Stabilkan Harga LPG 3Kg, Wabup Lutim Instruksikan Sanksi Berat bagi Pangkalan Nakal
Jum'at, 30 Jan 2026 13:55
Wakil Bupati Luwu Timur, Puspawati Husler, bergerak cepat menyikapi fluktuasi harga LPG 3kg yang dikeluhkan masyarakat efek dari aksi demo pemekaran Luwu Raya beberapa waktu lalu.
LUWU TIMUR - Wakil Bupati Luwu Timur, Puspawati Husler, bergerak cepat menyikapi fluktuasi harga LPG 3kg yang dikeluhkan masyarakat efek dari aksi demo pemekaran Luwu Raya beberapa waktu lalu.
Melalui kolaborasi dengan Dinas Koperindag dan enam agen resmi, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menggelar Pasar Murah serentak di enam titik strategis.
Dalam peninjauan langsung di Kantor Camat, Wakil Bupati (Wabup), Puspawati Husler terlibat dialog intensif dengan warga yang mengeluhkan harga gas yang bervariasi di tingkat pengecer.
Menanggapi hal itu, Puspawati menegaskan pemerintah tidak akan tinggal diam terhadap oknum yang mempermainkan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
"Saya sudah instruksikan Koperindag dan pihak Kecamatan untuk monitor ketat. Jika ditemukan ada pangkalan yang menumpuk stok atau menjual di atas HET, berikan teguran keras. Jika masih bandel, kami akan mengurangi alokasinya, dan kalau tetap melanggar, sanksi terberat adalah dikeluarkan (cabut izin)," tegas Wabup di sela peninjauan, Jumat (30/01/26).
Guna memastikan distribusi tepat sasaran, Pemkab Luwu Timur menerapkan sistem pengawasan berlapis.
Dijelaskan Kadis Koperindag Luwu Timur, Senfry, personil Satpol PP yang melekat di tiap kecamatan difungsikan sebagai garda depan pengawasan di lapangan.
"Kami ingin memastikan tabung ini sampai ke tangan masyarakat yang benar-benar membutuhkan, bukan justru 'dijerat' oleh spekulan untuk dijual kembali dengan harga tinggi. Satpol PP dan pihak kecamatan wajib melaporkan setiap aktivitas distribusi yang mencurigakan," ungkap Senfry.
Dalam pasar murah ini, disiapkan total 3.360 tabung yang tersebar di enam lokasi (Burau, Wotu, Mangkutana, Malili, Wasuponda, dan Towuti). Setiap titik mendapatkan alokasi 560 tabung.
Ditambahkan Puspawati, batasan pembelian ditetapkan secara ketat untuk menjamin pemerataan.
"Masyarakat wajib membawa KK dan KTP. Ketentuannya satu KK satu tabung. Ini penting agar tidak ada warga yang borong sehingga warga lainnya tidak kebagian," kata dia.
Selain pengawasan pangkalan, Puspawati juga memberikan imbauan moral kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Luwu Timur. Beliau meminta ASN untuk memiliki kesadaran tinggi dengan tidak menggunakan LPG bersubsidi 3kg.
"Harapan kami jelas, teman-teman PNS harus jadi contoh. Gunakanlah gas non subsidi 5kg atau 12kg. Berikan hak masyarakat berpenghasilan rendah untuk menikmati subsidi ini agar tidak terjadi kelangkaan di masa mendatang," pungkasnya.
Melalui kolaborasi dengan Dinas Koperindag dan enam agen resmi, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menggelar Pasar Murah serentak di enam titik strategis.
Dalam peninjauan langsung di Kantor Camat, Wakil Bupati (Wabup), Puspawati Husler terlibat dialog intensif dengan warga yang mengeluhkan harga gas yang bervariasi di tingkat pengecer.
Menanggapi hal itu, Puspawati menegaskan pemerintah tidak akan tinggal diam terhadap oknum yang mempermainkan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
"Saya sudah instruksikan Koperindag dan pihak Kecamatan untuk monitor ketat. Jika ditemukan ada pangkalan yang menumpuk stok atau menjual di atas HET, berikan teguran keras. Jika masih bandel, kami akan mengurangi alokasinya, dan kalau tetap melanggar, sanksi terberat adalah dikeluarkan (cabut izin)," tegas Wabup di sela peninjauan, Jumat (30/01/26).
Guna memastikan distribusi tepat sasaran, Pemkab Luwu Timur menerapkan sistem pengawasan berlapis.
Dijelaskan Kadis Koperindag Luwu Timur, Senfry, personil Satpol PP yang melekat di tiap kecamatan difungsikan sebagai garda depan pengawasan di lapangan.
"Kami ingin memastikan tabung ini sampai ke tangan masyarakat yang benar-benar membutuhkan, bukan justru 'dijerat' oleh spekulan untuk dijual kembali dengan harga tinggi. Satpol PP dan pihak kecamatan wajib melaporkan setiap aktivitas distribusi yang mencurigakan," ungkap Senfry.
Dalam pasar murah ini, disiapkan total 3.360 tabung yang tersebar di enam lokasi (Burau, Wotu, Mangkutana, Malili, Wasuponda, dan Towuti). Setiap titik mendapatkan alokasi 560 tabung.
Ditambahkan Puspawati, batasan pembelian ditetapkan secara ketat untuk menjamin pemerataan.
"Masyarakat wajib membawa KK dan KTP. Ketentuannya satu KK satu tabung. Ini penting agar tidak ada warga yang borong sehingga warga lainnya tidak kebagian," kata dia.
Selain pengawasan pangkalan, Puspawati juga memberikan imbauan moral kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Luwu Timur. Beliau meminta ASN untuk memiliki kesadaran tinggi dengan tidak menggunakan LPG bersubsidi 3kg.
"Harapan kami jelas, teman-teman PNS harus jadi contoh. Gunakanlah gas non subsidi 5kg atau 12kg. Berikan hak masyarakat berpenghasilan rendah untuk menikmati subsidi ini agar tidak terjadi kelangkaan di masa mendatang," pungkasnya.
(GUS)
Berita Terkait
Sulsel
Dukung Percepatan PSN IHIP, Warga Bentangkan Spanduk Simbol Dukungan Kepada Pemda Lutim
Pemerintah Daerah (Pemda) Luwu Timur saat ini aktif turun melakukan sosialisasi percepatan kegiatan Proyek Strategi Nasional (PSN) yang nantinya akan dibangun di Lampia, desa Harapan, kecamatan Malili.
Kamis, 29 Jan 2026 11:48
Sulsel
Pernah Dihukum PN Malili, Oknum Penggarap Lahan Negara ini Tuntut Ganti Rugi Fantastis ke Pemda Lutim
Pengadilan Negeri (PN) Malili telah menjatuhkan hukuman kepada Irwan alias Iwan dengan nomor putusan : 52/Pid.B/2017/PN Mll dengan tindak pidana pengerusakan tanaman di area pengelolaan penghijauan PT Vale Indonesia, di desa Harapan, tahun 2017 lalu.
Rabu, 28 Jan 2026 23:20
Sulsel
Pemkab Lutim Akan Gelar Sosialisasi PSN, Sekda Tegaskan Pendekatan Dialogis
Pemerintah Daerah (Pemda) Luwu Timur (Lutim) menggelar sosialisasi Proyek Strategis Nasional (PSN) di kantor desa Harapan, kecamatan Malili, Rabu 28 Januari 2026, besok.
Selasa, 27 Jan 2026 19:59
Sulsel
Minta Ganti Rugi Rp1,3 Triliun, Penawaran Oknum Penggarap Lahan Pemda Lutim Dinilai Tak Masuk Akal
Pemerintah Daerah (Pemda) Luwu Timur telah menyampaikan hasil pendataan dan penetapan nilai kerohiman kepada masyarakat melalui kegiatan sosialisasi serta penyampaian langsung di lapangan.
Jum'at, 23 Jan 2026 12:34
Sulsel
Sejumlah Warga Di Kawasan Industri Malili Sepakati Nilai Kerohiman Pemerintah
Sejumlah warga penggarap dilahan milik Pemerintah Daerah (Pemda) Luwu Timur di Kawasan Industri di desa Harapan, Kecamatan Malili menyepakati nilai Kerohiman yang telah ditetapkan oleh Pemerintah.
Kamis, 22 Jan 2026 16:13
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Warga Bulurokeng Datangi DPRD Makassar Adukan Sengketa Lahan vs Pengembang
2
Baru Bergabung ke PSI, Sekjen Raja Juli Juluki RMS Jokowinya Sulsel
3
Di Rakernas, Kaesang Resmikan RMS Bergabung ke PSI Lewat Pantun
4
Darmawansyah Dorong FORKI Sulsel Perkuat Pembinaan Atlet hingga Profesionalitas Wasit
5
Membaca Hijrah Politik Rusdi Masse
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Warga Bulurokeng Datangi DPRD Makassar Adukan Sengketa Lahan vs Pengembang
2
Baru Bergabung ke PSI, Sekjen Raja Juli Juluki RMS Jokowinya Sulsel
3
Di Rakernas, Kaesang Resmikan RMS Bergabung ke PSI Lewat Pantun
4
Darmawansyah Dorong FORKI Sulsel Perkuat Pembinaan Atlet hingga Profesionalitas Wasit
5
Membaca Hijrah Politik Rusdi Masse