Puluhan Tahun Menanti, Warga Laonti Sambut Haru Pembangunan Jaringan Listrik
Sabtu, 10 Okt 2026 19:14
Proses pemancangan tiang di Desa Laonti dilaksanakan dengan mengedepankan aspek K3 sebagai prioritas utama dalam setiap tahapan pekerjaan. Foto/Istimewa
KONAWE SELATAN - Kedatangan truk pengangkut tiang listrik di Desa Lawisata, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, menjadi momen emosional bagi warga yang selama ini belum menikmati layanan listrik PLN. Tangis haru dan ungkapan kebahagiaan mengiringi tibanya material tersebut, yang menandai dimulainya pembangunan jaringan listrik di wilayah itu.
Momen tersebut terekam dalam video yang diunggah akun Facebook Heriyanti Heriyanti pada 3 Oktober 2026 dan ramai dibagikan di media sosial. Warga, termasuk kepala desa dan ibu desa setempat, menyambut kedatangan material jaringan listrik tersebut dengan penuh sukacita.
“Kami masyarakat Laonti tidak bisa menahan rasa bahagia kami. Hanya bisa terharu sampai saya tidak bisa berkata-kata,” tulis Heriyanti dalam unggahannya.
Ia menyebut kedatangan tiang listrik itu sebagai momen bersejarah bagi masyarakat Laonti, terutama setelah 23 tahun Kabupaten Konawe Selatan terbentuk.
Selama ini, keterbatasan akses jalan menjadi salah satu kendala utama dalam pembangunan jaringan listrik di wilayah tersebut. Kondisi geografis dan sulitnya akses menuju desa-desa di Laonti membuat pengangkutan material jaringan listrik menghadapi tantangan tersendiri.
Kini, kendala akses tersebut mulai teratasi melalui sinergi PT PLN (Persero) dengan Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan. Terbukanya akses memungkinkan truk pengangkut tiang listrik menjangkau wilayah yang selama ini sulit dilalui.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (Sulselrabar), Didik Wicaksono, mengatakan tibanya material jaringan listrik di Laonti merupakan bagian dari upaya PLN memperluas akses energi hingga ke wilayah yang memiliki tantangan geografis.
Menurut Didik, listrik tidak hanya memenuhi kebutuhan penerangan, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup, mulai dari mendukung kegiatan belajar anak-anak pada malam hari hingga mendorong pertumbuhan usaha warga.
“Kami memahami betul bahwa listrik adalah kebutuhan dasar yang membuka banyak peluang, mulai dari belajar anak-anak di malam hari hingga tumbuhnya usaha warga. Tibanya tiang-tiang ini adalah buah sinergi yang baik dengan Pemerintah Daerah Konawe Selatan, dan menjadi komitmen PLN untuk terus bekerja keras, termasuk menjangkau wilayah yang menantang, agar tidak ada satu pun masyarakat yang tertinggal menikmati energi listrik,” ujar Didik.
Sebelum pembangunan jaringan listrik dimulai, warga Laonti mengandalkan sumber penerangan alternatif, seperti generator set (genset) dan panel surya dengan kapasitas terbatas. Ketergantungan pada sumber energi tersebut membuat pemenuhan kebutuhan listrik, terutama pada malam hari, belum sepenuhnya optimal.
Didik menambahkan, setelah material tiba, PLN akan melanjutkan pekerjaan secara bertahap, mulai dari pembangunan jaringan hingga penyambungan dan pengoperasian listrik ke rumah-rumah warga.
Ia berharap dukungan masyarakat dan pemerintah daerah terus mengalir agar seluruh tahapan pekerjaan dapat berjalan lancar. “Kami mohon dukungan dan doa seluruh masyarakat serta pemerintah daerah agar pekerjaan ini berjalan lancar dan listrik segera menyala di Laonti,” katanya.
Dimulainya pembangunan jaringan listrik ini menjadi langkah penting untuk memperluas akses energi bagi masyarakat Laonti. PLN berharap proses pembangunan hingga penyambungan ke rumah warga dapat berjalan sesuai rencana sehingga masyarakat segera menikmati layanan listrik dan memperoleh peluang baru untuk meningkatkan aktivitas pendidikan maupun ekonomi.
Momen tersebut terekam dalam video yang diunggah akun Facebook Heriyanti Heriyanti pada 3 Oktober 2026 dan ramai dibagikan di media sosial. Warga, termasuk kepala desa dan ibu desa setempat, menyambut kedatangan material jaringan listrik tersebut dengan penuh sukacita.
“Kami masyarakat Laonti tidak bisa menahan rasa bahagia kami. Hanya bisa terharu sampai saya tidak bisa berkata-kata,” tulis Heriyanti dalam unggahannya.
Ia menyebut kedatangan tiang listrik itu sebagai momen bersejarah bagi masyarakat Laonti, terutama setelah 23 tahun Kabupaten Konawe Selatan terbentuk.
Selama ini, keterbatasan akses jalan menjadi salah satu kendala utama dalam pembangunan jaringan listrik di wilayah tersebut. Kondisi geografis dan sulitnya akses menuju desa-desa di Laonti membuat pengangkutan material jaringan listrik menghadapi tantangan tersendiri.
