Pelangi di Mars Resmi Tayang, Film Sci-Fi Anak Indonesia dengan Visual & Cerita Menarik

Rabu, 18 Mar 2026 21:54
Pelangi di Mars Resmi Tayang, Film Sci-Fi Anak Indonesia dengan Visual & Cerita Menarik
Pelangi di Mars resmi tayang di bioskop dan mencatat sejarah sebagai film Indonesia pertama yang memanfaatkan teknologi Extended Reality (XR). Foto/Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - Industri film Indonesia mencatat tonggak sejarah baru hari ini. Film fiksi ilmiah keluarga Pelangi di Mars resmi tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia, termasuk di Kota Makassar, pada Rabu, 18 Maret 2026. Perilisan ini menjadi momen penting bagi perkembangan sinema nasional, khususnya film yang ditujukan bagi penonton anak-anak dan keluarga.

Diproduksi oleh Mahakarya Pictures dan disutradarai oleh Upie Guava, Pelangi di Mars hadir sebagai proyek ambisius yang menggabungkan imajinasi, teknologi, dan semangat kreatif para pembuat film Indonesia. Film ini tidak hanya disiapkan sebagai tontonan libur Lebaran, tetapi juga sebagai bukti bahwa karya anak bangsa mampu menghadirkan kisah petualangan luar angkasa dengan kualitas visual yang kompetitif.

Melalui cerita yang penuh imajinasi, film ini mengajak penonton mengikuti perjalanan seru menjelajahi Planet Merah. Dengan pendekatan visual yang segar dan elemen edukatif, Pelangi di Mars menawarkan pengalaman menonton yang dirancang untuk menumbuhkan rasa ingin tahu serta kreativitas anak-anak Indonesia.

Teknologi XR Pertama
Produksi film ini memakan waktu lebih dari lima tahun dan melibatkan ratusan talenta kreatif dari berbagai daerah di Indonesia. Seluruh tim bekerja dengan satu tujuan: mendorong batas kemampuan industri film nasional agar mampu bersaing di tingkat global.

Pelangi di Mars juga mencatat sejarah sebagai film Indonesia pertama yang memanfaatkan teknologi Extended Reality (XR) secara luas dalam proses produksinya. Teknologi ini memungkinkan penciptaan dunia visual yang lebih imersif, sekaligus menandai langkah penting bagi perkembangan teknologi perfilman di Indonesia.

Dedikasi Ratusan Kreator
Di balik skala produksinya yang besar, film ini juga menyimpan kisah tentang kerja keras dan semangat kolektif para kreator yang terlibat. Produser Dendi Reynando mengingat sebuah momen emosional yang ia alami saat menghadiri JAFF Market, ketika bertemu dengan salah satu animator 3D dari vendor yang ikut berkontribusi dalam proyek tersebut.

“Dia datang jauh-jauh hanya untuk berterima kasih karena desainnya bisa menjadi bagian dari film ini. Dari situ saya menyadari bahwa Pelangi di Mars jauh lebih besar dari sekadar saya dan Upie; film ini adalah milik kita semua, milik ratusan orang yang telah menaruh hatinya di sini,” ungkap Dendi.

Sutradara Upie Guava juga menekankan bahwa proyek ini lahir dari kolaborasi besar para seniman visual Indonesia.

“Film ini adalah bentuk usaha maksimal dari dedikasi para editor, animator, VFX artists, dan ratusan orang lain yang menyumbangkan bakatnya. Ini bukan sekadar proyek, namun sebuah gerakan. Kami persembahkan film ini untuk anak-anak Indonesia dan kalian semua yang percaya akan kekuatan dari sebuah mimpi,” tutur Upie.

Temani Libur Lebaran
Film ini dibintangi oleh Messi Gusti, Lutesha, Myesha Lin, Rio Dewanto, dan Livy Renata. Selain itu, sejumlah pengisi suara ternama turut terlibat, di antaranya Kristo Immanuel, Gilang Dirga, Bimo Kusumo, Vanya Rivani, hingga Dimitri Arditya.

Pelangi di Mars sudah dapat disaksikan di bioskop mulai 18 Maret 2026. Penonton juga dapat memanfaatkan promo Buy One Get One Free (BOGOF) yang tersedia melalui aplikasi M-TIX, TIX ID, CGV, dan Cinepolis.

Dari sudut pandang redaksi, kualitas animasi yang ditampilkan dalam film Pelangi di Mars terbilang mengesankan untuk ukuran produksi film Indonesia. Visualnya terlihat rapi dengan gerakan yang halus, membuat setiap adegan terasa lebih hidup sekaligus nyaman diikuti dari awal hingga akhir.

Perpaduan antara karakter animasi dengan sosok manusia seperti Pelangi juga terasa serasi. Keduanya tampil menyatu secara alami di layar sehingga memberikan kesan yang meyakinkan bagi penonton.

Alur ceritanya disajikan dengan konsep yang sederhana, namun tetap memuat elemen petualangan serta nilai persahabatan yang mudah dipahami, khususnya oleh penonton anak-anak.

Film ini juga diperkaya dengan beberapa lagu yang hadir untuk memperkuat suasana dalam cerita. Kehadiran musik tersebut membuat pengalaman menonton terasa lebih meriah sekaligus menghibur.

Informasi lebih lanjut mengenai jadwal penayangan dan konten eksklusif dapat diikuti melalui akun media sosial resmi @pelangidimars dan @mahakaryapictures.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru