Penampilan PSM Makassar Loyo, Appi Beri Sejumlah Saran untuk Manajemen

Selasa, 07 Apr 2026 05:16
Penampilan PSM Makassar Loyo, Appi Beri Sejumlah Saran untuk Manajemen
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin mengunjungi sesi latihan tim di Stadion Kalegowa, Senin (6/4/2026) petang. Foto: Istimewa
Comment
Share
GOWA - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menunjukkan dukungan langsung kepada PSM Makassar dengan mengunjungi sesi latihan tim di Stadion Kalegowa, Senin (6/4/2026) petang.

Kehadiran Munafri yang akrab disapa Appi itu dilakukan usai menjalankan agenda pemerintahan. Ia datang untuk melihat langsung kondisi tim sekaligus bertemu manajemen dan pemain.

“Hari ini saya cek, lihat langsung lapangan (Stadion Kalegowa) area latihan pemain PSM, bertemu manajemen PSM,” kata Appi.

Kunjungan tersebut menjadi bentuk perhatian serius pemerintah kota terhadap performa PSM Makassar yang tengah berkompetisi di Super League Indonesia musim 2025/2026.

Appi menilai tim saat ini mengalami penurunan performa, terutama setelah hasil imbang 1-1 melawan Persis Solo di Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare.

“Saya lihat kemarin juga di Parepare, ini kita seperti kehilangan bertanding, kehilangan semangat untuk menang,” ujarnya.

PSM kini tercatat belum meraih kemenangan dalam enam laga beruntun, dengan rincian empat kekalahan dan dua hasil imbang. Rentetan hasil tersebut membuat posisi PSM tertahan di peringkat ke-13 klasemen sementara dengan 25 poin.

Menurut Appi, kondisi tersebut menjadi alasan dirinya turun langsung untuk berdialog dengan pemain, manajemen, dan pelatih guna memastikan adanya langkah konkret untuk memperbaiki performa tim.

“Itulah makanya saya datang, saya bicara dengan Pak Sadikin, saya bicara untuk memastikan tim ini kembali punya semangat untuk menang, punya kemampuan,” katanya.

Appi menegaskan, secara kualitas, komposisi pemain PSM sebenarnya cukup kompetitif. Namun, diperlukan perbaikan dari sisi manajerial dan strategi agar permainan tim kembali solid.

“Saya yakin kalau melihat komposisi, ini tidak jelek amat, tapi butuh manajerial, butuh cara untuk membangkitkan bagaimana bisa mereka bermain bola secara kolektif, bermain bola untuk meraih kemenangan,” imbuhnya.

Ia juga menekankan pentingnya momentum kebangkitan, terutama dalam laga tandang melawan PSIM Yogyakarta pada pekan depan.

“Kalau momentum ini bisa kita dapatkan di Jogja sebelum kembali ke sini untuk bermain kandang, maka itu sangat penting,” tuturnya.

Appi mengaku memiliki pengalaman menghadapi situasi sulit saat masih bersama PSM, termasuk pada masa pandemi COVID-19 di Bali.

“Makanya saya merasa terusik untuk kembali menyampaikan langsung. Mudah-mudahan dengan pengalaman yang pernah kita lakukan, termasuk saat di Bali pada masa COVID-19, kita bisa mencari cara paling efektif untuk membangkitkan semangat anak-anak ini,” sambungnya.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya nilai budaya lokal seperti Siri’ na Pacce untuk kembali dihidupkan dalam diri pemain sebagai sumber semangat dan solidaritas tim.

“Ini yang kita harapkan, supaya mereka punya fighting spirit, punya Siri’ na Pacce. Makanya saya minta untuk datang langsung bertemu pemain, setidaknya kita bisa memberikan semangat buat mereka,” lanjutnya.

Dalam situasi saat ini, Appi menilai tim tidak boleh berada dalam kondisi yang stagnan. Ia mendorong adanya perubahan nyata untuk meningkatkan performa tim.

“Tidak boleh ada kondisi yang monoton, harus ada perubahan-perubahan yang nyata. Apakah itu kehadiran orang baru, pelatih baru, atau apa pun yang bisa membuat suasana berbeda,” jelasnya.

“Supaya pemain yang selama ini merasa tidak terpakai bisa termotivasi untuk menunjukkan kemampuannya,” tambah Appi.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh pemain PSM memiliki kualitas yang layak, sehingga harus mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya di lapangan.

“Klub ini tidak pantas berada di posisi seperti ini. Klub ini punya tempat yang lebih baik dan kita bisa menuju ke sana kalau kita kerja bersama-sama,” tegasnya.

Menjelang laga berikutnya, Appi berharap tim menunjukkan peningkatan performa, baik saat bermain kandang maupun tandang.

“Dari awal harus sudah menekan dan memastikan pilihan pemain yang tepat untuk meraih kemenangan,” katanya.

Terkait dukungan suporter yang dinilai menurun, ia optimistis antusiasme akan kembali seiring hasil positif tim.

“Saya rasa antusiasme suporter akan kembali dengan sendirinya ketika kita memperlihatkan kemenangan demi kemenangan,” ungkapnya.

“Semakin banyak kemenangan, semakin banyak suporter yang datang. Sekarang kita harus menunjukkan keseriusan untuk bangkit, bertanding dengan effort dan fighting spirit yang kuat,” lanjut Appi.

Di akhir, ia kembali mengingatkan pengalaman tim saat menghadapi masa sulit di era pandemi.

“Saya pernah ada di situasi seperti ini, waktu COVID di Bali. Kita berada di kondisi yang sulit, dan saat itu kita melakukan beberapa langkah untuk memastikan tidak berada di zona rawan degradasi. Itu yang paling penting,” tutupnya.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru