Rapat Panja DPRD Sulsel, Dewan Usul Copot Kepala Samsat yang Gagal Capai Target
Rabu, 07 Mei 2025 21:51
Panitia Kerja (Panja) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Tahun Anggaran 2024 DPRD Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali menggelar rapat kerja, Rabu (07/05/2025). Foto: IST
MAKASSAR - Panitia Kerja (Panja) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Tahun Anggaran 2024 DPRD Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali menggelar rapat kerja, Rabu (07/05/2025).
Rapat tersebut menghadirkan mitra Komisi C dan Komisi D, serta dipimpin langsung oleh Ketua Panja DPRD Sulsel, Yeni Rahman.
Yeni didampingi oleh Sekretaris Panja, Andi Tenri Abeng Salangketo, dan sejumlah anggota lainnya.
Dalam rapat bersama mitra Komisi C, yaitu Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sulsel, Yeni menegaskan pentingnya strategi yang matang untuk meningkatkan investasi di daerah.
“Kita harus punya desain investasi yang jelas. Desain ini sangat diperlukan untuk mendorong peningkatan investasi,” ujar Yeni.
Selain membahas strategi investasi, rapat tersebut juga menyoroti masalah perizinan tempat hiburan malam (THM) dan tambang yang dinilai masih bermasalah.
Salah satu anggota Panja, Mizar Room, menyampaikan keprihatinannya terkait adanya tambang dan THM yang beroperasi tanpa izin lengkap.
“Kalau memang harus ditutup, ya ditutup saja. Beberapa bahkan menggunakan cara tertentu lewat Kementerian Pariwisata. Prinsipnya, kita harus bijak menyikapi berbagai masalah investasi di Sulsel,” ungkap Mizar.
Sementara itu, Tim Pakar DPRD Sulsel, Prof. Ramli Haba, menegaskan bahwa pemerintah harus bertindak tegas terhadap pelanggaran izin tambang dan THM.
“Saya melihat bahwa masalah tambang galian C dan THM ini sangat dipengaruhi oleh perilaku masyarakat yang bermain di area abu-abu. Maka, pemerintah perlu tegas. Jika ada pelanggaran, cabut saja izinnya,” kata Prof. Ramli.
Pada sesi rapat bersama Badan Pendapatan Daerah Provinsi Sulsel, Anggota Panja mengusulkan pemberhentian Kepala UPT Samsat yang tidak memenuhi target pendapatan.
Anggota Panja dari Fraksi Nasdem, Mizar Roem dalam rapat awalnya meminta Plt. Kepala Bapenda Sulsel Reza Faisal Saleh untuk membuka data-data terkait pencapaian tertinggi dan terendah 25 UPT Samsat.
"Boleh gak kami dibukakan data, mana UPT kinerjanya yang paling bagus, mana kinerja terendah? Karena saya di Panja ini, kinerja itu dimasukkan dalam rekomendasi," kata Mizar Roem.
Menurut Mizar Roem, kepala UPT Samsat tidak laiak dipertahankan jika kinerjanya tidak mencapai target tahun 2024. Apalagi, jika kepala samsat hanya titipan pejabat tertentu.
"Karena UPTD ini ujung tombaknya Bapenda. Kalau UPTD-nya tumpul, yakinlah pendapatan akan rendah," jelas Mizar.
Menanggapi pernyataan Mizar, Reza Faisal Saleh memaparkan kinerja UPT Samsat dengan pencapaian tertinggi pada 2024. Salah satunya adalah UPT Samsat Selayar.
Reza menyebut UPT Samsat Selayar mencapai realisasi tertinggi untuk Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dengan capaian 104,27 persen.
"Kalau Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor [BBNKB] UPT Sinjai tertinggi. Terus, pajak air permukaan di UPT Samsat Makassar II," kata Reza.
Selain itu, daerah paling rendah untuk PKB dari 24 UPT yang tidak capai targetnya yaitu UPT Bulukumba sebesar 95,2 persen.
Menurut Reza, target pencapaian UPT Samsat berbeda-beda. Hal ini disebabkan tidak semua daerah di Sulsel punya objek pajak atau pendapatan yang sama.
"Kalau BBNKB (paling rendah) UPT Selayar dan Soppeng karena memang tidak ada target. Ada targetnya dan tidak capai realisasi itu UPT Enrekang," imbuh Reza.
Mendengar pemaparan Bapenda Sulsel, Mizar Roem menandaskan LKPJ akan menjadi acuan bagi gubernur Andi Sudirman Sulaiman untuk mengevaluasi jajarannya di sektor pendapatan.
"Ini gunanya LKPJ, supaya transparan, supaya pak gubernur punya dasar penilaian," tandas Mizar.
Senada dengan Mizar Roem, anggota DPRD Sulsel Fraksi Golkar Lukman B. Kady mendorong Panja LKPJ Gubernur untuk memasukkan nama-nama UPT yang tidak capai target agar diganti.
"Izin pimpinan, teman-teman kepala UPT yang tidak capai target wajib masuk dalam laporan untuk direkomendasi. Itu intinya, rekomendasi pergantian untuk yang tidak capai target," tutur Lukman B. Kady dalam rapat tersebut.
Rapat tersebut menghadirkan mitra Komisi C dan Komisi D, serta dipimpin langsung oleh Ketua Panja DPRD Sulsel, Yeni Rahman.
Yeni didampingi oleh Sekretaris Panja, Andi Tenri Abeng Salangketo, dan sejumlah anggota lainnya.
Dalam rapat bersama mitra Komisi C, yaitu Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sulsel, Yeni menegaskan pentingnya strategi yang matang untuk meningkatkan investasi di daerah.
“Kita harus punya desain investasi yang jelas. Desain ini sangat diperlukan untuk mendorong peningkatan investasi,” ujar Yeni.
Selain membahas strategi investasi, rapat tersebut juga menyoroti masalah perizinan tempat hiburan malam (THM) dan tambang yang dinilai masih bermasalah.
Salah satu anggota Panja, Mizar Room, menyampaikan keprihatinannya terkait adanya tambang dan THM yang beroperasi tanpa izin lengkap.
“Kalau memang harus ditutup, ya ditutup saja. Beberapa bahkan menggunakan cara tertentu lewat Kementerian Pariwisata. Prinsipnya, kita harus bijak menyikapi berbagai masalah investasi di Sulsel,” ungkap Mizar.
Sementara itu, Tim Pakar DPRD Sulsel, Prof. Ramli Haba, menegaskan bahwa pemerintah harus bertindak tegas terhadap pelanggaran izin tambang dan THM.
“Saya melihat bahwa masalah tambang galian C dan THM ini sangat dipengaruhi oleh perilaku masyarakat yang bermain di area abu-abu. Maka, pemerintah perlu tegas. Jika ada pelanggaran, cabut saja izinnya,” kata Prof. Ramli.
Pada sesi rapat bersama Badan Pendapatan Daerah Provinsi Sulsel, Anggota Panja mengusulkan pemberhentian Kepala UPT Samsat yang tidak memenuhi target pendapatan.
Anggota Panja dari Fraksi Nasdem, Mizar Roem dalam rapat awalnya meminta Plt. Kepala Bapenda Sulsel Reza Faisal Saleh untuk membuka data-data terkait pencapaian tertinggi dan terendah 25 UPT Samsat.
"Boleh gak kami dibukakan data, mana UPT kinerjanya yang paling bagus, mana kinerja terendah? Karena saya di Panja ini, kinerja itu dimasukkan dalam rekomendasi," kata Mizar Roem.
Menurut Mizar Roem, kepala UPT Samsat tidak laiak dipertahankan jika kinerjanya tidak mencapai target tahun 2024. Apalagi, jika kepala samsat hanya titipan pejabat tertentu.
"Karena UPTD ini ujung tombaknya Bapenda. Kalau UPTD-nya tumpul, yakinlah pendapatan akan rendah," jelas Mizar.
Menanggapi pernyataan Mizar, Reza Faisal Saleh memaparkan kinerja UPT Samsat dengan pencapaian tertinggi pada 2024. Salah satunya adalah UPT Samsat Selayar.
Reza menyebut UPT Samsat Selayar mencapai realisasi tertinggi untuk Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dengan capaian 104,27 persen.
"Kalau Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor [BBNKB] UPT Sinjai tertinggi. Terus, pajak air permukaan di UPT Samsat Makassar II," kata Reza.
