Pelindo Jasa Maritim Pastikan Kesiapan Operasional STS Nipa di Kawasan Perbatasan

Senin, 28 Sep 2026 13:10
Pelindo Jasa Maritim Pastikan Kesiapan Operasional STS Nipa di Kawasan Perbatasan
Jajaran Direksi dan Komisaris PJM turun langsung meninjau kesiapan fasilitas operasional Stasiun Pandu (STS) Nipa. Foto/Istimewa
Comment
Share
BATAM - Pulau Nipa kembali menjadi perhatian PT Pelindo Jasa Maritim (PJM) sebagai salah satu titik strategis layanan maritim di kawasan perbatasan Indonesia. Jajaran Direksi dan Komisaris PJM turun langsung meninjau kesiapan fasilitas operasional Stasiun Pandu (STS) Nipa, Senin (21/9/2026).

Peninjauan melalui Management Walkthrough tersebut dilakukan untuk memastikan sarana, prasarana, armada, hingga fasilitas pendukung STS Nipa berada dalam kondisi siap mendukung layanan ship-to-ship transfer (STS), serta pelayanan pemanduan dan penundaan kapal di perairan strategis Selat Malaka.

Kunjungan ini merupakan bagian dari Rapat Rutin Komisaris dan Direksi PJM yang digelar setiap bulan. Peninjauan sekaligus menjadi evaluasi langsung terhadap operasional kawasan setelah soft launching Nipah Transfer Anchorage Area (NTAA) pada 25 Mei 2026.

Sebelum menuju Pulau Nipa, jajaran Direksi dan Komisaris PJM melakukan kunjungan silaturahmi ke Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IV Batam. Pertemuan tersebut menjadi momentum memperkuat koordinasi dan sinergi dalam menjaga keamanan serta kelancaran aktivitas operasional di perairan Nipa.

Setibanya di Pulau Nipa, jajaran manajemen PJM memeriksa langsung berbagai fasilitas pendukung STS Nipa. Pemeriksaan mencakup kondisi fender, Landing Craft Tank (LCT), serta infrastruktur operasional lainnya yang menunjang kegiatan pelayanan kapal.

Peninjauan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memastikan standar keselamatan, kesiapan armada, dan keandalan fasilitas tetap terjaga seiring meningkatnya peran kawasan Nipa sebagai bagian dari layanan maritim di jalur strategis perdagangan internasional.

SVP Sekretaris Perusahaan PT Pelindo Jasa Maritim, Tubagus Patrick, mengatakan kunjungan tersebut menunjukkan komitmen PJM untuk memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, khususnya dalam mendukung kelancaran operasional di kawasan perbatasan.

“Kunjungan ini menjadi bukti komitmen Pelindo Jasa Maritim dalam membangun sinergi antar pemangku kepentingan. Kegiatan operasional STS Nipa ini adalah bukti kontribusi PT Pelindo Jasa Maritim mendukung pertumbuhan ekonomi di perbatasan negara,” ujarnya.

Menurut Patrick, keberadaan STS Nipa juga memiliki arti strategis karena Pulau Nipa merupakan salah satu pulau terluar Indonesia yang berbatasan langsung dengan Singapura. Karena itu, keandalan infrastruktur dan penerapan standar keselamatan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan layanan maritim di kawasan tersebut.

“Melalui kunjungan ini, PT Pelindo Jasa Maritim juga menegaskan komitmennya menjaga kedaulatan negara dengan terus menjaga standar operasional tertinggi, keselamatan kerja, serta kesiapan infrastruktur di seluruh wilayah kerja, termasuk di kawasan strategis Pulau Nipa, salah satu pulau terluar strategis Indonesia yang berbatasan langsung dengan Singapura dan menjadi pos penting TNI,” kata Patrick.

Management Walkthrough di STS Nipa juga menjadi bagian dari agenda continuous improvement PJM dalam menjalankan transformasi perusahaan. Langkah tersebut mencakup penguatan bisnis inti, peningkatan tata kelola, efisiensi organisasi, serta penguatan kesiapan operasional.

Upaya tersebut sejalan dengan arah transformasi pengelolaan portofolio yang didorong Danantara Indonesia sebagai Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara. Bagi PJM, agenda tersebut diterjemahkan antara lain melalui peningkatan standar layanan, keselamatan, kesiapan armada, dan keandalan operasional untuk mendukung kebutuhan maritim nasional.

Sebagai anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, PT Pelindo Jasa Maritim dibentuk pada 1 Oktober 2021 setelah integrasi Pelindo. PJM memiliki lima klaster bisnis, yakni jasa layanan marine, peralatan pelabuhan (equipments), jasa galangan, pengerukan (dredging solution), serta jasa utilitas kepelabuhanan (port services).

Wilayah operasional PJM mencakup seluruh Nusantara, dari Malahayati hingga Merauke. PJM juga mengelola delapan anak perusahaan dan dua cucu perusahaan dengan beragam segmen usaha untuk menyediakan layanan maritim terintegrasi bagi pengguna jasa dan mitra strategis.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru