YBM PLN Rayakan Milad ke-20 dengan Servis Gratis bagi 120 Pengemudi Ojol

Jum'at, 25 Sep 2026 09:03
YBM PLN Rayakan Milad ke-20 dengan Servis Gratis bagi 120 Pengemudi Ojol
Senyum bahagia para Srikandi ojek online usai mendapatkan layanan servis motor gratis melalui program Ojol Care, yang dihadirkan YBM PLN bagi 120 pengemudi ojek online. Foto/Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - Bagi Ina Kartini Syam, sepeda motor bukan sekadar alat transportasi. Kendaraan itu menjadi tumpuan untuk mengantarkan penumpang sekaligus menopang kebutuhan keluarganya sehari-hari.

Selama sekitar tujuh tahun menjadi pengemudi ojek online, perempuan 44 tahun itu terbiasa menghabiskan waktu di jalan sejak pagi hingga malam. Setelah mengantar putra semata wayangnya ke sekolah, Ina kembali menyusuri jalanan Kota Makassar demi mendapatkan penghasilan.

Profesi tersebut dipilih karena memberikan fleksibilitas waktu, terutama untuk menjalankan perannya sebagai ibu. Namun, pekerjaan sebagai pengemudi ojek online juga memiliki tantangan, mulai dari kondisi jalan dan cuaca hingga menghadapi pelanggan dengan beragam karakter.

“Kalau jadi ojol, kita bertemu customer dengan berbagai macam karakter. Tapi saya tetap semangat mencari penghasilan. Yang paling membuat saya senang itu ketika pulang membawa uang atau makanan, lalu melihat senyum anak saya,” ujar Ina.

Tingginya intensitas penggunaan sepeda motor membuat perawatan kendaraan menjadi kebutuhan penting bagi Ina. Namun, biaya servis terkadang harus ditunda ketika kebutuhan rumah tangga lebih mendesak.

Karena itu, layanan servis motor gratis melalui program Ojol Care yang digelar Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN menjadi dukungan yang berarti bagi Ina dan pengemudi lainnya.

Program yang menjadi bagian dari peringatan Milad ke-20 YBM PLN tersebut memberikan layanan servis motor gratis kepada 120 pengemudi ojek online muslim pada 24–25 September 2026 di Kantor PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar).

Mengusung tema “Menebar Manfaat dan Membangun Kemandirian”, rangkaian Milad ke-20 YBM PLN tidak hanya diarahkan untuk menghadirkan bantuan langsung, tetapi juga mendukung penerima manfaat agar tetap mampu menjalankan aktivitas ekonomi secara berkelanjutan.

Bagi pengemudi ojek online, kendaraan yang terawat menjadi bagian penting untuk menjaga kelancaran pekerjaan. Melalui Ojol Care, YBM PLN berupaya membantu meringankan salah satu kebutuhan operasional yang harus ditanggung para pengemudi.

Program tersebut juga menjadi bagian dari pemanfaatan dana zakat yang dikelola YBM PLN melalui kegiatan yang disesuaikan dengan kebutuhan penerima manfaat.

Dorong UMKM Naik Kelas
Semangat membangun kemandirian juga diwujudkan YBM PLN melalui Expo UMKM yang menghadirkan pelaku usaha dari sejumlah daerah binaan.

Pelaku UMKM yang mengikuti kegiatan tersebut antara lain berasal dari Desa Cahaya Lembanna Gowa, Desa Cahaya Kahayya Bulukumba, Desa Cahaya Bontojai Bone, Desa Cahaya Bonda Mamuju, Desa Cahaya Batulaya, serta Napo Polewali Mandar.

Beragam produk lokal, mulai makanan dan minuman hingga kerajinan tangan, dipamerkan dalam expo tersebut. Kegiatan ini menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk yang dikembangkan melalui pendampingan YBM PLN.

Pemberdayaan UMKM tidak hanya diarahkan sebagai sarana promosi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat mengembangkan potensi ekonomi lokal dan menjaga keberlanjutan usaha.

Penguatan kapasitas pelaku usaha kemudian dilanjutkan melalui Program Gerai Cahaya, yang dikemas dalam bentuk sharing session bersama Nurfadilah, business consultant yang berfokus pada pengembangan dan pemberdayaan UMKM.

Dalam sesi tersebut, Nurfadilah berbagi pengalaman, strategi bisnis, dan motivasi kepada pelaku UMKM binaan YBM PLN agar semakin percaya diri dalam mengembangkan usaha.

Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan sekaligus Pembina YBM PLN UID Sulselrabar, Albert Safaria, mengatakan Milad ke-20 menjadi momentum bagi YBM PLN untuk memperkuat peran dalam menghadirkan program yang memberikan manfaat langsung sekaligus mendorong kemandirian masyarakat.

“Perjuangan para pengemudi ojek online adalah cerminan ketangguhan. Semoga kegiatan kecil ini bisa meringankan beban mereka. Kami percaya berbagi kebaikan akan menghadirkan keberkahan dan cahaya kehidupan bagi semua,” ungkap Albert.

Menurut dia, seluruh program YBM PLN dapat berjalan melalui dana zakat pegawai muslim PLN yang dipotong sebesar 2,5 persen setiap bulan. “Inilah bentuk komitmen kami, bukan hanya menunaikan kewajiban syariat, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.

Albert mengatakan tema “Menebar Manfaat dan Membangun Kemandirian” menjadi refleksi perjalanan YBM PLN selama dua dekade dalam mengelola dan menyalurkan zakat melalui berbagai program kemaslahatan masyarakat.

“Harapannya, manfaat yang diberikan tidak berhenti pada bantuan sesaat. Kami ingin setiap program dapat menjadi bagian dari proses untuk menguatkan, memberdayakan, dan membangun kemandirian masyarakat,” ujarnya.

Memasuki usia ke-20, YBM PLN terus mengembangkan berbagai inisiatif yang diarahkan untuk membuka ruang bagi masyarakat agar dapat tumbuh dan berkembang. Dari kendaraan pengemudi ojol yang kembali siap menunjang aktivitas mencari nafkah hingga UMKM yang mendapat ruang promosi dan penguatan kapasitas, rangkaian Milad ke-20 menjadi bagian dari upaya YBM PLN menerjemahkan semangat menebar manfaat dan membangun kemandirian.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru