Bagian Bangunan Roboh, Proyek Rp1,7 M Gedung Sipitangarri Jadi Sorotan Publik
Jum'at, 26 Des 2025 16:05
Kondisi Gedung Pertemuan Sipitangarri Jeneponto seusai bagian lis planknya rubuh. Foto: Istimewa
JENEPONTO - Proyek pembangunan Gedung Pertemuan Sipitangarri di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, yang menelan anggaran sekitar Rp1,7 miliar, menjadi sorotan publik setelah sebagian bangunan, tepatnya pada bagian lis plank, dilaporkan roboh meski proyek tersebut belum rampung dikerjakan.
Peristiwa robohnya lis plank tersebut terjadi pekan lalu, sementara berdasarkan perjanjian kontrak, proyek ini ditargetkan rampung pada 28 Desember 2025.
Insiden ini memicu kritik dan desakan dari masyarakat agar Aparat Penegak Hukum (APH) melakukan pengawasan dan pencegahan dini terhadap potensi kerugian keuangan negara.
“Agar Kejaksaan dapat segera melakukan tindak pencegahan terhadap kemungkinan adanya tindakan yang dapat merugikan keuangan negara,” tegas Alim Bahri, sebagaimana terpantau dalam percakapan di salah satu grup WhatsApp.
Proyek pembangunan Gedung Pertemuan Sipitangarri tersebut dibiayai dari Dana DAU Earmark Tahun Anggaran 2025 melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Jeneponto. Meski yang rubuh hanya bagian lis plank, kejadian ini tetap memicu sorotan publik karena proyek masih dalam tahap pengerjaan.
Berdasarkan data kontrak, pekerjaan ini memiliki Nomor Kontrak 000.3.3/375/SPMK-RGS/DISPORA, dilaksanakan oleh CV Amin Abadi Sejahtera dan diawasi oleh CV Macario Engineer, dengan nilai kontrak sebesar Rp1.712.176.310.
Sejumlah warga menilai insiden tersebut perlu menjadi bahan evaluasi serius, terutama terkait kualitas pekerjaan dan pengawasan teknis di lapangan.
“Memang yang rubuh hanya bagian tertentu, tapi ini harus jadi perhatian. Anggarannya besar dan proyek masih berjalan, jadi pengawasan harus diperketat,” ujar seorang tokoh masyarakat Jeneponto.
Aktivis dan pemerhati kebijakan publik juga mendorong dilakukannya audit teknis untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi dan standar konstruksi, serta tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah maupun pihak kontraktor terkait penyebab rubuhnya bagian lis plank pada Gedung Pertemuan Sipitangarri tersebut.
Peristiwa robohnya lis plank tersebut terjadi pekan lalu, sementara berdasarkan perjanjian kontrak, proyek ini ditargetkan rampung pada 28 Desember 2025.
Insiden ini memicu kritik dan desakan dari masyarakat agar Aparat Penegak Hukum (APH) melakukan pengawasan dan pencegahan dini terhadap potensi kerugian keuangan negara.
“Agar Kejaksaan dapat segera melakukan tindak pencegahan terhadap kemungkinan adanya tindakan yang dapat merugikan keuangan negara,” tegas Alim Bahri, sebagaimana terpantau dalam percakapan di salah satu grup WhatsApp.
Proyek pembangunan Gedung Pertemuan Sipitangarri tersebut dibiayai dari Dana DAU Earmark Tahun Anggaran 2025 melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Jeneponto. Meski yang rubuh hanya bagian lis plank, kejadian ini tetap memicu sorotan publik karena proyek masih dalam tahap pengerjaan.
Berdasarkan data kontrak, pekerjaan ini memiliki Nomor Kontrak 000.3.3/375/SPMK-RGS/DISPORA, dilaksanakan oleh CV Amin Abadi Sejahtera dan diawasi oleh CV Macario Engineer, dengan nilai kontrak sebesar Rp1.712.176.310.
Sejumlah warga menilai insiden tersebut perlu menjadi bahan evaluasi serius, terutama terkait kualitas pekerjaan dan pengawasan teknis di lapangan.
“Memang yang rubuh hanya bagian tertentu, tapi ini harus jadi perhatian. Anggarannya besar dan proyek masih berjalan, jadi pengawasan harus diperketat,” ujar seorang tokoh masyarakat Jeneponto.
Aktivis dan pemerhati kebijakan publik juga mendorong dilakukannya audit teknis untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi dan standar konstruksi, serta tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah maupun pihak kontraktor terkait penyebab rubuhnya bagian lis plank pada Gedung Pertemuan Sipitangarri tersebut.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
Rayakan HUT ke-36, RSUD Jeneponto Gelar Pasar Murah hingga Layanan KB Gratis
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lanto Daeng Pasewang (Latopas) Kabupaten Jeneponto menggelar pasar murah dan layanan Keluarga Berencana (KB) gratis, Sabtu, (17/1/2026).
Sabtu, 17 Jan 2026 13:19
Sulsel
Mutasi Pejabat Eselon II, Sinyal Penyegaran Serius Pemkab Jeneponto
Mengawali tahun 2026, Bupati Jeneponto H. Paris Yasir melakukan perombakan pejabat Eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jeneponto.
Kamis, 15 Jan 2026 14:22
Sulsel
Bupati Paris Yasir Kawal Langsung Pengaspalan Jalan Lingkar
Komitmen Pemerintah Kabupaten Jeneponto dalam meningkatkan kualitas infrastruktur jalan kembali ditegaskan. Bupati Jeneponto, H. Paris Yasir, turun langsung memantau proses pengaspalan Jalan Lingkar Kota
Rabu, 14 Jan 2026 11:31
Sulsel
Bank Sulselbar Jeneponto Rayakan HUT ke-65, Tegaskan Dukungan Pembangunan Daerah
Bupati Jeneponto, H. Paris Yasir, menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Bank Sulselbar Cabang Jeneponto, Selasa (13/1/2026).
Selasa, 13 Jan 2026 11:19
Sulsel
Bupati Jeneponto Tunjuk Camat Rumbia Abdul Rajab jadi Plt Kadis Perikanan dan Kelautan
Bupati Jeneponto H. Paris Yasir resmi menunjuk Camat Rumbia, Abdul Rajab, sebagai Pejabat Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Jeneponto.
Sabtu, 10 Jan 2026 11:57
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Telan Rp26 M, Proyek Jaringan Air Baku Karalloe Tahap II Tuai Kritik Publik
2
Di Antara Kabut dan Jurang: Cerita 30 Jam Tim SAR Evakuasi Korban ATR
3
Evakuasi Korban Pesawat ATR 42-500, Basarnas Terapkan Metode Estafet Paket
4
Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membangun Ekosistem Kampus Islami
5
PDAM Jeneponto Tak Dilibatkan di Proyek Air Baku Karalloe Rp25 Miliar
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Telan Rp26 M, Proyek Jaringan Air Baku Karalloe Tahap II Tuai Kritik Publik
2
Di Antara Kabut dan Jurang: Cerita 30 Jam Tim SAR Evakuasi Korban ATR
3
Evakuasi Korban Pesawat ATR 42-500, Basarnas Terapkan Metode Estafet Paket
4
Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membangun Ekosistem Kampus Islami
5
PDAM Jeneponto Tak Dilibatkan di Proyek Air Baku Karalloe Rp25 Miliar