Dua KRI TNI AL Unjuk Profesionalisme dalam Latihan Taktis di Selat Makassar
Sabtu, 24 Okt 2026 16:08
TNI Angkatan Laut terus memperkuat profesionalisme dan kesiapsiagaan prajurit melalui latihan antarunsur Koarmada II dalam rangka Operasi Rajawali Cakra-26 Tahun 2026. Foto: Istimewa
MAKASSAR - TNI Angkatan Laut terus memperkuat profesionalisme dan kesiapsiagaan prajurit melalui latihan antarunsur Koarmada II dalam rangka Operasi Rajawali Cakra-26 Tahun 2026.
Latihan yang dilaksanakan di Perairan Laut Jawa dan Selat Makassar ini melibatkan unsur kapal yang berada di bawah kendali operasi Guskamla Koarmada III, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan dan kesiapan operasional dalam menghadapi berbagai tantangan di laut, Kamis (23/10/2026).
Dua unsur yang terlibat, yakni KRI Tarakan-905 dari Satuan Kapal Bantu (Satban) Koarmada II dan KRI Teluk Banten-516 dari Satuan Kapal Amfibi (Satfib) Koarmada II yang keduanya adalah Unsur BKO Guskamla Koarmada III, melaksanakan sejumlah serial latihan untuk menguji kemampuan teknis, taktis, serta koordinasi antarkapal dalam mendukung pelaksanaan tugas operasi laut.
Latihan meliputi Replenishment at Sea (RAS) atau pembekalan di laut, Flaghoist untuk komunikasi menggunakan isyarat bendera, Flashex untuk penyampaian berita melalui isyarat lampu, serta Tactical Maneuver berupa latihan manuver taktis antarkapal secara terkoordinasi. Seluruh rangkaian tersebut dirancang untuk meningkatkan ketepatan komunikasi, kemampuan bernavigasi, dan keselarasan tindakan antarunsur dalam berbagai situasi operasi.
Pangkoarmada II Laksamana Muda TNI I Gung Putu Alit Jaya, selaku pimpinan, menekankan pentingnya latihan terencana dan berkesinambungan guna membangun prajurit yang profesional, tangguh, serta siap menghadapi dinamika operasi laut.
“Latihan ini harus menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan teknis dan taktis, memperkuat koordinasi antarkapal, serta memastikan setiap unsur memiliki kesiapan operasional yang optimal dalam melaksanakan tugas TNI Angkatan Laut,” ujar Pangkoarmada II.
Pelaksanaan latihan antarunsur setingkat L-3 ini juga menjadi wujud penerapan arahan pimpinan TNI AL dan pembinaan kemampuan satuan, termasuk penekanan Dansatban Koarmada II Kolonel Laut (P) Aria Candrayuda M Arifin, terhadap pentingnya meningkatkan keterampilan prajurit dan kesiapan material tempur. Melalui latihan terpadu, setiap unsur diharapkan mampu melaksanakan prosedur operasi secara disiplin, efektif, dan terukur.
Melalui Operasi Rajawali Cakra-26 Tahun 2026, TNI AL terus mendorong peningkatan interoperabilitas, komunikasi, dan kerja sama antarkapal guna mendukung pelaksanaan tugas pengamanan laut. Profesionalisme prajurit dan kesiapan unsur menjadi modal penting dalam menjaga kepentingan nasional serta memperkuat kehadiran TNI Angkatan Laut di wilayah perairan strategis Indonesia.
Latihan yang dilaksanakan di Perairan Laut Jawa dan Selat Makassar ini melibatkan unsur kapal yang berada di bawah kendali operasi Guskamla Koarmada III, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan dan kesiapan operasional dalam menghadapi berbagai tantangan di laut, Kamis (23/10/2026).
Dua unsur yang terlibat, yakni KRI Tarakan-905 dari Satuan Kapal Bantu (Satban) Koarmada II dan KRI Teluk Banten-516 dari Satuan Kapal Amfibi (Satfib) Koarmada II yang keduanya adalah Unsur BKO Guskamla Koarmada III, melaksanakan sejumlah serial latihan untuk menguji kemampuan teknis, taktis, serta koordinasi antarkapal dalam mendukung pelaksanaan tugas operasi laut.
Latihan meliputi Replenishment at Sea (RAS) atau pembekalan di laut, Flaghoist untuk komunikasi menggunakan isyarat bendera, Flashex untuk penyampaian berita melalui isyarat lampu, serta Tactical Maneuver berupa latihan manuver taktis antarkapal secara terkoordinasi. Seluruh rangkaian tersebut dirancang untuk meningkatkan ketepatan komunikasi, kemampuan bernavigasi, dan keselarasan tindakan antarunsur dalam berbagai situasi operasi.
Pangkoarmada II Laksamana Muda TNI I Gung Putu Alit Jaya, selaku pimpinan, menekankan pentingnya latihan terencana dan berkesinambungan guna membangun prajurit yang profesional, tangguh, serta siap menghadapi dinamika operasi laut.
“Latihan ini harus menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan teknis dan taktis, memperkuat koordinasi antarkapal, serta memastikan setiap unsur memiliki kesiapan operasional yang optimal dalam melaksanakan tugas TNI Angkatan Laut,” ujar Pangkoarmada II.
Pelaksanaan latihan antarunsur setingkat L-3 ini juga menjadi wujud penerapan arahan pimpinan TNI AL dan pembinaan kemampuan satuan, termasuk penekanan Dansatban Koarmada II Kolonel Laut (P) Aria Candrayuda M Arifin, terhadap pentingnya meningkatkan keterampilan prajurit dan kesiapan material tempur. Melalui latihan terpadu, setiap unsur diharapkan mampu melaksanakan prosedur operasi secara disiplin, efektif, dan terukur.
Melalui Operasi Rajawali Cakra-26 Tahun 2026, TNI AL terus mendorong peningkatan interoperabilitas, komunikasi, dan kerja sama antarkapal guna mendukung pelaksanaan tugas pengamanan laut. Profesionalisme prajurit dan kesiapan unsur menjadi modal penting dalam menjaga kepentingan nasional serta memperkuat kehadiran TNI Angkatan Laut di wilayah perairan strategis Indonesia.
(GUS)
Berita Terkait
Sulsel
Bupati Bone Terima Brevet Kehormatan Kesehatan Penyelaman dan Hiperbarik dari TNI AL
Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, menerima Brevet Kehormatan Kesehatan Penyelaman dan Hiperbarik dari TNI Angkatan Laut dalam rangkaian peringatan Hari Kesehatan TNI Angkatan Laut (Harkesal) Tahun 2026.
Senin, 12 Okt 2026 14:42
News
Sinergi PJM dan TNI AL, Delapan Perwira Ikuti Diklat Pandu Tingkat II
Sebanyak delapan perwira TNI AL terpilih mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pembentukan Pandu Tingkat II Angkatan V Tahun 2026 untuk mendukung peningkatan keselamatan dan keandalan layanan pemanduan kapal.
Rabu, 12 Agu 2026 14:07
News
TNI AL Terjunkan Satgas dan Posko Darurat di Sigi Pasca-Gempa M 6,7
Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VI melalui Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Palu langsung bergerak cepat menerjunkan Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana, ke wilayah terdampak gempa bumi di Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah.
Rabu, 17 Jun 2026 15:11
News
Satgas Operasi Trisila-26 TNI AL Kumpulkan Ratusan Kantong Darah di Atas KRI Teluk Kupang-519
Operasi Trisila-26 Tahap II TNI Angkatan Laut TA 2026 di bawah komando Koarmada II menggelar kegiatan donor darah di atas KRI Teluk Kupang-519 sandar di Dermaga Baru Mako Kodaeral VI
Sabtu, 06 Jun 2026 18:54
News
TNI AL Gelar Aksi Bersih Pantai di Monumen MNEK Losari Makassar
Satuan Tugas (Satgas) Operasi Trisila-26 Tahap II TNI Angkatan Laut TA 2026 menggelar kegiatan bersih pantai dan bakti sosial di kawasan Monumen MNEK, Kompleks Pantai Losari, Makassar, Sabtu (06/06/2026).
Sabtu, 06 Jun 2026 18:43
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Land Cruiser FJ Debut di Indonesia Timur, Kalla Toyota Buka Prospek
2
125 Mahasiswa Profesi Ners dan Kedokteran Gigi UMI Ikuti Pencerahan Qalbu
3
Gandeng Rappo, Mal Ratu Indah Sulap Limbah Tutup Botol Plastik Menjadi Furnitur
4
Patarai Amir Ambil Formulir Pendaftaran Bakal Calon Ketua Golkar Maros
5
Identitas Terduga Pelaku Tabrak Lari di Poros Malino Gowa Terungkap, Polisi Sudah Amankan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Land Cruiser FJ Debut di Indonesia Timur, Kalla Toyota Buka Prospek
2
125 Mahasiswa Profesi Ners dan Kedokteran Gigi UMI Ikuti Pencerahan Qalbu
3
Gandeng Rappo, Mal Ratu Indah Sulap Limbah Tutup Botol Plastik Menjadi Furnitur
4
Patarai Amir Ambil Formulir Pendaftaran Bakal Calon Ketua Golkar Maros
5
Identitas Terduga Pelaku Tabrak Lari di Poros Malino Gowa Terungkap, Polisi Sudah Amankan