Kini, kendala akses tersebut mulai teratasi melalui sinergi PT PLN (Persero) dengan Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan. Terbukanya akses memungkinkan truk pengangkut tiang listrik menjangkau wilayah yang selama ini sulit dilalui.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (Sulselrabar), Didik Wicaksono, mengatakan tibanya material jaringan listrik di Laonti merupakan bagian dari upaya PLN memperluas akses energi hingga ke wilayah yang memiliki tantangan geografis.
Menurut Didik, listrik tidak hanya memenuhi kebutuhan penerangan, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup, mulai dari mendukung kegiatan belajar anak-anak pada malam hari hingga mendorong pertumbuhan usaha warga.
“Kami memahami betul bahwa listrik adalah kebutuhan dasar yang membuka banyak peluang, mulai dari belajar anak-anak di malam hari hingga tumbuhnya usaha warga. Tibanya tiang-tiang ini adalah buah sinergi yang baik dengan Pemerintah Daerah Konawe Selatan, dan menjadi komitmen PLN untuk terus bekerja keras, termasuk menjangkau wilayah yang menantang, agar tidak ada satu pun masyarakat yang tertinggal menikmati energi listrik,” ujar Didik.
Sebelum pembangunan jaringan listrik dimulai, warga Laonti mengandalkan sumber penerangan alternatif, seperti generator set (genset) dan panel surya dengan kapasitas terbatas. Ketergantungan pada sumber energi tersebut membuat pemenuhan kebutuhan listrik, terutama pada malam hari, belum sepenuhnya optimal.
Didik menambahkan, setelah material tiba, PLN akan melanjutkan pekerjaan secara bertahap, mulai dari pembangunan jaringan hingga penyambungan dan pengoperasian listrik ke rumah-rumah warga.
Ia berharap dukungan masyarakat dan pemerintah daerah terus mengalir agar seluruh tahapan pekerjaan dapat berjalan lancar. “Kami mohon dukungan dan doa seluruh masyarakat serta pemerintah daerah agar pekerjaan ini berjalan lancar dan listrik segera menyala di Laonti,” katanya.
Dimulainya pembangunan jaringan listrik ini menjadi langkah penting untuk memperluas akses energi bagi masyarakat Laonti. PLN berharap proses pembangunan hingga penyambungan ke rumah warga dapat berjalan sesuai rencana sehingga masyarakat segera menikmati layanan listrik dan memperoleh peluang baru untuk meningkatkan aktivitas pendidikan maupun ekonomi.
(TRI)
Berita Terkait
News
YBM PLN Hadirkan Terang dan Kepedulian bagi Masyarakat Sulselrabar
Dari membantu keluarga mendapatkan akses listrik hingga mendukung pendidikan mahasiswa dan santri, YBM PLN menerjemahkan semangat Hari Kesaktian Pancasila melalui aksi kepedulian.
Minggu, 04 Okt 2026 14:06
Sulsel
PLN Resmikan Dua Sumur Bor, 333 Guru & Murid di Soppeng Kini Nikmati Air Bersih
PLN UID Sulselrabar menghadirkan dua unit sumur bor untuk mendukung kebutuhan air bersih dan sanitasi di sekolah. Berdampak ke ratusan murid dan guru.
Sabtu, 03 Okt 2026 11:32
Ekbis
Ubah Sampah Plastik Jadi Furnitur, RAPPO Living PLN Raih Gold ICA ISDA 2026
Sampah plastik yang selama ini menjadi persoalan lingkungan di kawasan pesisir diolah menjadi produk bernilai ekonomi melalui program TJSL PLN UID Sulselrabar.
Jum'at, 02 Okt 2026 15:49
News
Kampung Energi Mandiri Saukang PLN Raih Silver CSR dan PDB Awards 2026
Inovasi melalui program Kampung Energi Mandiri Saukang yang dikembangkan PLN UID Sulselrabar tersebut meraih penghargaan Silver pada ajang CSR dan PDB Awards 2026.
Kamis, 01 Okt 2026 14:58
Sulbar
Dukung Pendidikan, PLN Nyalakan Listrik Sekolah Rakyat di Mamuju
Sekolah Rakyat di Kabupaten Mamuju kini mendapat pasokan listrik berdaya 555 kVA dari PT PLN (Persero). Hal itu menjadi bukti nyata kepedulian PLN terhadap dunia pendidikan.
Jum'at, 25 Sep 2026 20:32
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Indosat Perkuat Jaringan 5G di Makassar, Dukung Aktivitas Digital Masyarakat
2
500+ Pemimpin Lintas Sektor Bahas Masa Depan Kepemimpinan di Makassar
3
Pelindo Jasa Maritim Siap Aktifkan Kembali Layanan STS di Nipah
4
Telkomsel Ajak Sekolah di Makassar Digitalisasi Administrasi lewat Skul.id
5
Suara Berbeda dari Balambano, Arpa Jaska Tegaskan Tak Semua Warga Tolak Jalur Pipa Minyak PT Vale
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Indosat Perkuat Jaringan 5G di Makassar, Dukung Aktivitas Digital Masyarakat
2
500+ Pemimpin Lintas Sektor Bahas Masa Depan Kepemimpinan di Makassar
3
Pelindo Jasa Maritim Siap Aktifkan Kembali Layanan STS di Nipah
4
Telkomsel Ajak Sekolah di Makassar Digitalisasi Administrasi lewat Skul.id
5
Suara Berbeda dari Balambano, Arpa Jaska Tegaskan Tak Semua Warga Tolak Jalur Pipa Minyak PT Vale