggunakan BBM sesuai peruntukannya agar distribusi dapat berjalan lebih merata.
“Kami mengimbau agar pembelian dilakukan sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan. Dengan begitu, distribusi BBM dapat berjalan lebih merata dan masyarakat yang membutuhkan dapat tetap terlayani,” kata Lilik.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi akan terus memantau kondisi stok, penyaluran, dan pelayanan SPBU di seluruh wilayah Sulawesi serta melakukan penyesuaian distribusi sesuai perkembangan kebutuhan di lapangan.
Masyarakat dapat memperoleh informasi maupun menyampaikan pertanyaan dan pengaduan terkait produk dan layanan Pertamina melalui Pertamina Contact Center (PCC) 135 yang melayani pelanggan selama 24 jam.
Secara umum, kondisi penyaluran BBM di Sulawesi terpantau kondusif. Pertamina terus menyesuaikan pola distribusi dengan kebutuhan masing-masing wilayah untuk menjaga ketersediaan stok sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan pemantauan dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan kondisi penyaluran di setiap daerah.
“Kami terus memantau kondisi penyaluran BBM di seluruh wilayah Sulawesi. Secara umum kondisi terpantau kondusif, meskipun di beberapa daerah masih terdapat kepadatan pada jam-jam tertentu, khususnya untuk jenis BBM tertentu,” ujar Lilik.
Menurut dia, penyaluran terus disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan di lapangan agar stok tetap terjaga dan masyarakat dapat memperoleh BBM sesuai kebutuhannya.
Di Sulawesi Tenggara, kondisi penyaluran saat ini sudah kondusif. Rata-rata penyaluran harian sepanjang September tercatat meningkat 22,7 persen dibandingkan rata-rata normal pada periode Januari hingga Mei.
Untuk menjaga kelancaran pelayanan, Pertamina menambah jam operasional SPBU, mengoptimalkan penambahan nozzle Pertalite, serta berkolaborasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam penertiban pengecer.
Pertamina juga menerapkan batas maksimal pengisian BBM per hari yang disesuaikan dengan kapasitas tangki standar kendaraan. Kebijakan tersebut ditujukan agar penyaluran BBM dapat menjangkau masyarakat secara lebih merata sesuai kebutuhan.
Sementara di Sulawesi Tengah, kepadatan masih ditemukan pada jam sibuk penyaluran Biosolar. Kondisi serupa terpantau di Kabupaten Buol yang saat ini memiliki dua SPBU reguler.
Untuk menjaga ketahanan stok dan pemerataan penyaluran, Pertamina meningkatkan suplai sekitar 5 persen dari rata-rata penyaluran normal harian. Pengaturan antrean juga diperkuat melalui optimalisasi Marshall SPBU.
Pertamina turut berkoordinasi dengan Depot Tolitoli untuk memprioritaskan pengiriman ke Kabupaten Buol serta memperketat penyaluran sesuai standar operasional prosedur (SOP), termasuk memastikan kesesuaian QR Code dengan nomor polisi kendaraan.
Di Gorontalo, kepadatan kendaraan masih terpantau pada jam tertentu, namun kondisinya terkendali dan tidak lagi ditemukan barisan panjang seperti sebelumnya.
Untuk mempercepat distribusi, Pertamina mengoptimalkan penyaluran dari Depot Gorontalo dengan membuka proses penyaluran lebih awal. Pemanfaatan nozzle Pertalite pada SPBU tertentu juga ditingkatkan sebagai tambahan jalur pengisian.
Selain itu, Pertamina melakukan penguatan stok pada SPBU yang berpotensi mengalami kondisi kritis dengan mempertimbangkan realisasi penyaluran dan kebutuhan masing-masing SPBU. Monitoring stok, realisasi penyaluran, serta kondisi SPBU dilakukan secara berkala, disertai pengawasan transaksi untuk meminimalkan potensi penyalahgunaan dan pembelian berulang.
Koordinasi dengan Tim Satgas BBM Provinsi Gorontalo juga terus dilakukan untuk memperkuat monitoring dan pengawasan penyaluran BBM bersubsidi.
Adapun di Sulawesi Utara, antrean masih terpantau pada penyaluran Biosolar di Kota Manado. Sebagai langkah penanganan, Pertamina meningkatkan penyaluran harian Biosolar sebesar 8 persen dibandingkan Agustus serta menambah nozzle Biosolar. Sementara itu, penyaluran Pertalite di Sulawesi Utara terpantau aman dan kondusif.
Untuk Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, kondisi antrean di SPBU saat ini telah kembali normal. Meski demikian, Pertamina tetap memperkuat pasokan dengan menambah suplai Pertalite sebesar 35 persen dan Solar sebesar 4,4 persen.
