Sinergi PJM dan TNI AL, Delapan Perwira Ikuti Diklat Pandu Tingkat II

Rabu, 12 Agu 2026 14:07
Sinergi PJM dan TNI AL, Delapan Perwira Ikuti Diklat Pandu Tingkat II
Sebanyak 8 perwira TNI AL terpilih mengikuti Diklat Pembentukan Pandu Tingkat II Angkatan V Tahun 2026 untuk mendukung peningkatan keselamatan dan keandalan layanan pemanduan kapal. Foto/IST
Comment
Share
BOGOR - PT Pelindo Jasa Maritim (PJM) dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang kepanduan. Sebanyak delapan perwira TNI AL terpilih mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pembentukan Pandu Tingkat II Angkatan V Tahun 2026 untuk mendukung peningkatan keselamatan dan keandalan layanan pemanduan kapal, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

Program tersebut resmi dimulai melalui Upacara Pembukaan Diklat Pembentukan Pandu Tingkat II sekaligus Seremonial Pelepasan Perwira TNI AL di Pendulum Nusantara Hall, PT Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia (PMLI), Bogor, Senin (10/8).

Kegiatan tersebut dihadiri Laksda TNI Yudi Cahyadi, selaku Asisten Personel Kepala Staf Angkatan Laut (Aspers Kasal); Direktur Kepelabuhanan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Dr. Muhammad Anto Julianto; Komisaris Utama PJM Hermanto; Direktur Utama PJM Arief Hermawan; serta Direktur Operasi dan Teknik PJM Warsilan.

Rangkaian kegiatan juga ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara TNI AL dan PJM. Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antarlembaga dalam pengembangan kompetensi personel sekaligus mendukung peningkatan kualitas pelayanan kepelabuhanan.

Direktur Utama PJM Arief Hermawan mengatakan, pendidikan Pandu Tingkat II bagi perwira TNI AL merupakan langkah strategis untuk menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan profesional di bidang pemanduan kapal.

“Program Pendidikan Pandu Tingkat II bagi Perwira TNI Angkatan Laut merupakan bentuk nyata sinergi antara Pelindo dan TNI AL dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten, profesional, dan memiliki integritas,” ujar Arief.

Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti pendidikan dengan sungguh-sungguh sehingga nantinya mampu berkontribusi terhadap peningkatan keselamatan, keandalan, dan kualitas pelayanan pemanduan kapal.

Menurut Arief, penguatan kompetensi pandu juga memiliki peran penting dalam memastikan kelancaran operasional kapal di wilayah kerja PJM.

“Bagi PJM, kerja sama ini bukan hanya tentang peningkatan kompetensi personel, tetapi merupakan bagian dari investasi jangka panjang untuk memperkuat kualitas pelayanan maritim. Kami berharap sinergi ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi peningkatan pelayanan kepelabuhanan, khususnya di kawasan Indonesia Timur,” katanya.

Sebanyak delapan perwira TNI AL dinyatakan lulus seleksi untuk mengikuti Diklat Pembentukan Pandu Tingkat II Angkatan V Tahun 2026. Mereka dipersiapkan untuk mendukung kebutuhan pelayanan pemanduan kapal di sejumlah wilayah operasional, antara lain Jayapura, Merauke, Manokwari, Biak, Sorong, Tual, Fakfak, dan Timika.

Diklat Pandu Tingkat II diselenggarakan oleh PT Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia (PMLI), yang telah memperoleh persetujuan untuk menyelenggarakan program pendidikan dan pelatihan Pandu Tingkat II. Pelaksanaannya mengacu pada pedoman penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia pemanduan kapal yang ditetapkan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.

Sinergi antara TNI AL, PJM, dan Kementerian Perhubungan tersebut diharapkan dapat memperkuat ketersediaan personel pandu yang kompeten sekaligus meningkatkan keselamatan, keandalan, dan kualitas pelayanan kapal di wilayah operasional PJM.

Upaya tersebut juga sejalan dengan agenda strategis Danantara Indonesia dalam mendorong konsistensi layanan dan keandalan operasional untuk menjaga kelancaran arus logistik nasional. Dalam konteks ini, pengembangan kompetensi sumber daya manusia menjadi salah satu fondasi penting untuk menghadirkan layanan maritim yang profesional, andal, dan berkelanjutan.

Melalui kolaborasi lintas institusi ini, PJM berharap peningkatan kapasitas personel pandu dapat memberikan dampak langsung terhadap kualitas pelayanan pemanduan kapal, sekaligus memperkuat konektivitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi maritim nasional, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru