Pembangunan Kolam Labuh Bentenge Dimulai, Habiskan Anggaran Rp17 Miliar
Minggu, 13 Agu 2023 16:55
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dan Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan kolam labuh Bentenge. Foto/Eky Hendrawan
BULUKUMBA - Pemerintah Kabupaten Bulukumba melalui Dinas Perikanan mulai melaksanakan pekerjaan pembangunan kolam labuh di Kelurahan Bentenge, Kecamatan Ujungbulu.
Didampingi Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf, Gubenur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman meletakkan batu pertama pembangunan dermaga (cause way) kolam labuh yang berada di belakang Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Bentenge, Sabtu 12 Agustus 2023.
Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf menyampaikan kolam labuh ini adalah salah satu program prioritas di era pemerintahannya. Kolam labuh yang ada saat ini tidak bisa lagi diandalkan karena terjadi pendangkalan dari muara sungai Bialo. Akibatnya, kata Andi Utta-sapaan akrabnya, nelayan kesulitan dalam melakukan aktivitas bongkar muat.
"Saat air surut kolam labuh di TPI Bentenge kering dan pada saat gelombang besar nelayan kesulitan untuk menambatkan perahunya," ungkapnya.
Selain itu aktivitas penangkapan ikan juga tidak bisa dilakukan secara regular karena nelayan harus menunggu datangnya air pasang dulu baru melaut.
Bupati Andi Utta menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Sulawesi Selatan atas bantuan keuangan provinsi. Dari Rp 27 miliar bantuan keuangan tahun anggaran 2023, sebanyak Rp 17 miliar membiayai pembangunan dermaga kolam labuh Bentenge.
Lebih lanjut dikatakan, dengan adanya kolam labuh tersebut nelayan bisa berlabuh menambatkan perahunya kapan saja tanpa harus menunggu air pasang. "Saat surut terendah, kedalaman masih 3 meter. Nelayan juga tidak terpengaruh musim barat dan musim timur," terang Andi Utta.
Senada disampaikan oleh Bupati Andi Utta, Gubernur Sulawesi Selatan mendukung pembangunan kolam labuh tersebut, karena menurutnya selama ini nelayan hanya berlabuh berdasarkan pasang surut yang sudah tidak tertampung lagi dan sudah tidak lagi terkondisikan dengan baik di tempat tersebut.
"Saya terima kasih banyak, bantuan keuangan kita Rp27 miliar, Rp17,3 miliarnya masuk ke kolam labuh dan tentu ini apresiasi kita ke Pak Bupati yang mau menjalankan dengan semangat dan ini kita sudah lakukan peletakan batu pertama," kata Gubernur Andi Sudirman Sulaiman.
Dikatakan kolam labuh sebagai bentuk perhatian pemerintah provinsi dan Kabupaten Bulukumba terhadap nelayan yang ingin kita pusatkan kembali bagaimana menarik nelayan-nelayan lain masuk kembali ke Bulukumba.
"Sehingga menguatkan kembali posisi Bulukumba sebagai daerah nelayan yang hebat. Pembuat kapal, kemudian penangkap ikan yang handal dan bisa ke depannya menjadi tempat sumber ekspor di ke luar negeri," pintanya.
Lebih detail Plt Kepala Dinas Perikanan Hamrina A. Muri menyampaikan secara eksisting jumlah nelayan yang melakukan aktivitas berlabuh di sekitar lokasi pembangunan kolam labuh adalah sebesar 1.858 orang dengan jumlah nelayan pemilik perahu/kapal sebesar 540 orang dan nelayan buruh sekitar 1.318 orang.
Dengan jumlah nelayan sebanyak ini, katanya keberadaan kolam labuh memang sangat mendesak untuk diwujudkan.
Selain diperuntukkan untuk nelayan eksisting kolam labuh ini nantinya diproyeksi untuk menjadi pelabuhan utama di Bulukumba dan menjadi pusat pelayanan maritim di bagian selatan Sulawesi Selatan.
Hal ini karena lokasinya yang tepat berada di laut Flores dan dekat dengan teluk Bone sehingga nelayan yang berasal dari kedua lautan tersebut dapat dengan mudah untuk mengakses pelabuhan ini.
Oleh karena desain pembangunan kolam labuh ini didesain untuk kapal-kapal besar untuk berlabuh dimana berdasarkan hasil kajian perencanaan di ujung cause way (dermaga) berada pada lokasi kedalaman 3 meter pada surut terendah.
"Dengan kedalaman seperti ini maka kapal-kapal berukuran 30 GT keatas bisa berlabuh dalam kondisi surut terendah sekalipun," ungkapnya.
Lebih lanjut dikatakan pembangunan kolam labuh (fasilitas utama) yang terdiri dari cause way (dermaga) dengan anggaran Rp 17 milyar dan Breakwater direncanakan sekitar Rp.34 milyar untuk tahap kedua yang akan berfungsi untuk melindungi perahu nelayan dari hempasan gelombang.
Selain dari fasilitas utama seperti Cause way dan Breakwater, kolam labuh ini juga rencananya dilengkapi dengan fasilitas penunjang seperti fasilitas pengolahan ikan, fasilitas rantai dingin dan sentra kuliner.
Didampingi Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf, Gubenur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman meletakkan batu pertama pembangunan dermaga (cause way) kolam labuh yang berada di belakang Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Bentenge, Sabtu 12 Agustus 2023.
Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf menyampaikan kolam labuh ini adalah salah satu program prioritas di era pemerintahannya. Kolam labuh yang ada saat ini tidak bisa lagi diandalkan karena terjadi pendangkalan dari muara sungai Bialo. Akibatnya, kata Andi Utta-sapaan akrabnya, nelayan kesulitan dalam melakukan aktivitas bongkar muat.
"Saat air surut kolam labuh di TPI Bentenge kering dan pada saat gelombang besar nelayan kesulitan untuk menambatkan perahunya," ungkapnya.
Selain itu aktivitas penangkapan ikan juga tidak bisa dilakukan secara regular karena nelayan harus menunggu datangnya air pasang dulu baru melaut.
Bupati Andi Utta menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Sulawesi Selatan atas bantuan keuangan provinsi. Dari Rp 27 miliar bantuan keuangan tahun anggaran 2023, sebanyak Rp 17 miliar membiayai pembangunan dermaga kolam labuh Bentenge.
Lebih lanjut dikatakan, dengan adanya kolam labuh tersebut nelayan bisa berlabuh menambatkan perahunya kapan saja tanpa harus menunggu air pasang. "Saat surut terendah, kedalaman masih 3 meter. Nelayan juga tidak terpengaruh musim barat dan musim timur," terang Andi Utta.
Senada disampaikan oleh Bupati Andi Utta, Gubernur Sulawesi Selatan mendukung pembangunan kolam labuh tersebut, karena menurutnya selama ini nelayan hanya berlabuh berdasarkan pasang surut yang sudah tidak tertampung lagi dan sudah tidak lagi terkondisikan dengan baik di tempat tersebut.
"Saya terima kasih banyak, bantuan keuangan kita Rp27 miliar, Rp17,3 miliarnya masuk ke kolam labuh dan tentu ini apresiasi kita ke Pak Bupati yang mau menjalankan dengan semangat dan ini kita sudah lakukan peletakan batu pertama," kata Gubernur Andi Sudirman Sulaiman.
Dikatakan kolam labuh sebagai bentuk perhatian pemerintah provinsi dan Kabupaten Bulukumba terhadap nelayan yang ingin kita pusatkan kembali bagaimana menarik nelayan-nelayan lain masuk kembali ke Bulukumba.
"Sehingga menguatkan kembali posisi Bulukumba sebagai daerah nelayan yang hebat. Pembuat kapal, kemudian penangkap ikan yang handal dan bisa ke depannya menjadi tempat sumber ekspor di ke luar negeri," pintanya.
Lebih detail Plt Kepala Dinas Perikanan Hamrina A. Muri menyampaikan secara eksisting jumlah nelayan yang melakukan aktivitas berlabuh di sekitar lokasi pembangunan kolam labuh adalah sebesar 1.858 orang dengan jumlah nelayan pemilik perahu/kapal sebesar 540 orang dan nelayan buruh sekitar 1.318 orang.
Dengan jumlah nelayan sebanyak ini, katanya keberadaan kolam labuh memang sangat mendesak untuk diwujudkan.
Selain diperuntukkan untuk nelayan eksisting kolam labuh ini nantinya diproyeksi untuk menjadi pelabuhan utama di Bulukumba dan menjadi pusat pelayanan maritim di bagian selatan Sulawesi Selatan.
Hal ini karena lokasinya yang tepat berada di laut Flores dan dekat dengan teluk Bone sehingga nelayan yang berasal dari kedua lautan tersebut dapat dengan mudah untuk mengakses pelabuhan ini.
Oleh karena desain pembangunan kolam labuh ini didesain untuk kapal-kapal besar untuk berlabuh dimana berdasarkan hasil kajian perencanaan di ujung cause way (dermaga) berada pada lokasi kedalaman 3 meter pada surut terendah.
"Dengan kedalaman seperti ini maka kapal-kapal berukuran 30 GT keatas bisa berlabuh dalam kondisi surut terendah sekalipun," ungkapnya.
Lebih lanjut dikatakan pembangunan kolam labuh (fasilitas utama) yang terdiri dari cause way (dermaga) dengan anggaran Rp 17 milyar dan Breakwater direncanakan sekitar Rp.34 milyar untuk tahap kedua yang akan berfungsi untuk melindungi perahu nelayan dari hempasan gelombang.
Selain dari fasilitas utama seperti Cause way dan Breakwater, kolam labuh ini juga rencananya dilengkapi dengan fasilitas penunjang seperti fasilitas pengolahan ikan, fasilitas rantai dingin dan sentra kuliner.
(TRI)
Berita Terkait
Sulsel
Sinergi OJK dan Pemkab Bulukumba Tingkatkan Inklusi Keuangan Nelayan Pesisir
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Sinergi Program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kelurahan Bentengnge, Kabupaten Bulukumba.
Rabu, 13 Mei 2026 12:03
News
Pertumbuhan Ekonomi Sulsel 6,88 Persen Hasil Kerja Kolektif
Perekonomian Sulawesi Selatan menunjukkan kinerja impresif pada triwulan I tahun 2026 berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel sebesar 6,88 persen secara year-on-year (y-on-y), disertai peningkatan penyerapan tenaga kerja serta membaiknya kualitas pekerjaan masyarakat.
Senin, 11 Mei 2026 10:40
Ekbis
Muslim Life Fair Makassar 2026 Sukses Digelar, Perkuat Ekonomi Syariah di Indonesia Timur
Muslim Life Fair pertama di luar Pulau Jawa ini membuka peluang lebih luas bagi pengembangan pasar halal & penguatan ekosistem UMKM di kawasan Indonesia timur.
Kamis, 07 Mei 2026 09:02
Ekbis
BI Sulsel Dorong Efisiensi dan Akselerasi Investasi Lewat DTM PINISI SULTAN 2026
Pemprov Sulsel bersama Kantor Perwakilan BI Sulsel menggelar Dedicated Team Meeting (DTM) Forum PINISI SULTAN yang dirangkaikan dengan Kick-Off South Sulawesi Investment Challenge (SSIC) 2026.
Kamis, 30 Apr 2026 12:07
News
Pemprov Sulsel Raih Penghargaan Tanggap Bencana Nasional
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menerima Piagam Penghargaan dari Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia, Saifullah Yusuf atas dedikasi dan kinerja luar biasa dalam penanggulangan bencana.
Rabu, 29 Apr 2026 18:53
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Silaturahmi, Begini Keakraban Fadil Imran dan Ashabul Kahfi di Jakarta
2
Open House SDIT Darul Fikri Makassar Hadirkan 10 Zona Edukatif untuk Calon Siswa
3
Membludak, Karyawan hingga Warga Ikut Donor Darah HUT ke-37 FIFGROUP di Makassar
4
Anggaran Makan Minum Reses DPRD Wajo Tahun 2023 Bakal Diselidiki Polisi
5
Perdana & Bersejarah! Petani Rongkong Akhirnya Bisa Tebus Pupuk Subsidi
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Silaturahmi, Begini Keakraban Fadil Imran dan Ashabul Kahfi di Jakarta
2
Open House SDIT Darul Fikri Makassar Hadirkan 10 Zona Edukatif untuk Calon Siswa
3
Membludak, Karyawan hingga Warga Ikut Donor Darah HUT ke-37 FIFGROUP di Makassar
4
Anggaran Makan Minum Reses DPRD Wajo Tahun 2023 Bakal Diselidiki Polisi
5
Perdana & Bersejarah! Petani Rongkong Akhirnya Bisa Tebus Pupuk Subsidi