Selain itu, daerah paling rendah untuk PKB dari 24 UPT yang tidak capai targetnya yaitu UPT Bulukumba sebesar 95,2 persen.
Menurut Reza, target pencapaian UPT Samsat berbeda-beda. Hal ini disebabkan tidak semua daerah di Sulsel punya objek pajak atau pendapatan yang sama.
"Kalau BBNKB (paling rendah) UPT Selayar dan Soppeng karena memang tidak ada target. Ada targetnya dan tidak capai realisasi itu UPT Enrekang," imbuh Reza.
Mendengar pemaparan Bapenda Sulsel, Mizar Roem menandaskan LKPJ akan menjadi acuan bagi gubernur Andi Sudirman Sulaiman untuk mengevaluasi jajarannya di sektor pendapatan.
"Ini gunanya LKPJ, supaya transparan, supaya pak gubernur punya dasar penilaian," tandas Mizar.
Senada dengan Mizar Roem, anggota DPRD Sulsel Fraksi Golkar Lukman B. Kady mendorong Panja LKPJ Gubernur untuk memasukkan nama-nama UPT yang tidak capai target agar diganti.
"Izin pimpinan, teman-teman kepala UPT yang tidak capai target wajib masuk dalam laporan untuk direkomendasi. Itu intinya, rekomendasi pergantian untuk yang tidak capai target," tutur Lukman B. Kady dalam rapat tersebut.
(UMI)
Berita Terkait
Sulsel
Diwakili Ketua Fraksi Demokrat Sulsel, Appi Resmi Ambil Formulir Pendaftaran Musda
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menjadi bakal calon pertama yang mengambil formulir maju di musyawarah daerah (Musda) Demokrat Sulsel.
Kamis, 15 Okt 2026 13:25
News
Sinergi Pertamina, Kementerian ESDM & Pemprov Sulsel Jaga Pasokan BBM
Pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, dan Pertamina Patra Niaga memperkuat koordinasi untuk menjaga kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Sulawesi Selatan.
Rabu, 14 Okt 2026 18:24
News
Pemprov Sulsel Percantik Ruas Jalan Burung-Burung–Bili-Bili, Marka Putih dan Bahu Hijau
Penataan ruas jalan Burung-Burung–Bili-Bili di Kabupaten Gowa menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan untuk menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya fungsional, tetapi juga lebih rapi dipandang.
Rabu, 14 Okt 2026 15:38
Ekbis
BI Sulsel Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah Lewat BEKS 2026
Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan berbagai mitra strategis memperkuat kolaborasi untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di Sulawesi Selatan.
Jum'at, 09 Okt 2026 18:58
Sulsel
PAN Sulsel Target 5 Kursi DPR RI dan 10 Kursi DPRD Provinsi di Pileg 2029
Ketua DPW PAN Sulsel, Ashabul Kahfi mematok target tinggi usai dilantik untuk periode kelimanya memimpin partai ini. Ia dikukuhkan langsung oleh Ketum DPP Zulkifli Hasan di Makassar pada Rabu (7/10/2026).
Rabu, 07 Okt 2026 18:16
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Angka Kemiskinan di Sidrap Turun jadi 4,65 Persen pada 2026, Terendah Ketiga di Sulsel
2
Diwakili Ketua Fraksi Demokrat Sulsel, Appi Resmi Ambil Formulir Pendaftaran Musda
3
Demokrat Parepare Sebut Sudah 13 DPC Kabupaten/kota Dukung Appi Maju Musda Sulsel
4
Pembekalan Tahfizh, Perkuat Karakter Qur’ani dan Budaya Kampus Islami
5
Jelang Musda, Muzakkir Aqil Yakin Appi Bisa Besarkan Demokrat di Sulsel
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Angka Kemiskinan di Sidrap Turun jadi 4,65 Persen pada 2026, Terendah Ketiga di Sulsel
2
Diwakili Ketua Fraksi Demokrat Sulsel, Appi Resmi Ambil Formulir Pendaftaran Musda
3
Demokrat Parepare Sebut Sudah 13 DPC Kabupaten/kota Dukung Appi Maju Musda Sulsel
4
Pembekalan Tahfizh, Perkuat Karakter Qur’ani dan Budaya Kampus Islami
5
Jelang Musda, Muzakkir Aqil Yakin Appi Bisa Besarkan Demokrat di Sulsel