Expo K-UMKM Sulsel Disambut 2.500 Peserta, Bupati Irwan Siagakan Tim Medis dan Rescue

Selasa, 06 Okt 2026 18:39
Expo K-UMKM Sulsel Disambut 2.500 Peserta, Bupati Irwan Siagakan Tim Medis dan Rescue
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menyiagakan tim medis dan penyelamatan menjelang pembukaan Pekan Expo Koperasi dan UMKM tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.
Comment
Share
LUWU TIMUR - Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menyiagakan tim medis dan penyelamatan menjelang pembukaan Pekan Expo Koperasi dan UMKM tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.

Kegiatan itu diperkirakan dihadiri sedikitnya 2.500 peserta dari 24 kabupaten/kota. Kesiapan tersebut dikukuhkan lewat apel gabungan safety dan medis di halaman SDN 252 Nikkel, Desa Sorowako, Kecamatan Nuha, Selasa (06/10/26).

Apel dipimpin Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam dan didampingi Wakil Bupati Puspawati Husler. Unsur yang dilibatkan meliputi petugas medis, BPBD, Fire Rescue Vale, PMI, Damkar, Tagana, PSC 119 dan Basarnas.

Para petugas rescue dan medis juga disematkan tanda panitia sebagai penegasan tanggung jawab selama kegiatan yang digelar dalam rangka Hari Koperasi Nasional ke-79 itu.

Irwan menegaskan, kehadiran tim safety bukan sekadar untuk mengantisipasi keadaan darurat, tetapi juga untuk memastikan tamu merasa aman.

Ia menyinggung besarnya skala kegiatan yang kini mulai terasa di Luwu Timur. “Sebagaimana kita ketahui bersama, kegiatan Expo tingkat provinsi ini diikuti oleh 24 kabupaten/kota, termasuk Kabupaten Luwu Timur. Sejak kemarin, kontingen atau peserta dari berbagai kabupaten/kota telah berdatangan ke Kabupaten Luwu Timur,” ujarnya.

Berdasarkan laporan panitia, hampir setiap daerah mengirim ratusan peserta, mulai dari sekitar 100 hingga 300 orang. Dengan jumlah sebesar itu, Irwan meminta seluruh unsur pelayanan bekerja maksimal.

“Tugas kita adalah memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh tamu yang hadir di Kabupaten Luwu Timur ini,” tegasnya.

Letak Luwu Timur di ujung wilayah Sulawesi Selatan membuat sebagian peserta harus menempuh perjalanan jauh.

Irwan tidak ingin jerih payah itu dibalas dengan layanan yang mengecewakan, terutama bagi tamu dari Jeneponto, Bulukumba, Kepulauan Selayar dan Makassar.

“Jangan sampai para tamu dari Jeneponto, Bulukumba, Selayar, Makassar, dan daerah lain datang jauh-jauh ke Luwu Timur, namun apa yang mereka dapatkan tidak sebanding dengan perjalanan yang telah ditempuh,” tuturnya.

Menurut Irwan, pelayanan yang diterima tamu akan membentuk kesan mereka terhadap Luwu Timur sebagai tuan rumah.“Tamu kita datang dengan tersenyum, harus pulang pun dengan tersenyum,” katanya.

Kepada personel rescue dan medis, Orang nomor satu di Luwu Timur ini juga berpesan agar kesiapsiagaan dijalankan sesuai peran dan fungsi masing-masing sehingga setiap potensi kejadian dapat ditangani cepat.

“Kita tentu tidak menginginkan terjadinya kecelakaan atau kejadian yang tidak diinginkan. Namun, lebih baik bersiap sedia, ibaratnya menyediakan payung sebelum hujan,” ujar Irwan.

Dengan ribuan peserta yang berkumpul di satu lokasi, kesiapan layanan darurat menjadi tolok ukur penyelenggaraan, selain daya tarik pameran itu sendiri.
(GUS)
Berita Terkait
Berita Terbaru