PLN Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca, Amankan Pasokan Listrik dari PLTA di Sulawesi
Kamis, 01 Okt 2026 16:36
Petugas melakukan pemeriksaan dan persiapan pesawat nirawak (drone) sebelum pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Foto: Istimewa
MAKASSAR - PT PLN (Persero) terus mengintensifkan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Daerah (Pemda), untuk melaksanakan program Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).
Langkah mitigasi ini merupakan upaya strategis dalam menjaga keandalan pasokan energi listrik bagi masyarakat di tengah tantangan musim kemarau.
Pelaksanaan TMC ini merupakan proses berkelanjutan yang telah dan terus dilakukan di berbagai lokasi strategis, di antaranya PLTA Bakaru, PLTA Malea dan PLTA Poso. TMC ini melibatkan berbagai pihak antara lain PLN, BPBD, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta jajaran Pemerintah Daerah.
Terkait hal ini, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah, Darma Metusela, menegaskan bahwa keterlibatan aktif Pemda sangat krusial dalam mendukung kelancaran operasi.
"Proses koordinasi yang kami lakukan sangat komprehensif. Dari pihak Pemda, kami terus mendampingi dan terlibat langsung sejak tahapan survei, pengkajian lokasi sasaran, hingga pelaksanaan eksekusi di lapangan agar operasi TMC dapat berjalan optimal," ujar Darma.
Secara operasional, kegiatan TMC telah sukses direalisasikan di beberapa titik, seperti Meko dan Tokilo pada 20 September 2026. Operasi penyemaian awan di lokasi-lokasi tersebut dilakukan dengan lancar dan terus disesuaikan dengan kondisi observasi atmosfer untuk memaksimalkan potensi pembentukan hujan.
Selain di Sulawesi Tengah, koordinasi pengamanan ketersediaan air juga dilakukan secara proaktif di Sulawesi Selatan. Gubernur Sulawesi Selatan telah secara resmi meminta dukungan BMKG untuk pelaksanaan TMC guna menjaga keandalan pasokan listrik, mengingat peran strategis PLTA Malea yang berkapasitas 90 MW.
PLTA Malea sangat bergantung pada ketersediaan debit air dari Sungai Saddang. Oleh karena itu, pelaksanaan TMC difokuskan pada daerah tangkapan air (catchment area) sungai tersebut selama periode Agustus hingga September 2026. Langkah ini diharapkan mampu mempertahankan ketersediaan air bagi operasional pembangkit selama musim kemarau.
Di PLTA Bakaru, PLN terus mematangkan persiapan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Daerah Aliran Sungai (DAS) Mamasa guna menjaga ketersediaan debit air bagi operasional pembangkit berkapasitas 126 MW.
Pelaksanaan OMC direncanakan menggunakan teknologi pesawat nirawak (drone) dengan dua lokasi operasional, yakni Bandara Sumarorong dan Puncak Pasir, berdasarkan kajian kelayakan BMKG.
General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, menyampaikan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci utama keberhasilan program ini.
"Teknologi Modifikasi Cuaca ini adalah bentuk ikhtiar nyata dalam mitigasi yang kami lakukan bersama Pemda dan BMKG untuk menjaga dan memulihkan debit air di sejumlah lokasi strategis, seperti PLTA Malea dan PLTA Bakaru. Kami berharap upaya ini dapat memastikan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat tetap terjaga, meskipun musim kemarau berlangsung panjang," ujar Edyansyah.
Melalui penguatan koordinasi dan kolaborasi bersama BMKG, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan, PLN terus mengoptimalkan langkah mitigasi terhadap dampak musim kemarau.
Upaya ini menjadi bagian dari komitmen PLN dalam menjaga kesinambungan operasional pembangkit listrik tenaga air guna memastikan pasokan listrik yang andal dan berkelanjutan bagi masyarakat Sulawesi.
Langkah mitigasi ini merupakan upaya strategis dalam menjaga keandalan pasokan energi listrik bagi masyarakat di tengah tantangan musim kemarau.
Pelaksanaan TMC ini merupakan proses berkelanjutan yang telah dan terus dilakukan di berbagai lokasi strategis, di antaranya PLTA Bakaru, PLTA Malea dan PLTA Poso. TMC ini melibatkan berbagai pihak antara lain PLN, BPBD, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta jajaran Pemerintah Daerah.
Terkait hal ini, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah, Darma Metusela, menegaskan bahwa keterlibatan aktif Pemda sangat krusial dalam mendukung kelancaran operasi.
"Proses koordinasi yang kami lakukan sangat komprehensif. Dari pihak Pemda, kami terus mendampingi dan terlibat langsung sejak tahapan survei, pengkajian lokasi sasaran, hingga pelaksanaan eksekusi di lapangan agar operasi TMC dapat berjalan optimal," ujar Darma.
Secara operasional, kegiatan TMC telah sukses direalisasikan di beberapa titik, seperti Meko dan Tokilo pada 20 September 2026. Operasi penyemaian awan di lokasi-lokasi tersebut dilakukan dengan lancar dan terus disesuaikan dengan kondisi observasi atmosfer untuk memaksimalkan potensi pembentukan hujan.