Penguatan operasional dilakukan melalui penambahan jalur pelayanan Pertalite, penambahan jam operasional SPBU dan Depot Makassar, serta penambahan operator dan Marshall SPBU. Pengaturan di lapangan juga dilakukan melalui penerapan sistem ganjil-genap pada 13–20 September 2026 serta pengaturan pengisian BBM bagi kendaraan besar pada malam hari.
Lilik mengatakan seluruh langkah tersebut terus dievaluasi berdasarkan perkembangan kondisi dan kebutuhan di masing-masing wilayah. “Setiap wilayah memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, penanganannya juga kami sesuaikan, mulai dari penguatan suplai, penyesuaian jam operasional, penambahan fasilitas pengisian, sampai penguatan pengawasan di SPBU,” jelasnya.
Pertamina, lanjut Lilik, juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan pihak terkait agar penyaluran BBM di lapangan tetap berjalan tertib.
Pertamina mengimbau masyarakat tetap tenang dan melakukan pembelian BBM sesuai kebutuhan. Masyarakat juga diharapkan mengikuti arahan petugas di SPBU serta menggunakan BBM sesuai peruntukannya agar distribusi dapat berjalan lebih merata.
“Kami mengimbau agar pembelian dilakukan sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan. Dengan begitu, distribusi BBM dapat berjalan lebih merata dan masyarakat yang membutuhkan dapat tetap terlayani,” kata Lilik.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi akan terus memantau kondisi stok, penyaluran, dan pelayanan SPBU di seluruh wilayah Sulawesi serta melakukan penyesuaian distribusi sesuai perkembangan kebutuhan di lapangan.
Masyarakat dapat memperoleh informasi maupun menyampaikan pertanyaan dan pengaduan terkait produk dan layanan Pertamina melalui Pertamina Contact Center (PCC) 135 yang melayani pelanggan selama 24 jam.
(TRI)
Berita Terkait
News
Pertamina Perkuat Suplai LPG 3 Kg di Sejumlah Wilayah Sulawesi
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyesuaikan penyaluran LPG 3 Kg di sejumlah wilayah sepanjang September 2026 untuk merespons perkembangan kebutuhan masyarakat.
Selasa, 22 Sep 2026 10:29
News
Pertamina Perkuat Pasokan LPG 3 Kg di Makassar, Tambah 60.000 Tabung
Penguatan pasokan tersebut dilakukan dalam tiga tahap. Pada 10–12 September, Pertamina menambah penyaluran sebesar 50 persen dari rata-rata penyaluran harian.
Sabtu, 19 Sep 2026 20:20
News
Pertamina Blokir 11.093 QR Code BBM Subsidi di Wilayah Sulawesi
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memblokir 11.093 nomor polisi kendaraan yang teridentifikasi terkait penggunaan QR Code BBM Subsidi yang tidak sesuai ketentuan.
Jum'at, 18 Sep 2026 18:22
Ekbis
Antisipasi Kelangkaan, Pertamina Pasok Tambahan 193 Ribu LPG 3 Kg di Sulselbar
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi kembali menambah pasokan LPG 3 kg sebanyak 193.200 tabung untuk wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.
Rabu, 16 Sep 2026 19:44
News
Antrean BBM di Gowa, Takalar & Maros Kondusif, Pertamina Tambah Penyaluran 15 Persen
Penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Gowa, Takalar, dan Maros, Sulawesi Selatan, terpantau kondusif.
Rabu, 16 Sep 2026 13:33
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Matangkan Pelaksanaan SKD Poltekpin 2026, 132 Peserta Siap Ikuti Seleksi
2
Gandeng Tiga Bank, Perumahan Subsidi Alexandria City Moncongloe Gelar Akad Massal 250 User
3
Tallasa City Groundbreaking Private Club House dan Siapkan Perencanaan Masjid di Cluster Alstonia
4
FSIKP UMI Gelar Kick-Off BIPA untuk Mahasiswa Internasional
5
Guru Jeneponto Ikuti Bimtek Literasi dan Numerasi
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Matangkan Pelaksanaan SKD Poltekpin 2026, 132 Peserta Siap Ikuti Seleksi
2
Gandeng Tiga Bank, Perumahan Subsidi Alexandria City Moncongloe Gelar Akad Massal 250 User
3
Tallasa City Groundbreaking Private Club House dan Siapkan Perencanaan Masjid di Cluster Alstonia
4
FSIKP UMI Gelar Kick-Off BIPA untuk Mahasiswa Internasional
5
Guru Jeneponto Ikuti Bimtek Literasi dan Numerasi