Selain di Sulawesi Tengah, koordinasi pengamanan ketersediaan air juga dilakukan secara proaktif di Sulawesi Selatan. Gubernur Sulawesi Selatan telah secara resmi meminta dukungan BMKG untuk pelaksanaan TMC guna menjaga keandalan pasokan listrik, mengingat peran strategis PLTA Malea yang berkapasitas 90 MW.
PLTA Malea sangat bergantung pada ketersediaan debit air dari Sungai Saddang. Oleh karena itu, pelaksanaan TMC difokuskan pada daerah tangkapan air (catchment area) sungai tersebut selama periode Agustus hingga September 2026. Langkah ini diharapkan mampu mempertahankan ketersediaan air bagi operasional pembangkit selama musim kemarau.
Di PLTA Bakaru, PLN terus mematangkan persiapan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Daerah Aliran Sungai (DAS) Mamasa guna menjaga ketersediaan debit air bagi operasional pembangkit berkapasitas 126 MW.
Pelaksanaan OMC direncanakan menggunakan teknologi pesawat nirawak (drone) dengan dua lokasi operasional, yakni Bandara Sumarorong dan Puncak Pasir, berdasarkan kajian kelayakan BMKG.
General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, menyampaikan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci utama keberhasilan program ini.
"Teknologi Modifikasi Cuaca ini adalah bentuk ikhtiar nyata dalam mitigasi yang kami lakukan bersama Pemda dan BMKG untuk menjaga dan memulihkan debit air di sejumlah lokasi strategis, seperti PLTA Malea dan PLTA Bakaru. Kami berharap upaya ini dapat memastikan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat tetap terjaga, meskipun musim kemarau berlangsung panjang," ujar Edyansyah.
Melalui penguatan koordinasi dan kolaborasi bersama BMKG, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan, PLN terus mengoptimalkan langkah mitigasi terhadap dampak musim kemarau.
Upaya ini menjadi bagian dari komitmen PLN dalam menjaga kesinambungan operasional pembangkit listrik tenaga air guna memastikan pasokan listrik yang andal dan berkelanjutan bagi masyarakat Sulawesi.
(UMI)
Berita Terkait
News
PLN Raih Sector Champion dan Runner Up di Danantara CX100 Award 2026
PLN meraih predikat Sector Champion kategori Energy & Public Utilities sekaligus menempati posisi Runner Up dalam daftar 100 BUMN dengan layanan terbaik pada ajang Danantara Indonesia CX100 Award 2026.
Rabu, 14 Okt 2026 13:36
News
PLN Gandeng Koperasi Desa Merah Putih, Bayar Listrik Kini Lebih Dekat
PT PLN (Persero) memperluas akses layanan kelistrikan bagi masyarakat melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Selasa, 13 Okt 2026 19:10
News
PLN Komitmen Hak Pelanggan Terpenuhi, Verifikasi Gangguan Dilakukan Secara Akuntabel
PT PLN (Persero) terus memastikan pemenuhan hak pelanggan dalam menyikapi kondisi kelistrikan yang terjadi di Sistem Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel).
Rabu, 07 Okt 2026 16:41
News
Hari Kesaktian Pancasila Jadi Momentum PLN Perkuat Persatuan dan Kolaborasi
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum bagi PLN untuk memperkuat persatuan, gotong royong, dan kolaborasi dalam menjalankan tugas pelayanan kelistrikan.
Sabtu, 03 Okt 2026 08:59
News
PLN Ungkap Penyebab Listrik di Sulsel Masih Bergilir, Pemulihan Sistem Belum Sepenuhnya Optimal
PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) menjelaskan alasan pengaturan pasokan listrik atau pemadaman bergilir di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan masih berlangsung.
Selasa, 22 Sep 2026 19:09
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Demokrat Pinrang Bocorkan 7 DPC yang Sudah Komitmen Dukung Appi di Musda
2
Bela Bahlil, Ketua Golkar Sulsel Sebut Penilaian CELIOS Tidak Objektif & Abaikan Kondisi Geopolitik
3
Kualitas Udara Makassar Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
4
Bursa Calon Ketua Demokrat Sulsel Resmi Dibuka, Kader Baru Bisa Langsung Maju
5
Pemkot Makassar-Pertamina Rumuskan Skema Baru Distribusi BBM Subsidi
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Demokrat Pinrang Bocorkan 7 DPC yang Sudah Komitmen Dukung Appi di Musda
2
Bela Bahlil, Ketua Golkar Sulsel Sebut Penilaian CELIOS Tidak Objektif & Abaikan Kondisi Geopolitik
3
Kualitas Udara Makassar Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
4
Bursa Calon Ketua Demokrat Sulsel Resmi Dibuka, Kader Baru Bisa Langsung Maju
5
Pemkot Makassar-Pertamina Rumuskan Skema Baru Distribusi BBM Subsidi